1. Kelas 7 IPA

Klasifikasi Makhluk Hidup

Bumi yang kita  tinggali ini memiliki berbagai jenis makhluk hidup yang bahkan mungkin tidak semuanya kita ketahui namanya. Beragamnya makhluk hidup ini kemudian mendorong para ahli biologi untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup.

Klasifikasi ini dilakukan pada spesies-spesies organisme yang ada di muka bumi secara berkelanjutan. Kali ini, Studioliterasi akan mengajakmu untuk mempelajari lebih dalam tentang klasifikasi makhluk hidup. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian

Klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup adalah suatu cara untuk memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan-golongan atau unit-unit tertentu yang lebih kecil.

Tujuan

Awalnya, seorang ahli Biologi asal Swedia bernama Carlous Linnaeus melakukan klasifikasi makhluk hidup menjadi 2 kelompok saja, yaitu dunia hewan dan dunia tumbuhan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, pengelompokan makhluk hidup ini menjadi semakin berkembang dan semakin banyak.

Lalu apa tujuan dari klasifikasi makhluk hidup? Tujuan klasifikasi makhluk hidup, yakni untuk mempermudah dalam mengenali, membandingkan dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan artinya mencari perbedaan atau persamaan sifat makhluk hidup. Selain itu klasifikasi juga memiliki tujuan lain yakni sebagai berikut.

Artikel Terkait

  • Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 10 Mei 2024 at 10:44 am

    Tari Merak, tarian tradisional Indonesia yang asalnya dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal dengan gerakannya yang anggun dan penuh makna, tetapi juga kostumnya yang indah. Mulai berkembang pada sekitar tahun 50-an, oleh seorang koreografer saat itu, Raden Tjetjep Soemantri. Eits, tarian ini sudah mendunia, lho! Bahkan, saat ini Tari Merak sudah masuk daftar UNESCO dengan The post Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on 8 Mei 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 16 April 2024 at 1:24 am

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas The post Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

1. Mempermudah proses mempelajari makhluk hidup 

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. Dengan adanya pengklasifikasian tersebut, kita bisa lebih mudah untuk mengetahui jenis makhluk hidup apa saja yang memiliki ciri-ciri yang serupa.

2. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup

Tingkatan takson yang diperkenalkan oleh Linnaeus dapat membantu kita untuk mengetahui hubungan kekerabatan antarhmakluk hidup satu dengan yang lain. Dengan mengenal ciri-ciri makhluk hidup dari tingkatan takson, kita bisa memahami hubungan kekerabatan pada makhluk hidup.

3. Membedakan antara makhluk hidup yang satu dengan lainnya 

Berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, kita bisa mengetahui serta membedakan makhluk hidup yang satu dengan lainnya. Misalnya, antara kera dengan monyet. Meskipun keduanya tampak mirip namun keduanya memiliki nama ilmiah yang berbeda karena terdapat ciri khusus yang membedakan keduanya.

4. Untuk menyederhanakan objek studi 

Jumlah makhluk hidup di bumi ada jutaan. Untuk mempelajarinya, tentu dibutuhkan waktu yang sangat lama. Oleh karena itu perlu dilakukan klasifikasi ilmiah agar objek studi menjadi lebih sederhana. Hal ini akan mempermudah kita untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup karena telah dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri.

5. Menamai atau memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya 

Seiring dengan perkembangan waktu, penemuan-penemuan berbagai spesies baru terus terjadi. Banyak dari spesies-spesies baru tersebut belum memiliki nama, sehingga perlu dilakukan klasifikasi makhluk hidup dengan melihat ciri-ciri spesies yang ditemukan. Dengan demikian, nantinya spesies baru tersebut dapat memiliki nama sesuai dengan ciri-ciri yang ditunjukkan.

Manfaat

Klasifikasi makhluk hidup bermanfaat bagi kita untuk:

  1. Memudahkan mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam
  2. Mengetahui apa saja jenis-jenis makhluk hidup
  3. Mengetahui apakah di antara makhluk hidup satu dengan yang lain memiliki hubungan kekerabatan.

