Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Pencemaran Lingkungan

3 min read

pencemaran lingkungan
Pencemaran Lingkungan, Foto Oleh sabigaju com

Pencemaran lingkungan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan keberlangsungan hidup makhluk hidup yang ada pada lingkungan tersebut. Pencemaran tersebut juga berdampak pada kesehatan manusia dan kesejahteraan manusia.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia wajib menjaga dan melestarikan lingkungan kita agar tidak tercemar dan merugikan manusia sendiri. Berikut ini adalah pembahasan terkait pencemaran lingkungan, meliputi pengertian, dampak, penyebab, jenis dan cara menanggulanginya. 

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah suatu perubahan faktor abiotik pada lingkungan yang tidak dikehendaki sehingga dapat mempengaruhi keseimbangan lingkungan, keselamatan, kesehatan dan keberlangsungan kehidupan makhluk hidup secara normal. Hal ini disebabkan oleh polutan yang berasal dari kegiatan manusia atau proses alam.

Pencemaran ini membuat lingkungan menjadi kurang atau tidak berfungsi dengan semestinya yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan yang merugikan makhluk hidup.

Terdapat dua kategori bahan yang dapat mencemari lingkungan yaitu:

1. Degradable, adalah polutan penyebab pencemaran yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya menjadi tingkat yang dapat diterima oleh alam sehingga dapat diuraikan oleh proses alam. Contohnya bahan sisa makanan, kayu, sampah dedaunan dll.

2. Non – Degradable, adalah polutan yang menyebabkan pencemaran yang tidak dapat diuraikan kembali oleh proses alam, sehingga polutan tersebut akan tetap berada pada lingkungan dan akan mengganggu ekosistem. Contohnya plastik, merkuri, timah hitam, arsenik dll.

Macam-Macam Pencamaran Lingkungan

Dilihat dari sifat zat pencemarannya, pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut.

1. Pencemaran Biologis

pencemaran biologi
pencemaran biologi, Foto Oleh Kompasiana com

Pencemaran biologis disebabkan oleh berbagai macam mikroba yang dapat memicu timbulnya wabah penyakit. Polutan ini biasanya mencemari air sungai, danau, atau sumur yang berasal dari orang yang menderita penyakit tertentu yang menular, dan sampah buangan maupun sumber lainnya.

2. Pencemaran Fisik

pencemaran fisik
pencemaran fisik, Foto Oleh Unsplash

Pencemaran fisik disebabkan oleh benda cair, padat maupun gas. Seperti contoh adanya air yang datang secara tiba – tiba dalam skala yang sangat besar yang menyebabkan tsunami, maka yang disebut polutan fisik adalah air.

3. Pencemaran Kimiawi

pencemaran kimia
Pencemaran Kimia, Foto Oleh Unsplash

Pencemaran kimiawi disebabkan oleh zat – zat kimia yang berasal dari limbah industri, misalnya logam berat  seperti timbal atau air raksa yang terdapat dalam limbah industri atau senyawa non – logam seperti nitrat dan asam sulfat.

Baca juga : Ruang Lingkup Biologi

Jika dilihat berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran lingkungan dibedakan menjadi, pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan pencemaran suara. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Pencemaran air

pencemaran air
Pencemaran Air, Foto oleh Unsplash

Merupakan pencemaran yang terjadi di lingkungan air ketika terdapat zat atau substansi berbahaya terkandung didalamnya. Pencemaran air bisa disebabkan oleh limbah industri, limbah industri makanan dan minuman, limbah rumah tangga dan limbah minyak.

Jika terdapat sungai yang airnya tercemar maka akan membahayakan makhluk hidup yang mengkonsumsi air tersebut. Agar tidak terjadi pencemaran air dapat dilakukan beberapa pencegahan sebagai berikut.

  • Usahakan untuk menggunakan insektisida berspektrum sempit. Jadi, hewan yang mati hanya hewan spesifik, misalnya hanya belalang.
  • Tidak membuang sisa atau limbah industri ke sungai.
  • Tidak membuang sisa detergen ke sungai
  • Tidak membuang sembarangan sampah plastik, aluminium, botol, serta bahan lain yang sulit terurai ke sungai.
  • Ikut mengawasi dan melaporkan jika melihat aktivitas pembuangan limbah-limbah entah itu pabrik atau kotoran ke aliran sungai.

2. Pencemaran tanah

pencemaran tanah
Pencemaran Tanah, Foto oleh Unsplash

Merupakan pencemaran yang terjadi di lingkungan tanah yang biasanya disebabkan oleh adanya sampah anorganik dan organik. Sampah tersebut berasa dari limbah rumah tangga, pasar, peternakan, pertanian dan limbah industri yang dibuang  dengan sembarangan. 

Adanya pencemaran lingkungan ini dapat menimbulkan gangguan pada kehidupan mikroorganisme yang hidup dalam tanah, tanah menjadi kurang subur dan juga menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia seperti cacingan.

