Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Hewan Vertebrata: Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contohnya

4 min read

Hewan Vertebrata
Hewan Vertebrata, foto oleh Saintif Com

Hewan vertebrata adalah hewan yang tergolong ke dalam filum Chordata. Sesuai dengan namanya (Vertebratus dari bahasa Latin), mereka adalah hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata juga dicirikan oleh sistem otot yang terdiri dari massa yang berpasangan secara bilateral dan sistem saraf pusat yang sebagian tertutup di dalam tulang punggung. 

Filum Chordata merupakan salah satu dari semua kelompok hewan yang paling terkenal. Anggotanya terdiri dari kelas Agnatha (jawless fish), Chondrichthyes (cartilaginous fish), Osteichthyes (bonefish), Amphibia (amfibi), Reptilia (reptil), Aves (burung), dan Mammals (mamalia).

Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. 

Hewan Vertebrata

Hewan vertebrata adalah hewan bertulang punggung. Struktur tubuh pada hewan vertebrata jauh lebih sempurna dibandingkan hewan invertebrata (tidak bertulang belakang). Hewan ini memiliki susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf seperti tali dan perpanjangan kumpulan saraf dari otak yang tidak dimiliki oleh invertebrata.

Ciri-Ciri Hewan Vertebrata

Untuk memberikan pemahaman lebih lanjut, berikut ciri-ciri hewan vertebrata.

  1. Memiliki tulang belakang (backbone) sejati
  2. Memiliki otak yang berkembang dengan baik
  3. Memiliki endoskeleton atau kerangka
  4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi
  5. Sebagian besar memiliki kepala dan tubuh yang terpisah
  6. Memiliki alat gerak aktif
  7. Memiliki sistem peredaran darah tertutup
  8. Memiliki alat pencernaan yang lengkap

Jenis-Jenis Hewan Vertebrata

Hewan vertebrata diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu Pisces dan Tetrapoda. Pisces meliputi Agnatha, Chondrichthyes, dan Osteichthyes. Sedangkan Tetrapoda meliputi Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. 

1. Pisces (Ikan)

Pisces
Pisces, foto oleh Cnnindonesia Com

Kelompok jenis pisces atau ikan merupakan salah satu contoh hewan vertebrata yang hidup di air. Ikan memiliki struktur tubuh khusus yang mendukungnya bergerak cepat di dalam air. 

Ikan memiliki sirip yang terdiri dari 5 jenis, yaitu sirip ekor, sirip belakang, sirip punggung, sirip perut dan sirip dada. Mereka bernapas dengan menggunakan insang. Struktur tulang ikan tersusun atas tulang rawan dan tulang sejati. 

Ciri-ciri hewan Pisces antara lain:

  • Poikiloterm atau hewan berdarah dingin
  • Tubuhnya ditutupi oleh sisik
  • Sistem peredaran darah tertutup
  • Jantung terdiri dari dua ruang
  • Memiliki alat gerak berupa sirip
  • Mengalami fertilisasi eksternal

Agnatha atau Cyclostomes (ikan tanpa rahang)

Contoh ikan jenis ini adalah hagfish (ikan pasuk) dan lamprey eel (belut lamprey). Hagfish adalah ikan yang hidup di lautan, seringkali di perairan dalam dengan dasar yang berlumpur. Lamprey hidup di laut saat dewasa dan di perairan tawar saat bertelur untuk menghabiskan waktu sebelum bermetamorfosis menjadi dewasa.

Beberapa lamprey hidup seutuhnya di perairan tawar dan memiliki sedikit perubahan dalam kebiasaannya sebagai akibat dari metamorfosis. Tanpa sirip lateral, lamprey dapat berenang dengan gerakan bergelombang pada tubuh dan dapat mengontrol arah hanya untuk jarak dekat.

Agnath yang hidup adalah seekor predator. Lamprey terkenal karena memangsa ikan salmonoid. Lamprey menempel pada mangsanya dengan mulutnya yang bulat dan berstruktur, lalu ia membuat lubang melalui jaringan luar menggunakan lidah dan gigi keratin. Sedangkan hagfish memangsa hewan invertebrata (seperti cacing) dan ikan yang telah mati.

