Kelompok Sosial

3 min read

kelompok sosial
Kelompok Sosial, foto oleh Kompasiana Com

Manusia merupakan makhluk sosial dimana mereka tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Itulah yang membuat setiap individu harus berinteraksi dan saling berdampingan satu sama lain. Menurut pakar sosiologi, hal tersebut diartikan sebagai kelompok sosial. Kelompok sosial sendiri merupakan interaksi antara sekumpulan individu yang memiliki ikatan kebersamaan. Kelompok ini terbentuk berdasarkan atas dasar adanya kedekatan, interaksi, atau kesamaan geografis dan kepentingan. Untuk lebih jelasnya, Studioliterasi telah merangkumnya dalam artikel berikut yang akan membahas mengenai pengertian, ciri-ciri, syarat, jenis beserta contoh-contohnya.

Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial merupakan sekumpulan individu dengan karakteristik tertentu dan kesamaan identitas yang saling berinteraksi dengan pola yang terorganisir serta memiliki kesadaran kolektif sebagai satu kesatuan. 

Pengertian kelompok sosial menurut beberapa pakar sosiologi :

  1. Horton dan Hunt

Kedua ahli sosiologi ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai kumpulan manusia yang memiliki ikatan kebersamaan.

  1. Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto berpendapat bahwa kelompok sosial adalah kesatuan atau himpunan manusia yang hidup bersama sehingga ada hubungan sosial bersifat timbal balik dan saling mempengaruhi di antara mereka.

  1. Robert K. Merton

Berdasarkan buku yang ditulis oleh Kamanto Sunarto, pengertian kelompok sosial menurut Merton adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola-pola umum yang telah mapan.

  1. Paul B. Horfon

Kelompok sosial menurut Horfon yaitu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Sebuah perkumpulan orang dapat dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memenuhi syara-syarat berikut :

  • Setiap anggota kelompok sadar bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok tersebut
  • Terdapat hubungan timbal balik antar anggota kelompok
  • Setiap anggota memiliki faktor pengikat seperti kesamaan ideologi, latar belakang, dan keinginan
  • Terdapat struktur, kaidah, dan pola perilaku yang sama
  • Memiliki sistem dan proses demi kemajuan setiap anggota kelompok

Ciri-ciri Kelompok Sosial

Sekumpulan orang yang saling berinteraksi belum tentu dapat kita anggap sebagai kelompok sosial jika tidak memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Terdapat persamaan motif antara sesama anggota sehingga dapat menciptakan kerjasama dan interaksi yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama.
  • Adanya kesadaran setiap anggota kelompok sebagai bagian dari kelompok tersebut.
  • Terdapat hubungan timbal balik yang terjadi antara satu individu dengan individu lainnya.
  • Memiliki norma serta aturan yang disepakati bersama yang mana mengatur tentang tata cara bersikap dan berperilaku terhadap sesama anggota kelompok.
  • Adanya kesamaan visi, motif, dan tujuan.
  • Adanya rasa kebersamaan dan solidaritas antara anggota kelompok.
  • Merupakan sebuah kesatuan nyata yang dapat dibedakan dengan syarat terbentuknya.

Jenis dan Contoh Kelompok Sosial

Kelompok sosial dibagi menjadi beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan kriteria tertentu, yaitu sebagai berikut :

Kelompok Sosial Berdasarkan Kepentingan dan Wilayah

Kelompok ini merupakan sekumpulan orang yang hidup bersama dalam satu kesatun wilayah dan memiliki kepentingan bersama. Cakupan wilayah kelompok ini ada yang sempit ada juga yang sangat luas. Anggota kelompok ini memiliki ikatan emosional yang sama dan sepenanggungan. Berikut ini merupakan empat contoh kelompok berdasarkan kepentingan wilayahnya :

