Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Cara Membuat Esai

2 min read

Cara membuat Esai
Cara Membuat Esai, Foto oleh Kompasiana Com

Pernahkah Anda membaca esai? Atau bahkan Anda sudah pernah menulisnya? Apakah Anda menemui kendala ketika menulis esai? Bagaimana sebenarnya cara membuat esai yang tepat?

Sejatinya esai merupakan tulisan berisi opini atau pandangan pribadi seseorang terhadap sebuah fenomena, didukung dengan argumen-argumen berupa data atau fakta. Tujuan menulis esai yakni untuk meyakinkan pembaca agar percaya dengan pandangan, penilaian penulis terhadap sebuah fenomena.

Sebelum mulai menerapkan cara membuat esai, terlebih dahulu Anda harus memutuskan gaya penulisan seperti apa yang hendak dipakai. Menulis esai bergaya tulisan formal menitikberatkan pada pendekatan yang cenderung serius, dengan bahasa baku dan taat pada standar penulisan. 

Sementara menulis esai informal bahasanya lebih ringan, mudah dipahami dan lebih komunikatif. Keduanya sama-sama baik, tapi yang perlu diingat bahwa esai tetap harus disampaikan dengan bahasa yang santun. 

Tahapan menulis esai ada tiga, yaitu tahap prapenulisan, penulisan dan pascapenulisan. Lantas bagaimana cara membuat esai yang ringkas tapi tetap berbobot? Berikut langkah-langkahnya.

Tahap Prapenulisan

Di tahap prapenulisan, Anda harus melakukan tiga kegiatan, meliputi memilih tema, merumuskan masalah dan membuat outline. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Tentukan tema

Carilah fenomena apa yang hendak dikritisi. Apabila sudah ada pilihan tema, Anda bisa langsung memilih salah satu. Namun jika tidak ada ketentuan khusus, Anda bisa mencari tema secara mandiri. 

Pilihlah tema yang sedang hangat dibicarakan sekaligus yang Anda sukai, yang Anda kuasai dan yang menarik perhatian Anda. Anda harus menjamin bahwa fenomena yang diangkat memang benar-benar Anda pahami.

Pertimbangkan juga bagaimana selera pembaca, fenomena apa yang sedang hangat di kalangan mereka. Ini berguna supaya esai Anda banyak dibaca orang.

2. Rumuskan masalah & lakukan riset

Tahapan cara membuat esai berikutnya yakni merumuskan masalah dan melakukan riset. Setelah temukan tema, sekarang tentukan apa saja masalah/isu yang mau dibahas.

Tuliskan saja dalam bentuk poin-poin. Setidaknya, minimal ada dua isu pengembangan dari tema yang mesti Anda bahas. 

Sekarang mulailah melakukan riset. Ingat, esai sifatnya subjektif. Jadi Anda perlu banyak dukungan data dari sumber terpercaya untuk menghasilkan opini yang akurat dan berdasar. 

Anda bisa membaca buku sebagai sumber primer, atau observasi langsung. Bisa juga membaca berbagai jurnal, artikel di media cetak atau media elektronik. Intinya, sajikan data dan fakta agar opini Anda makin kuat, makin meyakinkan. 

3. Buat outline

Cara membuat esai pada tahap ini mengharuskan Anda untuk membuat outline atau kerangka tulisan. Tentukan garis besar pendahuluan, isi dan penutupnya. Bisa dalam bentuk poin-poin atau rangkaian kalimat singkat.

Cek kembali apakah antarsubbabnya sudah saling berkesinambungan. Apakah referensi Anda sudah cukup mendukung gagasan Anda. Apakah Anda keluar dari topik bahasan atau tidak. Apakah ide Anda logis dan sistematis.

Tahap Penulisan

Sekarang Anda boleh mulai menulis esai secara utuh. Kembangkan outline Anda tadi. Ada tiga bagian utama dalam cara membuat esai tahap ini, yaitu pendahuluan, isi dan penutup. 

Di bagian pendahuluan, paparkan secara garis besar isu apa yang akan diangkat, dan mengapa isu itu mesti mendapat perhatian. Anda harus pandai memancing rasa penasaran pembaca di sini.

Di bagian isi, uraikan rumusan masalah dan sertakan data, fakta dari sumber-sumber yang kredibel. Gunakan kalimat yang efektif, mudah dimengerti, komunikatif. Hindari penggunaan kiasan, makna konotasi, atau ungkapan-ungkapan yang kurang familiar bagi pembaca.

Di bagian penutup, beri kesimpulan atas paparan Anda sejak awal hingga akhir. Jangan lupa menyematkan judul esai yang sesuai. 

Tahap Pascapenulisan 

Tahapan cara membuat esai telah masuk ke fase terakhir, yaitu pascapenulisan. Di sini Anda perlu melakukan editing dan revisi. Periksa kembali apakah gagasan Anda sudah tersampaikan dengan sistematis dan runtut. Apakah kalimat-kalimatnya sudah sinkron satu sama lain. 

Periksa juga ejaan dan tanda bacanya, keefektifan dan logika kalimatnya. Apakah Anda sudah memilih diksi yang pas. Selain itu, jangan lupa untuk mencantumkan sumber referensi Anda. Bisa dalam bentuk daftar pustaka, atau bisa juga dalam bentuk catatan kaki (footnote).

Setelah mempelajari cara membuat esai, sekarang Anda bisa mulai mengaplikasikannya. Buatlah esai yang berbobot tapi ringkas dan padat. Meski esai ditulis bertolak dari sudut pandang pribadi penulis, tapi jangan lupa untuk menyampaikan ide Anda dengan bahasa yang santun. Selamat mencoba!

Baca juga artikel menarik lainnya :

Last Updated on September 21, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top