1. Kelas 7 IPS

Ketahui 7 Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Cirinya

Beberapa fosil manusia purba ditemukan di Indonesia. Fosil beberapa jenis manusia purba di Indonesia ditemukan di berbagai daerah dan provinsi, disertai dengan penemuan hasil peninggalannya, seperti kapak perimbas, menhir, dan beliung persegi. 

Menurut buku ‘Sejarah’ dari Grasindo, dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go, manusia purba telah berada di bumi pada zaman Pleistosen, yang kemudian berevolusi menyesuaikan dengan keadaan alam serta kebutuhannya. Kali ini, Studio Literasi akan membahas jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, lengkap dengan karakteristik serta penemunya. Yuk, simak!

1. Meganthropus Paleojavanicus    

Sumber: sma13smg.sch

Manusia purba jenis ini diperkirakan adalah yang tertua yang ada di Indonesia. Nama meganthropus terdiri dari kata megan yang artinya besar dan anthropus yang artinya manusia. Sedangkan, paleojavanicus berasal dari kata paleo yang berarti tua, dan javanicus yang artinya jawa. Oleh karena itu, arti meganthropus paleojavanicus merupakan manusia raksasa dari jawa. 

Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan ditemukan sekitar tahun 1936 di area Sangiran. Area tersebut adalah lembah dari sungai Bengawan Solo dari lapisan pleistosen. Penemu fosil manusia purba ini adalah Van Koenigswald, seorang arkeolog asal Belanda. 

Artikel Terkait

  • Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap!
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 4:19 am

    Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama dari Sabang sampai Merauke. Bangsa lain juga mengenal Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya itu, berbagai flora dan fauna endemik telah menjadi ciri khas dari wilayah tertentu, telah melengkapi kekayaan alam bangsa kita. Dari besarnya sebuah The post Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 3:19 am

    Halo kawan literasi, pernahkan kalian melihat burung yang terbang bebas di angkasa? Mengapa mereka bisa terbang tinggi bersama kawanannya? Apa mereka tidak takut kekurangan oksigen? Kira-kira apa ya yang mereka terbang tanpa khawatir? Ternyata di angkasa ada namanya. atmosfer. Atmosfer tersebut merupakan lapisan bagian paling bawah dari lapisan lainnya, sehingga burung-burung tersebut masih bisa terbang The post Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 2:46 am

    Beratus-ratus tahun yang lalu, Bangsa Eropa telah mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu dengan ditandai dengan kemunduran pada zaman abad pertengahan. Namun setelah itu, masuklah zaman di mana menjadi cikal bakal bersinarnya Eropa sampai sekarang. Kejayaan tersebut dikenal dengan zaman Aufklarung yang dimana banyak terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.  Hmm, kira-kira nih The post Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 19 Februari 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

Beberapa ciri Meganthropus Paleojavanicus yaitu: 

  • Bentuk tubuh tegap 
  • Otot rahang kuat
  • Tidak memiliki dagu
  • Tulang pipi tebal 
  • Tonjolan di belakang kepala yang tajam
  • Volume otak +- 900cc
  • Tulang kering menonjol 

2. Pithecanthropus Mojokertensis

Sumber: pinhome


Penemu fosil manusia purba ini adalah Weidenreich dan G.H.R von Koenigswald. Fosil pithecanthropus mojokertensis ini ditemukan di Perning, Mojokerto, Jawa Timur di tahun 1936. Manusia purba ini diperkirakan hidup pada masa awal, tengah, dan akhir Pleistosen. 

Inilah ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis:

  • Belum memiliki tulang dagu
  • Alat pengunyah kuat 
  • Tulang kening tebal, menonjol, serta melebar hingga pelipis
  • Volume otak sekitar 750-1300 cc
  • Badannya tegap
  • Tinggi badan sekitar 165-180 cm 
  • Ada tulang menonjol pada bagian belakang kepala

Baca juga: Masa Praaksara: Pengertian, Periodisasi, dan Peninggalannya

3. Pithecanthropus Erectus

Sumber: pinhome

Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890. Pithecanthropus Erectus diperkirakan hidup di Indonesia satu hingga dua juta tahun lalu. Bagian fosil pertama yang ditemukan adalah bagian geraham, yang ditemukan di daerah Trinil, Ngawi, tepatnya di daerah Lembah Bengawan Solo.Nama Pithecanthropus Erectus terdiri dari etimologi Yunani dan latin, yang artinya manusia kera yang dapat berdiri. 

Ciri-ciri manusia purba ini adalah: 

  • Hidung lebar    
  • Tubuh belum tegak sempurna 
  • Tengkuk dan geraham yang kuat
  • Dahi lebih menonjol dan lebar
  • Volume otak 750-1350 cc
  • Tinggi badan rata-ratanya 165-180 cm

4. Pithecanthropus Soloensis

Sumber: pinhome

Golongan Pithecanthropus selanjutnya adalah Pithecanthropus Soloensis. Nama manusia purba ini artinya adalah ‘Manusia kera dari Solo’ Penamaan ‘Soloensis’ digunakan karena fosilnya ditemukan di sekitar Bengawan Solo. Tepatnya, fosil manusia purba ini ditemukan di Desa Ngandong, Blora, Jawa Tengah, oleh G.H.R von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth pada kisaran tahun 1931-1933.

