Selsi Selvia Belajar dan mengajar melalui tulisan

Hakikat Ilmu Fisika

4 min read

Hakikat Ilmu Fisika
Hakikat Ilmu Fisika, Foto oleh Unsplash

Kali ini kita akan membahas materi Hakikat Ilmu Fisika atau juga sering disebut dengan Hakikat Fisika. Namun, sebelum itu, Studio Literasi akan mengajak kalian bernostalgia terlebih dahulu ke beberapa tahun silam. 

Ada yang masih ingat kah dengan asal usul gaya gravitasi? Yup, hal itu berasal dari Isaac Newton yang begitu penasaran mengapa arah jatuh apel dari pohonnya selalu ke bawah dan bukan ke atas. Sampai pada akhirnya ia berhasil memecahkan teka-teki tersebut dan menemukan gaya gravitasi.

Lantas, apa hubungannya Isaac Newton dengan hakikat fisika?

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah Isaac Newton telah menerapkan hakikat fisika di dalam kehidupan sehari-hari. Dimana ia memiliki sikap ingin tahu dan kreatif dalam proses menemukan jawabannya.

Jadi sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Hakikat Ilmu Fisika/Hakikat Fisika?

Pengertian Hakikat Fisika

Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan alam (science) yang mempelajari tentang materi dan energy serta interaksi keduanya dalam ruang dan waktu. Fisika sering dikatakan sebagai ilmu dasar setelah matematika oleh banyak ilmuwan. Ini dikarenakan dalam Biologi dan Kimia tidak sedikit yang menggunakan perhitungan dan ilmu dasar Fisika.

Bagaimana dengan pengertian hakikat fisika?

Hakikat fisika adalah dimana ilmu Fisika berperan sebagai produk atau a body knowledge, sikap atau a way of thinking, dan proses atau a way of investigating. 

1. Fisika sebagai produk

Maksudnya ialah kumpulan pengetahuan atau disebut juga dengan body of knowledge yang dapat membentuk konsep, fakta, prinsip, hukum, teori, rumus, dan model. 

Kumpulan pengetahuan tersebut datang dari keingintahuan manusia sendiri terhadap beberapa hal di sekitarnya, baik interaksi dengan sesama maupun dengan alam. 

Contohnya produk keingintahuan tentang gaya gravitasi dan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut akan menambah pengalaman, pengetahuan, kemampuan serta perubahan perilaku pada dirinya. 

2. Fisika sebagai proses

Maksudnya ialah cara penyelidikan atau a way of investigating  yang memberi gambaran bagaimana para Ilmuwan bekerja dan melakukan penemuan. 

Fisika sebagai proses mengilustrasikan pendekatan yang digunakan untuk menyusun pengetahuan serta berkaitan dengan fenomena, pengamatan, dugaan, pengukuran, publikasi, dan penyelidikan.

3. Fisika sebagai sikap

Maksudnya ialah cara berpikir atau way of thinking dan sikap ilmiah dibutuhkan di setiap langkah dan proses, seperti rasa ingin tahu, rasa penasaran yang besar, rasa percaya diri, terbuka, dan jujur. Jadi, dengan kemampuan berpikirnya, seseorang dapat bersikap dan bertindak untuk menghasilkan sebuah penemuan melalui kegiatan ilmiah.

Perkembangan

Ilmu fisika dalam hakikat fisika tidak tercipta dalam sekali peristiwa. Sebagaimana Richtmeyer, seorang ahli Fisika, membagi perkembangan ilmu ini menjadi empat periode, yaitu:

1. Periode pertama

Dimulai pada abad 600 SM – 1550 SM. Periode ini membahas tentang gerak benda langit. Ilmuwan yang berperan pada periode ini adalah Democritus, Aristoteles, Archimedes, dan Ptolomeus. Salah satu penemuan paling fenomenal yaitu gaya apung pada fluida oleh Archimedes.

