Sholat Dhuha : Niat, Tata Cara, Waktu, Doa

3 min read

doa sholat dhuha
Sholat Dhuha, foto oleh Artikel Rumah123 Com

Sebagai umat islam, selain diwajibkan untuk melaksanakan sholat 5 waktu, kita juga dianjurkan untuk melakukan sholat sunnah, salah satunya yaitu sholat dhuha. Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan umat muslim pada waktu matahari terbit hingga waktu sebelum dzuhur. Doa sholat dhuha sebaiknya selalu dibaca setiap melaksanakan sholat.

Sholat dhuha ini merupakan sholat sunnah yang istimewa dengan memiliki berbagai keutamaan yang luar biasa. Salah satunya yaitu untuk permohonan ampunan dosa. Keutamaan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yaitu “Barang siapa yang mengerjakan sholat dhuha dan mampu menjaganya setiap waktu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dosa-dosanya itu sebanyak seperti buih di lautan”. 

Selain itu sholat dhuha juga memiliki keutamaan lainnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan berikut mengenai niat, tata cara serta doa sholat dhuha.

Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha

Sebelum mulai menjalankan sholat dhuha terlebih dahulu harus diawali dengan niat. Niat ini dapat dilafalkan dalam hati atau dapat dilafalkan secara langsung. 

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَىرَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَا لَى

Usholli sunnatadh dhuha rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya : “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

Pada dasarnya tata cara menunaikan sholat dhuha sama dengan sholat sunnah lainnya yaitu dua rakaat dengan satu salam. Yang membedakan yaitu terletak pada niat, doa dan waktu pelaksanaannya.

Sholat dhuha dapat dilakukan dengan minimal dua rakaat. Namun, terkadang Rasulullah SAW menunaikan sholat dhuha sebanyak empat rakaat atau bahkan sampai delapan rakaat. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ummu Hani’ binti Abi Thalib yang berbunyi, “Rasulullah SAW pernah mengerjakan sholat sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakkat, beliau mengucapkan salam.” (HR. Abu Dawud)

Tata Cara Sholat Dhuha Dua Rakaat

Berikut ini adalah urutan tata cara melaksanakan sholat dhuha.

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Membaca surat Ad-Dhuha atau ayat Al-Qur’an
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri kembali untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al-Fatihah
  12. Membaca surat As-Syams
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tasyahud akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam
  20. Membaca doa sholat dhuha

Itulah tata cara melaksanakan sholat dhuha. Setelah selesai menunaikan sholat dhuha dianjurkan untuk berdoa.

Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Waktu pelaksanaan sholat dhuha dimulai saat setelah beberapa jam sejak matahari terbit hingga condong ke barat. Di Indonesia sendir, waktu pelaksanaanya berlangsung selama beberapa jam setelah 20 menit matahari terbit hingga 15 menit sebelum waktu sholat dzuhur.

Meski begitu, namun terdapat waktu terbaik yang dianjurkan untuk melaksanakan sholat dhuha, yaitu pada waktu seperempat siang (di waktu akhir) yang ditandai dengan keadaan yang semakin panas.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam yang berbunyi :

Tidakkah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘sholat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)

Keutamaan Sholat Dhuha

Berikut ini beberapa manfaat dan keutamaan dari melaksanakan sholat dhuha.

  1. Sholat Dhuha sebagai wasiat Rasulullah

Rasulullah pernah mewasiatkan kepada Abu Hurairah untuk menjadikan sholat dhuha sebagai amalan ajaran islam yang dilaksanakan setiap hari. Hal ini sesuai dengan yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yaitu :

“Kekasihku – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah berpesan kepadaku supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sholat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” ( HR Buhkari dan Muslim)

  1. Dicukupkan Rezekinya

Dalam hadist qudsi diterangkan bahwa Allah akan mencukupkan rezeki hamba-hamba-Nya yang melaksanakan sholat dhuha secara rutin.

Allah berfirman :

Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”  (HR. Ahmad)

  1. Mendapat Pahala Setara dengan Umrah

Menurut isi hadist dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan sholat dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.”

  1. Dianggap sebagai Shoat Awwabin

Keutamaan yang berikutnya yaitu menjadi sholatnya orang-orang yang kembali taat (awwab). Seorang umat muslim yang melaksanakan sholat dhuha secara rutin dicatat sebagai orang yang taat.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bersabda dalam hadist riwayat Ibnu Khuzaimah :

Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.”

Doa Sholat Dhuha

Setelah selesai menunaikan sholat dhuha, dianjurkan untuk membaca doa sholat dhuha berikut ini.

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ, وَالْبَهَاءَ بَهَءُكَ, وَالْجَمَلَ خَمَالُكَ, وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ, وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ, وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَرِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَ نْزِلْهُ وَاِنْ كَا نَ فِى اْلاَرْضِ فَأَ خْرِجْهُوَاِنْ كَا نَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَا َ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَا نَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَا لِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آ تِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّا لِحِيْنَ

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkan lah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkan lah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa sholat dhuha ini sangat populer dikalangan umat islam di seluruh dunia, nal ini ditunjukkan dengan dicantumkannya doa ini dalah kitab Syarh Al Minhaj oleh Asy Syarwani dan disebut dalam I’anatuth Thaliniin oleh Ad Dimyathi.

Meskipun doa sholat dhuha bukan termasuk doa yang berasal dari Nabi, doa ini tetap boleh dibaca, atau boleh juga membaca doa lainnya.

Last Updated on November 26, 2020

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top