Urutan/Tingkatan Klasifikasi

Urutan klasifikasi makhluk hidup meliputi dua subjek, yakni klasifikasi hewan dan tumbuhan. Berikut tingkatan klasifikasi makhluk hidup selengkapnya.

tingkatan-klasifikasi-makhluk-hidup
Tingkatan klasifikasi makhluk hidup, Foto oleh Definisi Pengertian Net

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem klasifikasi yang kita kenal dan akan kita pelajari saat ini merupakan perkembangan klasifikasi makhluk hidup yang berkelanjutan. Perkembangan tersebut di antaranya, yakni klasifikasi 2, 3,4,5 dan 6 kingdom. Berikut uraiannya.

Sistem klasifikasi 2 kingdom

Sistem klasifikasi jenis ini mengelompokkan organisme menjadi 2 dunia besar, yaitu dunia tumbuhan (Kingdom Plantae) dan dunia hewan (Kingdom Animalia).

1. Dunia tumbuhan (Kingdom Plantae)

Dunia tumbuhan meliputi semua makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri berdinding sel, berklorofil dan dapat melakukan fotosintesis.

Termasuk di dalamnya jamur dan bakteri. Meski keduanya tidak berklorofil tetapi tetap masuk dalam kingdom Plantae. Contoh: tumbuhan paku, lumut, ganggang hijau.

2. Dunia hewan (Kingdom Animalia)

Dunia hewan meliputi makhluk hidup yang tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dan dapat bergerak bebas.

Contoh: hewan berpori (Porifera), cacing (Vermes), hewan berongga (Coelenterata), hewan bersel satu (Protozoa), hewan lunak (Mollusca), dan hewan bertulang belakang (Chordata).

Sistem klasifikasi 3 kingdom

Apabila pada klasifikasi 2 kingdom, jamur termasuk dalam Kingdom Plantae, maka dalam sistem klasifikasi makhluk hidup 3 kingdom, jamur menduduki kingdom tersendiri.

Ini disebabkan karena dinding sel jamur bukan terdiri dari selulosa layaknya dinding sel tumbuhan, melainkan dari bahan bernama kitin. Selain itu, jamur juga disebut sebagai tanaman heterotrof artinya tanaman yang tidak bisa membuat makanan sendiri.

1. Dunia jamur (Kingdom Fungi)

Meliputi semua jenis organisme yang memperoleh makanan secara heterotrof dengan cara menyerap makanan (Absorpsi). Jamur mendapatkan makanan dari makhluk hidup lain (Parasit) maupun dengan cara menyerap dari makhluk hidup yang telah mati (Saprofit).

Ciri-ciri jamur adalah:

  • Eukariotik. Eukariotik artinya sel yang memiliki selaput membran inti (nukleus).
  • Multiseluler
  • Dinding sel terbuat dari kitin.
  • Anggota-anggota Kingdom Fungi tidak memiliki pigmen fotosintetik. Oleh karena itu, mereka heterotrofik.

2. Dunia tumbuhan

Meliputi segala organisme yang mampu membuat makanannya sendiri (Autotrof) melalui proses fotosintesis.

Ciri-ciri kerajaan tumbuhan adalah:

  • Eukariotik
  • Multiseluler
  • Dinding sel terbuat dari selulosa
  • Anggota kelompok Plantae mengandung pigmen fotosintesis dan mendapatkan energi mereka melalui itu. Oleh karena itu mereka autotrofik.

3. Dunia hewan

Meliputi segala organisme yang memperoleh makanannya secara heterotrof dengan cara memakan organisme lain.

Sistem klasifikasi 4 kingdom

Sistem klasifikasi makhluk hidup jenis ini berkembang pascaditemukannya inti sel (nukleus). Ada organisme yang inti sel nya tidak memiliki selaput, ada juga organisme yang inti sel nya diselubungi selaput.

1. Kingdom Monera
Anggota kingdom Monera semuanya tidak mempunyai selaput inti. Oleh karena itu mereka disebut organisme prokariotik. Misalnya, bakteri dan ganggang biru-hijau.

2. Kingdom Fungi
Semua jenis jamur dimasukkan ke dalam kingdom fungi.

3. Kingdom Plantae
Semua ganggang (kecuali ganggang biru-hijau), tumbuhan paku, tumbuhan lumut, dan tumbuhan biji termasuk dalam klasifikasi kingdom ini.

4. Kingdom Animalia
Yang termasuk ke dalam kingdom animalia adalah semua hewan mulai dari Protozoa hingga Chordata termasuk ke dalam kingdom animalia.

