Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Ekosistem

5 min read

Ekosistem, Foto oleh unsplash

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Terdapat tiga macam ekosistem yang akan kita pelajari yaitu, akuatik (air), terrestrial (darat), dan ekosistem buatan.

Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah sebuah sistem dimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan hidupnya berupa hubungan timbal-balik yang tidak dapat terpisahkan. Tatanan kesatuan lingkungan hidup ini mempengaruhi satu sama lain.

Komponen Ekosistem

Terdapat dua jenis komponen pembentuk ekosistem yang perlu kita ketahui, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik

1. Komponen Biotik

Komponen biotik adalah suatu ekosistem yang berisikan oleh mahkluk hidup. Komponen biotik ini terdiri dari produsen, konsumen, pengurai dan pengurai dan penghancur.

Produsen

Merupakan makhluk hidup atau organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis. Yang termasuk dalam kelompok produsen adalah tumbuhan hijau serta tumbuhan lain yang memiliki klorofil.

Konsumen / heterotrof

Komponen dalam ekosistem yang terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan – bahan organik yang disediakan organisme lain sebagai makanannya.

 Yang termasuk kedalam golongan heterotrof atau bisa disebut dengan konsumen fagotrof adalah manusia, hewan, mikroba, dan jamur.

Dekomposer / Pengurai

Dekomposer adalah salah satu organisme pembentuk ekosistem yang berperan sebagai pengurai komponen – komponen organik yang berasal dari organisme lain yang telah mati atau hasil sisa pencernaan. Biasa disebut dengan nama konsumen makro sapotrof.

Penghancur / Detritivor

Penghancur adalah salah satu komponen dalam ekosistem yang mempunyai tugas untuk menghancurkan bahan – bahan organik yang bersumber dari sisi organisme yang telah mati. Yang termasuk dalam kelompok penghancur adalah kutu kayu, rayap, cacing dan lain sebagainya.

2. Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah komponen yang tak hidup atau bisa disebut dengan komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup. Dapat berupa bahan organik dan senyawa anorganik.

Faktor yang mempengaruhi persebaran organisme, yaitu :

Suhu

Semua makhluk hidup sangat berhubungan dengan suhu karena suhu yang mempengaruhi temperatur tubuh organisme. Misalnya mamalia dan unggas yang memerlukan energi untuk mengatur dan menjaga suhu tubuhnya.

Air

Merupakan komponen yang sangat penting dalam pembentukan ekosistem karena dibutuhkan setiap organisme untuk bertahan hidup. Ketersediaan air mempengaruhi persebaran spesies makhluk hidup. Misalnya Unta yang merupakan salah satu organisme di gurun beradaptasi dengan ketersediaan air di gurun.

Garam

Garam adalah salah satu unsur kimia yang mempengaruhi keseimbangan air dalam sebuah ekosistem melalui osmosis. Misalnya terdapat beberapa spesies organisme yang sanggup beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki kadar garam tinggi dan sebaliknya.

Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan komponen kimia yang diperlukan dalam sebuah ekosistem untuk membantu proses fotosintesis.

Intensitas dan kualitas pada sebuah cahaya matahari akan mempengaruhi proses fotosintesis, karena air mampu menyerap cahaya sehingga proses fotosintesis dapat terjadi di sekitar permukaan matahari.

Tanah dan Batu

Tanah dan batu merupakan unsur fisik dalam pembentukan sebuah ekosistem. Tanah dan batu adalah suatu tempat yang digunakan oleh organisme untuk bertempat tinggal dan berkembangkan biak.

Terdapat beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanan di tanah.

Iklim

Iklim merupakan kondisi cuaca yang dipengaruhi oleh posisi geografis suatu wilayah. Maka dari itu, ekosistem di satu wilayah dengan wilayah lainnya akan berbeda karena berpengaruh terhadap suhu, musim, dan persebaran organisme.

Baca juga : Pencemaran Linkungan

Lalu apa hubungan antara dua komponen tersebut ?

