Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Biografi R.A Kartini & Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”

3 min read

Biografi RA Kartini
Biografi R.A Kartini, foto oleh SayacintaIndonesia Com

Pasti sahabat Studio Literasi sudah familiar dengan nama R.A. Kartini. Yup, kalian pasti pernah mendengar lagu yang berjudul Ibu Kita Kartini karya WR. Supratman. Lantas, siapakah beliau sebenarnya? Apa yang diperjuangkan hingga setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini? Baca lebih lanjut biografi R.A Kartini, yuk!

Biografi R.A Kartini & Sejarah Perjuangannya

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau lebih dikenal dengan sebutan R.A. Kartini adalah sosok pahlawan wanita Indonesia yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. 

Putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan bupati Jepara ini adalah keturunan bangsawan Jawa. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV yang menjadi bupati Demak merupakan bupati pertama yang memberikan pendidikan Barat kepada anak-anaknya. Sementara Sosrokartono, kakak Kartini, adalah orang yang ahli di bidang bahasa dan bersekolah di ELS (European Lagere School) sampai umur 12 tahun.

Kartini hidup sebagai seorang perempuan lajang yang mandiri, memiliki semangat belajar tinggi, dan senang menyuarakan pendapat. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa tulisan yang ia terbitkan, salah satunya adalah “Upacara Perkawinan pada Suku Koja” yang terbit di Hollandsche Lelie di umurnya yang ke-14 tahun.

Kesenangannya pada pemikiran wanita Eropa membuatnya sering menulis surat kepada sahabat korespondensinya di Belanda, salah satunya adalah Rosa Abendanon. Kartini menceritakan secara detail tentang pandangannya terhadap tradisi pernikahan yang dipaksa, pentingnya pendidikan bagi anak perempuan, hingga kasus poligami pada wanita Jawa.

Berawal dari diskusinya bersama Rosa dan seringnya membaca buku serta majalah Eropa, timbullah keinginan Kartini untuk memajukan perempuan pribumi yang dianggap berstatus sosial rendah karena keterbatasan pendidikan. 

Tak lama kemudian, Kartini dijodohkan dengan seorang anak bupati Rembang yang pernah memiliki tiga istri, yaitu K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Alangkah beruntungnya Kartini, suaminya mengizinkannya mendirikan sekolah wanita. Hingga semakin lama, pemikiran Kartini pun semakin berkembang. 

Kartini meninggal dunia di usia 25 tahun setelah melahirkan anaknya, Soesalit Djojoadhiningrat, tepatnya pada 17 September 1904. Setelah itu, surat-surat Kartini tersebut dikumpulkan oleh Rosa dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ atau dalam bahasa Belanda (Door Duisternis tot Licht).

Berkat perjuangan Kartini dalam mendirikan sekolah wanita, akhirnya didirikan pula ‘Sekolah Kartini’ di beberapa tempat seperti Surabaya, Semarang, Malang, Madiun, Yogyakarta, dan Cirebon.

Tak hanya itu, terbitnya surat-surat Kartini ini juga menarik perhatian bangsa Belanda. Adalah Van Deventer, seorang tokoh politik etis yang terkesan ketika membaca surat Kartini hingga ia tergerak untuk menulis resensi demi menyebarluaskan cita-cita Kartini yang sesuai dengan cita-citanya, yaitu memperjuangkan emansipasi wanita dan mengangkat derajat bangsa pribumi.

Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’

Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ yang merupakan kumpulan surat Ibu Kartini pertama kali diterbitkan pada tahun 1911. Surat-surat tersebut berbahasa Inggris dan diterjemahkan oleh Agnes L Symmers.

Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ disusun oleh sahabat pena Kartini, Abendanon, yang pada saat itu memiliki kedudukan sebagai menteri direktur kebudayaan, agama, dan kerajinan Hindia Belanda. 

Gagasan yang terselip dalam buku tersebut adalah tentang pandangan sosok Kartini yang mendapatkan pengetahuan modern dari bangsa Barat dan membuat pikirannya semakin terbuka terhadap kekangan sistem feodal dan kolonial yang menghambat kemajuan bangsa Indonesia.

Beberapa tulisan Kartini dalam surat tersebut adalah:

“Usaha kami memiliki dua tujuan, yaitu berusaha memajukan bangsa kami dan merintis jalan bagi kaum perempuan kami menuju keadaan yang lebih baik, lebih setara dengan martabat manusia” (Kartini kepada Nellie van Kol tahun 1901).

