Annissa Manystighosa Menyukai penulisan dan kebahasaan

Kurikulum Baru Kemendikbud – Pelajaran Sejarah Dihapus

1 min read

Mata pelajaran sejarah selama ini selalu dianggap sebagai penanaman jati diri bangsa terhadap muda mudi. Terdapat banyak aspek penting yang dapat dipelajari di setiap bab pelajaran sejarah, baik itu dari tingkat SD hingga perkuliahan. Namun, baru-baru ini tersebar berita bahwa pelajaran Sejarah dihapus! Sudahkah teman-teman mendengarnya? Bagaimana tanggapan kalian?

Dengan mempelajari perkembangan zaman, khususnya sejarah Indonesia, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, siswa siswi diharapkan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini. Namun harapan semua pihak untuk mengenalkan sejarah secara lengkap mengalami sedikit kendala dengan adanya ketentuan baru dari Kemendikbud.

Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah berencana menjadikan mata pelajaran sejarah di sekolah bukan lagi pelajaran wajib bagi siswa SMA/SMK dan sederajat. Keputusan ini berada dalam draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020.

Dalam kasus ini, pelajar SMA dapat mengambil mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran pilihan. Tidak seperti sebelumnya, maple sejarah tidak lagi wajib dan hanya dipilih bagi siswa siswi yang berkeinginan belajar sejarah.

Kemendikbud Membantah Mapel Sejarah Dihapus

Ketika mulai ramai media yang memberitakan tentang penghapusan pelajaran sejarah, Kemendikbud langsung mengeluarkan siaran pers yang berisi penjelasan bahwa pelajaran sejarah tidak akan dihapuskan dari kurikulum pendidikan.

Kurikulum baru ini masih dalam tahap kajian akademis, yang artinya masih sangat memungkinkan jika ada perubahan. Pihak Kemendikbud mengakui bahwa sejarah adalah mata pelajaran penting sebagai dasar ilmu pengetahuan nasionalisme bagi siswa siswi penerus bangsa. Sejarah, yang berisikan tentang penjelasan singkat mengenai evolusi dan perubahan jaman, merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan.

Nilai-nilai yang terkandung didalamnya, terutama tentang perjalanan bangsa Indonesia dari jaman kerajaan hingga menjadi negara kesatuan sangat besar pengaruhnya pada pembentukan karakter.

Perbaikan Sistem Pembelajaran Kemendikbud

Jika selama ini mata pelajaran sejarah dinilai kurang menarik karena dari segi penyampaian kurang menarik, maka sangat disarankan untuk memperbaiki cara penyampaiannya, baik di buku dan di kelas.

Mata pelajaran sejarah memiliki potensi besar untuk digali dan disampaikan dengan cara yang menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa. Berbagai versi pengajaran baru yang lebih menarik dapat diangkat dan diterapkan, sehingga tidak lagi menggunakan versi yang lawas, dimana hanya mengandalkan hafalan dan mendikte.

Efek panjang yang dapat terjadi jika mata pelajaran sejarah dihapus dapat berbuntut pada hilangnya jati diri bangsa. Hal ini dikarenakan siswa siswi tidak mengenal lagi mengenai masa lalu bangsanya yang dapat berimbas pada pergeseran identitas di tengah derasnya arus globalisasi.

Sistem pembelajaran yang baru telah membuka banyak pintu yang dapat membawa perubahan dalam tipe belajar siswa siswi. Oleh karena itu, harapan dibatalkannya penghapusan mata pelajaran sejarah dapat menginspirasi banyak pihak, khususnya Kemendikbud untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih komprehensif dan menyenangkan.

Baca Juga Cara Daftar Kartu Pra Kerja

Annissa Manystighosa
Annissa Manystighosa Menyukai penulisan dan kebahasaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top