Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

5 min read

Akuntansi
Akuntansi Sebagai Sistem Informasi, Foto Oleh DEPARTMENT OF ISLAMIC ECONOMICS

Akuntansi sebagai sistem informasi tidak hanya meliputi maknanya, tetapi juga siapa saja pihak pemakai informasi akuntansi, bagaimana kualitas informasi akuntansi, bidang-bidang akuntansi serta ragam profesi akuntansi.

Akuntansi sebagai sistem informasi berperan dalam proses mengidentifikasi, mengukur serta melaporkan informasi keuangan, baik pada perusahaan yang berorientasi laba maupun perusahaan yang tidak berorientasi pada laba (nirlaba).

Informasi dalam sistem akuntansi yang akan kami bahas kali ini akan berguna bagi pelaku bisnis seperti seorang investor, pemilik usaha dan karyawan

Kali ini, StudioLiterasi akan membahas secara lengkap tentang akuntansi sebagai sistem informasi yang meliputi, pengertian akuntansi, konsep dasar akuntansi, makna akuntansi sebagai sistem informasi, pemakai informasi akuntansi, kualitas informasi akuntansi, bidang akuntansi, dan profesi akuntansi.

Pengertian Akuntansi

Sebelum mulai masuk ke pembahasan utama, pertama-tama apakah kamu masih ingat apa itu akuntansi?

Menurut sebuah asosiasi akuntansi di Amerika (American Accounting Association) pengertian akuntansi adalah sebuah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Sedangkan terdapat pengertian lain dari AICPA (America Institute of Certified Public Accountants) mengatakan bahwa akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian yang setidaknya bersifat finansial dan penafsiran hasil-hasilnya.

Konsep Dasar Akuntansi

Konsep dasar akuntansi dijadikan rujukan dari berbagai konsep, serta merupakan standar penyampaian informasi akuntansi yang rapi dan mudah dipahami. Setidaknya ada 5 konsep dasar akuntansi, meliputi kesatuan usaha, kesinambungan, asas pemadanan, harga perolehan, membandingkan pendapatan dan beban.

1. Business Unit Entity (Kesatuan usaha)

Dalam konsep kesatuan usaha, perusahaan menjadi kesatuan ekonomi sendiri yang tidak tergabung dengan sumber perusahaan.

Karena perusahaan merupakan satu kesatuan ekonomi, maka keuangan perusahaan terpisah dari keuangan pemiliknya, terpisah dari keuangan karyawan, dan terpisah dari keuangan direksi.

2. Kesinambungan (Going Concern)

Konsep kesinambungan menekankan pada pembuatan laporan keuangan (laporan akuntansi) perusahaan secara berkala (setiap periode tertentu) dan berkesinambungan (dilakukan secara terus-menerus).

Dengan demikian dapat dibandingkan dalam beberapa periode, yang berikutnya akan ditarik kesimpulan tentang bagaimana perkembangan suatu perusahaan. Konsep kesinambungan juga bermanfaat bagi perusahaan untuk melihat dengan akurat, bagaimana naik turunnya pendapatan dan beban.

Makna Akuntansi sebagai Sistem Informasi

Akuntansi sebagai sistem informasi artinya akuntansi akan berperan menjadi salah satu bagian sebagao proses pengukur, identifikasi dan pelapor informasi keuangan. Informasi keuangan ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan yang berorientasi profit maupun perusahaan nonprofit.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan perusahaan sanggup menilai dan mengambil keputusan yang tepat dalam hal keuangan.

Berdasarkan uraian di atas, setidaknya dapat disimpulkan tiga hal mengenai akuntansi, yaitu sebagai berikut.

  1. Adanya input (masukan) informasi ekonomi dari aktivitas transaksi yang terjadi pada perusahaan.
  2. Input berupa informasi tersebut kemudian dikelola melalui serangkaian proses, mulai dari pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan untuk menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan.
  3. Output berupa informasi laporan keuangan inilah yang akan menjadi acuan bagi para pimpinan perusahaan dalam pengambilan keputusan. Pimpinan perusahaan membutuhkan laporan akuntansi untuk melakukan pengambilan keputusan bisnis.

Ini pula yang melatarbelakangi mengapa akuntansi disebut juga sebagai bahasa bisnis. Sebab melalui akuntansi dapat diperoleh informasi mengenai keadaan perusahaan. Berbekal informasi keadaan perusahaan, kita dapat menilai seberapa tingkat keberhasilan perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnisnya.

