1. Kelas 7 Bahasa Indonesia
  2. SD Bahasa Indonesia

7 Jenis-Jenis Dongeng, Ciri, Unsur, & Contohnya [MATERI LENGKAP]

Dongeng adalah salah satu materi sekolah paling menarik untuk dibahas. Ada berbagai jenis dongeng, mulai dari legenda sampai fabel. Tapi sebelum kamu mempelajari macam-macam dongeng, kita akan membahas dulu pengertian dongeng, ciri, dan unsurnya. Apa saja? Simak materi ini sampai habis ya!

Pengertian Dongeng

Menurut KBBI, pengertian dongeng adalah kisah, cerita, atau perkataan yang tidak benar-benar terjadi, karena terlalu aneh atau ajaib. Sementara itu menurut Liberatus Tengsoe, pengertian dongeng adalah cerita khayal yang sulit dipercaya benar-benar terjadi atau tidak, karena cenderung tidak masuk akal.

Sebagian besar ahli di Indonesia sepakat kalau dongeng termasuk cerita sastra lisan, karena penyampaiannya dari mulut ke mulut dan terus diwariskan sampai generasi sekarang.

Dongeng Arjuna dan Srikandi
(sumber: Deviantart)

Sementara itu dari segi kebenaran kisah, dongeng termasuk cerita fiksi, yaitu cerita yang tidak punya landasan fakta sehingga dianggap hasil karangan orang lain.

Artikel Terkait

  • Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap!
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 4:19 am

    Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama dari Sabang sampai Merauke. Bangsa lain juga mengenal Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya itu, berbagai flora dan fauna endemik telah menjadi ciri khas dari wilayah tertentu, telah melengkapi kekayaan alam bangsa kita. Dari besarnya sebuah The post Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 3:19 am

    Halo kawan literasi, pernahkan kalian melihat burung yang terbang bebas di angkasa? Mengapa mereka bisa terbang tinggi bersama kawanannya? Apa mereka tidak takut kekurangan oksigen? Kira-kira apa ya yang mereka terbang tanpa khawatir? Ternyata di angkasa ada namanya. atmosfer. Atmosfer tersebut merupakan lapisan bagian paling bawah dari lapisan lainnya, sehingga burung-burung tersebut masih bisa terbang The post Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 2:46 am

    Beratus-ratus tahun yang lalu, Bangsa Eropa telah mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu dengan ditandai dengan kemunduran pada zaman abad pertengahan. Namun setelah itu, masuklah zaman di mana menjadi cikal bakal bersinarnya Eropa sampai sekarang. Kejayaan tersebut dikenal dengan zaman Aufklarung yang dimana banyak terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.  Hmm, kira-kira nih The post Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 19 Februari 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

Ciri-Ciri Dongeng

Dongeng adalah karya fiksi yang punya karakteristik khas. Beberapa ciri-ciri dongeng di antaranya:

  • Alurnya ringan, sederhana, dan tidak terlalu panjang.
  • Tokoh di dalamnya tidak diceritakan dengan rinci latar belakangnya.
  • Mengandung pesan moral.
  • Disampaikan secara lisan.
  • Tidak bisa dilacak siapa pengarangnya.
  • Menceritakan kejadian zaman dulu, misalnya tokoh sakti, peristiwa ajaib, asal mula suatu tempat, dll.

Unsur-Unsur Dongeng

Selain memahami ciri-ciri dongeng, sobat Stulit juga perlu paham apa saja unsur-unsur dongeng. Selengkapnya tentang unsur-unsur dongeng dan penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur dongeng utama yang membangun cerita secara utuh. Tanpa unsur-unsur ini, dongeng tidak akan bisa menjadi cerita dengan pembawaan sempurna.

Unsur-unsur dongeng dari segi intrinsik antara lain:

a. Tema

Tema dalam dongeng adalah ide besar atau gagasan pokok dari cerita. Berbeda dengan judul, tema adalah ringkasan besar dari sebuah dongeng, yang menggambarkan kisah secara keseluruhan.

