1. Kelas 7 Bahasa Indonesia

Imbuhan: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Contoh Lengkapnya

Kawan Literasi, imbuhan adalah salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Kata imbuhan adalah kata yang sering digunakan dalam penulisan maupun percakapan kita, loh. Penasaran dengan apa itu imbuhan? Nah, pada artikel ini kita akan belajar bersama mengenai pengertian imbuhan, fungsi, jenis, dan contohnya.

Pengertian Imbuhan

Apa sih imbuhan itu? Sebelum mengenal lebih jauh, imbuhan adalah sebuah kata dasar imbuh, yang artinya tambahan tidak banyak dan diberi akhiran “-an” di akhir kata. Dalam Bahasa Indonesia, kata lain dari imbuhan adalah afiks yang menjadi unsur penting dalam mengubah bentuk kata, jenis kata, dan maknanya.

Singkatnya, kata imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada kata dasar, bisa di awal, di akhir, di tengah, maupun gabungan di antara ketiganya untuk membentuk sebuah kata baru, sehingga berhubungan dengan kata pertama. Maka dari itu, afiks atau kata imbuhan adalah sebuah peran penting sebagai pembentuk kata dasar menjadi kata baru yang sudah diberi imbuhan.

Fungsi Imbuhan

Lalu bagaimana dengan fungsi imbuhan? Fungsi imbuhan adalah untuk mengubah kata dasar menjadi kata benda, kata kerja, kata sifat, dan lain-lain. Agar lebih jelas, Kawan Literasi perlu menyimak penjelasan berikut ini.

Artikel Terkait

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 12 Maret 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 10 Maret 2024 at 7:11 am

    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs The post Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 8 Maret 2024 at 2:50 am

    Pasca kemerdekaan Indonesia, Indonesia tidak sepenuhnya merdeka, lho. Masih ada upaya-upaya Belanda ingin menjajah dan menduduki negara Indonesia. Maka dari itu, para pemuda Indonesia tidak ingin hal tersebut terjadi. Sehingga, terbentuklah Konferensi Meja Bundar (KMB) atau dalam bahasa Belanda disebut dengan Nederlands-Indonesische ronde tafel conferentie. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut konferensi The post Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya appeared first on Sma Studioliterasi.

1. Membentuk Kata Benda

Kata benda merupakan kata yang mengacu pada benda, manusia, binatang, dan konsep. Kata benda sangat penting dalam sebuah kalimat, karena digunakan sebagai subjek. Kata imbuhan untuk mengubah kata dasar menjadi kata benda, adalah pen-, pe-, per-, ke-, -isme, -wan, -sasi, -tas, pen-an, pe-an, per-an, dan ke-an. Misalnya, pada kata perkantoran (per-an) dan wartawan (-wan).

2. Membentuk Kata Kerja

Kata kerja digunakan untuk menjelaskan perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang. Kata imbuhan yang adalah me-, mem-, ber-, per-, ter-, di, -kan, dan di-i. Misalnya, pada kata menari (me-), berkuda (ber-), dan terjatuh (ter-).

3. Membentuk Kata Sifat

Kata sifat adalah kata yang digunakan untuk mengubah kata benda dan kata ganti sehingga membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sifat bisa menjelaskan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, dan menekankan suatu kata. Imbuhan yang digunakan termasuk, –i, -wi,-iah, ter-, -er, -al, -ik, dan –is. Misalnya, pada kata agamis (-is), manusiawi (-wi), dan ilmiah (-iah).

4. Membentuk Kata Bilangan

Kata bilangan adalah kata yang digunakan untuk menghitung jumlah wujud (orang, binatang, dan benda), yang cukup spesifik menggunakan satuan jumlah atau angka. Contoh imbuhan yang membentuk kata bilangan, adalah se-, ke, ber- dan lain-lain. Misalnya, pada kata ketiga (ke-), sepuluh (se-), dan berlima (ber-).

5. Membentuk Kata Keterangan

Kata keterangan adalah kata yang digunakan untuk memberikan keterangan dalam suatu kalimat, baik keterangan tempat, waktu, alat, dan sebab akibat. Tetapi perlu diketahui kalau kata keterangan ini berisi satu kata, bukan dalam bentuk frasa dan klausa. Imbuhan yang digunakan untuk membentuk kata keterangan, adalah di, se-nya ; -nya ; -an. Misalnya, pada kata sepertinya (se-nya), habis-habisan (-an), dan seindah-indahnya (se-nya).

Jenis Imbuhan

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi imbuhan, Kawan Literasi juga perlu mengetahui jenis kata imbuhan. Masing-masing jenis kata imbuhan memiliki ciri tersendiri. Adapun beberapa jenis imbuhan adalah sebagai berikut.

