1. Kelas 7 Bahasa Indonesia

Macam-macam Majas

Istilah Majas atau gaya bahasa mungkin sudah tidak asing di telinga kita. Istilah ini biasanya sering dijumpai pada puisi,sajak maupun karya sastra lainnya. Bahkan tanpa sadar terkadang kita menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Menggunakannya dalam obrolan, membuat percakapan menjadi lebih berwarna dan impresif serta membuat karya sastra terasa lebih hidup.

Lalu apa sebenarnya maknanya? Apa saja macam-macamnya? Dan seperti apa contohnya?

Kali ini Studioliterasi akan membahas materi ini secara secara. Tanpa lama-lama, yuk simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa berupa kiasan, ibarat, perumpamaan yang digunakan penulis untuk menyampaikan pesan secara imajinatif atau kias. Gaya bahasa ini merupakan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan ataupun tertulis. 

Secara lisan berarti gaya bahasa ini berbentuk ujaran-ujaran secara lisan atau dari mulut. Sedangkan tertulis adalah berupa tulisan atau teks yang umumnya ada pada karya sastra, seperti cerpen, puisi, sajak dan lain sebagainya. Secara umum, ia bersifat kiasan atau tidak sebenarnya atau bermakna konotasi.

Artikel Terkait

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 12 Maret 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 10 Maret 2024 at 7:11 am

    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs The post Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 8 Maret 2024 at 2:50 am

    Pasca kemerdekaan Indonesia, Indonesia tidak sepenuhnya merdeka, lho. Masih ada upaya-upaya Belanda ingin menjajah dan menduduki negara Indonesia. Maka dari itu, para pemuda Indonesia tidak ingin hal tersebut terjadi. Sehingga, terbentuklah Konferensi Meja Bundar (KMB) atau dalam bahasa Belanda disebut dengan Nederlands-Indonesische ronde tafel conferentie. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut konferensi The post Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Macam-Macam Majas

Terdapat berbagai jenis gaya bahasa yang dapat kita gunakan. Secara garis besar, ia dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan cara pengungkapan makna serta gaya bahasa yang digunakan. Berikut macam beserta contoh-contohnya:

Majas Perbandingan

Perbandingan
Majas Perbandingan, Foto Oleh Studiolitersi

Jenis Perbandingan ini adalah gaya bahasa yang menggunakan ungkapan dengan cara membandingkan suatu objek dengan objek lainnya, yaitu melalui proses penyamaan, pelebihan atau penggantian. Jenis ini memiliki beberapa sub jenis, sebagai berikut.

1. Majas Personifikasi

Jenis Personifikasi ini menggunakan gaya bahasa yang pengungkapannya seakan menggantikan fungsi benda mati seperti sikap manusia atau mengorangkan benda mati.

Contoh : Hari itu badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.

Keterangan : Badai adalah benda mati yang sudah pasti tidak dapat mengamuk, tetapi digambarkan benda mati tersebut dapat mengamuk layaknya manusia.

2. Majas Metafora

Gaya bahasa yang menggunakan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan dengan ungkapan. Jadi, objek yang satu dibandingkan dengan objek lain yang serupa sifatnya, tetapi bukan manusia.

Contoh : Adi merupakan tangan kanan Reza.

Keterangan : Tangan kanan adalah ungkapan untuk orang kepercayaan.

3. Majas Asosiasi

Gaya bahasa Asosiasi merupakan gaya bahasa yang membandingkan dua objek berbeda, namun dianggap sama, yang dilakukan dengan memberi imbuhan kata bak, bagaikan ataupun seperti.

Contoh : Meskipun bukan saudara kembar, Rini dan Rara bak pinang dibelah dua.

Keterangan : Bak pinang dibelah dua artinya memiliki wajah yang mirip.

4. Majas Hiperbola

Jenis ini merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan kesan yang berlebihan, dan bahkan membandingkan sesuatu dengan cara yang hampir tidak masuk akal.

Contoh : Ayahku bekerja banting tulang siang malam untuk menghidupiku.

Keterangan : Bekerja banting tulang menunjukan kesan berlebihan dari tindakan kerja keras.