Sistem klasifikasi 5 kingdom

Adanya kemajuan IPTEK membuat Whittaker kemudian mengusulkan klasifikasi makhluk hidup menjadi 5 kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Di sistem ini, tanaman ganggang yang sebelumnya dimasukkan di kingdom Plantae, serta Protozoa yang dahulu dimasukkan di dalam kingdom Animalia kemudian dikelompokkan menjadi satu kingdom, yaitu Kingdom Protista.

1. Kingdom Monera
Kingdom monera terdiri atas makhluk hidup prokariotik, tidak memiliki mitokondria, lisosom, badan golgi, dan retikulum endoplasma. Di dalam kingdom ini makhluk hidup berkembang biak dengan membelah diri

Ahli mikrobiologi membagi bakteri menjadi dua, yaitu eubacteria dan archaebacteria.

  • Eubacteria adalah kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana dan hidup di lingkungan biasa
  • Archaebacteria adalah kelompok bakteri yang dapat hidup di lingkungan ekstrim, misalnya pada sumber air panas, di dalam laut dengan kadar garam tinggi, atau di tempat yang asam.

2. Kingdom Protista
Kingdom Protista terdiri dari organisme yang mempunyai selaput inti dan bersel tunggal dan bisa ditemui di mana saja. Protista memiliki tiga kelompok, yaitu protista menyerupai tumbuhan (Ganggang), dan protista menyerupai jamur, protista menyerupai hewan (Protozoa).

Ciri-ciri: Hampir semua protista hidup di air karena mereka tidak mempunyai pelindung yang dapat menjaga tubuhnya dari kekeringan.

3. Kingdom Fungi
Biasanya bersel banyak, mempunyai membran inti sekaligus berperan sebagai dekomposer pada lingkungan. Jamur memperoleh makanan dengan cara saprofit atau parasit.

4. Kingdom Plantae
Merupakan organisme yang memiliki membran inti yang bisa membuat makanannya sendiri dan bersel banyak. Biasanya kingdom ini hidup di darat. Cara berkembang biak bisa secara kawin dan tidak kawin.

5. Kingdom Animalia
Merupakan organisme yang memakan makhluk hidup lain untuk kebutuhan makanannya. Sel hewan tidak mempunyai dinding sel.

Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Sistem klasifikasi enam kingdom terdiri dari Monera, Protista, Plantae, Fungi, Animalia dan virus. Namun virus belum dapat dikatan sebagai sel karena tubuhnya hanya terdiri dari asam nukleat yang diselubungi oleh protein. Jika berada di luar sel hidup, virus merupakan benda mati dan virus hanya bisa bertahan hidup dan memperbanyak diri dari sel hidup inangnya. Anggota sistem klasifikasi 6 kingdom ini terdiri dari anggota sistem klasifikasi 5 kingdom ditambah dengan kingdom virus.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Klasifikasi Makhluk Hidup

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Kalau pada cermin cekung, sifatnya konvergen. Nah, pada Cermin cembung, sebuatannya sebagai cermin divergen. Lantaran termasuk jenis cermin yang permukaannya melengkung ke luar seperti bola. Sehingga memiliki sifat-sifat khusus yang berbeda dari cermin datar dan cermin cekung. Artikel ini bakal mengulas secara mendalam mengenai beberapa aspek, termasuk bentuk, sifat, rumus, contoh soal serta penerapannya dalam […]
    Pesawat sderhana Bidang miring, sebuah materi biasanya kamu dapatkan saat berada pada kelas 8 SMP. Cakupan materinya paling meliputi definisi, cara kerja, jenis benda hingga penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kalau SMA (IPA) masuknya dalam mata pelajaran Fisika pembahasannya lebih detail, terdapat rumus untuk menghitungnya. Semua itu bakal terbahas secara lengkap melalui artikel ini. Barangkali […]

    Trending

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah […]
    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi […]
    Tekanan zat cair atau tekanan hidrostatis merupakan salah satu konsep utama dalam fisika yang memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama jika berkaitan dengan kedalaman dan air. Melalui artikel ini Sobat Literasi bakal mengetahui beberapa aspek tentang tekanan zat cair, mulai dari definisi, sifat-sifatnya, hingga penerapannya pada  berbagai macam bidang. Definisi Tekanan Zat Cair […]