1. Kuliah & Umum

5 Langkah Membangun Budaya Organisasi yang Inklusif

Budaya organisasi yang inklusif secara umum adalah budaya suatu perusahaan di mana perbedaan yang ada sangat dirangkul dan tidak dibeda-bedakan, baik dari latar belakang suku, ras, agama, jenis kelamin, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menciptakan kesetaraan dalam perusahaan. Lantas bagaimana cara membangun inklusivitas dalam perusahaan? Simak artikel Studio Literasi kali ini hingga akhir!

Apa itu Budaya Organisasi yang Inklusif?

Sumber: freepik

Budaya organisasi merupakan prioritas, nilai, serta sikap yang dapat mendukung anggota atau karyawan dalam melakukan pekerjaannya baik secara individu, tim, ataupun dengan klien. Sementara itu, budaya organisasi yang inklusif berarti suatu organisasi tersebut merangkul perbedaan, memastikan karyawan atau anggota merasa suaranya didengar, dan seluruh karyawan merasa terhubung. Organisasi yang inklusif tidak membeda-bedakan dan selalu mendukung karyawan dengan berbagai latar belakang, etnis, jenis kelamin, dan perbedaan lainnya. 

Pentingnya Budaya Organisasi yang Inklusif

Sumber: freepik

Inilah beberapa alasan mengapa budaya organisasi yang inklusif sangat penting bagi perusahaan: 

1. Meningkatkan Kepuasan Karyawan

Budaya organisasi yang inklusif sangat penting untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Sebab, karyawan akan merasa perusahaan menghargai mereka, sehingga perpindahan karyawan bisa lebih minim. Dengan kata lain, hal ini bisa mempertahankan retensi karyawan. Selain itu, perusahaan juga bisa memperoleh manfaatnya sebab karyawan akan bekerja secara loyal atau dalam jangka panjang, sehingga dapat berkontribusi terhadap kesuksesan bisnis perusahaan. 

Artikel Terkait

  • Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 10 Mei 2024 at 10:44 am

    Tari Merak, tarian tradisional Indonesia yang asalnya dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal dengan gerakannya yang anggun dan penuh makna, tetapi juga kostumnya yang indah. Mulai berkembang pada sekitar tahun 50-an, oleh seorang koreografer saat itu, Raden Tjetjep Soemantri. Eits, tarian ini sudah mendunia, lho! Bahkan, saat ini Tari Merak sudah masuk daftar UNESCO dengan The post Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on 8 Mei 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 16 April 2024 at 1:24 am

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas The post Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

2. Menghasilkan Banyak Gagasan

Selain itu, budaya inklusif juga bisa membuat karyawan lebih leluasa untuk mengekspresikan gagasan dan pendapatnya di tempat kerja, baik antarrekan kerja dan manajer. Saat seseorang merasa dihargai, Ia akan menghasilkan lebih banyak ide, kemudian dapat lebih berkontribusi secara terbuka selama diskusi, peninjauan, atau rapat. Karyawan juga akan tidak merasa khawatir bagaimana orang akan memandang pendapatnya, sehingga inovasi dan kreativitas bisa bertumbuh. 

3. Mendapat Kandidat Berkualitas

Alasan selanjutnya perusahaan harus menumbuhkan budaya inklusif adalah agar bisa menarik kandidat terbaik. Karyawan akan lebih bersemangat untuk memberi ulasan positif terhadap pengalaman kerja di perusahaan tersebut dan membagikan impresi tersebut kepada orang-orang yang dikenal yang memenuhi syarat untuk sebuah posisi yang sedang terbuka. Kandidat akan sangat menghargai lingkungan kerja yang suportif dan membantu mereka untuk bertumbuh. 

4. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan 

Sejalan dengan organisasi yang ‘mendengarkan’ karyawan, hal ini juga akan meningkatkan keterlibatan karyawan. Karyawan bisa dengan nyaman berpartisipasi dalam berbagai aktivitas di perusahaan, baik dalam rapat, membangun tim, bertukar pikiran, serta menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. 

5. Mengurangi Biaya Perekrutan 

Dengan budaya yang inklusif, karyawan akan lebih loyal kepada organisasi, sehingga perusahaan dapat mengurangi biaya perekrutan sebab tingkat turnover-nya yang tidak terlampau tinggi. Sebab, merekrut dan menarik karyawan baru biasanya membutuhkan biaya ayng besar untuk pelatihan dan lain sebagainya. 

