
Pernahkah kamu membaca pantun jenaka? Atau bahkan kamu sudah mahir menulisnya? Kalian pasti sudah tahu bahwa pantun jenaka adalah jenis pantun yang bermakna kelucuan.
Sesuai dengan namanya, jenis pantun ini memang memiliki tujuan untuk menghibur para pendengarnya, sehingga membuat suasana terasa riang dan menyenangkan. Intinya, tujuannya hanya untuk lucu-lucuan saja.
Namun, tidak semua lelucon yang lucu dapat kita kategorikan sebagai pantun jenis ini. Sesuai namanya, selain jenaka atau lucu, pantun dengan embel-embel jenaka juga harus memenuhi persyaratan dan ciri-ciri pantun.
Kamu tentu masih ingat, kan apa saja syarat pantun?
Yuk, kita refresh sebentar ingatan kamu.
Artikel Terkait
Daftar Isi
Syarat dan ciri-ciri pantun
Persyaratan dan ciri-ciri utama dari sebuah pantun adalah rima, atau bisa juga disebut dengan sajak. Selain itu, sebuah pantun sudah pasti memiliki sampiran dan isi, begitu juga dengan jenis pantun yang sedang kita bahas saat ini.
Berikut penjelasan lebih lanjut tentang persyaratan dan ciri-cirinya.
- Sesuai dengan ciri-ciri pantun, pantun dengan embel-embel jenaka juga terdiri dari 4 baris, masing-masing baris berisi satu kalimat. Karena yang dibahas kali ini adalah pantun jenaka, maka setiap untaian kata yang terlampir haruslah lucu dan menghibur.
- Setiap untaian kata yang terdapat pada pantun haruslah singkat, namun tanpa melupakan isi yang ingin disampaikan melalui pantun tersebut. Suku kata pada setiap untaian kata berjumlah 8 sampai 12 buah.
- Hampir sama dengan ciri-ciri pantun pada umunya, pantun dengan embel-embel jenaka biasanya juga memiliki rima atau sajak yang berbunyi a-b-a-b atau a-a-a-a.
- Meskipun memiliki embel-embel jenaka, bagian sampiran dan isi pada sebuah pantun jenis ini haruslah jelas. Sampiran hanya digunakan sebagai pengantar dari isi yang memang berupa sebuah pesan yang ingin disampaikan.
Fungsi pantun jenaka
Sesuai dengan yang sebelumnya sudah dijelaskan, berikut penjelasan lengkap tentang fungsi pantun ini.
- Sebagai sarana hiburan untuk membuat suasana hati seseorang menjadi lebih baik.
- Sarana untuk membangun keakraban antara dua atau lebih orang maupun kelompok.
- Dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan moral yang dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat luas.
- Untuk mencairkan suasana yang hambar saat berkumpul dengan orang-orang terdekat.
Contoh pantun jenaka
Agar teman-teman dapat lebih mudah dipahami, langsung liat beberapa contoh pantun jenaka dibawah ini.
Contoh Pantun Jenaka Tema Anak-Anak
Rima atau sajak a-b-a-b:
- Jalan sore bareng najib
Pulangnya beli es ketan
Jangan main sampai maghrib
Kalau tidak mau ketemu setan
- Anak kucing sedang bertengkar
Salah satu hampir roboh
Janganlah malas belajar
Kalau tidak mau jadi bodoh
Rima atau sajak a-a-a-a:
- Ke jakarta naik kopaja
Demi bisa bertemu Luna Maya
Lebih baik berteman saja
Bertengkar tak ada guna
- Keluar rumah siang hari
Rupanya lagi musim semi
Jangan kamu duduk sendiri
Main saja bersama kami
- David beckham rambutnya klimis
Tapi sayang bau amis
Kalau mau jadi anak yang manis
Jangan terlalu sering menangis
Contoh Pantun Jenaka Tema Remaja
Rima atau sajak a-b-a-b:
- Ikan hiu makan tomat
Ikan paus makan pepaya
Buat apa lulus cepat
Kalau masih nganggur juga
- Ikan hiu makan kentang
Makannya di pinggir pantai
Gimana mau dapat uang
Kalau maunya cuman santai
- Ke warung beli sembako
Bareng sama najwa shihab
Jangan coba ambil resiko
Kalau belum siap tangung jawab
Rima atau sajak a-a-a-a:
- Ikan hiu makan kentang
Habis makan langsung pulang
Sudah jarang-jarang datang
Sekalinya datang malah ngutang
- Air kecil seribu
Air besar dua ribu
Jangan pernah lawan ibu-ibu
Kalau tidak mau kena serbu
- Siang-siang ketemu valak
sampai lari terbirit-birit
Sudah dapat kerjaan banyak
Tapi gaji masih dikit
Contoh Pantun Jenaka Tema Romantis
Rima atau sajak a-b-a-b:
- Bude asih makan itik
Tiba-tiba lehernya kaku
Terimakasih cantik
Kamu sudah mewarnai hari-hariku
- Limbad sudah jadi orang kaya
Hanya karena makan paku
Daripada sama dia
Mending kamu sama aku
- Jauh-jauh ke Jakarta
Hanya untuk main kartu
Kalau kamu bertanya siapa yang aku cinta
Jawabannya sudah pasti kamu
Rima atau sajak a-a-a-a:
- Ikan hiu makan tahu
Sambil minum jus jambu
Janganlah kau jauh dariku
Nanti aku cari yang baru
- Satu tambah satu sama dengan dua
Satu tambah dua sama dengan tiga
Meskipun aku suka Pevita
Tapi hanya kamu yang aku cinta
Sebenarnya, pantun dapat dikatakan jenaka atau tidak hampir sama dengan lelucon dapat dikatakan lucu atau tidak.
Jika ada orang terjatuh terlihat lucu di mata teman-teman, belum di mata orang lain hal itu juga akan terlihat lucu.
Begitu juga dengan pantun yang membawa embel-embel jenaka, meskipun teman-teman menganggap sebuah pantun adalah pantun jenaka, belum tentu orang lain memiliki anggapan yang sama dengan yang teman-teman punya.
Oleh karena itu, sebuah pantun dapat dikatakan jenaka atau tidak tergantung dengan bagaimana presfektif lucu atau jenaka dari sang pendengar.
Baik, mungkin cukup sekian dulu penjelasan dan contoh pantun jenaka dari studioliterasi kali ini. kira-kira, enaknya habis ini bahas apa ya? kalau ada yang punya saran, langsung aja tulis di kolom komen ya!.
Baca Juga: Contoh Teks Anekdot
Tidak ada komentar