Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Biografi Joe Biden

4 min read

Joe Biden
Joe Biden, foto oleh Abcnews Go Com

Delegasi dari Partai Demokrat, Joe Biden berhasil memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020 dengan mengalahkan Donald Trump. Dari data penghitungan Fox News, Biden berhasil meraih suara sebanyak 49,7 persen. Sedangkan Trump memperoleh suara 49,2 persen, perbedaan yang sangat tipis.

Dibalik kesuksesan seorang Joe Biden, ternyata ia mengalami lika-liku manis pahit hidup yang panjang. Berikut ulasan lengkapnya.

Siapakah Joe Biden?

Joseph Robinette Biden atau yang dikenal dengan nama Joe Biden lahir di Scranton, Pennsylvania pada 20 November 1942.

Ia adalah seorang politikus Amerika yang saat ini terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. 

Joe Biden dilahirkan dari keluarga Joseph R. Biden, Sr. dan Catherine Eugenia Finnegan.

Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara dan menganut agama Katolik Roma.

Sebelum terjun di dunia politik, Joe Biden bekerja sebagai seorang jaksa. Ia juga menjadi senator Amerika termuda kelima dalam sejarah serta senator terlama di Delaware yaitu dari tahun 1973 hingga 2009. 

Biden pernah mencalonkan diri sebagai presiden tahun 2008 namun mengundurkan diri. Lalu calon dari Partai Demokrat, Barack Obama, memilihnya sebagai pasangannya.

Akhirnya Biden menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat ke-47 selama dua periode. 

Di akhir masa pemerintahannya, Obama memberikan penghargaan Biden dengan Presidential Medal of Freedom.

Dua tahun kemudian (April 2019) Biden mengumumkan kampanyenya dalam pemilihan presiden 2020.

Pada 11 Agustus, ia mengumumkan Kamala Harris dari California, seorang Senator Amerika Serikat, sebagai pasangannya.

Tahun-tahun Sebelumnya

Jauh sebelum meraih kesuksesan menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat, Joe Biden dibesarkan oleh seorang ayah yang bekerja sebagai cleaning furnaces (membersihkan tungku) dan penjual mobil bekas.

Biden diajarkan ayahnya untuk menjadi orang yang tangguh, kerja keras dan tekun. Ia selalu mengingat pesan ayahnya yang berbunyi, “Nilai seseorang bukanlah seberapa sering dia jatuh, tapi seberapa cepat ia bangkit.”

Joe Biden bersekolah di St. Paul’s Elementary School di Scranton. Pada tahun 1955, saat usia 13 tahun, ia bersama keluarganya pindah ke Mayfield, Delaware.

Semasa kecilnya Biden berjuang dengan gagapnya (mengalami kesulitan berbicara). Teman-teman Biden sering mengejek dengan memanggilnya dengan sebutan “Dash” dan “Joe Impedimenta”. Akhirnya ia mengatasi kesulitan bicaranya dengan sering berlatih berbicara di depan cermin dan melafalkannya dengan keras.

Biden melanjutkan sekolahnya di St. Helena School sampai ia diterima di Archmere Academy yang bergengsi.

Begitu besar keinginannya untuk bisa bersekolah, hingga ia rela bekerja dengan mencuci jendela sekolah dan mengurus kebun untuk membantu keluarganya membayar biaya sekolah.

Biden adalah siswa yang menonjol di tim sepak bola. Menurut pelatihnya, ia adalah salah satu penerima umpan terbaik dalam tim. Biden lulus dari Archmere Academy pada tahun 1961.

Kuliah dan Asmara

Setelah lulus dari Archmere Academy, Joe Biden melanjutkan pendidikannya di University of Delaware, di mana ia belajar ilmu sejarah dan politik serta bermain sepak bola.

Ia kemudian mengakui bahwa ia menghabiskan dua tahun pertamanya di universitas untuk ketertarikan terhadap sepak bola, wanita dan pesta dibandingkan akademik. Tapi pada tahun-tahun tersebut ia juga menunjukkan minatnya yang tajam di dunia politik. 

Pada perjalanan liburan musim semi ke Bahama, Biden bertemu dengan seorang mahasiswa Syracuse University bernama Neilia Hunter, di mana pada saat itu juga ia merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Karena rasa cintanya terhadap Neilia Hunter, Biden berusaha dengan sungguh-sungguh agar bisa sekolah di universitas yang sama.

Akhirnya, setelah lulus dari Delaware ia diterima di Syracuse University Law School pada tahun 1965 dan menikah dengan Hunter pada tahun 1966.

Mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Joseph Biden (lahir tahun 1969), Hunter Biden (lahir tahun 1970), dan Naomi Biden (lahir tahun 1971).

Kehidupan Pribadi

Seminggu sebelum Natal tahun 1972, Biden dilanda musibah. Istri dan ketiga anaknya terlibat dalam kecelakaan mobil yang mengerikan saat berbelanja untuk membeli keperluan pohon Natal.

Kecelakaan itu menewaskan istri dan putrinya, serta kedua putranya, Beau dan Hunter mengalami  luka-luka.