Baca juga: Proses Dinamika Budaya Modern dan Ciri Masyarakat Modern

5 Langkah Membangun Budaya Organisasi yang Inklusif 

Sumber: freepik

Lantas, bagaimanakah cara membangun budaya organisasi yang inklusif dalam perusahaan? Berikut ini enam langkah yang bisa perusahaan terapkan: 

1. Menerapkan Kepemimpinan yang Transparan

Melaksanakan kepempimpinan yang transparan adalah salah satu langkah untuk mengembangkan budaya organisasi yang inklusif. ‘Transparan’ dalam hal ini adalah keterbukaan untuk bekerja dengan berbagai kelompok orang, dan pemimpin memegang peranan yang penting untuk memimpin hal tersebut. Pemimpin dapat membagikan pandangannya tentang pentingnya inklusivitas bagi mereka dan cara mereka untuk terus terhubung dan terbuka dengan disabilitas. 

2. Mendengarkan Aspirasi dan Umpan Balik Karyawan di Setiap Level 

Perusahaan yang mengedepankan inklusivitas akan berusaha agar seluruh karyawan merasa nyaman, diterima, dan dihargai oleh rekan dan atasan mereka. Penting bagi karyawan di level apapun untuk memiliki akses dan kesempatan untuk bertanya, memberikan ide, komentar, dan berbagi kekhawatiran. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan makan siang tim secara informal, atau membentuk kelompok untuk berbagai posisi karyawan agar bisa saling terhubung dan berbagi pengalaman. 

Cara lainnya yaitu memberi survei anonim atau kelompok diskusi untuk berbagi aspirasi dengan terbuka. Dengan hal itu, karyawan dapat bisa saling menghabiskan waktu bersama dan saling berbagi dengan aman.

3. Melaksanakan Rekrutmen Inklusif 

Melaksanakan rekrutmen inklusif dapat perusahaan lakukan untuk mencari kandidat berbakat yang mungkin saja berasal dari kelompok marginal, yang dapat menjadi pegawai baru yang mendukung perusahaan. Dengan rekrutmen inklusif, perusahaan dapat mencari kandidat dengan melakukan proses rekrutmen yang lebih profesional dan lebih mencerminkan inklusivitas perusahaan. 

4. Melatih dan Membimbing Karyawan Baru

Selama masa adaptasi, karyawan atau anggota tim baru dapat merasa kesulitan untuk menghadapi masa transisi tersebut. Perusahaan yang inklusif dapat menyediakan mentor dalam waktu tertentu bagi karyawan baru tersebut. Peran mentor ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri karyawan baru, baik untuk bertanya dan berdiskusi. Selain itu, karyawan baru dapat merasa aman untuk berbagi kekhawatiran dan menambah relasi dalam perusahaan. 

5. Menawarkan Ide tentang Inklusivitas

Cara yang terakhir yaitu memberikan ide tentang inklusivitas dalam program perusahaan. Karyawan juga dapat turut serta menyumbangkan ide atau gagasan untuk mengembangkan budaya inklusif dalam tempat kerja, salah satunya melalui ide dalam program atau kebijakan yang bisa memberdayakan semua orang dalam tim. Perusahaan yang inklusif pasti akan menyambut ide-ide tersebut dengan baik dan mengusahakannya untuk terwujud. 

Baca juga: Isu Keadilan Sosial: Mengapa Penting untuk Diperjuangkan?

Itulah tadi pembahasan mengenai budaya organisasi yang inklusif, mulai dari alasan pentingnya hingga langkah yang bisa perusahaan terapkan. Semoga bermanfaat untuk Kawan Literasi semua!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 5 Langkah Membangun Budaya Organisasi yang Inklusif

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Kalau pada cermin cekung, sifatnya konvergen. Nah, pada Cermin cembung, sebuatannya sebagai cermin divergen. Lantaran termasuk jenis cermin yang permukaannya melengkung ke luar seperti bola. Sehingga memiliki sifat-sifat khusus yang berbeda dari cermin datar dan cermin cekung. Artikel ini bakal mengulas secara mendalam mengenai beberapa aspek, termasuk bentuk, sifat, rumus, contoh soal serta penerapannya dalam […]
    Pesawat sderhana Bidang miring, sebuah materi biasanya kamu dapatkan saat berada pada kelas 8 SMP. Cakupan materinya paling meliputi definisi, cara kerja, jenis benda hingga penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kalau SMA (IPA) masuknya dalam mata pelajaran Fisika pembahasannya lebih detail, terdapat rumus untuk menghitungnya. Semua itu bakal terbahas secara lengkap melalui artikel ini. Barangkali […]

    Trending

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah […]
    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi […]
    Tekanan zat cair atau tekanan hidrostatis merupakan salah satu konsep utama dalam fisika yang memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama jika berkaitan dengan kedalaman dan air. Melalui artikel ini Sobat Literasi bakal mengetahui beberapa aspek tentang tekanan zat cair, mulai dari definisi, sifat-sifatnya, hingga penerapannya pada  berbagai macam bidang. Definisi Tekanan Zat Cair […]