Karakteristik Pithecanthropus Soloensis adalah sebagai berikut: 

  • Hidung lebar
  • Tidak memiliki dagu 
  • Rahang bagian bawah besar dan kuat
  • Tulang belakangnya menonjol
  • Volume otak sekitar 750-1350 cc
  • Tonjolan kening tebal 
  • Tulang pipi kuat dan menonjol 
  • Tinggi badan sekitar 165-180 dan berbadan tegap

5. Homo Sapiens

Arti nama Homo Sapiens adalah manusia cerdas. Homo Sapiens diperkirakan sudah hidup antara 25 hingga 40 ribu tahun yang lalu. Homo Sapiens merupakan jenis manusia purba yang bentuknya paling menyerupai manusia saat ini. Homo sapiens di Indonesia dikategorikan menjadi tiga berdasarkan tempat ditemukannya.

A. Homo Floresiensis

Sumber: arkenas.kemdikbud.go

Penamaan manusia purba selanjutnya menggunakan kata ‘homo’ sebab manusia purba ini sudah memiliki kebiasaan yang tidak jauh berbeda dengan manusia modern sekarang. Konon manusia purba ini bahkan sudah mengerti berbagai kegiatan, serta disebut makhluk ekonomi. 

Fosil Homo Floresiensis ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara. Manusia purba jenis ini diduga hidup sekitar 12 ribu tahun lalu. Penemuan fosil ini sempat menjadi perbincangan, sebab para ahli menilai bahwa Homo Floresiensis adalah nenek moyang bangsa Indonesia. 

Karakteristik manusia purba ini diantaranya: 

  • Bentuk dahi tidak menonjol dan sempit 
  • Tulang rahang menonjol 
  • Tengkorak serta kepalanya kecil 
  • Volume otak sekitar 380 cc
  • Tinggi badannya hanya sekitar satu meter

Baca juga: Benua-Benua di Permukaan Bumi

B. Homo Wajakensis 

Sumber: medcom

Jenis ini ditemukan oleh B. D. Van Rietschoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Jenis Homo Wajakensis ini tergolong sebagai Homo Sapiens pertama di Asia. Manusia purba ini telah hidup sekitar 40 ribu tahun lalu di Indonesia. 

Homo Wajakensis diketahui sudah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang. Selain itu, mereka juga sudah mengenal cara memasak makanan dengan proses yang sangat sederhana. Dilansir dari kompas, Manusia Wajak ini oleh Von Koenigswald digolongkan sebagai homo sapiens sebab telah mengenal upacara penguburan mayat. 

Ciri fisik Homo Wajakensis adalah sebagai berikut: 

  • Bentuk wajah datar dan lebar
  • Mempunyai tulang rahang atas dan bawah, serta tulang paha dan tulang kering.
  • Volume otaknya sekitar 1630 cc
  • Tinggi badan sekitar 173 cm
  • Bagian mulut sedikit menonjol dan akar hidungnya lebar

C. Homo Soloensis

Sumber: idsejarah

Jenis Homo Soloensis ini ditemukan di Solo Jawa Tengah pada tahun 1931-1933 oleh Ter Haar, Oppenoorth, serta Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald. Manusia purba jenis ini diperkirakan telah hidup sekitar 300-900 ribu tahun yang lalu, lebih tepatnya di zaman Paleolitikum (Zaman batu), serta hidup di area Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, manusia purba ini dijuluki “Manusia dari Solo”. 

Dilansir dari gramedia, fosil Homo Soloensis ini ditemukan dengan beberapa artefak peralatan dari batu yang menunjukkan kemampuan mereka dalam pembuatan yang cukup kompleks. Beberapa ahli berpendapat manusia purba jenis ini merupakan kelompok dari homo sapiens, namun beberapa lainnya menganggapnya sebagai bagian dari Homo Erectus.   

Berikut adalah karakteristik Homo Soloensis:

  • Postur fisiknya lebih proporsional, dengan tinggi badan antara 130-210 cm dan berat badan yang lebih seimbang dengan tingginya.
  • Volume otaknya 100-1200 cc
  • Bentuk wajah tidak menonjol ke depan
  • Cara berjalannya lebih tegak dan stabil

Baca juga: Rumah Adat Jawa Timur

Nah, itulah pembahasan Studio Literasi kali ini mengenai manusia purba di Indonesia. Ternyata, setiap jenisnya punya karakteristik yang berbeda, ya. Semoga bermanfaat!

  

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Ketahui 7 Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Cirinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]
    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]