1. Kelas 7 IPS

Masa Praaksara: Pengertian, Periodisasi, dan Peninggalannya

Saat melihat dan menjalani kehidupan di era modern seperti ini, apakah Kamu pernah bertanya-tanya bagaimana kehidupan manusia terdahulu dan bagaimana perkembangannya di Indonesia? 

Indonesia memiliki sejarah dan telah mengalami masa praaksara sampai kerajaan Kutai berdiri, dimana pada masa kerajaan ini nenek moyang kita mulai mengenal huruf untuk pertama kalinya. Nah, pada artikel kali ini Studio Literasi akan membahas lebih lanjut mengenai kehidupan masa praaksara di masa lampau.

Apa yang Dimaksud dengan Masa Praaksara? 

Masa praaksara adalah masa ketika manusia belum mengenal sebuah huruf dan tulisan. Masa praaksara mempunyai nama lain yaitu nirleka atau yang biasa dikenal dengan masa nirleka. Nirleka memiliki arti “nir” yang berarti tidak ada sedangkan “leka” adalah tulisan. 

Masa praaksara tidak tepat apabila disebut dengan masa prasejarah karena manusia purba yang hidup di masa tersebut memiliki sejarah dan telah menghasilkan sebuah kebudayaan walaupun belum mengenal tulisan.

Artikel Terkait

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 12 Maret 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 10 Maret 2024 at 7:11 am

    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs The post Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 8 Maret 2024 at 2:50 am

    Pasca kemerdekaan Indonesia, Indonesia tidak sepenuhnya merdeka, lho. Masih ada upaya-upaya Belanda ingin menjajah dan menduduki negara Indonesia. Maka dari itu, para pemuda Indonesia tidak ingin hal tersebut terjadi. Sehingga, terbentuklah Konferensi Meja Bundar (KMB) atau dalam bahasa Belanda disebut dengan Nederlands-Indonesische ronde tafel conferentie. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut konferensi The post Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Periodisasi Masa Praaksara

Periodisasi Masa Praaksara (sumber - BUGURUKU)
Periodisasi Masa Praaksara (sumber – BUGURUKU)

Periodisasi masa praaksara di Indonesia terbagi menjadi 3 zaman yaitu zaman batu, zaman perunggu, dan zaman besi. Sejarawan Indonesia, R Soekmono mengadaptasi teori ini dan membagi masa praaksara Indonesia menjadi 2 zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Adapun periodisasi masa praaksara yang telah dirangkum adalah:

1. Masa Paleolitikum

Masa paleolitikum atau zaman batu tua berlangsung pada tahun 50.000-10.000 SM. Masa ini disebut sebagai zaman batu tua karena manusia purba masih menggunakan alat batu yang dibuat secara sederhana dan kasar. Pada masa paleolitikum manusia hidup secara nomaden atau berpindah-pindah untuk mencari makanan dalam skala kelompok kecil yaitu antara 10-15 orang.

Manusia purba di masa paleolitikum hanya mengenal berburu hewan dan mengumpulkan makanan yang berupa buah dan umbi-umbian. Mereka belum mengetahui cara memasak dan bercocok tanam. Sedangkan untuk berlindung dari alam dan hewan buas, manusia purba di masa ini tinggal di dalam gua. Pada masa ini manusia purba sudah mengenal adanya api. 

2. Masa Mesolitikum

Masa mesolitikum merupakan peralihan masa paleolitikum dan neolitikum. Manusia purba pendukungnya yaitu terdiri dari bangsa Papua-Melanosoid. Di masa ini manusia mulai hidup semi menetap di gua yang disebut Abris Sous Roche. Pada masa praaksara mesolitikum, laki-laki memiliki tugas untuk berburu sedangkan perempuan tinggal di gua untuk menjaga anak dan memasak. 

Adapun hasil budaya yang ditemukan pada masa mesolitikum, yaitu Kjokkenmoddinger dan Abris Sous Roche.  Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur yang berupa tumpukan kulit kerang. Penemuan hasil budaya dari kjokkenmoddinger adalah pebble, kapak genggam, kapak pendek, dan pipisan. Sedangkan Abris Sous Roche adalah Manusia pada masa praaksara yang tinggal gua yang terletak pada tebing pantai. Hasil budaya yang ditemukan dari gua-gua tersebut adalah peralatan dari batu yang telah diasah. Selain itu ditemukan juga berbagai peralatan yang terbuat dari tulang dan tanduk serta lukisan tangan pada dinding gua. 

3. Masa Neolitikum

Kehidupan manusia pada masa praaksara ini sudah mulai menetap dan tidak nomaden. Jenis manusia yang hidup pada pada masa neolitikum ini yaitu Homo Sapiens ras Mongoloide dan Austromelanosoide. Pada masa ini mereka sudah mengenal bagaimana cara bercocok tanam, tetapi masih melakukan perburuan hewan. Karena sudah mengenal cara bercocok tanam, mereka maka mereka sudah dapat menghasilkan bahan makanan sendiri (food producing).

Hasil budaya peninggalan pada masa praaksara neolitikum, pembuatan alatnya sudah lebih sempurna, sehingga lebih halus dan disesuaikan dengan fungsinya. Alat-alat pada masa ini sangat banyak digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Hasil kebudayaan yang terkenal pada zaman Neolitikum, yaitu kapak lonjong dan kapak persegi.

