Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Latar Belakang ASEAN

4 min read

Foto Negara negara anggota ASEAN
Latar Belakang Asean, Foto Oleh Haipedia

Apakah kalian tahu apa itu ASEAN ?

ASEAN adalah salah satu organisasi atau himpunan yang dibentuk oleh negara – negara yang berada pada wilayah Asia Tenggara. ASEAN memiliki kepanjangan dari Association of Southeast Asian Nations. Indonesia adalah salah satu negara yang pendiri organisasi ini.

Organisasi negara-negara di Asia Tenggara ini didirikan untuk tujuan kerjasama dalam bidang ekonomi, keamanan dan kerjasama lainnya diantara anggota – anggota negara yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Pengertian dan Sejarah ASEAN

ASEAN adalah kepanjangan dari Association of Southeast Asian Nations yang merupakan salah satu perhimpunan negara – negara yang berada pada wilayah kawasan Asia Tenggara. Didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967.

Awalnya organisasi ini didirikan oleh perwakilan 5 negara yaitu negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan sampai sekarang sudah berkembang dan memiliki anggota terdiri dari 10 negara yakni Indonesia (1967), Malaysia (1967), Singapura (1967), Thailand (1967), Filipina (1967), Brunei Darussalam (1984), Vietnam (1995), Myanmar (1997), Laos (1997) dan Kamboja (1999).

ASEAN adalah organisasi internasional dengan memiliki wilayah yang besar dengan keseluruhan wilayahnya mencapai 1,7 juta mil persegi atau sekitar 4,5 juta kilometer persegi dengan jumlah populasi manusia sekitar setengah milyar orang.

Latar belakang ASEAN

Terdapat beberapa poin yang menjadi latar belakang berdirinya ASEAN yaitu adanya persamaan dalam beberapa aspek yaitu:

1. Persamaan Letak Geografis

Negara – negara anggota asean memiliki letak geografis yang sama yaitu berada pada wilayah Asia bagian Tenggara, yang berada di sebelah selatan negara China dan berada di sebelah utara Samudra Hindia dan Benua Australia.

2. Persamaan Dasar Kebudayaan

Negara – negara anggota asean memiliki persamaan dalam suku bangsa, dimana sebagian besar masyarakatnya memiliki budaya dasar Melayu-Austronesia.

3. Persamaan Nasib

Dikatakan memiliki persamaan nasib karena negara – negara anggotanya pernah dijajah oleh bangsa Eropa, kecuali Thailand.

4. Persamaan Kepentingan di Berbagai Bidang

Dengan dibentuknya organisasi ASEAN diharapkan dapat mempererat kerjasama antara negara anggota dalam berbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial dan budaya

5. Persamaan Ekonomi

Sebagian besar penduduk di wilayah asean bekerja pada bidang pertanian dan perkebunan karena didukung oleh kualitas tanah yang subur dan bagus digunakan untuk lahan pertanian dan disebut daerah agraris.

Baca juga : Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Tokoh – Tokoh Pendiri ASEAN

Foto Para Pendiri ASEAN
Tokoh pendiri ASEAN, Foto oleh MMC Tirto Id

Pada awalnya ASEAN didirikan atas ditandatanganinya kesepakatan yang dikenal dengan istilah Deklarasi Bangkok di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 yang dihadiri oleh 5 negara yang diwakili oleh menteri luar negeri dari masing – masing negara, yaitu :

Adam Malik, perwakilan dari Indonesia

Tun Abdul Razak, perwakilan dari Malaysia

Sinnathamby Rajaratnam, perwakilan dari Singapura

Thanat Khoman, perwakilan dari Thailand

Narsisco Ramos, perwakilan dari Filipina

Isi Deklarasi Bangkok

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa pembentukan organisasi ASEAN tak lepas dari adanya kesepakatan yang terjadi pada pertemuan yang dilakukan oleh perwakilan 5 negara pendiri yang dilaksanakan di Bangkok, yang disebut dengan deklarasi bangkok. Isi dari deklarasi tersebut adalah :

  1. Mempercepat terjadinya pertumbuhan ekonomi, perkembangan kebudayaan serta kemajuan sosial di Asia Tenggara
  2. Meningkatkan stabilitas regional dan perdamaian
  3. Meningkatkan kerjasama dan saling bantu demi kepentingan bersama dalam bidang sosial, ekonomi, politik, administrasi dan ilmu pengetahuan
  4. Memelihara kerjasama erat di tengah organisasi regional dan internasional
  5. Meningkatkan kerjasama guna memajukan pendidikan, penelitian dan latihan di Asia Tenggara

Arti lambang ASEAN

ASEAN
Lambang ASEAN

Secara umum lambang ASEAN memiliki arti yang melambangkan Solidaritas dan Kesetiaan. Maksud dari solidaritas adalah keterikatan dan kesepakatan kerja sama antar anggota negara untuk kemakmuran rakyat di Negara – negara ASEAN. Dan kesetiaan memiliki arti kesetiaan anggota negara ASEAN terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan asia tenggara, dan dunia.