Pemakai Informasi Akuntansi

Lantas siapa saja pemakai informasi akuntansi?

Berdasarkan asalnya, pemakai informasi akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu pemakai internal dan pemakai eksternal. Berikut penjelasannya.

Pemakai internal

Pemakai internal informasi akuntansi, yakni orang-orang yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Pemakai internal diartikan juga sebagai pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan perusahaan sehari-hari. Pemakai internal informasi akuntansi antara lain sebagai berikut.

1. Pemilik

Pemilik perusahaan membutuhkan akuntansi sebagai sistem informasi dalam rangka mengetahui apakah modal mereka bekerja dengan baik atau tidak. Selain itu, akuntansi sebagai sistem informasi juga dipakai oleh pemilik perusahaan untuk mengawasi pengembalian dana investasi.

2. Manajemen

Akuntansi sebagai sistem informasi digunakan pihak manajemen untuk mengetahui serta mempelajari keuntungan dan kerugian perusahaan. Dengan begitu, manajemen bisa memperkirakan posisi perusahaan, sehingga berikutnya dapat memfasilitasi perusahaan dalam menentukan tindakan di masa depan.

3. Karyawan

Sebagai sistem informasi, akuntansi berguna bagi karyawan untuk memperoleh informasi agar bisa memutuskan permintaan kenaikan upah, bonus atau kondisi kerja yang dapat diketahui melalui informasi akuntansi. Akuntansi menyediakan informasi tentang profibilitas yang dapat menjadi gambaran kondisi perusahaan.

Pemakai eksternal

Kebalikan dari pemakai internal, pemakai eksternal merupakan pihak-pihak yang berasal dari luar anggota perusahaan. Mereka memiliki kepentingan dengan peruahaan, tetapi tidak terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan perusahaan. Pemakai eksternal informasi akuntansi antara lain sebagai berikut.

1. Kreditur

Sebelum memutuskan untuk memberikan kredit pada suatu perusahaan, pertama-tama kreditur akan meminta informasi yang ada di sistem akuntansi untuk mengurangi risiko kerugian. Dengan adanya informasi dalam sistem akuntansi, kreditur dapat menilai sendiri tingkat kesehatan perusahaan.

2. Investor

Investor perlu mengetahui keadaan perusahaan untuk memastikan modal investasi yang diberikan aman. Investor akan memantau kemajuan perusahaan mengacu pada sistem informasi akuntansi perusahaan tersebut.

3. Pemerintah

Pendapatan perusahaan yang tertera dalam sistem informasi akuntansi sangat berguna bagi pemerintah sebagai informasi dalam memberikan kebijakan pajak bagi perusahaan.

Selain pajak, sistem informasi akuntansi juga dipakai pemerintah sebagai dasar untuk membina perusahaan, menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik-statistik lainnya.

Pengawasan akan terus dilakukan pemerintah terhadap laporan keuangan suatu perusahaan untuk menentukan sebesar apa pajak yang harus diterapkan, guna memberi kontribusi pada masyarakat dalam berbagai bidang.

4. Konsumen

Konsumen tertarik pada sistem informasi dalam laporan akuntansi perusahaan dalam rangka memperoleh barang dengan harga lebih rendah. Berbekal sistem informasi, konsumen dapat mengetahui dengan akurat dan pasti mengenai laba dan rugi perusahaan.

5. Masyarakat

Berkembangnya perusahaan berarti turut membantu perekonomian nasional karena perusahaan berperan dalam menyediakan lapangan kerja.

Kualitas Informasi Akuntansi

Akuntansi berperan sebagai penyaji data kuantitatif sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, informasi akuntansi harus terjaga kualitasnya agar dapat memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan SFAC (Statements of Financial Accounting Concepts), kualitas informasi akuntansi terdiri dari kualitas khusus, utama, dan sekunder. Berikut penjelasannya.

A. Kualitas Khusus Pemakai

Informasi yang berkualitas khusus pemakai yakni informasi yang disajikan dalam bentuk dan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian pemakai agar dapat dimengerti. Namun, pihak pemakai diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai proses akuntansi keuangan, istilah-istilah teknis dalam laporan keuangan serta aktivitas ekonomi perusahaan.

B. Kualitas Utama

Informasi akuntansi harus memiliki 2 kualitas utama, yaitu relevan dan dapat dipercaya. Adapun uraiannya sebagai berikut.

1. Relevan

Kriteria yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang relevan yaitu sebagai berikut.

