1. Kelas 9 Bahasa Indonesia

Konjungsi: Ketahui Jenis-Jenis hingga Contoh Penggunaannya

Konjungsi lebih akrab disebut sebagai kata hubung. Konjungsi berfungsi menghubungkan dua klausa maupun frasa dalam sebuah kalimat agar saling berkesinambungan. Contoh paling umum yaitu dan, tetapi, maupun, sedangkan, dan lain sebagainya. 

Namun tahukah Kawan Literasi jika konjungsi memiliki berbagai macam jenis dan penggunaannya yang berbeda? Simak artikel Studio Literasi kali ini hingga selesai untuk mengetahuinya lebih jauh!

1. Konjungsi Intrakalimat 

Sumber: pexels

Konjungsi intra kalimat ialah kata hubung yang berfungsi untuk menggabungkan dua klausa, kata, atau frasa yang ada dalam satu kalimat. Konjungsi ini terbagi lagi menjadi tiga, diantaranya konjungsi koordinatif, subordinatif, dan korelatif. 

  • Konjungsi Koordinatif 

Kata hubung koordinatif berfungsi untuk menghubungkan dua klausa dengan kedudukan setara atau sama. Konjungsi koordinatif tidak bisa dipakai di awal kalimat. Misalnya dan, serta, atau, tetapi, melainkan, sedangkan, padahal. 

Artikel Terkait

  • Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap!
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 4:19 am

    Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama dari Sabang sampai Merauke. Bangsa lain juga mengenal Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya itu, berbagai flora dan fauna endemik telah menjadi ciri khas dari wilayah tertentu, telah melengkapi kekayaan alam bangsa kita. Dari besarnya sebuah The post Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 3:19 am

    Halo kawan literasi, pernahkan kalian melihat burung yang terbang bebas di angkasa? Mengapa mereka bisa terbang tinggi bersama kawanannya? Apa mereka tidak takut kekurangan oksigen? Kira-kira apa ya yang mereka terbang tanpa khawatir? Ternyata di angkasa ada namanya. atmosfer. Atmosfer tersebut merupakan lapisan bagian paling bawah dari lapisan lainnya, sehingga burung-burung tersebut masih bisa terbang The post Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 2:46 am

    Beratus-ratus tahun yang lalu, Bangsa Eropa telah mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu dengan ditandai dengan kemunduran pada zaman abad pertengahan. Namun setelah itu, masuklah zaman di mana menjadi cikal bakal bersinarnya Eropa sampai sekarang. Kejayaan tersebut dikenal dengan zaman Aufklarung yang dimana banyak terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.  Hmm, kira-kira nih The post Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 19 Februari 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

Contoh kalimat: 

  1. Ayah dan ibu pergi ke kantor. 
  2. Ibu berbelanja sayur, tempe, tahu, serta daging di pasar. 
  3. Ia menyukai pelajaran matematika, sedangkan adiknya lebih menyukai bahasa asing. 
  • Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif juga disebut sebagai kata hubung tidak setara, yang artinya konjungsi tersebut menghubungkan dua klausa atau lebih yang status sintaksisnya tidak sama. Kata hubung ini digunakan untuk mengidentifikasi klausa terikat atau anak kalimat dan klausa utama dalam kalimat bersusun. Konjungsi ini juga selalu mengawali anak kalimat. 

Contoh kalimat: 

  1. Ia mencicipi gelato itu sebelum membelinya. 
  2. Ibu berkata bahwa adik harus lebih rajin belajar.
  3. Rina pulang lebih dulu karena tidak enak badan. 

 

Berikut adalah pembagian konjungsi subordinatif dari fungsinya: 

  • Menyatakan hubungan makna isi: bahwa, dalam, kalau, mengapa, bagaimana. 
  • Menyatakan hubungan makna penerang: di mana, ialah, yaitu, yakni, hal mana. 
  • Menyatakan penjumlahan: di samping, selain, kecuali. 
  • Menyatakan hubungan makna harapan: agar, biar, supaya, demi, semoga, mudah-mudahan. 
  • Menyatakan pengandaian: seumpama, seandainya, andaikan, andaikata.
  • Menyatakan perbandingan: bagai, bak, bagaikan, daripada, laksana, seakan, sebagaimana, seolah, seperti, serasa. 
  • Menyatakan akibat: akibatnya, maka, sehingga, hingga, sampai. 
  • Menyatakan hubungan syarat: apabila, asal, asalkan, bila, bilamana, jika, jikalau, kalau, manakala, tanpa, sekiranya. 
  • Menyatakan sebab: karena, akibat, berkat, lantaran, sebab, lantaran, mentang-mentang, berhubung. 
  • Menyatakan penyertaan: sambil, seraya, sembari
  • Menyatakan hubungan makna waktu: sebelum, sesudah, setiap kali, seusai, setiba, selama, semasa, semenjak,saat, ketika, selagi, sampai. 
  • Menyatakan hubungan makna tidak bersyarat: biar, biarpun, kalaupun, kendati, kendatipun, lamun, meski, meskipun, sekalipun, walau, walaupun.
  • Menyatakan hubungan makna kegunaan: buat, guna, untuk.