1. Berdasarkan Posisinya

Kata imbuhan berdasarkan posisinya dibagi menjadi empat, yaitu lain prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks. Lalu apakah arti dari keempat bagian tersebut? Kalian bisa simak penjelasannya dibawah ini.

a. Prefiks (Awalan)

Jenis imbuhan prefiks letaknya ada di awal kata dasar, seperti meng-, ter-, ber-, ke-, per-, peng-, meng-, dan memper-. Contoh imbuhan awalan ini seperti, beranak, pengerat, melamar, tertutup, dibaca, dan serumah.

b. Sufiks (Akhiran)

Jenis imbuhan yang ada di akhir kata dasar, seperti -an, -kan, -nya dan -i. Contoh imbuhan akhiran ini, meliputi timbangan, panaskan, beresi, bajunya, dan lamaran.

c. Infiks (Sisipan)

Letak imbuhannya disisipkan di tengah kata dasar, seperti -em-, -el-, -in-, -er-, dan -eh-. Contoh imbuhan sisipan, meliputi melaju, temali, dan seruling.

d. Konfiks (Awalan dan Akhiran)

Letak imbuhan ini ada di awal dan akhir kata dasar dan juga biasa disebut simulfiks, seperti ke-an, per-an, ber-an, di-i, di-kan, peng-an, ke-an, memper-i, memper-kan, dan me-kan. Contoh imbuhan konfiks, adalah ketakutan, perkotaan, seandainya, dan berduaan.

2. Berdasarkan Penggunaannya

Imbuhan berdasarkan penggunaannya dibagi menjadi dua, yakni imbuhan produktif dan imbuhan tak produktif. Imbuhan produktif adalah imbuhan yang mempunyai frekuensi penggunaan tinggi, seperti se-, ber-, meng-, peng-, dan per-. Sedangkan, imbuhan tak produktif adalah sebuah imbuhan yang mempunyai frekuensi penggunaan rendah, seperti -em, -el, -wati, -is, dan -er.

3. Berdasarkan Serapan Bahasa Asing 

Imbuhan ini dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu, imbuhan Bahasa Arab, Bahasa Sanskerta, dan Bahasa Inggris. Adapun imbuhan Bahasa Arab berfungsi sebagai pembentuk dan penanda kata sifat, seperti -ah dan -i. Contohnya, manusiawi dan alamiah. 

Sedangkan untuk imbuhan Bahasa Sanskerta, berfungsi sebagai pembentuk kata benda, seperti -man, -wan dan -wati. Contohnya, adalah budiman, wartawan, dan peragawati. Lalu imbuhan Bahasa Inggris berfungsi sebagai pembentuk kata sifat, seperti -an, -en, -is, -if, dan -al. Contohnya, imigran, presiden, egois, dan deskriptif.

Contoh Lengkap Kalimat Imbuhan

Nah, sekarang kamu sudah paham kan mengenai pengertian, jenis, dan contoh imbuhan? Agar semakin paham, Kawan Literasi juga perlu mengetahui contohnya. Adapun contoh kalimat yang termasuk ke dalam imbuhan adalah sebagai berikut.

1. Imbuhan Sufiks dalam Kalimat

  • Raisya adalah orang dermawan.
  • Riko mendapatkan pukulan keras di tangan.
  • Dinda bekerja sebagai seorang karyawati.
  • Getaran gempa bumi membuat Asep terbangun dari tidur.
  • Dandi memiliki wajah rupawan.

2. Imbuhan Prefiks dalam Kalimat

  • Hanifah menari bersama dengan rekan satu sanggar.
  • Seekor kucing melompat dari pohon mangga.
  • Bu Siwi menanam bunga anggrek di kebun.
  • Betari mengetik laporan untuk tugas kuliah.

3. Imbuhan Infiks dalam Kalimat

  • Mobil melaju dengan sangat kencang.
  • Ahmad belajar meniup seruling.
  • Mendengar gemuruh ombak besar, Nita merasa takut.
  • Dahulu, Sinta sering mengunjungi Taman Tabanas bersama ayah.

4. Imbuhan Konfiks dalam Kalimat

  • Resa menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.
  • Gita memilih pekerjaan ini demi keluarganya.
  • Penghasilan besar ataupun kecil harus tetap disyukuri.
  • Saling memahami adalah kunci hubungan yang harmonis.
  • Ayah menasihati Fian karena tidak menurut.

Demikianlah pembahasan Studio Literasi mengenai pengertian, fungsi, jenis, dan contoh imbuhan. Imbuhan adalah salah satu teknik kepenulisan yang harus dipahami sebelum membuat karya tulis maupun karya sastra. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Imbuhan: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Contoh Lengkapnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]

    Trending

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh […]
    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]