  • Nilai prediksi sebagai dasar memprediksi kemungkinan apa saja yang dapat terjadi di masa selanjutnya.
  • Nilai umpan balik (feedback) berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Informasi harus diberikan secepat dan sesegera mungkin sehingga bisa digunakan sebagai dasar atau pondasi untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi dan menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.

2. Dapat Dipercaya

Kriteria yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang dapat dipercaya adalah sebagai berikut.

  • Dapat diuji, informasi harus mampu diuji kebenarannya oleh para penilai yang independen dengan memakai metode pengukuran yang sama.
  • Netral, informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan tidak tergantung pada kepentingan lain.
  • Menyajikan kebenaran, informasi harus sesuai dengan kondisi ekonomi atau kejadian yang sesungguhnya, serta memberitahu yang sebenarnya.

C. Kualitas Sekunder

Berikutnya, informasi akuntansi juga harus memenuhi kualitas sekunder di bawah ini.

  • Daya banding,  informasi dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lainnya dalam periode yang sama.
  • Konsistensi,  tercapainya daya banding antarperiode dalam suatu perusahaan dengan menerapkan akuntansi yang sama dari waktu ke waktu.
  • Cukup berarti,  tuntutan prinsip akuntansi bisa diabaikan selama tidak menyebabkan kesalahan laporan yang memengaruhi pengambilan keputusan atau laporan penilaian pembaca laporan tersebut.

Bidang Akuntansi

Setidaknya terdapat 9 jenis bidang akuntansi, berikut penjelasannya.

  1. Akuntansi Keuangan, merupakan bagian dari akuntansi yang mengkhususkan diri dalam proses pencatatan transaksi hingga penyajian dalam bentuk laporan keuangan.
  2. Auditing, merupakan bidang akuntansi yang mengkhususkan pada pemeriksaan catatan-catatan akuntansi secara independen.
  3. Akuntansi biaya, merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan perencanaan, penetapan, dan pengendalian biaya produksi.
  4. Akuntanasi manajemen, merupakan bidang akuntansi yang bergerak pada pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen menjalankan perusahaan.
  5. Akuntansi anggaran, adalah jenis bidang akuntansi yang erat hubungannya dengan penyusunan rencana dan pengeluaran perusahaan yang kemudian membandingkannya dengan pengeluaran aktual.
  6. Akuntansi perpajakan, adalah akuntansi yang khusus dalam menyusun data apa saja yang diperlukan dalam penghitungan pajak.
  7. Sistem akuntansi, merupakan bidang akuntansi yang melakukan perencanaan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan, serta pelaporan data keuangan.
  8. Akuntansi pemerintahan, merupakan akuntansi yang khusus untuk penyajian laporan transaksi yang dilakukan oleh pemerintahan.
  9. Akuntansi pendidikan, berhubungan dengan pengembangan dan penyebaran pendidikan akuntansi.

Profesi Akuntansi

Setidaknya ada 4 jenis bidang profesi akuntansi, berikuti penjelasannya.

1.    Akuntan Perusahaan atau Internal

Akuntansi perusahaan internal merupakan akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan bertanggung jawab atas berbagai fungsi akuntansi serta keuangan perusahaan. Akuntan perusahaan atau intern biasanya bertindak sebagai pengontrol keuangan perusahaan.

2.    Akuntan Publik

Akuntan publik adalah profesi akuntan independen (bebas) secara individu maupun berkelompok untuk membantu bidang akuntansi pada perusahaan atau organisasi bisnis maupun non bisnis.

Tugas seorang akuntan publik utamanya adalah untuk mengecek laporan seputar keuangan di sebuah perusahaan, apakah laporan keuangan tersebut sesuai dan wajar.

3.    Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah seorang akuntan yang bekerja di lingkungan lembaga pemerintahan di Indonesia. Tugas utamanya yakni mengendalikan, merencanakan serta melakukan pengecekan atas penggunaan kekayaan negara.

4.    Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah seorang akuntan yang berprofesi sebagai pengajar materi akuntansi kepada murid atau mahasiswa, seperti seorang guru sekolah atau dosen. Akuntan pendidik bekerja di perguruan tinggi atau di bangku sekolah.

Itulah penjelasan mengenai akuntansi sebagai sistem informasi. Sangat penting bagi pemilik usaha atau pelaku bisnis untuk memahami informasi dasar ini. Bagaimana sobat studioliterasi? Apakah penjelasan singkat diatas membantu kalian untuk memahami lebih dalam mengenai akuntansi? Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel lain!

Last Updated on September 23, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top