Chondrichthyes atau Cartilaginous (ikan bertulang rawan)

Ikan hiu, pari, dan kimaerida biasanya hidup di laut, tetapi beberapa hiu telah memasuki perairan tawar Amazon atau bahkan tinggal menetap di sana. Secara ukuran, hiu dengan paus memiliki kisaran yang sama. Panjangnya hampir 10 meter, hingga spesies yang kecil panjangnya 3 sentimeter. Berat hiu mencapai 25 sampai 200 kilogram.

Hiu merupakan jenis predator. Mereka memakan Crustaceans. Mereka berenang dengan gerakan bergelombang pada ekornya. Sedangkan ikan pari “terbang” melalui air melalui gerakan sirip dada. Sebagian besar spesies hidup di perairan dekat pantai, tetapi beberapa tersebar luas di lautan. Beberapa ditemukan di perairan dalam.

The Teleostomes atau Osteichthyes (ikan bertulang)

Salah satu contoh jenis ini adalah ikan Actinopterygian yaitu ikan bertulang yang biasa hidup di lingkungan akuatik modern. Ukurannya bervariasi dari ikan yang berukuran milimeter hingga yang panjangnya 2 meter lebih, dengan berat 500 kilogram atau lebih.

Spesies besar ditemukan di perairan tawar (beberapa spesies lainnya ditemukan di Amazon) serta di lingkungan laut. Mereka memakan tumbuhan, hewan dan bangkai. Mereka adalah perenang di tengah air dan banyak menghabiskan waktu untuk berbaring di dasar. Saat berenang, mereka menggunakan sirip ekor, dada, dan bahkan sirip punggung. Ikan jenis ini bertelur dalam jumlah besar, lalu menghasilkan larva-larva kecil yang berkembang langsung menjadi dewasa.

2. Tetrapoda

Reptilia
Reptilia, foto oleh Greelane Com

Hewan tetrapoda pada dasarnya hidup di daratan dan memiliki kemiripan dalam kebiasaannya. Berikut hewan vertebrata yang termasuk ke dalam tetrapoda.

Amphibians

Amfibi merupakan contoh hewan vertebrata yang bisa hidup di dua alam, yaitu daratan dan perairan. Mengapa demikian? Alasannya adalah karena mereka memiliki dua sistem pernapasan yaitu paru-paru dan kulit, sehingga memungkinkan mereka untuk tinggal di dua alam tersebut. Contoh hewan ini adalah katak.

Tubuh katak tersusun dari kerangka tulang belakang. Struktur tulangnya pun terbilang unik, karena mereka mempunyai tulang kaki yang panjang sehingga mereka bisa melompat dengan jarak jauh.

Hewan amfibi mencari mangsanya dengan menggunakan lidah yang dijulurkan keluar dari mulut, lalu mereka menelannya. Mereka bereproduksi dengan cara bertelur. Mereka meninggalkan telur-telurnya di kolam, sungai atau tempat yang lembab dalam jumlah banyak. Lalu, telur yang dibuahi berkembang menjadi larva yang berenang bebas, kemudian bermetamorfosis menjadi katak dewasa.

Adapun ciri-ciri amphibia adalah:

  • Poikiloterm
  • Memiliki tubuh yang berlendir dan lembab
  • Bernapas dengan insang (saat berudu) dan kulit serta paru-paru (saat dewasa)
  • Sistem peredaran darahnya tertutup
  • Jantung terdiri dari tiga ruang
  • Mengalami fertilisasi eksternal

Amfibi terbagi menjadi tiga ordo, yaitu Candata atau Urodela (contohnya salamander), Anura (contohnya katak), dan Apoda (contohnya Ichthyophis glutinosus).

Salamander adalah yang paling sedikit mengalami perubahan bentuk tubuh. Mereka tidak mengejar mangsa secara aktif dan hanya terbaik sebagai perenang marjinal. Saat berenang atau merangkak, tubuh dan ekor salamander bergelombang. Berbeda dengan salamander dan katak, hewan Apoda lebih mirip cacing dan tidak memiliki kaki.

Reptilia

Reptil adalah salah satu hewan vertebrata yang mempunyai sisik dan berdarah dingin. Mereka berkembang biak dengan cara bertelur dan bernapas dengan menggunakan paru-paru. Salah satu contoh reptil adalah komodo. Hewan ini merupakan salah satu kadal yang terbesar di dunia. Habitat reptil ini berada di Indonesia, yaitu di Pulau Komodo. 