Antara dua komponen tersebut yaitu komponen biotik dan abiotik terdapat hubungan yang saling ketergantungan antar komponen.

Berikut penjelasannya

1. Antara komponen biotik

Bentuk ketergantungan antara komponen biotik dan sesamanya, yaitu rantai makanan dan jaring – jaring makanan

Rantai makanan adalah kegiatan perpindahan energi dan materi dari proses makan dan dimakan. Terjadi dengan urutan tertentu. Terdapat tingkatan dari rantai makanan yang disebut dengan tingkat trofi.

Organisme pada tingkatan pertama disebut dengan produsen yang menghasilkan zat makanan. Pada tingkatan kedua disebut dengan konsumen primer yaitu hewan pemakan tumbuhan (omnivora) dan tingkatan selanjutnya adalah hewan pemakan daging (karnivora).

Pyramid Rantai Makanan pada suatu Ekosistem
Rantai Makanan, Foto oleh ilmugeografi

Jaring – jaring makanan adalah rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sehingga jika dipetakan akan membentuk seperti jaring – jaring. Hal ini karena satu spesies makhluk hidup tidak mungkin hanya mengkonsumsi satu jenis makanan saja.

2. Antara komponen biotik dan Abiotik

Bentuk ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat dilihat dari beberapa siklus yang mempengaruhinya yaitu, siklus air, siklus sulfur, siklus karbon, siklus nitrogen, fosfor dan siklus oksigen.

Seluruh siklus ini berfungsi untuk mencegah penumpukan sebuah materi pada satu tempat yang sama.

Jenis – Jenis Ekosistem

1. Akuatik (Air)

Ekosistem air laut

Ekosistem air laut adalah ekosistem air yang memiliki kadar garam tinggi dengan ion CI mencapai 55% terutama di daerah laut tropik karena suhunya tinggi dan penguapan besar, seperti perairan lautan.

Ekosistem estuari

Ekosistem muara adalah tempat bersatunya sungai dan laut. Muara dijumpai kerap dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.

Ekosistem air ini memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Contoh tumbuhan pada ekosistem estuari adalah rumput rawa garam, ganggang dan fitoplankton. Contoh hewannya cacing, kerang kepiting dan ikan.

Ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar adalah salah satu ekosistem akuatik yang memiliki kadar garam rendah. Pada lingkungan ini memiliki variasi suhu tidak mencolok, penetrasi cahaya kurang serta terpengaruh oleh cuaca dan iklim.

Contoh ekosistem air yang memiliki kadar garam rendah atau sering disebung dengan air tawar adalah danau, sungai dan rawa. Spesies yang hidup dalam ekosistem air tawar seperti ganggang dan ikan air tawar.

Ekosistem sungai

Ekosistem air yang tedapat pada sungai yang terbentuk dari aliran air dari satu titik ke titik lainnya. air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

Organisme yang hidup di ekosistem sungai adalah ikan gurame, kura – kura, ular, buaya.

Ekosistem laut dalam

Ekosistem air ini terletak pada kedalaman sekitar 6.000 m. Pada kedalaman ini ditemui organisme yang hidup didalamnya yaitu lele laut dan ikan laut yang bisa mengeluarkan cahaya. Produsen pada ekosistem laut dalam ialah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.

Ekosistem lamun atau seagrass

Ekosistem lamun merupakan satu – satunya kelompok tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Ekosistem air ini terletak di perairan pantai yang dangkal.

Seperti rumput di darat, tumbuhan ini mempunyai tunas berdaun tegak dan tangkai yang merayap yang efektif untuk berkembang biak.

Ekosistem pantai

Ekosistem pantai berada pada tepian laut. Di lingkungan ini hidup organisme pada daerah berpasir, yaitu organisme yang tahan terhadap angin, gelombang, dan kondisi di tepi laut. Kebanyakan tumbuhan yang hidup di daerah pantai adalah tumbuhan berdaun tebal dan menjalar.