5. Majas Eufimisme

Gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan kata-kata yang dianggap kurang baik atau kurang etis, dengan kata-kata yang lebih halus dan bermakna sepadan.

Contoh : Banyak tunawisma yang tinggal dibawah kolong jembatan.

Keterangan : Kata tunawisma menggantikan frasa yang dianggap kurang baik, yaitu “gelandangan”.

6. Majas Simile

Simile membandingkan kegiatan dengan menggunakan ungkapan yang maknanya serupa dan disampaikan secara lebih lugas serta menggunkan kata hubung seperti bak, bagaikan, atau seperti.

Contoh : Reno bagaikan anak ayam kehilangan induknya saat ada di pameran tersebut.

Keterangan : Bagaikan anak ayam kehilangan induknya menggambarkan kegiatan yang selalu dalam kebingungan tanpa arah dan tujuan.

7. Majas Metonimia

Gaya bahasa yang menyandingkan merek atau istilah tertentu yang sudah populer, untuk merujuk benda yang sebenarnya lebih umum.

Contoh : Karena sangat haus, Rendi akhirnya membeli aqua di warung.

Keterangan : Yang dimaksud dengan aqua disini adalah air minum, karena aqua merupakan merek dagang dari air minum.

8. Majas Alegori

Jenis Alegori menggunakan gaya bahasa yang menyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan yang bermakna konotasi atau ungkapan.

Contoh : Dalam pertandingan ini, dibutuhkan kapten yang tepat.

Keterangan : Kapten yang dimaksud disini adalah pemimpin pertandingan.

9. Majas Sinekdok

Gaya bahasa yang menunjukan adanya perwakilan dalam mengungkapkan sesuatu. Majas ini dibagi menjadi dua macam, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.

Sinekdok pars pro toto (sebagian mewakili total)

Merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur dengan maksud mewakili keseluruhan benda.

Contoh : Lebih dari seminggu Sari belum juga menampakkan batang hidungnya.

Keterangan : Batang hidung hanyalah sebagian dari Sari, padahal yang dimaksud adalah Sari seluruhnya.

Sinekdok totem pro parte (total mewakili sebagian)

Merupakan gaya bahasa yang menunjukkan keseluruhan bagian yang mewakili sebagian benda atau situasi saja.

Contoh : Indonesia berhasil menjuarai All England hingga tujuh kali berturut-turut

Keterangan : Indonesia adalah seluruhnya, padahal yang dimaksud hanya perwakilan Indonesia.

10. Majas Simbolik

Gaya bahasa simbolik ini membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lain dalam bentuk ungkapan.

Contoh : Silvi disebut-sebut sebagai bunga desa yang memiliki banyak kelebihan.

Keterangan : Bunga desa disini bermakna sosok yang banyak dikagumi.

Majas Pertentangan

Majas Pertentangan
Majas Pertentangan, Foto Oleh Studioliterasi

Jenis ini adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang bertentangan dengan maksud sesungguhnya. Berikut merupakan beberapa sub jenis dari jenis pertentangan ini:

1. Majas Paradoks

Gaya bahasa Paradoks menggunakan ungkapan untuk membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikan.

Contoh : Kakak berusaha tersenyum, walaupun hatinya sedih karena ditinggal sang kekasih.

Keterangan : Tersenyum dan sedih merupakan sesuatu yang berlawanan atau bertentangan.

2. Majas Litosis

Jenis ini merupakan kebalikan dari hiperbola. Gaya bahasa ini bertujuan untuk merendahkan diri, walaupun pada kenyataannya yang dimaksud tidak seperti yang dikatakan.

Contoh : Mampirlah ke gubuk kami jika ada waktu senggang.

Keterangan : Gubuk yang dimaksud adalah rumah, sekalipun bukan berbentuk gubuk asli melainkan rumah yang sudah memiliki pondasi yang kokoh.

3. Majas Antitesis

Gaya bahasa yang memadukan pasangan kata yang memiliki arti bertentangan.

Contoh : Besar kecil kado yang didapat, tetap membuat Dika merasa senang.

Keterangan : kata besar kecil merupakan kata dengan arti yang bertentangan namun saling disandingkan.