Contoh:

  • Tema dongeng Malin Kundang, Timun Mas, dan Batu Menangis adalah kasih sayang orang tua pada anaknya.
  • Tema dongeng Roro Jonggrang dan Ken Dedes adalah percintaan.
  • Tema dongeng Ajisaka dan Cindelaras adalah kepahlawanan dan keberanian.

b. Tokoh/penokohan

Unsur dongeng yang kedua adalah tokoh atau penokohan, yaitu lakon, orang, binatang, atau makhluk lain yang terlibat dalam cerita. Ada tiga jenis tokoh dongeng, yaitu:

  • Tokoh protagonis, adalah tokoh utama yang mewakili nilai-nilai yang diyakini pembaca. Dalam dongeng, tokoh protagonis biasanya punya watak baik dan mulia.
  • Tokoh antagonis, adalah tokoh yang berlawanan dengan protagonis dan menjadi sumber masalah/konflik. Wataknya berkebalikan dengan tokoh protagonis.
  • Tokoh tritagonis, adalah tokoh sampingan yang melengkapi dongeng, sifatnya netral bisa baik atau buruk.

c. Latar/setting

Latar atau setting dalam dongeng adalah keterangan tempat, waktu, dan suasana dari sebuah peristiwa. 

Contoh:

Roro Jonggrang dan Bandung Bondhowoso, Tokoh dalam Legenda Prambanan
Roro Jonggrang dan Bandung Bondhowoso, Tokoh dalam Legenda Prambanan (sumber: AminoApps)

Dongeng “Roro Jonggrang”

  • Peristiwa: Roro Jonggrang menumbuk padi agar ayam berkokok dan para jin berhenti membangun Prambanan.
  • Latar tempat: di istana Roro Jonggrang, dekat tempat pembangunan Prambanan.
  • Latar waktu: malam hari menjelang fajar, di Jawa Tengah.
  • Latar suasana: tegang dan panik.

d. Alur

Alur adalah urutan-urutan peristiwa yang membentuk cerita secara utuh. Ada tiga jenis alur dongeng, yaitu:

  • Alur maju, adalah alur dengan urutan peristiwa berurutan dari awal mula masalah sampai kesimpulan. Alur maju juga menceritakan peristiwa dengan urutan waktu dari awal sampai akhir.
  • Alur mundur, adalah alur dengan urutan peristiwa dari kesimpulan sampai masalah awal. Urutan waktu dalam alur mundur dimulai dari peristiwa yang paling terakhir terjadi sampai awal mula masalah.
  • Alur campuran, adalah alur dengan urutan peristiwa bercampur, dari masa depan kembali ke masa lalu, dan sebaliknya.

e. Sudut pandang

Sudut pandang dalam dongeng adalah cara penceritaan yang diambil oleh si pengarang/pencerita ulang. Secara sederhananya, ada tiga jenis sudut pandang, yaitu:

  • Sudut pandang orang pertama, adalah gaya cerita seolah mengalami peristiwa itu sendiri, kata ganti yang digunakan adalah “aku”, “kami”, atau “kita”.
  • Sudut pandang orang kedua, adalah gaya cerita seolah sedang berbicara pada seseorang yang jadi tokoh dalam kisah tersebut. Kata gantinya bisa “kamu” atau “kalian”.
  • Sudut pandang orang ketiga, adalah gaya cerita seolah menjadi pengamat dari sebuah peristiwa. Kata gantinya “dia” atau langsung menyebut nama tokohnya langsung.
  • Sudut pandang campuran, adalah gaya cerita yang mencampur dua sudut pandang atau lebih.

f. Amanat

Unsur-unsur dongeng secara intrinsik yang terakhir adalah amanat, yaitu pesan moral dari sebuah cerita. Setiap dongeng punya tujuan ingin menyampaikan pesan pada pembaca/pendengarnya.

Contoh:

  • Pesan moral dongeng “Malin Kundang” adalah jangan durhaka pada orang tua yang telah susah payah membesarkan kita.
  • Pesan moral dongeng “Roro Jonggrang” adalah jangan memaksakan rasa cinta ke orang lain.
  • Pesan moral dongeng “Kancil dan Buaya” adalah jangan meremehkan orang yang kelihatannya lemah/bertubuh kecil, siapa tahu dia sebenarnya lebih cerdas.
  • Pesan moral dongeng “Keong Mas” adalah cinta sejati akan selalu bertemu walau berbeda jalannya.
Keong Mas, Salah Satu Contoh Dongeng Berjenis Sage
Dongeng Keong Mas (sumber: Hana Augustine on Behance)

