Muhammad Akmal Hanafi Berbagi wawasan dengan tulisan

Bioteknologi

3 min read

gambar Bioteknologi
Bioteknologi, Foto Oleh Pelajaran Co Id

Apa yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata bioteknologi? Bioteknologi adalah penerapan ilmu biologi dalam kehidupan. Terdiri dari bioteknologi konvensional dan modern, sebenarnya apa saja sih manfaatnya?

Nah, di materi kali ini, studioliterasi akan membahasnya dengan lengkap dan mudah kamu pahami.

Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Bioteknologi

Bioteknologi berasal dari bahasa latin yang berbunyi “bios” yang berarti hidup, “tekno” yang berarti penerapan, dan “logos” yang berarti ilmu.

Dari arti namanya sendiri, dapat disimpulkan bahwa pengertian bioteknologi adalah, penerapan ilmu biologi dalam kehidupan sehari-hari, terutama ilmu tentang bagaimana membuat jenis produk baru agar dapat menjadi produk yang lebih unggul atau memiliki keunggulan berbeda dengan produk yang belum mengalami sentuhan ilmu bioteknologi.

Kita ambil contoh proses pembuatan yoghurt. Yoghurt merupakan hasil fermentasi dari susu dengan cara penambahan bakteri probiotik.

Bakteri probiotik akan mengubah gula yang ada di dalam susu menjadi asam laktat, sehingga rasanya menjadi asam dan teksturnya menjadi lebih kental.

Karena yoghurt mengandung bakteri probiotik yang juga terdapat pada pencernaan manusia, maka manfaat yoghurt sangat baik bagi pencernaan manusia.

Contohnya lainnya adalah beras golden rice. Golden rice adalah jenis beras yang berasal dari padi transgenik hasil rekayasa genetika yang menyebabkan pada bagian endosperma biji berasnya mengandung beta-karotena (pro-vitamin A).

Kandungan beta-karoten itulah yang akan merubah warna berasnya menjadi tampak kuning kejingga-jinggaan, sehingga terlihat seperti warna emas. Oleh karena itu beras jenis ini diberi nama golden rice.

Selain itu beta-karotena (pro-vitamin A) akan menambah kandungan vitamin A pada saat dikonsumsi oleh manusia.

Atau seperti buah semangka yang dapat dinikmati tanpa biji. Jenis buah semangka ini dapat tercipta melalui rekayasa genetika pada biji buah semangka yang ditambahkan dengan larutan colchicine sebelum di tanam.

Untuk sebagian orang yang memang sering terganggu dengan biji pada saat menyantap buah semangka, buah semangka tanpa biji ini memang menjadi solusi yang efektif untuk pengalaman menyantap buah semangka yang lebih baik.

Bagaimana?

Setelah membaca penjelasan diatas, apakah teman-teman sudah dapat membayangkan bagaimana cara ilmu bioteknologi ini bekerja? Kalau masih belum, baca penjelasan lebih lengkapnya di bawah yuk!

Ciri-ciri

Untuk dapat disebut sebagai produk bioteknologi, tentu saja suatu produk atau makhluk hidup baru harus memenuhi persyaratan tertentu.

Yang pertama, produk atau makhluk hidup baru tersebut harus memiliki campur tangan makhluk hidup dalam proses pembuatannya.

Makhluk yang paling sering digunakan dalam proses ilmiah ini biasanya adalah mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Yang kedua, proses pembuatan produk atau makhluk hidup baru tersebut harus menggunakan ilmu yang menjadi pendukung pada proses bioteknologi. 

Contohnya seperti ilmu mikrobiologi, biokimia, biologi molekuler, rekayasa genetika, enzimologi, ilmu pangan, rekayasa teknologi pangan, dan rekayasa biokimia.

Jenis Bioteknologi

Ilmu ini merupakan ilmu yang sudah sangat sering digunakan sejak zaman dahulu. Buktinya sejak zaman Mesir kuno, ragi sudah ditemukan untuk membuat berbagai macam produk dengan cara fermentasi, mulai dari roti gandum hingga alkohol.