Ekosistem terumbu karang

Ekosistem air ini terdiri dari koral dan organisme lainnya. hewan – hewan yang hidup di karang sebagian besar adalah organisme mikroskopis. Selain itu, terumbu karang juga menjadi habitat beberapa jenis ikan dan bintang laut, gurita dan lainnya.

2. Terrestrial (Darat)

Padang Rumput

Padang rumput adalah ekosistem darat yang hanya ditumbuhi rumput terbentang di daerah tropis ke subtropis, tanpa pohon sama sekali kecuali di dekat sumber air seperti sungai atau danau.

Pada ekosistem padang rumput mempunyai curah hujan kurang lebih 25 – 30 cm per tahun. Hujan turun secara tidak teratur, aliran air cepat, dan peresapan air tinggi.

Contoh organisme yang hidup di padang rumput adalah serigala, gajah , jerapah, serangga, kangguru, tikus, zebra dan lain sebagainya.

Gurun

Merupakan ekosistem darat yang berada pada daerah yang paling panas dan memiliki curah hujan sangat sedikit, yakni kurang dari 250 mm per tahun. Gurun pada umumnya berbatasan dengan padang rumput.

Gurun merupakan tempat yang kering dan gersang, serta mengalami perbedaan suhu siang dan malam yang ekstrim. Inilah penyebab mengapa hanya sedikit tumbuhan dan hewan yang mampu tumbuh disini. Beberapanya adalah kaktus, serangga dan ular.

Karst ( batu gamping / gua)

Karst adalah ekosistem darat yang terletak pada daerah kumpulan batu gamping. Di Indonesia kawasan ini mempunyai ciri tanah kurang subur untuk pertanian, rentan erosi dan mudah longsor.

Ekosistem ini memiliki keunikan tersendiri dengan adanya keragaman organisme yang tidak dijumpai pada ekosistem lain.

Sabana atau savana

Ekosistem darat ini terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi bila dibandingkan dengan padang rumput. Temperatur dan kelembaban pada daerah ini tergantung pada musim.

Sabana terluas terletak di daerah Afrika. Organisme yang hidup di daerah ini adalah zebra, singa, hyena.

Tundra

Ekosistem darat ini adalah ekosistem hutan yang pertumbuhan pohonnya terhambat oleh suhu lingkungan sekitar. Sering dikenal dengan daerah tanpa pohon.

Tundra terletak di lingkaran kutub utara serta puncak – puncak gunung yang tinggi. Tumbuhan yang hidup di daerah ini adalah alang – alang, tumbuhan biji semusim, perdu, sphagnum, dll.

Taiga

Ekosistem darat ini adalah ekosistem hutan yang terdiri dari satu spesies, seperti konifer atau pinus. Hewan yang hidup di lingkungan ini adalah rusa, beruang, rubah, serigala dan lainnya.

Hutan Gugur

Ekosistem darat ini terletak di daerah yang memiliki iklim 4 musim dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit dan tidak terlalu rapat.

Hewan yang hidup di daerah ini adalah rubah, burung pelatuk, rakun, bajing dan beruang.

Hutan Hujan Tropis

Ekosistem darat ini berupa hutan alami yang ada di daerah tropis dan subtropis. Hutan hujan tropis selalu basah dan lembab, karena memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

Hutan hujan tropis terdiri dari pepohonan tinggi dan berkanopi. Organisme yang hidup di daerah sangat beragam yaitu, kera, badak, aneka jenis burung, harimau, dan hewan lainnya.

Baca Juga : Ruang Lingkup Biologi

3. Ekosistem Buatan

Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk oleh manusia dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Terdiri dari makhluk hidup dan lingkungan yang spesifik. Beberapa contoh ekosistem buatan, antara lain :

  •         Bendungan
  •         Hutan tanaman produksi tertentu ( seperti : Hutan pinus, jati, dll)
  •         Sawah irigasi
  •         Perkebunan sawit
  •         Sawah tadah hujan  (agroekosistem)
  •         Tanaman perkebunan       
  • Ekosistem pemukiman (desa dan kota)

Last Updated on September 11, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top