3. Pencemaran udara

polusi udara
Pencemaran Udara, Foto oleh Unsplash

Merupakan pencemaran lingkungan yang terjadi di udara yang disebabkan adanya polutan yang terkandung dalam udara yang dapat mengancam kesehatan manusia, seperti menyebabkan gangguan pernafasan dan pandangan. 

Bentuk – bentuk polutan tersebut seperti asap dan debu, gas karbon monoksida, sulfur oksida, nitrogen dan CFC ( Chlorofluorocarbon).

4. Pencemaran suara

polusi suara
Pencemaran Suara, Foto oleh Unsplash

Merupakan pencemaran lingkungan yang berbentuk gelombang suara yang biasanya disebabkan oleh suara bising secara terus – menerus yang mengganggu pendengaran. Suara bising tersebut bisa bersumber dari adanya suara petir, suara lalu lintas kendaraan, pesawat terbang, mesin pabrik.

Pencemaran suara dapat merusak fungsi telinga, sehingga apabila terdapat suara yang tidak diinginkan masuk ke lingkungan manusia dapat mengganggu aktivitas yang dilakukan oleh manusia.

Penyebab Pencemaran Lingkungan

Terdapat beberapa faktor yang menjadi pencetus terjadinya aktivitas – aktivitas yang menyebabkan pencemaran terjadi di suatu lingkungan, antara lain sebagai berikut.

  1. Adanya peningkatan jumlah penduduk yang tak terkendali
  2. Pesatnya perkembangan dan penyebaran teknologi
  3. Adanya kegiatan eksploitasi alam secara besar – besaran
  4. Banyaknya sumber – sumber zat pencemaran yang tidak dapat dinetralisir alam.
  5. Adanya proses alamiah yang terjadi akibat adanya bencana alam dan unsur – unsur langit.

Kondisi-kondisi seperti di atas menjadi pencetus aktivitas yang memicu terjadinya pencemaran lingkungan, misalnya:

  1. Adanya limbah rumah tangga.
  2. Penggunaan kantong plastik secara masif.
  3. Penggunaan AC berlebihan.
  4. Pembuangan sampah dan limbah deterjen ke sungai.
  5. Limbah hasil produksi pertanian adanya penggunaan pertisida.
  6. Penggunaan zat radioaktif sebagai irradiator untuk kepentingan rumah sakit bidang radiografi.
  7. Penggunaan kendaraan pribadi yang menimbulkan banyak polusi.
  8. Produksi pertambangan.
  9. Produksi industri yang membuang limbahnya ke sungai.

Dampak Pencemaran Lingkungan

Kerusakan lingkungan tidak hanya berbahaya bagi kelangsungan ekosistem lingkungan itu sendiri, tetapi juga merugikan bagi manusia. Berikut dampak pencemaran lingkungan.

  1. Pemanasan global.
  2. Lapisan ozon berlubang.
  3. Es di kutub utara dan selatan semakin mencair.
  4. Perubahan iklim yang tidak menentu.
  5. Punahnya beberapa spesies hewan.
  6. Peledakan jumlah hama karena predator banyak yang telah punah.
  7. Terjadinya hujan asam.
  8. Terjadi efek rumah kaca.
  9. Adanya kerusakan lingkungan yang terlihat nyata, seperti adanya limbah pabrik yang dibuang secara sembarangan di sungai yang mengakibatkan air sungai tercemar oleh zat – zat berbahaya.

Menurut George Tyler Miller (1979) dalam bukunya yang berjudul Living in The Environment,  dampak pencemaran lingkungan terhadap kehidupan dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan. Adapun tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Tingkatan 1: gangguan estetika, misalnya munculnya bau-bauan yang tidak sedap.
  2. Tingkatan 2: kerusakan properti, misalnya bahan logam menjadi berkarat
  3. Tingkatan 3: gangguan pada tumbuhan atau hewan, contohnya yaitu penurunan hasil pertanian
  4. Tingkatan 4: gangguan pada kesehatan manusia, seperti penyakit saluran pernapasan
  5. Tingkatan 5: kerusakan secara genetik dan reproduksi manusia
  6. Tingkatan 6: gangguan pada ekosistem secara luas, yakni perubahan iklim global

Baca Juga : Globalisasi

Cara Menanggulangi

Berdasarkan Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, diketahui terdapat beberapa upaya penanganan terhadap permasalahan ini, yaitu sebagai berikut.

  1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri
  2. Penempatan kawasan industri terpisah dan berjauhan dari kawasan permukiman penduduk
  3. Pengawasan akan menggunakan bahan kimia, misalnya pestisida dan insektisida
  4. Melakukan penghijauan
  5. Pemberian sanksi secara tegas kepada pelaku pencemaran lingkungan. Penyuluhan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hal ini.

Last Updated on September 18, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top