Begitu juga dengan nenek moyang kita, mereka juga menggunakan ragi untuk memfermentasi biji kedelai agar dapat menjadi tahu dan tempe yang sampai saat ini masih sering kita konsumsi.

Pada saat itu ilmu ini dapat dilakukan dengan cara dan bahan yang sangat sederhana. Namun, semakin berkembangnya teknologi dan zaman, teknologi ini semakin berkembang pula.

Mulai banyak inovasi-inovasi yang didapatkan dari data-data hasil penelitian ilmiah di laboratorium dengan peralatan yang canggih.

Oleh karena itu, bioteknologi dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan modern.

Nah, kira-kira apa perbedaan bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern? Langsung simak saja penjelasannya di bawah ini.

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi Konvensional, Foto Oleh Wikipedia Org

Yang paling mencolok dari jenis bioteknologi konvensional ini adalah, para pelakunya masih menggunakan organisme untuk mengubah produk lama menjadi produk baru.

Contoh bioteknologi konvensional seperti pembuatan tempe. Para nenek moyang kita masih menggunakan bakteri jenis rhizopus oligosporus yang terkandung di dalam ragi untuk memfermentasi biji kedelai yang sudah dikupas kulitnya menjadi tempe.

Selain itu, satu hal lagi yang sangat mencolok dari jenis bioteknologi konvensional ini adalah, proses pembuatan dan alat yang digunakan masih sangat sederhana.

Bioteknologi konvensional ini merupakan jenis dari bioteknologi yang sudah dikenal manusia sejak zaman sebelum masehi seperti yang tadi sudah dijelaskan.

Prinsip dasar dari jenis bioteknologi konvensional adalah, fermentasi atau proses pemecahan glukosa yang ada pada bahan makanan dengan bantuan mikroba sehingga akan menghasilkan berbagai macam kandungan seperti asam asetat, alkohol, gula, atau bahan makanan sehari-hari seperti tahu, tempe, kecap, dan oncom.

Bioteknologi Modern

Sesuai dengan namanya, yang paling mencolok dari jenis bioteknologi modern adalah, bioteknologi jenis ini menggunakan mikroba atau makhluk hidup hanya sebagai agen. 

Bioteknologi modern memang baru mulai berkembang saat struktur dan fungsi DNA mulai ditemukan.

Oleh karena itu, bioteknologi modern membutuhkan proses, alat, serta perlengkapan yang rumit dan canggih dalam proses pembuatannya. 

Setelah rekayasa genetika dan bioteknologi modern mulai berkembang, selain menciptakan produk baru, ilmu bioteknologi modern juga dapat menciptakan jenis makhluk hidup baru.

Hampir sama dengan tujuan dari terciptanya produk baru, tujuan terciptanya jenis makhluk hidup baru adalah, untuk memperbaiki kekurangan dari jenis makhluk hidup dasar yang menjadi inspirasi dari terciptanya makhluk hidup baru tersebut.

Bisa juga agar produk yang dihasilkan oleh makhluk hidup baru lebih tinggi manfaat dan kualitasnya jika dibandingkan dengan makhluk hidup dasar yang menjadi inspirasi terciptanya makhluk hidup tersebut.

Contoh produk dari bioteknologi modern ini adalah, produksi protein pembeku darah bagi penderita hemophilia dengan cara menyisipkan gen manusia ke dalam sel sapi, sehingga sapi itu akan menghasilkan protein kemanusiaan yang sesuai dengan gen manusia yang awalnya disisipkan.

Para ilmuwan dapat menyisipkan gen manusia ke sel sapi agar sapi tersebut dapat memproduksi protein manusian yang sesuai dengan kode gen yang sebelumnya disisipkan. 

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memproduksi protein pembeku darah yang dibutuhkan oleh penderita hemophilia.

Sekian penjelasan tentang materi ini dari studio literasi. Apakah kamu sudah cukup paham?

Kira-kira materi apa lagi yang harus kita bahas di artikel selanjutnya? Sampaikan saranmu pada kolom komentar, ya!

Semangat belajar!

Baca Juga:

Last Updated on Desember 17, 2020

Avatar
Muhammad Akmal Hanafi Berbagi wawasan dengan tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top