1. Kelas 8 Bahasa Indonesia

Kalimat Deklaratif: Definisi, Ciri-Ciri, serta Contohnya

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga jenis kalimat yang diantaranya meliputi kalimat pernyataan, kalimat tanya, dan kalimat perintah. Kalimat pernyataan atau biasa disebut dengan kalimat deklaratif, secara umum adalah statement yang digunakan untuk memberikan informasi atau menyatakan suatu fakta. Apa saja ciri dan jenisnya? Simak artikel Studio Literasi kali ini sampai habis, ya, Kawan Literasi!

Definisi Kalimat Deklaratif

Sumber: grammarly

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kalimat deklaratif merupakan kalimat yang bersifat pernyataan ringkas dan jelas. Kalimat ini bersifat informatif dan memiliki makna yang menyatakan atau memberitahukan sesuatu kepada pembaca atau pendengar. Bagaimana cara mengidentifikasi kalimat ini? Simak ciri-cirinya berikut ini!

Ciri Kalimat Deklaratif

  • Diakhiri dengan Tanda Titik

Ciri yang paling tampak di awal untuk mengidentifikasi kalimat deklaratif ialah adanya tanda baca titik di akhir kalimat. Adanya tanda baca titik ini menandakan bahwa kalimat ini tidak memerlukan respon apapun atas informasi yang disampaikan dalam kalimat, baik dalam bentuk opini ataupun jawaban. 

  • Berisi Informasi atau Pernyataan

Memiliki sifat informatif, seperti definisinya, kalimat ini memuat informasi atau fakta yang disampaikan pada pembaca. Terkadang, terdapat tambahan opini dari penulis. Namun, informasi ini tidak dibuat dengan paksaan yang ditujukan pada orang lain.  

Artikel Terkait

  • Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap!
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 4:19 am

    Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama dari Sabang sampai Merauke. Bangsa lain juga mengenal Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya itu, berbagai flora dan fauna endemik telah menjadi ciri khas dari wilayah tertentu, telah melengkapi kekayaan alam bangsa kita. Dari besarnya sebuah The post Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 3:19 am

    Halo kawan literasi, pernahkan kalian melihat burung yang terbang bebas di angkasa? Mengapa mereka bisa terbang tinggi bersama kawanannya? Apa mereka tidak takut kekurangan oksigen? Kira-kira apa ya yang mereka terbang tanpa khawatir? Ternyata di angkasa ada namanya. atmosfer. Atmosfer tersebut merupakan lapisan bagian paling bawah dari lapisan lainnya, sehingga burung-burung tersebut masih bisa terbang The post Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 2:46 am

    Beratus-ratus tahun yang lalu, Bangsa Eropa telah mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu dengan ditandai dengan kemunduran pada zaman abad pertengahan. Namun setelah itu, masuklah zaman di mana menjadi cikal bakal bersinarnya Eropa sampai sekarang. Kejayaan tersebut dikenal dengan zaman Aufklarung yang dimana banyak terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.  Hmm, kira-kira nih The post Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 19 Februari 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Tidak Memerlukan Kata Tanya dan Kata Ajakan

Ciri kalimat deklaratif selanjutnya adalah tidak adanya kata yang bersifat ajakan atau pertanyaan, seperti apa, siapa, kenapa, dimana, ayo, silahkan, jangan, dan lain-lain. Sebab, adanya kata-kata tersebut akan mengubah fungsi kalimat dari pernyataan menjadi kalimat perintah ataupun kalimat tanya. 

  • Memiliki Intonasi Berita 

Karena sifatnya netral, kalimat ini dibacakan dengan intonasi berita atau mendatar, tidak seperti kalimat tanya ataupun kalimat perintah yang seringkali diakhiri dengan intonasi yang meninggi. 

Baca juga: Contoh Teks Negosiasi, Pengertian, & Strukturnya

Jenis Kalimat Deklaratif

Sumber: freepik

Setelah mempelajari definisi serta ciri-ciri kalimat deklaratif, Kawan Literasi juga perlu mengetahui beberapa jenis kalimat deklaratif. Secara garis besar, kalimat deklaratif terbagi menjadi kalimat aktif dan pasif. 

Kalimat Aktif

Kalimat aktif memiliki subjek yang melakukan suatu tindakan kepada objek. Kalimat ini terbagi menjadi 3, yaitu kalimat deklaratif transitif, intransitif, dan semitransitif, sebagai berikut: 

1. Kalimat Transitif

Kalimat deklaratif transitif adalah kalimat yang memerlukan objek di dalam kalimatnya. Biasanya kalimat ini ditandai dengan adanya predikat yang memiliki imbuhan me-. 

Contoh kalimat: 

  • Ibu guru menegur siswa laki-laki itu karena tidak memotong rambutnya dengan rapi. 
  • Ibu mengantarku hingga ke ruang kelas di hari pertamaku sekolah. 
  • Polisi itu menilang pengendara sepeda motor yang melanggar tata tertib lalu lintas. 
  • Ayah membeli sepeda baru untukku sebagai hadiah ulang tahun. 
  • Ibu selalu membaca dongeng sebagai pengantar tidur.