2. Periode kedua

Periode kedua dilanjutkan dari abad 1550 SM – 1800 SM. Ilmuwan terkenal pada masa ini adalah Galileo Galilei dan Isaac Newton. Galileo mengembangkan metode penelitian yang sistematis dan akhirnya menemukan teori baru tentang gerak planet.

3. Periode ketiga

Periode ketiga berlangsung pada abad 1800 SM – 1890 SM. Fisika klasik yang memuat rumus umum mekanika, fisika panas, listrik dan magnet, serta gelombang tercipta pada zaman ini. Ilmuwan yang lahir di periode ini adalah Faraday, Maxwell, dan George Ohm.

4. Periode keempat

Periode keempat atau periode terakhir dimulai dari tahun 1890 – sekarang. Fisika modern diciptakan pada abad ini. Fisika modern muncul karena terdapat beberapa fenomena yang tidak dapat dijelaskan dengan teori fisika klasik. Salah satu ilmuwan paling berpengaruh ialah Albert Einstein. Ia berhasil membuat suatu postulat untuk benda-benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Di periode ini juga lahir konsep kuantum yang oleh Max Planck.

Dari seluruh ilmuwan di setiap periode telah memperlihatkan bagaimana mereka mengimplementasikan hakikat ilmu fisika/hakikat fisika di dalam kehidupan.

Metode Ilmiah

Saat mempelajari materi hakikat ilmu fisika/hakikat fisika, selain pengertiannya kalian juga akan mengenal tentang metode ilmiah. Metode ilmiah adalah prosedur yang dilalui demi mendapatkan pengetahuan baru yang disebut dengan ilmu. Jadi, ilmu memiliki pengertian sebagai pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah.

Syarat-syarat yang harus dimiliki suatu pengetahuan agar dapat disebut ilmu dan dikatakan ilmiah adalah sebagai berikut :

Objektik: pengetahuan tersebut sesuai dengan objeknya atau didukung fakta empiris.

Metodik: pengetahuan tersebut diperoleh melalui cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.

Sistematik: pengetahuan tersebut disusun dalam suatu sistem yang saling berkaitan satu dan lainnya, dan saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.

Berlaku umum: pengetahuan tersebut tidak hanya diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimen yang sama akan memeproleh hasil yang sama pula.

Prosedur Ilmiah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas apabila metode ilmiah adalah prosedur untuk penemuan pengetahuan baru yang disebut dengan ilmu. Maka, berikut adalah prosedur atau langkah-langkahnya:

1. Observasi (melakukan pengamatan)

Observasi atau pengamatan masalah adalah hal pertama yang harus dilakukan. Dapat melalui pengamatan kuantitatif maupun kualitatif.

2. Merumuskan masalah

Perumusan masalah dapat dimulai dari pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, atau bagaimana tentang objek yang diteliti.

3. Mengumpulkan data atau informasi

Data atau informasi didapatkan dari literatur, buku, atau internet yang sesuai dan mendukung teori dalam penelitian.

4. Membuat hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara tentang masalah yang diteliti. Jika setelah diuji, hipotesis ternyata tidak diterima, maka hipotesis tersebut harus diganti agar dapat ditarik kesimpulan.

5. Eksperimen atau melakukan percobaan

Uji coba dilakukan untuk membuktikan kebenaran hipotesis.  Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada suatu percobaan di antaranya:

  • Variabel Bebas, yaitu variabel yang dapat diubah secara bebas.
  • Variabel Terikat, yaitu variabel yang diteliti dan bergantung pada variabel bebas.
  • Variabel Kontrol, yaitu variabel yang selama percobaan tidak dapat diubah-ubah atau dipertahankan tetap seperti awal.

6. Menganalisis Data

Menganalisis data bisa dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif. Tampilannya berupa grafik batang, pie, histogram, gambar, maupun skema.

7. Menarik Kesimpulan

Di dalam kesimpulan berisi hasil akhir apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Hipotesis diterima apabila dalam proses pengujian terdapat fakta yang mendukung. Namun, jika tidak terdapat cukup fakta yang mendukung hipotesis, maka hipotesis tersebut dapat ditolak. 

