Lovely fida nurfaiziah Happy to communicate you about new insight

Khulafaur Rasyidin: Pengertian, Sejarah, Biografi dan Sifat Teladannya

4 min read

khulafaur rasyidin
Khulafaur Rasyidin, Foto oleh Kompas Com

Khulafaur rasyidin merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi didengar oleh sebagian besar umat muslim. Keterkaitannya dengan Nabi muhammad SAW membuat istilah tersebut sering kali ikut diceritakan dalam berbagai kisah Nabi. 

Namun, apakah kalian sudah tahu apa sebenarnya pengertian khulafair rasyidin? Lalu siapa saja yang termasuk di dalamnya? Di bawah ini Studio Literasi telah merangkum secara lengkap pengertian, biografi dan sejarah khulafaur rasyidin.

Pengertian Khulafaur Rasyidin

Khulafaur rasyidin berasal dari istilah khulafa’ dan ar-rasyidin. Khulafa atau khalifa berarti pengganti sedangkan ar-rasyidin artinya mendapat petunjuk. Maka secara bahasa pengertian khulafaur rasyidin adalah pengganti yang telah ditunjuk atau orang yang telah ditunjuk sebagai pengganti.

Sedangkan secara istilah, pengertian khulafaur rasyidin adalah pemimpin umat sekaligus kepala negara yang telah ditunjuk oleh Allah SWT untuk menggantikan Nabi Muhammad SAW.

Istilah Khulafaur rasyidin adalah sebutan bagi empat khalifah pertama Islam, yang di antaranya adalah:

  • Abu Bakar Ash-Shiddiq (632-634 Masehi)
  • Umar Bin Khattab (634-644 Masehi)
  • Utsman bin Affan (644-655 Masehi)
  • Ali bin Abi Thalib (655-661 Masehi)

Sejarah Khulafaur Rasyidin

Sejarah khulafaur rasyidin dimulai ketika Nabi Muhammad SAW meninggal dunia pada tahun 632 Masehi atau 11 Hijriah. Karena kekosongan kepemimpinan saat Rasul wafat, maka dipilihlah seorang khalifah untuk menggantikan Nabi Muhammad SAW dalam memimpin umat Islam.

Masa khulafaur rasyidin adalah periode terpenting dalam sejarah perjalanan Islam. Perkembangan agama islam pada saat itu sangat pesat, tidak hanya dalam bidang agama namun juga dalam bidang politik dan ekonomi.

Biografi Khulafaur Rasyidin

Berikut penjelasan mengenai masing-masing biografi khulaufaur rasyidin.

1. Abu Bakar Ash Shidiq

khulafaur rasyidin abu bakar ash shiddiq
Ilustrasi Tokoh Abu Bakar Ash Shidiq, Foto Oleh Beritasulteng Com

Dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Rasulullah, Abu Bakar Ash Shidiq dikenal juga dengan sebutan Assabiqunal Awwalun karena termasuk orang yang paling awal memeluk agama Islam. Sebagai seorang sahabat, Abu Bakar selalu membenarkan semua perkataan Rasulullah. Oleh karena itu Rasul memberikan nama Ash Shidiq yang berarti benar.

Abu Bakar Ash Shidiq lahir di tahun 573 Masehi di Kota Mekah. Nama aslinya adalah Abdullah bin Abi Quhafah at-Tamimi. Beliau lahir dari orang tua bernama Uthman Abu Quhafa dan Salma Ummul Khair. 

Khalifah Abu Bakar diangkat berdasarkan musyawarah antara kaum Anshar dan Muhajirin yang berlangsung di Saqifah Bani Sa’idah. Selain menjadi sahabat terdekat nabi, sepeninggalnya Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat menggantikannya. Oleh karena itu, beliau dinilai mampu meneruskan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Masa khulafaur rasyidin Abu Bakar Ash Shidiq terhitung 2 tahun 3 bulan dari tahun 632-634 Masehi, Khalifah Abu Bakar telah memiliki pencapaian yang luar biasa, di antaranya adalah pemberantasan terhadap penolak membayar zakat, menyusun dan menulis mushaf Al-Quran, meringkas nabi palsu dan membela orang-orang yang memeluk agama islam.

Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq meninggal dunia dikarenakan sakit, lalu beliau mewariskan sebuah wasiat agar Umar bin Khattab menggantikan kepemimpinannya.

Sifat Keteladanan Abu Bakar

Abu Bakar Ash Shidiq merupakan sosok yang terpelajar dan dapat dipercayai menafsirkan mimpi seseorang. Sebagai sahabat yang dipercaya Nabi Muhammad, beliau juga dikenal dermawan, penyabar, rendah hati serta memiliki tekad yang begitu kuat.

2. Umar Bin Khattab

umar bin khattab
Ilustrasi Tokoh Umar Bin Khattab, Foto Oleh iNews

Umar Bin Khattab merupakan salah satu khulafaur rasyidin sekaligus tokoh islam yang dikenal keras, tegas dan berani serta paling berpengaruh. Sama seperti Abu Bakar, Umar juga termasuk salah satu sahabat terdekat dan pelindung utama Nabi Muhammad SAW sekaligus ayah dari istri Rasul, Hafshah.

Memiliki nama lengkap Umar Bin Khattab bin Nufail, Umar adalah keturunan Abdul Uzza Al-Quraisy dari salah satu suku yang dikenal mulia, suku Adi. Orang tuanya bernama Khattab bin Nufail dan Hantamah binti Hasyim. Umar Bin Khattab lebih tua empat tahun dari Nabi Muhammad, beliau masuk Islam di tahun kelima kenabian.