4. Majas kontradiksi Interminis

Jenis ini menggunakan gaya bahasa dengan ungkapan menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya, dan biasanya diikuti dengan konjungsi, seperti kata kecuali atau hanya saja.

Contoh : Bunga-bunga disini terlihat cantik, kecuali bunga yang layu itu sangat terlihat buruk.

Majas Sindiran

Majas Sindiran
Majas Sindiran, Foto Oleh Studioliterasi

Sindiran merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang bertujuan untuk menyindir seseorang, perilaku maupun kondisi tertentu. Ada beberapa jenis gaya bahasa sindiran, yaitu :

1. Majas Sarkasme

Gaya bahasa yang menyampaikan sindiran langsung yang sifatnya kasar, sehingga cenderung seperti hujatan.

Contoh : Dia itu sangat tolol dan tidak tahu apa-apa.

2. Majas Ironi

Gaya bahasa ini menggunakan kata-kata bertentangan dengan fakta yang ada dan dimaksud untuk menyindir.

Contoh : Wangi sekali tubuhmu, hingga banyak lalat yang mengerubuti.

3. Majas Sinisme

Sinisme ini memakai gaya bahasa yang menyampaikan sindiran langsung kepada hal yang disindir.

Contoh : Keras sekali suaramu sehingga telingaku berdenging dan sakit.

Majas Penegasan

Majas Penegasan
Majas Penegasan, Foto Oleh Studioliterasi

Penegasan adalah jenis gaya bahasa yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan pengaruh kepada pembaca atau pendengarnya agar menyetujui ujaran yang diungkapkan. Beberapa jenis gaya bahasa penegasan, meliputi :

1. Majas Pleonasme

Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang maknanya sama, sehingga terkesan tidak efektif, namun dilakukan untuk menegaskan suatu hal.

Contoh : Silahkan angkat tangan ke atas jika tau jawabannya.

Keterangan : Angkat tangan jelas pasti ke atas.

2. Majas Repetisi

Gaya bahasa repetisi dilakukan dengan mengulang kata yang ada dalam sebuah kalimat

Contoh : Reno pelakunya, Reno pencurinya, Reno yang mengambil cincinku.

3. Majas Retorika

Gaya bahasa yang dilakukan untuk memberikan penegasan dalam bentuk tanya, yang sesungguhnya tidak perlu dijawab.

Contoh : Apa aku pernah memintamu untuk mencintaiku?

4. Majas Klimaks

Gaya bahasa ini mengurutkan sesuatu dari tingkat rendah ke tingkat yang tinggi.

Contoh : Para kepala keluarga, ketua RT, ketua RW, dikumpulkan oleh kepala desa untuk membahas keamanan desa.

5. Majas Antiklimaks

Kebalikan dari klimaks, gaya bahasa ini mengurutkan sesuatu dari tingkat tinggi ke tingkat rendah.

Contoh : Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa hadir pada dies natalis sekolah yang ke-68.

6. Majas  Paralelisme

Gaya bahasa paralelisme biasanya terdapat dalam puisi yang dilakukan mengulang-ulang kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Apabila pengulangan ada di awal, maka disebut anafora. Sedangkan, jika pengulangan ada diakhir kalimat, disebut epifora.

Contoh : Kau yang ku cinta

  Kau yang ku sayang

  Kau yang ku kenang

7. Majas Tautologi

Gaya bahasa ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang memiliki sinonim untuk menegaskan kondisi tertentu.

Contoh : Janganlah kau resah dan gelisah menanti hasil yang belum pasti.

Keterangan : Kata “resah” memiliki arti yang sama dengan “gelisah”.

8. Majas Apofasis

Gaya bahasa yang menegaskan sesuatu dengan cara seolah-olah menyangkal hal yang ditegaskan.

Contoh : Aku sangat menghargai kejujuranmu ini. Namun, aku tidak dapat mempertahankan pertemanan ini.

Nah, itulah pengertian serta macam-macam majas beserta contohnya. Semoga kalian dapat memahaminya dan bisa menerapkannya dalam pembuatan puisi, prosa maupun karya sastra lainnya. Sampai jumpa!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Macam-macam Majas

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]

    Trending

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh […]
    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]