Hipotesis yang telah diterima dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi syarat-syarat keilmuan,seperti kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya dan telah teruji kebenarannya. 

Pengertian kebenaran tersebut harus ditafsirkan secara pragmatis. Maksudnya adalah kebenaran tersebut belum ada yang membuktikannya salah.

Dari ketujuh langkah di atas, seorang peneliti harus mengaplikasikan hakikat ilmu fisika/hakikat fisika di setiap prosesnya. Sekarang, kita akan membahas tentang manfaat dari ilmu fisika. Check it out!

Manfaat

Kalian tahu tidak kalau ilmu beserta hakikat fisika berperan penting pada beberapa bidang tertentu. Berikut daftar manfaat  yang telah Studio Literasi kumpulkan:

Manfaat ilmu dan hakikat fisika pada bidang industri dan energi adalah untuk pengembangan pembangkit listrik, pemindaian ultrasonik, pesawat ulang alik, dan penggunaan sonar dalam industri kelautan.

Manfaat ilmu dan hakikat fisika pada bidang kedokteran dan kesehatan yaitu penemuan sinar laser yang dapat memecah batu ginjal dan sinar gamma untuk proses sterilisasi peralatan bedah.

Manfaat ilmu dan hakikat fisika pada bidang pertanian yakni penemuan peralatan pertanian dan bibit unggul dari rekayasa genetika. 

Manfaat ilmu dan hakikat fisika pada bidang transportasi ialah penemuan mesin berbahan bakar minyak serta pembuatan mobil dan motor.

Manfaat ilmu dan hakikat fisika pada bidang komunikasi adalah penemuan gelombang elektromagnetik pada telepon genggam, serat optik untuk jaringan internet, dan pengiriman data melalui internet.

Soal Hakikat Fisika

Untuk memeriksa pemahamanmu terhadap materi Hakikat Ilmu Fisika/Hakikat Fisika, Studio Literasi telah menyiapkan tiga pertanyaan yang sering di soal-soal. Coba kalian jawab ya, friends!

  1. Jelaskan Hakikat Ilmu Fisika atau Hakikat Fisika.
  2. Sebutkan peranan Fisika dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Sebutkan langkah-langkah atau prosedur ilmiah dalam hakikat fisika.

Jawaban

  1. Hakikat fisika adalah dimana ilmu Fisika berperan sebagai produk atau a body knowledge, sikap atau a way of thinking, dan proses atau a way of investigating. 
  2. – bidang industri dan energi — > pengembangan pembangkit listrik, pemindaian ultrasonik, pesawat ulang alik, dan penggunaan sonar dalam industri kelautan.

– bidang kedokteran dan kesehatan — > penemuan sinar laser yang dapat memecah batu ginjal dan sinar gamma untuk proses sterilisasi peralatan bedah.

– bidang pertanian — > penemuan peralatan pertanian dan bibit unggul dari rekayasa genetika. 

– bidang transportasi — > penemuan mesin berbahan bakar minyak serta pembuatan mobil dan motor.

– bidang komunikasi — > penemuan gelombang elektromagnetik pada telepon genggam, serat optik untuk jaringan internet, dan pengiriman data melalui internet.

  1. Prosedur ilmiah dimulai dari melakukan pengamatan (observasi), merumuskan masalah, mengumpulkan data/informasi, membuat hipotesis, melakukan percobaan/eksperimen, menganalisis data, dan menarik kesimpulan.

Sekian materi Hakikat Ilmu Fisika/Hakikat Fisika dari Studio Literasi. Semoga bermanfaat untuk kalian, ya. Cheers!

Last Updated on September 5, 2020

Selsi Selvia
Selsi Selvia Belajar dan mengajar melalui tulisan

Hukum Kirchoff

Avatar Ayu Eviana
3 min read

Jangka Sorong

Avatar Happy Prasida
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top