Masa khulafaur rasyidin Umar Bin Khattab terhitung 10 tahun lebih 6 bulan dari tahun 634-644 Masehi, beliau mendapatkan gelar Amir Al Mukminin (komandan orang-orang yang beriman) berkat keberhasilannya dalam menaklukkan beberapa daerah. Islam berhasil mengambil alih Armenia, Syria, Palestina, Mesir, Afrika Utara dari kekaisaran Romawi serta Mesopotamia dan Persia.

Penaklukan tersebut membawa dampak positif, di antaranya pertumbuhan islam yang semakin pesat dan kondisi politik yang semakin stabil. Gebrakan besar dalam bidang ekonomi juga terjadi di bawah kekhalifahan Umar dengan dibentuknya lembaga keuangan negara, yaitu Baitul Maal.

Sebelum wafat, Khalifah Umar Bin Khattab mengangkat komisi pemilih (Syura) untuk memilih penerusnya. Beliau wafat karena tikaman dari seorang budak bernama Abu Luluah saat hendak mendirikan shalat subuh di masjid Nabawi pada i Muharam 23 H/644 M.

Sifat Keteladanan Umar Bin Khattab

Umar Bin Khattab memiliki gelar Al Faruq yang berarti tegas membedakan benar dan salah. Beliau tumbuh sebagai tokoh yang disegani dan dihormati oleh masyarakat Mekah. Sikapnya yang tegas dan pemberani seringkali dijadikan tauladan oleh para umat muslim.

3. Usman bin Affan

khulafaur rasyidin ustman bin affan
Ilustrasi Tokoh Ustman Bin Affan, Foto Oleh Inilahkoran Com

Atas ajakan Abu Bakar Ash Shidiq, Utsman bin Affan masuk islam pada usia 30 tahun. Salah satu sahabat dekat Rasulullah ini mendapatkan gelar Dzun Nurain yang berarti dua cahaya karena menikahi dua putri Rasulullah sekaligus secara berurutan setelah salah satunya meninggal yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Ustman bin Affan terlahir dari keluarga yang terpandang dan berkecukupan dari segu ekonomi. Nama aslinya adalah Ustman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah dari suku Quraisy. Ketika hijrah ke Abenesia, Ustman menyumbang 50 bagal, 950 unta serta 1000 dirham dalam rangka ekspedisi melawan Bizantium di perbatasan Palestina untuk kepentingan umat muslim.

Khalifah Ustman bin Affan dipilih berdasarkan proses pemilihan oleh badan Syura yang telah dibentuk Umar Bin Khattab. Khlifah Ustman memiliki masa khulafaur rasyidin terlama, terhitung dari tahun 644-656 Masehi. Selama kepemimpinannya beliau telah memberikan jasa besar bagi umat Islam dari perannya dalam mengumpulkan, menyalin dan membukukan ayat-ayat Al-Quran.

Khalifah Ustman bin Affan meninggal dunia karena dibunuh oleh sekelompok orang yang mengepung rumahnya saat beliau sedang membaca Al-Quran tepat pada 17 Juni 656 Masehi.

Sifat Keteladanan Utsman Bin Affan

Meskipun berasal dari keluarga yang berada dan terpandang, namun Ustman bin Affan memiliki sikap yang sangat dermawan dan rendah hati. Beliau juga dikenal memiliki akhlak yang baik dan integritas yang tinggi. Sebagai seorang saudagar muda yang kaya dan cerdas, beliau sering kali menyumbangkan hartanya demi kepentingan umat muslim.

4. Ali bin Abi Thalib

khulafaur rasyidin ali bin abi thalib
Ilustrasi Tokoh Ali Bin Abi Thalib, Foto Oleh Nulamongan Com

Ali bin Abi Thalib adalah khalifah terakhir yang masuk dalam nama-nama khulafaur rasyidin. Beliau merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW setelah menikahi Fatimah Az-Zahra. Sejak umur 6 tahun, Ali telah diasuh oleh Rasul, sehingga beliau berkesempatan menjadi orang kedua yang menerima dakwah Rasulullah dan masuk islam sejak umur 10 tahun.

Masa khulafaur rasyidin Ali bin Abi Thalib merupakan periode tersulit, di mana pada masa tersebut terjadi perang saudara pertama kali dalam sejarah Islam yang menyebabkan kematian Khalifah Ustman bin Affan. Berkat kegagahannya, khalifah Ali bin Abi Thalib mendapatkan gelar Karamallahu Wajhahu yang berarti semoga Allah memuliakannya.

Selama kepemimpinannya dari tahun 656-661 Masehi, Khalifah Ali bin Abi Thalib banyak berjasa dalam membenahi keuangan negara, memajukan ilmu nahwu (Bahasa Arab) dan menyebarkan agama Islam hingga ke daerah Barat India.

Sifat Keteladanan Ali Bin Abi Thalib

Ali Bin Abi Thalib dikenal sebagai sosok yang sederhana dan Zuhud. Ali juga memiliki pribadi saleh dan adil yang telah diakui oleh kaum Sunni dan Syiah.  Keberaniannya dalam menjadi panglima perang membuatnya disegani dan dihormati oleh berbagai kalangan. 

Itulah pembahasan kita mengenai keempat biografi khulafaur rasyidin beserta sifat tauladannya. Semoga kita bisa meneladani sikap baik para khalifah dan menjauhi sifat buruk yang dibenci Allah SWT. Semoga ilmunya bermanfaat, ya!

Baca Juga: Biografi & Kisah Umar Bin Khattab Yang Patut Diteladani

Last Updated on April 16, 2021

Avatar
Lovely fida nurfaiziah Happy to communicate you about new insight

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top