4. Masa Megalitikum

Kebudayaan pada masa praaksara megalitikum diperkirakan berkembang dari zaman neolitikum sampai masa perunggu. Manusia di masa ini sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan menghasilkan bangunan dari batu besar. Bangunan yang telah dibuat untuk kepentingan upacara keagamaan dan penguburan jenazah. Manusia pendukung pada masa praaksara ini didominasi oleh Homo Sapiens. 

Menurut Von Heine Geldern, masa megalitikum menyebar ke Indonesia melalui 2 gelombang. Pertama adalah Megalitikum Tua pada tahun 2500-1500 SM. Adapun contoh bangunan Megalitikum Tua adalah menhir, punden berundak, dan arca statis. Sedangkan masa Megalitikum Muda terjadi pada tahun 1000-10 SM. Contoh bangunan Megalitikum Muda adalah peti kubur batu, dolmen, waruga , sarkofagus, dan arca dinamis.

5. Masa Tembaga

Masa tembaga merupakan awal mula manusia mengenal adanya logam. Tembaga sendiri digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai macam peralatan. Indonesia diperkirakan tidak dipengaruhi oleh masa tembaga karena sampai sekarang belum ditemukan peninggalan sejarah dari masa tembaga.

6. Masa Perunggu

Pada masa perunggu, manusia membuat alat yang berbahan dasar perunggu. Peninggalan masa praaksara dari zaman perunggu di Indonesia yang mencolok antara lain candrasa, kapak corong, dan nekara.  Candrasa adalah sejenis senjata yang ditemukan di Bandung dan digunakan untuk keperluan upacara. 

Kapak Corong adalah alat kebesaran dan upacara adat yang berbentuk seperti corong, ditemukan di Bali, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Sedangkan nekara adalah genderang besar atau tambur yang berbentuk seperti dandang terbalik, digunakan untuk upacara ritual, khususnya sebagai pengiring upacara kematian, upacara memanggil hujan, dan sebagai genderang perang yang ditemukan di Jawa, Bali, dan Sumatera.

7. Masa Besi

Manusia di masa besi mampu membuat peralatan yang lebih sempurna dengan bahan besi. Cara membuat peralatan dari besi yaitu dengan meleburkan bijih besi dan menuangkannya ke dalam cetakan. Hasil peninggalan masa besi yang ditemukan di Indonesia yaitu mata kapak, mata sabit, mata pisau, mata pedang, cangkul, dan lain sebagainya. 

Kegunaan alat mata kapak pada masa ini digunakan untuk membelah kayu dan mata sabit digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan. Alat tersebut dapat ditemukan di daerah Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor, Besuki dan, Punug (Jawa Timur). 

Manusia Purba pada Masa Praaksara

Manusia Purba (sumber - Katadata)
Manusia Purba (sumber – Katadata)

Menurut penelitian, ada tiga manusia purba yang ditemukan di Indonesia, yaitu Pithecanthropus Erectus, Meganthropus, dan Homo yang dapat dijelaskan di bawah ini:

1. Pithecanthropus Erectus

Manusia purba satu ini merupakan manusia kera yang berjalan tegak, memiliki tingginya sekitar 165-180 cm. Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil, yang letaknya di dekat Bengawan Solo. Karena fosil manusia purba ini ditemukan di pulau Jawa, maka Pithecanthropus Erectus juga dikenal dengan istilah Manusia Jawa.

2. Meganthropus

Manusia purba selanjutnya yang ditemukan di Indonesia adalah manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus. Manusia purba ini jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi manusia besar tua yang berasal dari Jawa. Oleh karena itu, ukuran tubuh Meganthropus Palaeojavanicus lebih besar bila dibandingkan dengan manusia purba Pithecanthropus Erectus.

3. Homo

Manusia purba Homo memiliki fisik yang sempurna dibandingkan dengan kedua pendahulunya. Manusia purba Homo yang ditemukan di Indonesia terdiri dari tiga jenis, yaitu Homo Wajakensis, Homo Soloensis, dan Homo Sapiens. Homo Wajakensis pertama kali ditemukan di Wajak, Jawa Timur. Sedangkan  untukHomo Soloensis pertama kali ditemukan di daerah Solo, Jawa Tengah. Homo Sapiens adalah manusia purba generasi terakhir yang memiliki ciri fisik menyerupai manusia modern di masa sekarang.

Peninggalan Masa Praaksara

Peninggalan Zaman Praaksara (sumber - Yuksinau)
Peninggalan Zaman Praaksara (sumber – Yuksinau)

Peninggalan masa praaksara sangatlah banyak dan penemuan ini bisa akan terus bertambah karena penelitian yang terus berlanjut. Berikut ini adalah beberapa peninggalan zaman praaksara yang paling terkenal.

  • Nekara
  • Candrasa
  • Arca perunggu
  • Moko
  • Bejana perunggu
  • Kapak persegi
  • Mata panah

Itulah informasi mengenai masa praaksara di Indonesia yang dimulai dari apa yang dimaksud dengan masa aksara, periodisasi, dan peninggalannya. Dengan mengetahui masa praaksara tersebut, semoga informasi ini bermanfaat dan kita semakin mengetahui bagaimana kehidupan manusia yang ada di masa lampau.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Masa Praaksara: Pengertian, Periodisasi, dan Peninggalannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]

    Trending

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh […]
    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]