Tika Chandra Irawati Menulis untuk kesenangan

Jamur Basidiomycota

3 min read

Gambar Jamur Basidiomycota
Gambar Jamur Basidiomycota, Foto Oleh Britanni Com

Seperti yang kita tahu Fungi adalah salah satu Kingdom dalam sistem klasifikasi enam kingdom. Ada empat divisi atau filum dalam kingdom fungi yaitu Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, serta Deuteromycota.

Pembagian keempat divisi tersebut berdasarkan pada struktur tubuh dan cara reproduksi.

Kali ini Studio Literasi akan membahas tentang salah satu anggota divisi fungi yaitu Basidiomycota, mulai dari ciri-ciri, reproduksi, struktur tubuh, contoh beserta peranannya.

Untuk penjelasan lebih lanjut, ayo simak pembahasan Basidiomycota di bawah ini.

Basidiomycota

Basidiomycota bersifat makroskopis atau bisa dilihat dengan mata, terutama pada bagian basidiokarp. Basidiokarp adalah kumpulan basidium dalam tubuh buah.

Basidiomycota merupakan kelompok fungi terbesar kedua setelah Ascomycota. Jumlah spesiesnya sebanyak 25 ribu. Sebagian spesies tersebut bisa dikonsumsi, namun ada pula yang mengandung racun.

Jamur ini mempunyai ciri khas berupa basidium, yaitu sebuah struktur reproduktif berbentuk mirip tongkat sebagai alat reproduksi.

Untuk habitat jamur Basidiomycota dapat ditemukan di perairan maupun daratan. Cara  hidupnya sebagai saprofit atau pengurai sisa-sisa makhluk hidup, contoh seperti di batang pohon mati, tumpukan jerami atau tanah dengan kandungan sampah organik.

Selain itu jamur dengan julukan the club fungi ini dapat membentuk mikoriza dengan akar tumbuhan melalui simbiosis mutualisme. Akan tetapi, ada juga sebagian spesies Basidiomycota bersifat parasit pada organisme lain.

Reproduksi Basidiomycota

Reproduksi Basidiomycota
Reproduksi Basidiomycota, Foto Oleh Pendidikan Co Id

Basidiomycota bereproduksi melalui dua cara yakni seksual dan aseksual.  

Alat reproduksi seksual berupa basidium. Di dalam basidium terjadi peleburan inti serta meiosis yang menghasilkan empat spora seksual haploid yakni basidiospora.

Tahapan pembentukan basidiospora pada Basidiomycota adalah sebagai berikut.

1.    Dua hifa haploid berbeda yakni hifa (+) dan hifa (-) bertemu.

2.   Kemudian kedua hifa itu melakukan plasmogami yaitu penyatuan sel dimana proses tersebut menghasilkan hifa dikarion atau berinti ganda.

3.    Hifa diploid dikarion tumbuh menjadi miselium haploid.

4.    Miselium haploid akan tumbuh dan menghasilkan badan buah basidiokarp.

5. Lalu terjadi kariogami di ujung hifa basidiokarp yang menyebabkan terbentuknya basidium berinti diploid (2n)

6.    Di dalam basidium terjadi pembelahan secara meiosis oleh inti diploid dengan hasil empat inti haploid.

7.    Pada ujung basidium terbentuk 4 sterigma. Keempat inti haploid tadi bergerak masuk ke masing-masing sterigma kemudian berkembang menjadi basidiospora.

8.    Jika basidium telah matang, basidiospora akan terlepas dan jatuh di tempat yang sesuai.

9.    Basidiospora pun akhirnya tumbuh menjadi hifa haploid.

Sedangkan reproduksi aseksual Basidiomycota dilakukan dengan cara hifa haploid membentuk struktur konidia melalui pembelahan mitosis yang menghasilkan konidiospora. Selanjutnya spora akan diterbangkan oleh angin.

Konidia akan berkecambah menjadi hifa haploid jika jatuh di kondisi lingkungan menguntungkan.

Ciri-ciri Basidiomycota

Basidiomycota  memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

·         Alat reproduksi Basidiomycota berupa basidium.

·         Dinding sel terdiri atas kitin dan glukan.

·         Multiseluler dengan hifa bersekat (septet)

·      Ukuran tubuh makroskopis dimana jamur ini bisa dilihat langsung oleh mata tanpa bantuan mikroskop.

·         Tubuh buah disebut basidiokarp yang tersusun oleh jalinan hifa bersekat serta dikariotik.

·  Reproduksi seksual membentuk basidiospora, sedangkan aseksual menghasilkan konidiospora.

·         Habitat hidup Basidiomycota ada di darat atau perairan

·         Cara hidup saprofit dan parasit.