Pada tahun 1977 Biden menikah dengan Jill Tracy Jacobs dan dikaruniai seorang anak bernama Ashley yang lahir tahun 1981.

Pada 30 Mei 2015, Biden kehilangan putranya, Beau, yang meninggal pada usia 46 tahun setelah berjuang melawan kanker otak.

Karir Awal Politik

Setelah lulus dari sekolah hukum pada tahun 1968, Biden memulai karirnya dengan bekerja di sebuah firma hukum di Wilmington, Delaware.

Ia juga aktif menjadi anggota Partai Demokrat dan memulai firma hukumnya sendiri di tahun 1971 saat ia menjabat sebagai anggota Dewan New Castle County.

Pada tahun 1972, Partai Demokrat mendorong Biden yang saat itu masih berusia 29 tahun untuk mencalonkan diri menjadi senator Amerika Serikat, dan alhasil ia berhasil menjadi senator termuda kelima dalam sejarah AS.

Selama masa jabatannya dari tahun 1973 hingga 2009, Biden menjalani karir Senat dengan baik.

Ia memenangkan penghargaan sebagai salah satu ahli kebijakan luar negeri terkemuka, menjabat sebagai ketua Komite Hubungan Luar Negeri selama beberapa tahun. 

Banyaknya posisi kebijakan luar negerinya termasuk mengadvokasi pembatasan senjata strategis dengan Uni Soviet, mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Balkan, memperluas NATO untuk memasukkan negara-negara bekas blok Soviet dan menentang Perang Teluk Pertama.

Di tahun-tahun berikutnya, ia menentang penanganan Presiden George W. Bush atas Perang Irak dan menyerukan tindakan Amerika untuk mengakhiri genosida di Darfur.

Selain kebijakan luar negeri, Biden adalah pendukung untuk memperketat undang-undang kejahatan.

Pada tahun 1994, ia mensponsori Pengendalian Kejahatan Kekerasan dan Undang-Undang Penegakan Hukum untuk menambah 100.000 petugas polisi dan menambah hukuman untuk sejumlah kejahatan. 

Karir Kepresidenan

Pada tahun 1987, sebagai sebagai salah satu anggota parlemen Demokrat paling terkemuka di Washington, akhirnya Biden memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat.

Namun, ia mengundurkan diri setelah muncul laporan bahwa ia telah menjiplak bagian dari sebuah pidato.

Biden menderita sakit kepala parah selama kampanye, dan tak lama setelah itu dokter menemukan bahwa ia menderita dua aneurisma otak yang mengancam jiwanya.

Komplikasi dari operasi otak menyebabkan penggumpalan darah di paru-parunya, yang menyebabkan ia harus menjalani operasi lagi. Selalu tangguh, Biden kembali ke Senat setelah menjalani masa pemulihan selama tujuh bulan.

Pada tahun 2007, 20 tahun setelah pencalonan presiden pertamanya yang gagal, Biden sekali lagi memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS.

Terlepas dari pengalamannya selama bertahun-tahun di Senat, kampanye Biden gagal menghasilkan banyak momentum di bidang yang didominasi oleh Hillary Clinton dan Barack Obama.

Beberapa bulan kemudian, setelah Obama berhasil mengalahkan Clinton untuk mendapatkan nominasi dari Partai Demokrat, ia menunjuk Joe Biden untuk menjadi pasangannya.

Pada tanggal 2 November 2008, pasangan Barack Obama-Joe Biden memenangkan pemilihan presiden. Pada 20 Januari 2009, Obama dilantik sebagai presiden Amerika Serikat ke-44 dan Biden menjadi wakil presiden ke-47.

Obama dan Bieden menjabat sebagai presiden dan wakil presiden Amerika Serikat selama dua periode.

Pada 12 Januari 2017, Presiden Obama memberikan penghargaan Presidential Medal of Freedom kepada Biden, kehormatan sipil tertinggi negara, dalam sebuah kejutan di White House. Obama menyebut Biden sebagai “wakil presiden terbaik yang pernah dimiliki Amerika” dan menjulukinya sebagai “lion of American history”. 

Pada April 2019 Biden mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden tahun 2020 dan Agustus 2020 ia mengumumkan Kamala Harris sebagai calon wakil presiden.

Saat Kamala menjadi Jaksa Agung, ia dan Beau bekerjasama mengambil alih bank-bank besar, memberdayakan orang yang bekerja, dan melindungi wanita serta anak-anak dari pelecehan.

Pada 7 November 2020, empat hari setelah hari pemilihan, Joe Biden berhasil mengalahkan Donald Trump dan dinyatakan sebagai presiden terpilih ke-46 sekaligus tertua dalam sejarah Amerika Serikat dan Kamala Harris sebagai wakil presidennya.

Itulah biografi seorang Joe Biden, sangat inspiratif bukan? Selamat atas terpilihnya Joe Biden dan Kamala Haris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat periode 2020-2025.

Baca juga: Biografi Puan Maharani

Last Updated on November 10, 2020

Lutfi Maulida
Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top