2. Unsur Ekstrinsik

Sementara itu, yang dimaksud unsur-unsur dongeng secara ekstrinsik adalah hal-hal di luar cerita yang mempengaruhi unsur intrinsik dalam dongeng. Beberapa contoh unsur ekstrinsik dongeng adalah:

  • Latar belakang budaya warga setempat/penulis
  • Letak geografis tempat asal cerita
  • Suku, ras, atau agama
  • Keyakinan turun temurun

Contoh:

Unsur ekstrinsik dongeng “Roro Jonggrang”

  • Dilatarbelakangi oleh kebudayaan Hindu.
  • Terletak di Jawa Tengah, sehingga nama tokoh dan bahasa penceritaan yang digunakan punya nuansa Jawa.
  • Cerita muncul saat manusia masih punya keyakinan kental terhadap kesaktian jin.

Jenis-Jenis Dongeng dan Contohnya

Setelah membahas pengertian, unsur, dan ciri-ciri dongeng, di bawah ini Stulit akan membahas jenis-jenis dongeng dan contohnya. Simak sampai habis ya, sobat!

1. Legenda

Jenis dongeng yang pertama adalah legenda, yaitu dongeng yang dianggap benar-benar terjadi, karena ada benda/tempat/pengalaman nyata di masa sekarang yang bisa dikaitkan.

Contoh legenda yang berkaitan dengan benda:

  • Malin Kundang: menceritakan anak durhaka yang dikutuk menjadi batu berbentuk orang sujud di pantai Air Manis, Padang. 
  • Sangkuriang: menceritakan anak yang ingin menikahi ibunya sendiri, lalu sang anak menendang perahu besar dan perahunya jadi gunung Tangkuban Perahu.
Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang
Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang (sumber: Detik)

Contoh legenda yang berkaitan dengan tempat:

  • Asal Mula Banyuwangi: konon nama tempat ini berasal dari Putri Surati yang dibunuh suaminya karena difitnah. Saat mayatnya dibuang ke sungai, air di tempat itu jadi berbau harum, sehingga wilayah tempat sungai itu mengalir dinamakan “Banyuwangi” yang artinya “air harum”.
  • Legenda Pantai Selatan: Pantai selatan Jawa konon dikuasai oleh sesosok dewi yang sangat cantik, misterius, dan sangat sakti bernama Kanjeng Ratu Kidul.

2. Mite/Mitos

Jenis dongeng yang kedua adalah mite atau mitos. Menurut KBBI, mitos adalah cerita orang-orang di masa lalu yang mengandung hal gaib dan ajaib, serta diyakini oleh masyarakat tempat mitos itu berkembang.

Naga, Salah Satu Tokoh dalam Dongeng Legenda
Naga, Salah Satu Mitos dalam Kisah-Kisah Dongeng (sumber: Outschool)

Berbeda dengan legenda, biasanya mitos melekat dengan satu daerah atau budaya, dan hanya dipercaya oleh orang yang tinggal di sana saja. Selain itu, mitos biasanya tidak punya alur cerita panjang.

Contoh cerita mitos di Indonesia:

  • Kuntilanak berasal dari wanita yang meninggal dibunuh saat hamil.
  • Orang Sunda tidak boleh menikah dengan orang Jawa karena pernikahannya akan penuh bencana.
  • Mitos naga yang hidup di atas langit dan menjadi penjaga dunia.
  • Kupu-kupu masuk ke dalam rumah tandanya akan kedatangan tamu.

3. Sage

Dongeng Sage Perang Baratayudha
Dongeng Sage Perang Baratayudha (sumber: Wikipedia)

Sage adalah cerita dari orang-orang zaman dulu yang benar-benar ada, tapi sudah dicampur dengan hal-hal gaib dan ajaib, sehingga menimbulkan kesan bahwa orang tersebut benar-benar sakti.

Contoh cerita sage:

  • Kisah dewa-dewi Mahabharata dan mitologi Yunani.
  • Kesaktian Jayabaya, Raja Kediri yang ramalan-ramalannya terbukti terjadi.
  • Kisah Ken Dedes sebagai wanita paling cantik di dunia, bahkan betisnya bisa bercahaya.
  • Pertarungan Ajisaka dan Dewata Cengkar untuk melindungi rakyat Medang Kamulan.
  • Prabu Siliwangi yang berhasil menundukkan siluman harimau putih dan berhasil mendapat kesaktian luar biasa dari pusaka pemberian siluman itu.
  • Dewi Candra Kirana yang dikutuk menjadi keong dan dicari-cari oleh kekasihnya, Raden Inu Kertapati.