2. Kalimat Intransitif 

Berkebalikan dengan kalimat transitif, kalimat intransitif memiliki predikat yang tidak disertai objek di dalamnya. Umumnya, kalimat ini memiliki kata kerja dengan imbuhan ber-. 

Contoh kalimat: 

  • Kami berlari di pinggir kolam renang sebanyak sepuluh kali sebagai pemanasan sebelum olahraga renang.
  • Kakak dan adik itu selalu bertengkar hampir setiap saat.
  • Keluargaku akan berlibur ke Bali di akhir tahun ini.
  • Adik bergegas ke sekolah karena hampir terlambat.
  • Dua orang itu sedang bersenda gurau sejak tadi.

Baca juga: Imbuhan: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Contoh Lengkapnya

3. Kalimat Semi Transitif

Hampir mirip dengan kalimat intransitif, kalimat semitransitif juga tidak memerlukan objek, namun bisa menggunakan pelengkap. 

Contoh kalimat: 

  • Ia berjalan sendirian ke tempat kursus.
  • Karena kelelahan, temanku jatuh pingsan saat upacara bendera.
  • Ayah bekerja sambil minum kopi hitam kesukaannya.
  • Seorang anak segera bersembunyi di balik pohon saat main petak umpet. 

Kalimat Pasif

Kalimat deklaratif pasif memiliki subjek yang diberi tindakan oleh objek, berkebalikan dengan kalimat aktif. Kalimat ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kalimat pasif biasa dan kalimat pasif zero

1. Kalimat Pasif Biasa

Kalimat ini adalah kebalikan dari bentuk kalimat aktif transitif. Kalimat ini ditandai dengan kata kerja yang berimbuhan ke-an, di- dan ter-. 

Contoh kalimat: 

  • Pengendara sepeda motor itu ditilang oleh polisi karena melanggar rambu lalu lintas.
  • Siswa itu ditegur oleh guru karena tidak memakai atribut sekolah. 
  • Saat ujian, beberapa siswa ketahuan mencontek, kemudian dipanggil ke ruang guru. 
  • Seorang perampok akhirnya tertangkap setelah menghilang beberapa hari. 
  • Acara reuni akbar diadakan oleh angkatan 2019 di aula sekolah. 

2. Kalimat Pasif Zero

Kalimat pasif ini memiliki unsur predikat yang merupakan kata dasar yang terbentuk dari kata kerja. Biasanya, predikatnya memiliki akhiran -kan. 

Contoh kalimat: 

  • Kepala sekolah mengumumkan pemenang kompetisi pidato hari kartini setelah upacara bendera selesai. 
  • Ia mendapatkan banyak piala dari berbagai kompetisi yang diikutinya di tingkat provinsi dan nasional. 
  • Ibu memberikan informasi terkait libur sekolah selama dua hari kedepan. 

Baca juga: Kalimat Efektif: Ketahui Pengertian, Kriteria & Contohnya!

Setelah mengetahui ciri dan jenis kalimat deklaratif, Studio Literasi akan memberikan beberapa contoh lagi untuk memperkaya referensimu, Kawan Literasi. Berikut ini beberapa contoh kalimat deklaratif: 

Contoh Kalimat Deklaratif 

Sumber: pexels
  •  Kemarin Dina membeli sebuah sepeda baru.
  • Ayah berangkat kerja pukul 8 pagi.
  • Aku pergi ke sekolah dengan bis sekolah.
  • Kasus COVID kini sudah mereda. 
  • Fiksi merupakan salah satu genre literatur yang banyak disukai orang. 
  • Terdapat beberapa fungsi kalimat dalam bahasa Indonesia. 
  • Dia kehilangan kucing kesayangannya sejak seminggu lalu.
  • Kami menonton film bersama di bioskop.
  • Adik terjatuh dari sepeda saat belajar mengendarai sepeda roda dua. 
  • Ia pergi ke lapangan untuk lari pagi.
  • Ibu membeli sayur dan ikan di pasar tadi pagi. 
  • Ayah membaca sambil minum kopi di teras rumah. 
  • Kakak laki-lakiku berusia 25 tahun. 
  • Setiap hari, ayah membaca buku di ruang kerjanya.
  • Acara buka bersama akan dimulai pukul 5 sore.
  • Ibu mengajariku untuk membuat cheese cake
  • Novel bergenre drama sangat diminati oleh anak muda jaman sekarang. 
  • Adik suka makan makanan manis seperti permen dan coklat. 
  • Nenek akan datang ke rumah di akhir pekan.
  • Di luar sedang hujan deras.
  • Keluarga kami akan berlibur ke Singapura akhir tahun ini.

Baca juga: Contoh Kalimat Simpleks dan Kompleks, Apa Perbedaanya?

Gimana, Kawan LIterasi? Apakah kamu sudah lebih paham tentang kalimat deklaratif? Semoga pembahasan kali ini bermanfaat ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kalimat Deklaratif: Definisi, Ciri-Ciri, serta Contohnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]
    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]