·     Bentuk tubuh Basidiomycota beraneka macam mulai dari seperti payung, bola, lembaran berlekuk-lekuk , dan lain-lain.

·         Mempunyai tiga jenis miselium, yaitu miselium primer, sekunder, dan tersier.

Struktur Basidiomycota

Struktur Basidiomycota
Struktur Basidiomycota, Foto Oleh Zenius Net

Jamur Basidiomycota  struktur tubuhnya terdiri atas tubuh buah (stipe), tudung (pileus), volva, serta bilah (jamur bersekat).

Tubuh buah (stipe) adalah massa miselium yang tumbuh tegak. Stipe menopang bagian pileus. Pileus dibungkus selaput velum universal dan akan pecah menjelang dewasa.

Volva Basidiomycota merupakan sisa pembungkus di mana letaknya di dasar tangkai, sedangkan bagian bawah tudung disebut bilah (lamella). Bentuknya seperti helaian, serta tersusun oleh lembaran.

Tubuh buah Basidiomycota adalah basidiokarp. Basidiokarp terdiri atas hifa bersekat dan dikariotik dimana setiap sel intinya berpasangan. Bentuknya pun beraneka macam mulai dari mirip payung, papan, atau bola.

Contoh Basidiomycota

Jamur Basidiomycota sering kali kita temukan di kehidupan sehari-hari. Apakah kalian tahu jamur merang dan jamur kuping? Kalau tahu, kedua jamur itu adalah contoh Basidiomycota yang sering diketahui orang. Contoh lainnya adalah sebagi berikut.

·         Agaricus bisporus (jamur kancing)

·         Flammulina velutipes (enokitake)

·         Grifola frondosa (Maitake)

·         Lentinula edodes (Shiitake)

·         Pleurotus ostreatus (jamur tiram)

·         Tricholoma matsutake (Matsutake)

Beberapa contoh di atas merupakan  jamur Basidiomycota yang menguntungkan. Sedangkan spesies Basidomycota merugikan di antaranya sebagai berikut.

·         Puchinia arachidis

·         Amanirta muscaria

·         Jamur karat ( Puccinia graminis)

·         Ustilago maydis

·         Ustilago sp. (jamur api) 

·         Exobasidiums vexans

Peranan Basidiomycota

Peran spesies jamur Basidiomycota yang menguntungkan.

1.    Sebagai bahan makanan

·         Pleurotus sp. (Jamur tiram)

·         Auricularia polytricha (Jamur kuping)

·         Lentinulla edodes (Shitake)

·         Volvariella volvacea (Jamur kerang)

2.    Sebagai obat

·         Ganoderma apllanatum (Jamur kayu)

Tidak hanya kedua peran di atas, Basidiomycota juga melakukan simbiosis mutualisme dengan tanaman sehingga menghasilkan mikoriza yang membantu pertumbhan tanaman serta meningkatkan unsur hara.

Sementara itu beberapa peranan Basidiomycota merugikan diantaranya:

·         Puchinia arachidis hidup sebagai parasit pada tanaman kacang tanah.

·   Amanirta muscaria menyebabkan halusinasi jika dikonsumsi. Tubuh buah jamur ini sukar dibedakan antara bercaun dan tidak beracun.

·         Puccinia graminis atau jamur karat berperan sebagai agen parasit pada daun tanaman family Graminae seperti jagung serta gandum.

·    Ustilago maydis merupakan parasit untuk jagung Amanita ocreata dan Amanita phalloides. Jamur ini juga mematikan sekaligus beracun apabila dikonsumsi.

·         Ustilago sp (jamur api) menyerang tanaman tebu.

·         Exobasidium vexans bersifat parasit pada tanaman teh.

Nah.. Itu lah penjelasan tentang Basidiomycota yang merupakan salah satu divisi atau filum di kingdom Fungi. Ciri khas spesies ini yaitu memiliki basidium sebagai alat reproduksi. Siklus reproduksi Basidiomycota dilakukan dengan cara seksual dan aseksual.

Reproduksi seksual membentuk basidiospora sedangkan aseksual menghasilkan konidiospora. Sementara itu tempat hidup Basidiomycota  dapat ditemukan di daratan atau perairan.

Basidiomycota memiliki spesies yang menguntungkan seperti jamur kerang, jamur tiram, jamur kuping dan shitake. Sedangkan spesies merugikan misalnya Amanirta muscaria, Puccinia graminis serta Ustilago maydis.

Bagaimana, apa kamu sudah cukup paham mengenai Basidiomycota?

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat untuk kalian semua. Sampai jumpa di materi selanjutnya.

Baca Juga materi Biologi Kelas 10 lainnya:

Last Updated on Desember 17, 2020

Tika Chandra Irawati
Tika Chandra Irawati Menulis untuk kesenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top