4. Fabel

Macam Macam Dongeng dan Contohya
Si Kancil, Dongeng Fabel Terpopuler di Indonesia (sumber: tertera)

Fabel adalah jenis dongeng yang tokohnya diperankan oleh binatang, tapi sifat dan perilakunya diserupakan dengan manusia. Tujuan fabel adalah untuk menyampaikan amanat dengan gaya bahasa ringan, karena fabel umumnya dipakai sebagai cerita pengantar tidur anak.

Contoh cerita fabel paling populer:

  • Seri cerita Si Kancil
  • Kelinci dan Kura-Kura
  • Bebek Buruk Rupa
  • Kisah Belalang dan Semut yang Rajin Bekerja

5. Hikayat

Kisah Aladdin Juga Masuk dalam Hikayat 1001 Malam
Kisah Aladdin Juga Masuk dalam Hikayat 1001 Malam (sumber: IMDB)

Macam dongeng yang kelima adalah hikayat, yaitu kumpulan prosa berbahasa Melayu yang menceritakan perjalanan hidup seseorang. Ada beberapa ciri dari sebuah hikayat, yaitu:

  • Mengandung cerita yang mustahil/tidak lumrah.
  • Tokoh utamanya punya keunggulan yang tidak dipunyai orang lain.
  • Istana-sentris atau berlatar belakang di kehidupan istana/dekat dengan raja-raja.
  • Memakai alur berbingkai (ada cerita utama dan cerita sisipan).
  • Menggunakan bahasa sastra tingkat tinggi.

Beberapa contoh hikayat yang populer di Indonesia:

  • Hikayat 1001 Malam
  • Hikayat Nabi Sulaiman
  • Hikayat Hang Tuah
  • Hikayat Rama dan Sinta
  • Hikayat Siti Nurbaya

6. Parabel

Bawang Merah dan Bawang Putih
Bawang Merah dan Bawang Putih (sumber: Lhimpape on Deviantart)

Parabel adalah jenis dongeng yang sengaja dibuat untuk menyampaikan pesan moral dari budaya atau agama tertentu, sehingga bersifat mendidik. Ciri-ciri utama dari dongeng parabel adalah:

  • Bisa berasal dari legenda, mite, sage, atau macam-macam dongeng lain yang telah disebutkan diatas.
  • Tidak terikat pada budaya tertentu.
  • Memiliki kesimpulan berbentuk nasehat.

Contoh dongeng parabel:

  • Klenting Kuning dan Ande-Ande Lumut, yang mengandung pesan moral bahwa cinta sejati tidak akan memandang fisik.
  • Malin Kundang, yang mengandung pesan moral bahwa seorang anak tidak boleh durhaka pada ibunya.
  • Frozen, yang mengandung pesan moral kalau sesama saudara harus saling menyayangi.
  • Bawang Merah dan Bawang Putih, yang mengandung pesan moral bahwa anak baik hati pada akhirnya akan mendapat kebahagiaan.

7. Dongeng Jenaka

Abu Nawas, Salah Satu Karakter Dongeng Jenaka Terlucu
(sumber: Wiki Commons)

Jenis dongeng dan penjelasannya yang terakhir adalah dongeng jenaka, yaitu dongeng yang tujuannya untuk menghibur, karena karakter-karakter dan peristiwa di dalamnya disampaikan dengan cara lucu serta mengundang tawa.

Contoh dongeng jenaka:

  • Kisah Abu Nawas dan Air Hujan
  • Si Kabayan
  • Lomba Antar Katak
  • Kisah Pak Banjir

Itulah bahasan tentang pengertian dongeng, ciri, unsur, sekaligus jenis jenis dongeng dan contohnya. Dongeng termasuk karya sastra yang mendidik sekaligus menghibur, sehingga akan sangat seru untuk dibaca! Apa dongeng kesukaanmu, sobat Stulit? Share di kolom komen yuk!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 7 Jenis-Jenis Dongeng, Ciri, Unsur, & Contohnya [MATERI LENGKAP]

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]
    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]