Sebagian besar reptil adalah karnivora atau pemakan daging, namun beberapa di antaranya adalah herbivora, misalnya kura-kura. 

Adapun ciri-ciri reptilia adalah sebagai berikut.

  • Termasuk hewan poikiloterm
  • Memiliki kulit kering dan bersisik
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Sistem peredaran darah tertutup
  • Jantung terdiri dari 4 ruang dengan sekat yang belum sempurna
  • Mengalami fertilisasi internal

Reptilia dibagi menjadi 4 ordo, yaitu:

  • Testudinata atau Chelonia (contohnya penyu)
  • Squamata (contohnya kadal)
  • Crocodila (contohnya buaya)
  • Rynchocephala (contohnya reptil purba seperti tuatara)

Aves

Aves atau burung merupakan hewan vertebrata yang sebagian bisa terbang. Namun ada pula aves yang tidak bisa terbang, contohnya ayam, penguin, dan burung unta.

Aves berkembang biak dengan cara bertelur. Bayi burung biasanya dirawat di dalam sarang sampai mereka mampu terbang dan mencari makan sendiri. Namun ada beberapa burung yang menetas dalam keadaan baik juga memungkinkan untuk mereka segera bisa terbang dan mencari makan.

Ciri-ciri aves adalah sebagai berikut.

  • Hewan homoioterm
  • Memiliki tubuh yang ditutupi bulu
  • Bernapas dengan paru-paru dan pundi-pundi udara
  • Sistem peredaran darah tertutup
  • Jantung terdiri dari 4 ruang
  • Mengalami fertilisasi internal

Aves dibagi menjadi beberapa ordo yaitu sebagai berikut.

  • Ordo Galliformes, contohnya ayam
  • Ordo Passeriformes, contohnya burung gagak dan jalak
  • Ordo Psittaciformes, contohnya burung betet dan kakak tua 
  • Ordo columbiformes, contohnya burung merpati
  • Ordo Strigiformes, contohnya burung hantu
  • Ordo Piciformes, contohnya burung pelatuk
  • Ordo Apodiformes, contohnya kolibri
  • Ordo Gelliformes, contohnya burung merak
  • Ordo Casuariiformes, contohnya burung kasuari
  • Ordo Spheniscitormes, contohnya penguin
  • Ordo Apterygiformes, contohnya burung kiwi
  • Ordo Struthioniformes, contohnya burung unta

Mammals

Mamalia adalah jenis hewan yang menyusui karena memiliki kelenjar susu. Berdasarkan fisiknya, tubuh mamalia ditutupi oleh rambut. Contoh hewan ini adalah sapi, paus, lumba-lumba, kuda, kambing, dan lain-lain. Kebanyakan mamalia memakan daging dan tumbuhan. Mereka bereproduksi dengan cara melahirkan (vivipar). Janin berkembang di dalam rahim, di mana bahan nutrisi tersedia melalui plasenta allantoic, atau dalam beberapa kasus melalui kantung kuning telur.

Ciri-ciri hewan mamalia:

  • Hewan homoioterm
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Sistem peredaran darah tertutup
  • Jantung terdiri dari 4 ruang
  • Mengalami fertilisasi internal

Hewan mamalia dibagi menjadi beberapa ordo, yaitu:

  • Ordo Insectivora, contohnya landak
  • Ordo Rodentia, contohnya tikus dan tupai
  • Ordo Pholidota, contohnya trenggiling
  • Ordo Cetacea, contohnya paus
  • Ordo Chiroptera, contohnya kelelawar
  • Ordo Sirenia, contohnya dugong
  • Ordo Artiodactyla, contohnya kerbau
  • Ordo Perissodactyla, contohnya kuda, badak
  • Ordo Carnivora, contohnya kucing, harimau
  • Ordo Proboscidea, contohnya gajah
  • Ordo Primata, contohya kera, kukang

Bagaimana? Sudah paham tentang hewan vertebrata beserta ciri dan klasifikasinya? Yuk baca lagi artikel studio literasi yang lain. Selamat belajar!

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup

Last Updated on November 17, 2020

Lutfi Maulida
Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Ruang Lingkup Biologi

Avatar Selsi Selvia
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top