Kerajinan Bahan Keras

4 min read

Asbak Rokok Berbahan Dasar Kayu

Halo sobat Studioliterasi! Pasti kalian pernah mempelajari tentang kerajinan barang, kan? Setelah diartikel sebelumnya kita membahas tentang kerajinan bahan lunak, kali ini kita akan belajar lebih jauh tentang Kerajinan Bahan Keras. Yuk langsung simak penjelasannya!

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Sama seperti namanya, kerajinan bahan keras adalah sebuah produk kerajinan yang terbuat dari bahan keras. Kerajinan jenis ini telah menjadi komoditi untuk meningkatkan devisa negara. Beberapa pengrajin di Indonesia ada yang masih mempertahankan bentuk khas dari daerah tradisionalnya, tetapi ada juga yang mengikuti tuntutan pasar. Jenis kerajinan ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Bahan Keras Alami

Bahan keras alami adalah sebuah bahan yang diperoleh di sekitar seperti kayu, bambu, rotan dan lain-lain.

  1. Bahan Keras Buatan

Bahan keras buatan adalah bahan-bahan kerajinan keras yang harus diolah dulu sebelum digunakan untuk menjadi kerajinan seperti logam, fiberglass.

Produk-produk Kerajinan Barang Keras

  1. Kerajinan Logam

Kerajinan logam biasanya menggunakan teknik ukir, sistem cor, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bahan yang digunakan biasanya berupa besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Bahan logam biasa dibentuk menjadi sebuah perhiasan atau aksesoris, benda fungsional seperti: gelas, wadah serbaguna, meja, kursi, pagar, bahkan sampai piala.

  1. Kerajinan kayu

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang sebagian wilayahnya diisi oleh lautan dan hutan. Hutan yang tersebar di wilayah indonesia menjadi tempat pengrajin kayu. Karya kerajinan kayu adalah kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan bahan keras adalah kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.

  1. Kerajinan Bambu

Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai seni dan ekonomi yang tinggi. Sejak ratusan tahun lalu, orang Indonesia telah mengolah bambu untuk menjadi berbagai kebutuhan, dari yang sederhana hingga yang sangat rumit. Tampilan produk bambu sangat unik. Cara pembuatannya pun juga unik yaitu menggunakan teknik anyaman dan teknik tempel. Anyaman Indonesia sudah terkenal di mancanegara dengan berbagai motif dan bentuk yang menarik.

  1. Rotan

Rotan memiliki sifat yang kuat dan lentur maka dari itu rotan sangat cocok dibuat kerajinan bahan keras. Teknik yang digunakan untuk membuat kerajinan dari rotan adalah anyaman. Contoh hasil kerajinan bahan keras yang dibuat menggunakan rotan yaitu meja, kursi, dan tempat makan.

  1. Kerajinan Batu

Batu yang digunakan untuk membuat kerajinan bahan keras biasanya menggunakan batu hitam yang sangat keras, dan batu padas berwarna putih atau coklat. Teknik untuk mengolah batu menjadi kerajinan bahan keras adalah teknik ukir dan pahat. Selain itu, batu juga digunakan sebagai kerajinan yang berfungsi sebagai interior dan exterior.

  1. Kerajinan Kaca(Fiberglass)

Fiberglass adalah kaca air yang ditarik menjadi tipis. Fiberglass biasanya digunakan untuk badan mobil dan bangunan kapal. Kerajinan fiberglass membutuhkan beberapa campuran dalam proses pembuatannya seperti resin, katalis, serat fiber, polish.

Fungsi Produk Kerajinan Bahan Keras

Apakah kalian tahu bahwa kerajinan dari jenis bahan yang keras bukan hanya untuk hiasan rumah saja loh! Kerajinan jenis ini juga memiliki fungsi yang lain, yaitu:

  1. Benda Hias

Kerajinan jenis ini berfungsi sebagai pajangan atau hiasan. Untuk fungsi ini, kerajinan lebih memiliki unsur keindahan daripada kegunaannya.

  1. Benda Pakai

Kerajinan jenis ini juga digunakan sebagai benda pakai yang berarti memiliki nilai guna yang lebih, sedangkan unsur keindahannya hanya sebagai pendukung.

Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Kerajinan bahan keras tidak lepas dari unsur-unsur estetik yang sangat penting untuk mewujudkan karya seni atraktif dan bernilai ekonomis. Pada produk kerajinan bahan keras, aspek fungsi menempati porsi utama. Oleh karena itu, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi kenyamanan, keamanan dan keindahan

Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Produk Kerajinan dari Indonesia sudah dikenal mancanegara sejak dulu. Produk tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah. Setiap motif ragam hias yang lainnya memiliki fungsi keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat. Seperti contoh daerah yang memiliki kerajinan yang melambangkan nasihat.

  1. Jepara
  2. yogyakarta
  3. Cirebon
  4. Bali
  5. Toraja
  6. Palembang
  7. Kalimantan

Masih ada banyak daerah yang memiliki motif ragam hias. Kreasi bangsa Indonesia perlu kita syukuri.

Teknik Pembuatan Produk Kerajinan Bahan Keras

Beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan keras, diantaranya:

  • Teknik Cor (cetak tuang)

Teknik cor sudah ada sejak kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia. Terdapat beberapa benda kerajinan yang terbuat dari bahan perunggu seperti gendering perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan.