Baca juga: Gagasan Utama: Kenali Definisi, Jenis, dan Cara Menemukannya

  • Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif merupakan kata hubung yang fungsinya adalah menggabungkan dua kata, frasa, atau klausa yang mana kedua kata yang dihubungkan sama-sama merupakan subjek. Biasanya kata hubung ini dipakai di depan atau di tengah kalimat. Konjungsi korelatif diantaranya berikut ini: 

  • Baik… maupun
  • Tidak hanya …. melainkan 
  • Entah…. Entah
  • Jangankan…, ….pun
  • Tidak hanya …. bahkan 

Contoh kalimat:

  1. Baik ibu maupun ayahnya selalu mengantarnya ke sekolah. 
  2. Jangankan membalas pesan, dibaca pun tidak. 
  3. Tidak hanya dia yang dihukum, melainkan seluruh kelas harus ikut menanggung akibatnya. 

2. Konjungsi Antar Kalimat

Sumber: pexels

Konjungsi antarkalimat adalah kata sambung yang mengaitkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Jadi, kata hubung ini selalu mengawali kalimat baru. Berikut adalah jenis-jenis konjungsi antarkalimat: 

  • Menyatakan pertentangan: biarpun demikian, biarpun begitu, sekalipun demikian, walaupun begitu, walau demikian, meskipun demikian, meski begitu. 

Contoh kalimat: 

  1. Hari ini Ia sedang tidak enak badan. Meski begitu, Ia tetap pergi ke sekolah. 
  2. Saya tidak yakin dengan gagasan yang disampaikan. Walaupun demikian, mari kita coba laksanakan saran tersebut. 
  • Menyatakan pertentangan dengan kalimat sebelumnya: akan tetapi, namun. 

Contoh kalimat: 

  1. Situasi covid saat ini sudah mulai membaik. Namun, kita harus tetap memakai masker untuk berjaga-jaga. 
  2. Ibu sudah memasak bekal untuknya. Akan tetapi, Ia tidak mau memakan bekal itu. 
  • Menyatakan akibat: oleh karena itu, oleh sebab itu. 

Contoh kalimat: 

  1. Masyarakat masih banyak yang tidak mengenakan masker saat berada di luar ruangan. Oleh karena itu, banyak yang terserang flu dan batuk. 
  2. Ia sudah melaporkan kasus tersebut pada polisi. Oleh sebab itu, pencuri itu akhirnya menyerahkan diri. 
  • Menguatkan keadaan yang dipaparkan sebelumnya: bahkan, malahan 

Contoh kalimat: 

  1. Rumah itu sudah lama tidak berpenghuni. Bahkan, beberapa orang menganggap rumah itu angker. 
  • Menyatakan kelanjutan dari sebuah peristiwa: setelah itu, selanjutnya, sesudah itu. 

Contoh kalimat: 

  1. Kami memulai usaha ini di tahun 90-an. Setelah itu, usaha ini mulai berkembang pesat di tahun 2000-an. 
  2. Ia sudah menyelesaikan pendidikan sarjananya. Selanjutnya, Ia ingin untuk mengenyam pendidikan pascasarjana di kampus yang sama. 
  • Menyatakan keadaan yang sebenarnya: sesungguhnya, bahwasannya

Contoh kalimat: 

  1. Ia bingung atas tuduhan yang dilayangkan padanya. Sesungguhnya, Ia sedang berada di lokasi lain saat kejadian. 
  • Menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya: sebaliknya

Contoh kalimat: 

  1. Ia sudah datang sejak pagi untuk piket kelas. Sebaliknya, teman-temannya belum terlihat batang hidungnya. 
  2. Seluruh keluarga akan pergi berlibur minggu ini. Sebaliknya, Ia memilih untuk tidak ikut dan menghabiskan waktu di rumah saja. 

Baca juga: Menulis Kata Pengantar: Pelajari Struktur dan Contohnya

3. Konjungsi Antar Paragraf

Sumber: pexels

Konjungsi antar paragraf berfungsi untuk memulai suatu paragraf agar terhubung dengan paragraf sebelumnya. Contohnya yaitu oleh karena itu, oleh sebab itu, di sisi lain. 

Contoh: 

      Ratih memperoleh skor yang sangat baik pada mata perlajaran sejarah. Sebab, Ia sangat rajin belajar setiap hari hingga kerap lupa makan seharian. Ia sering kali makan pagi terlambat dan baru kembali makan di menjelang malam hari. 

       Oleh karena itu, Ratih malah harus dilarikan ke rumah sakit selepas ujian karena menderita tifus. Padahal, Ia harus datang ke acara penyerahan penghargaan untuk siswa berprestasi di sekolahnya esok hari. 

Baca juga: Mengenal Kalimat Imperatif, Jenis-Jenis serta Contohnya

Nah, itu dia Kawan Literasi penjelasan mengenai kata hubung atau konjungsi. Banyak bukan jenis-jenisnya? Semoga Kawan Literasi dapat mengaplikasikannya dengan mudah dalam karya tulis setelah mengetahui contoh-contoh penggunaannya juga dalam kalimat. 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Konjungsi: Ketahui Jenis-Jenis hingga Contoh Penggunaannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]
    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]