“Kami di sini memohon diusahakan pendidikan untuk anak perempuan, bukan karena kami menginginkan menjadi saingan laki-laki. Namun karena kami yakin akan berpengaruh besar bagi kaum perempuan, agar lebih cakap dalam melakukan kewajiban kodratnya, yaitu menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama” (Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya tahun 1901).

Tak hanya oleh Abendanon, ‘Door Duisternis Tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang juga pernah diterbitkan oleh beberapa orang dengan gaya penyajiannya yang berbeda-beda, antara lain Empat Saudara, Armijn Pane, Sulastin Sutrisno, dan Joost CotU.

Sikap yang Bisa Diteladani

R.A. Kartini adalah tokoh pahlawan nasional yang harus kita teladani, sebab tanpa perjuangannya mungkin kaum perempuan tidak bisa sekolah hingga ke jenjang yang tinggi. Beberapa sikap yang dapat diteladani dari biografi R.A Kartini adalah sebagai berikut.

1. Hidup sederhana dan mandiri

Kartini muda adalah seorang perempuan yang tetap rendah hati meskipun dirinya berasal dari keturunan bangsawan. 

2. Menginspirasi orang lain

Jadilah orang yang selalu menginspirasi sekitar dengan perilaku dan tutur kata yang baik dalam segala hal. 

3. Semangat belajar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Kartini adalah sosok yang selalu semangat mempelajari sesuatu yang belum ia ketahui. Begitu pula dengan kalian, semangatlah dalam menuntut ilmu agar kelak bisa sukses dan meneruskan perjuangan ibu kita Kartini.

4. Berjiwa pemberani dan optimis

Jangan takut melakukan sesuatu apabila belum mencobanya. Kira-kira seperti itu sikap R.A. Kartini yang dapat kita ambil. Meskipun banyak yang menentangnya, namun ia tetap tidak putus asa dalam memperjuangkan kesetaraan wanita.

5. Menghormati orang tua

Sikap yang patut dicontoh dari sosok Kartini muda adalah kepatuhannya terhadap orang tua. Meskipun sering berbeda pendapat, namun ia tetap menghormati mereka.

Cara Memperingati Hari Kartini

Meskipun di rumah saja, ada banyak hal yang bisa kalian lakukan untuk tetap menghormati jasa R.A. Kartini. Berikut daftarnya.

1. Menulis puisi tentang Hari Kartini di media sosial

Jika kamu senang menulis, cobalah tulis puisi tentang Hari Kartini dan unggahlah di media sosial yang kamu punya. Dengan begitu, Anda akan menyebarkan semangat perjuangan Ibu Kartini.

2. Memberikan ucapan Hari Kartini kepada ibu

Ibu adalah sosok Kartini masa kini yang berperan besar dalam kehidupan kita. Jadi, dalam momentum ini, tak ada salahnya memberikan ucapan Hari Kartini pada ibu tercinta. 

3. Mempersiapkan hadiah untuk orang spesial

Selain memberikan ucapan Hari Kartini, kamu juga dapat memberikan hadiah untuk Kartini masa kini yang ada di hidup kamu. 

Lagu ‘Ibu Kita Kartini’

Untuk memperingati Hari Kartini, sahabat Studio Literasi bisa menyanyikan lagu nasional yang berjudul ‘Ibu Kita Kartini’ karya W.R. Supratman berikut.

Ibu kita Kartini

Putri sejati

Putri Indonesia

Harum namanya

Ibu kita Kartini

Pendekar bangsa

Pendekar kaumnya

Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini

Putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya

Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini

Putri jauhari

Putri yang berjasa

Se-Indonesia

Ibu kita Kartini

Putri yang suci

Putri yang merdeja

Cita-citanya 

Wahai ibu kita Kartini

Putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya 

Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini

Pendekar bangsa

Pendekar kaumnya

Se-Indonesia 

Ibu kita Kartini 

Penyuluh nadi

Penyulih bangsanya

Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini 

Putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya

Bagi Indonesia

Itulah biografi R.A Kartini dan kisah perjuangannya. Meskipun peringatan Hari Kartini tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, namun tak mengurangi esensi daripada makna Hari Kartini tersebut. Selamat Hari Kartini sahabat Studio Literasi!

Baca juga: 50 Ucapan Hari Guru Nasional

Last Updated on April 20, 2021

Lutfi Maulida
Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Konflik Sosial

Kita hidup dalam sebuah komunitas yang sangat luas bernama masyarakat. Dalam komunitas tersebut, tentu saja sulit untuk menyamakan visi dan misi setiap orang, karena...
Avatar Lovely fida nurfaiziah
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top