Cara Membuat CV

2 min read

Membuat CV
Curriculum Vitae, Foto Oleh schoters

Kamu yang sedang mencari kerja pasti pernah dilanda kebingungan bagaimana membuat CV yang menarik tapi tetap “menjual”. Cara membuat CV sebenarnya tidaklah sulit.

Meramu siapa kita dalam halaman yang terbatas bukanlah hal yang mudah. Rasanya banyak hal ingin dituangkan dengan harapan gambaran positif tentang siapa diri kita terbangun dalam pikiran pembaca. Curriculum Vitae atau CV adalah riwayat hidup seseorang yang dituangkan dalam satu dokumen.

Seiring perkembangan pesat teknologi dan informasi, membuat CV kini tidak lagi hanya tersedia dalam bentuk print saja. Media dan beragam tools online menjadi alat untuk membuat CV sedemikian rupa agar tercipta sebuah CV yang menarik!

Seperti yang telah dijelaskan, CV atau Curriculum Vitae merupakan daftar riwayat hidup seseorang. Lantas mengapa harus memproduksi CV menarik?

CV atau Curriculum Vitae dapat dikatakan sebagai perantara yang mengawali langkah kaki kita mencapai cita-cita, khususnya dalam berkarir. Disamping prestasi tetap menjadi highlight-nya, cara penyampaian prestasi-prestasi tersebut melalui CV menuntut seni dan keahlian tersendiri.

CV yang terlalu singkat, meninggalkan kesan bahwa kandidat dinilai “minim pengalaman”. Akan tetapi CV yang terlalu padat informasi juga membuat pembaca malas membacanya.

Jadi, bagaimana cara membuat CV? Seperti apa sebenarnya CV yang baik itu? Berikut ulasannya untuk anda!

Cara Membuat CV yang Paling Menarik!

Cara Membuat CV#1: Membuat Kolom-kolom

Cara membuat CV yang pertama adalah membuat deretan kolom-kolom. Banyaknya informasi yang hendak disajikan membuat kita kebingungan mana yang harus didahulukan.

Supaya tidak terlalu padat namun juga tidak terlalu ringan, buat CV dengan informasi yang paling penting untuk diketahui pembaca. Pandai-pandailah memilah informasi apa yang mesti dicantumkan dalam CV.

Setelah dipilah, buatlah kolom-kolom untuk tiap-tiap kategori informasi. Informasi yang biasa tertera seperti: foto penulis, motto singkat penulis, contact, social media, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, pengalaman kerja, skills, dan daftar prestasi yang pernah diraih.

Bagi mereka yang lulus dengan IPK diatas rata-rata, bisa juga ditambahkan pada bagian akhir space yang tidak terlalu luas untuk meletakkan informasi terkait IPK tersebut.

Dengan mengikuti cara membuat CV seperti ini, setidaknya rules nomor satu dalam menyediakan informasi untuk dikonsumsi orang lain sudah dipenuhi dengan baik, yaitu daftar riwayat hidup atau CV-mu sudah tampil dengan penulisan yang rapi dan nyaman dibaca!

Cara Membuat CV#2: Pilih Informasi yang Terbaik!

Cara membuat CV yang baik dan benar pada langkah selanjutnya yaitu memilih informasi terbaik. Sesudah tampil dengan rapi, tentunya siapapun ingin CVnya mendapatkan impression yang baik bukan?

Bahkan kalau bisa, mampu membuat pembacanya tercengang. Maka dari itu, selain informatif, CV juga harus persuasif! Mempengaruhi pembaca untuk tertarik pada gambaran diri yang sedang diceritakan dalam poin-poin yang ada dalam CV tersebut.

Agar menjadi CV yang informatif dan persuasif, tulislah “hanya” riwayat hidup “terbaik” yang pernah kamu ukir sepanjang perjalanan hidupmu sampai pada waktu kamu menyusun CV tersebut.

Ingat, jangan lewatkan kesempatan! Jangan berikan celah untuk seseorang bisa melihatmu minus melalui CV-mu, pilihlah informasi, karya, dan prestasi paling baik versi dirimu! Ini adalah tahapan membuat CV yang penting. Letakkan perhatian lebih di bagian ini.

Cara Membuat CV#3: Visual Sama Pentingnya!

Cara membuat CV pada tahap berikutnya yakni memberi efek visual. Setelah tampil rapi, informatif, dan persuasif, apalagi yang harus menjadi perhatian penulis agar CVnya dapat tampil m-e-n-a-r-i-k? Betul, VISUAL!

Era dimana kita hidup saat ini dapat dikatakan Era Visual. Hal ini dikarenakan berbagai strategi komunikasi dikerahkan untuk dapat mempengaruhi menarik minat pembaca untuk melakukan action yang diharapkan, dengan menggunakan visual!

Contohnya belanja online; dimana seseorang mengeluarkan sejumlah uang untuk memperoleh suatu barang yang awalnya hanya dia lihat dalam bentuk visualnya saja, hebat bukan pengaruh dari visual?

Demikian juga pada saat membuat CV. Sebaik-baiknya informasi yang disajikan, begitu persuasifnya deretan prestasi yang ditata sedemikian rupa, namun tanpa visual yang menarik niscaya minat atau mood pembaca akan jauh berbeda dengan mereka yang membuat CV dengan tampilan visual yang lebih kreatif dan inovatif.

Cara membuat CV memang tidak mudah dan terkadang memerlukan skill khusus. Namun apa salahnya mencoba untuk mempelajari/menggunakan berbagai tools untuk melakukan olah visual guna menghasilkan output CV paling menarik!

#Tips

Tips dari Studio Literasi tentang bagaimana cara membuat CV yang baik dan benar: tetaplah menjadi dirimu dan cerminkan versi terbaik dari dirimu.

Ingat, kesempatan tidak datang dua kali. Membuat CV atau daftar riwayat hidup kini menjadi satu hal yang sangat krusial. Padatnya jumlah pencari kerja yang hendak meniti karier seringkali tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang ada.

Oleh karena itu, selagi masih ada waktu, optimalkan tampilan data dirimu melalui CV yang baik dan benar, yakni tidak terlalu ringan, tidak juga terlalu padat. Yang paling penting ialah yang paling menarik untuk dibaca.

Demikianlah cara membuat CV yang baik dan benar. Curriculum Vitae adalah cerminan dirimu. Jadi, buatlah seinformatif, semenarik dan seindah mungkin. Semoga berhasil!


Last Updated on Juli 1, 2020

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top