Untuk arti dari bagian – bagian lambang ASEAN akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Warna Merah pada Lambang mengartikan Semangat Keberanian dan Kedinamisan
  2. Warna Putih mengartikan Kesucian
  3. Warna Biru mengartikan Perdamaian, Keamanan dan Stabilitas
  4. Warna Kuning mengartikan Kekayaan dan Kemakmuran
  5. Lingkaran mengartikan sebagai Persatuan dan Kesatuan
  6. Batang padi dengan jumlah 10 mengartikan jumlah anggota ASEAN
  7. Ikatan Rumpun Padi memiliki arti sebagai bentuk harapan yang terikat dalam persahabatan dan kesetiakawanan sosial

Daftar Negara Anggota ASEAN

Sampai saat ini terdapat 10 negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yang telah tergabung dalam ASEAN, berikut ini adalah daftar nama negaranya, tetapi belum termasuk Timor Leste yang masih belum terdaftar resmi sebagai anggota tetap ASEAN.

  1.     Indonesia merupakan negara pendiri
  2.     Malaysia merupakan negara pendiri
  3.     Thailand merupakan negara pendiri
  4.     Filipina merupakan negara pendiri
  5.     Singapura merupakan negara pendiri
  6.     Brunei Darussalam baru bergabung pada 7 Januari 1984
  7.     Vietnam baru bergabung pada 28 Juli 1995
  8.     Laos baru bergabung pada 23 Juli 1997
  9.     Myanmar bergabung pada 23 Juli 1997
  10.   Kamboja bergabung pada 16 Desember 1999

Prinsip Utama ASEAN

ASEAN memiliki prinsip utama yang dipegang teguh oleh organisasi tersebut, antara lain yaitu:

  1. Setiap negara memiliki hak dalam memimpin negaranya sendiri dengan bebas tanpa campur tangan, koersi maupun subversif dari pihak luar.
  2. Dalam menyelesaikan masalah seputar perdebatan atau perbedaan akan dilaksanakan secara damai.
  3. Menghormati kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah nasional, kesamaan dan identitas nasional setiap negara anggota.
  4. Tidak ikut campur terkait urusan dalam negeri anggota – anggotanya.
  5. Menolak penggunaan kekuatan atau senjata yang bersifat mematikan.
  6. Melakukan kerjasama yang efektif diantara anggota negara.

Tujuan ASEAN

Berdirinya perhimpunan ASEAN memiliki tujuan sebagai berikut, yaitu :

  1. Mempercepat pertumbuhan, kemajuan sosial dan pertumbuhan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
  2. Memelihara perdamaian dan stabilitas dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan Negara di Asia Tenggara.
  3. Menciptakan dan mengoptimalkan kerja sama yang aktif dan saling menolong dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan administrasi.
  4. Saling membagikan bantuan dalam bidang fasilitas latihan dan penelitian di bidang pendidikan, teknik, kejuruan, dan administrasi.
  5. Bekerja sama lebih efektif untuk mencapai daya guna lebih besar di bidang industri, pertanian, dan perkembangan perdagangan. Di dalamnya juga termasuk pendalaman dalam hal perdagangan komoditi internasional, perbaikan pengangkutan dan fasilitas komunikasi plus meningkatkan taraf hidup rakyat.
  6. Meningkatkan pendalaman tentang masalah-masalah di Asia Tenggara.
  7. Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional dan regional lain yang memiliki tujuan sama dan mencari kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan mereka.

Bentuk kerjasama negara

Negara – negara yang bergabung pada asosiasi ASEAN membentuk beberapa kerjasama, bentuk kerjasama tersebut antara lain adalah

Kerjasama Politik dan Keamanan

Dengan membentuk kerjasama antar anggota ASEAN dalam bidang politik Keamanan ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian khususnya di kawasan dan umumnya di dunia.

Berikut ini adalah beberapa bentuk kerjasama dalam bidang politik keamanan :

  1. Kerjasama dalam pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang, penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional.
  2. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di dalam Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT).
  3. Konvensi ASEAN mengenai Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).
  4. Penyelesaian permasalahan sengketa laut china selatan
  5. Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan.
  6. Kerjasama pada bidang hukum; bidang imigrasi dan kekonsuleran; serta kelembagaan antar parlemen

Baca juga : Pembangunan Ekonomi

Kerjasama Ekonomi ASEAN

Dengan membentuk kerjasama dalam bidang ekonomi ditujukan untuk menghilangkan hambatan – hambatan ekonomi dengan cara saling membuka perekonomian negara yang merupakan anggota ASEAN dalam menciptakan integrasi ekonomi kawasan. Kerjasama dalam bidang ini mencangkup sektor perindustrian, perdagangan dan pembentukan perdagangan bebas di Asia Tenggara (AFTA)

Berikut ini adalah beberapa bentuk kerjasama dalam bidang ekonomi :

  1. Pada sektor perdagangan dilakukan kerjasama dengan membentuk kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA) melalui pemberlakukan Tarif Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff – CEPT) antara 5 – 10% atas dasar produk per produk, baik produk ekspor maupun impor untuk menghilangkan kendala perdagangan diantara negara anggota asean.
  2. Perdagangan yang bebas dengan mitra wicara ( FREE TRADE Agreement / FTA).
  3. Pada sektor industri dilakukan kerjasama melalui Kerjasama Industri ASEAN (ASEAN Industrial Cooperation / AICO).
  4. Pada sektor jasa dilakukan kerjasama mengenai transportasi, telekomunikasi, pariwisata dan keuangan.
  5. Kerjasama dalam sektor energi dan mineral.
  6. Kerjasama dalam sektor pembangunan.
  7. Kerjasama dalam sektor komoditi dan sumber daya alam.
  8. Kerjasama dalam sektor pertanian dan kehutanan. Kerjasama dalam sektor usaha kecil dan menengah.

Last Updated on September 24, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top