  • Teknik Tuang Berulang (bivalve)

Bivalve memiliki arti bi berarti dua dan valve berarti kepingan, adalah teknik yang menggunakan dua keping cetakan yang dirapatkan terbuat dari batu dan dapat digunakan berulang kali sesuai dengan kebutuhan. Teknik ini digunakan untuk mencetak sebuah benda yang sederhana, baik bentuk maupun hiasannya.

  • Teknik tuang sekali pakai (a cire perdue)

Teknik tuang sekali pakai sering digunakan pada benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali  dengan membuat pola dari tanah liat. Selanjutnya sebuah pola dilapisi oleh lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian benda dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah sebuah rongga. Kemudian perunggu dituangkan ke dalamnya. Setelah dingin, cetakan tanah liat sudah bisa dipecah dan menjadi benda perunggu yang diinginkan.

  • Teknik Menempa

Di samping teknik cor ada juga teknik menempa yang menggunakan bahan dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan, seperti keris, piring, teko, dan lain-lain. Untuk saat ini sudah banyak sentra-sentra kerajinan jenis ini seperti kerajinan perak. Tempat yang terkenal akan kerajinan perak yaitu daerah Celuk yang berada di Bali dan kerajinan kuningan yang terdapat di Boyolali.

  • Teknik Etsa

Kata etsa berasal dari bahasa Jerman yaitu kata etch yang berarti memakan, korosi, atau, berkarat. Kata etching berarti mengetsa. Benda-benda logam dapat dietsa dengan merendamnya dalam larutan etsa. Untuk menghindari daerah yang tidak ingin dietsa oleh larutan asam, seluruh permukaannya dilapisi dengan bahan penolak asam, yaitu resist. Sementara itu bagian yang ingin di etsa sesuai dengan desain dibiarkan terpilih untuk dietsa sesuai dengan desain dibiarkan terbuka dan terkena pengikisan asam. Secara bertahap, asam akan melarutkan dan mengikis ke tempat-tempat yang terbuka sampai di tingkat yang diinginkan sehingga permukaannya turun sampai di bawah permukaan aslinya. Sementara itu logam yang dilindungi oleh resist akan tetap utuh.

Larutan yang digunakan untuk teknik etsa terdiri atas larutan asam organik, asam mineral anorganik, atau campuran dari keduanya. Sebagian asam mempunyai daya kikis yang sangat baik untuk logam-logam tertentu, sedangkan sebagian asam lain ternyata hanya sedikit atau bahkan tidak mempunyai pengaruh sama sekali terhadap logam-logam tertentu lainnya. Kombinasi dari keduanya justru dapat melarutkan logam-logam di dalam larutan tersebut. 

Sukses tidaknya mengetsa ini tergantung pada pengendalian yang sangat hati-hati terhadap kekuatan larutan asam. Pemakaian bahan penolak asam atau resist (bahan pelindung) pada logamnya membutuhkan teknik dan keterampilan dalam membuat desainnya agar tetap terbuka , serta perhitungan waktu pengukuran dan pengikisan asamnya perlu diperhatikan, agar gambar etsa bisa muncul di permukaan logam dengan derajat keteraturan dan kedalaman yang diinginkan. 

  • Teknik Ukir

Karya ukir sudah diketahui bangsa Indonesia sejak Zaman Batu Muda. Pada saat itu, banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda itu memiliki ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig-zag, dan segitiga. Selain sebagai hiasan, ukiran juga mengandung makna simbolis dan religius. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis kerajinan ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. 

  • Teknik Ukir Tekan

Teknik ukir tekan adalah sebuah teknik membuat hiasan di atas permukaan pelat logam tipis dengan ketebalan sekitar 0,2 mm untuk plat logam kuningan dan pelat logam tembaga memiliki ketebalan hingga 0,4 mm. Alat yang kerap dipakai untuk ukir tekan ini yaitu dibuat dari bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah dibentuk sesuai kebutuhan ukir tekan. Jika tanduk sulit didapat, masih bisa menggunakan bambu ataupun kayu. Cara menggunakan alat ukir tekan ini adalah dengan menekan permukaan benda kerja dengan menggunakan alat ukir tekan dan mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang sudah ditentukan.

  • Teknik Bubut

Pekerjaan membubut, diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayat dan membentuk benda adalah pahat bubut. Hasil dari kerajinan teknik bubut ini akan berbentuk simetris, bulat dan rapi. Contoh karya kerajinan dengan teknik bubut adalah asbak kayu, vas bunga kayu, dan benda-benda mainan.

Baca juga:
Teknik Bubut

  • Teknik Anyam

Anyaman adalah sebuah teknik seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpangtindihkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman. Bahan keras yang digunakan untuk membuat kerajinan teknik anyaman, antara lain bambu, rotan.

Itulah penjelasan mengenai kerajinan bahan keras mulai dari pengertian, produk, fungsi, nilai estetika dan ergonomis, motif dan ragam hias, serta teknik-teknik pembuatannya. Semoga bermanfaat!

Baca juga artikel menarik lainnya:
Kerajinan Bahan Lunak
Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan

Last Updated on Oktober 5, 2020

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top