  • Bangsa, merupakan kelompok atau komunitas dengan cakupan yang sangat luas dan memiliki jumlah anggota yang sangat banyak. Setiap anggotanya memiliki kesamaan baik dari sejarah, bahasa, maupun kebudayaan. Yang terpenting dari bangsa yaitu adanya kesadaran para anggota bahwa mereka merupakan bagian dari suatu bangsa. Contohnya yaitu lahirnya bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan dasar kesepakatan setiap anggota untuk merdeka dan hidup bersatu.
  • Kota, merupakan kelompok di suatu wilayah yang memiliki jumlah anggota yang relatif banyak. Kota memiliki ciri khusus yaitu memiliki masyarakat yang beragam, baik dari segi pekerjaan, latar belakang budaya, tingkat pendidikan, agama dan lain sebagainya.
  • Desa, merupakan sebuah komunitas tempat tinggal dengan cakupan wilayah yang terbatas dan jumlah penduduk relatif sedikit. Desa memiliki ciri khusus yaitu masyarakat dengan sikap kekeluargaan yang tinggi serta aktivitas ekonomi yang berpusat pada sektor pertanian/agraris. 
  • Suku atau Kelompok etnik, merupakan kelompok minoritas dengan anggota yang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan dengan masyarakat umum. Sebuah suku terbentuk karena adanya migrasi, perbudakan, perang atau perubahan batasan wilayah politik. Contoh suku yang ada di Indonesia yaitu suku Sasak, suku Asmat, suku Dayak, dsb.

Kelompok Sosial Berdasarkan Sikap Anggota

Terdapat dua bentuk kelompok berdasarkan kesamaan sikap anggotanya, yaitu sebagai berikut :

  • Kelas sosial, merupakan sekumpulan individu yang memiliki tingkat kedudukan yang sama. Terbentuknya kelas sosial ini diukur dari tingkat kekayaan, pendidikan jabatan seseorang dan lain sebagainya.
  • Kelompok sosial, merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan baik dari segi asal-usul, golongan atau ciri-ciri fisik. Komunitas ini terbagi kedalam kelompok etnis, agama, ras dan gender.

Terdapat dua bentuk kelompok yang dibentuk atas dasar keturunan, yaitu sebagai berikut :

  • Kasta, merupakan suatu kelompok atau komunitas yang dibentuk atas dasar ikatan kelahiran. Kasta merupakan tipe kelompok yang tertutup dimana interaksi yang terjadi antara individu dengan kasta yang berbeda sangat dibatasi. Kelompok ini juga memiliki sebuah tradisi dan ritual tersendiri.Contohnya yaitu pada umat agama Hindu yang memiliki sistem kasta yang dibagi menjadi empat yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.
  • Bangsawan, merupakan sekumpulan individu yang terbentuk atas dasar ikatan kelahiran dari keluarga kerajaan. Contohnya yaitu pada masyarakat Jawa yang dikenal dengan sebutan kaum priyayi yang merupakan sebutan untuk keturunan raja yang terpelajar. Kaum priyayi ini menduduki posisi tertinggi dalam masyarakat dengan menempati berbagai jabatan pemerintah. 

Terdapat dua bentuk kelompok yang bersifat teratur :

  • Paguyuban (Gemeinschaft), merupakan kelompok dengan ikatan batin yang murni atau dapat diibaratkan seperti organ manusia yang tercipta dengan fungsinya masing-masing yang saling membutuhkan dan berkaitan satu sama lain. Sebagai contoh yaitu keluarga dan kerabat dekat.
  • Patembayan (Gesellschaft), merupakan sebuah kelompok dengan ikatan batin yang mekanis atau terbentuk atas dasar tujuan yang sama. Contoh dari sebuah patembayan yaitu partai politik, persatuan buruh, komunitas pecinta reptil, dll.

Terdapat dua bentuk kelompok yang bersifat tidak teratur :

  • Kerumunan, merupakan kumpulan individu di suatu wilayah dengan pola hubungan yang tidak tetap. Kelompok ini memiliki kepentingan yang bersifat sementara, terbatas serta tidak terorganisir. Contohnya yaitu penonton konser dan penumpang bus, dimana komunikasi mungkin terjadi namun tidak ada pola hubungan.
  • Publik, merupakan kelompok atau komunitas dalam skala luas yang berinteraksi dengan bantuan sebuah perantara atau alat-alat komunikasi. Publik merupakan komunitas yang bukan berupa kesatuan karena tidak adanya interaksi yang bersifat langsung. Contoh dari publik yaitu pendengar radio, pembaca majalah, dan penonton bioskop.

Last Updated on Oktober 22, 2020

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top