Tika Chandra Irawati Menulis untuk kesenangan

Pendapatan Nasional

2 min read

Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional, Foto Oleh Unsplash Com

Sobat studioliterasi, apakah kalian tahu bahwa kegiatan ekonomi yang kita lakukan seperti berbelanja dapat mempengaruhi pendapatan nasional? Mengapa bisa demikian?

Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut!

Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional yaitu jumlah pendapatan yang diterima oleh semua masyarakat atau pemilik faktor produksi di suatu negara dalam kurun waktu tertentu (biasanya 1 tahun).

Pendapatan nasional disebut juga sebagai Produk Domestik Bruto (PDB) di mana perhitungannya ialah melalui jumlah penghasilan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga. Oleh sebab itu lah kegiatan kita berbelanja bisa mempengaruhi pendapatan ini.

Di sisi lain, pendapatan tersebut sering kali dijadikan indikator untuk mengukur perkembangan maupun pembangunan di suatu negara dari waktu ke waktu.

Manfaat Pendapatan Nasional

  • Untuk mengetahui perkembangan perekonomian yang ada di suatu negara dari ke tahun.
  • Untuk mengetahui bagaimana struktur perekonomian pada suatu negara.
  • Membandingkan kemajuan ekonomi antar negara di dunia.
  • Sebagai sumber informasi bagi pemerintah.
  • Sebagai sarana dalam pengambilan kebijakan ekonomi.

Konsep Pendapatan Nasional

Sebelum belajar menghitung pendapatan nasional, penting sekali untuk mengetahui beberapa konsepnya terlebih dahulu. Konsep-konsep tersebut antara lain:

Gross Domestic Product (GDP)

GDP atau sering kali disebut Produk Domestik Bruto (PDB) adalah keseluruhan jumlah produk,  entah itu berupa barang maupun jasa di mana dihasilkan oleh masyarakat di dalam batas wilayah suatu negara selama kurun waktu 1 tahun.

Dalam hal ini, berlaku pula pada produk yang dihasilkan oleh perusahaan asing jika tempat produksinya masih berada dalam wilayah suatu negara.

Misalnya saja ada perusahaan otomotif dari Jerman mendirikan cabang di Indonesia, maka hasil produksinya juga harus dihitung ke dalam GDP.

Cara menghitung GDP, yaitu:

Gross National Product (GNP)

GNP atau Produk Nasional Bruto (PNB) ialah nilai produk berupa barang serta jasa yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk produk penduduk yang dihasilkan di luar negeri.

Contohnya saja seorang warga negara Indonesia menjual sepatu di Thailand, maka hasil berupa barang dan jasa tersebut termasuk GNP.

Selain itu, GNP cenderung lebih menekankan pada aspek kenegaraan atau nationality.

Cara menghitung GNP yakni:

Net National Product (NNP)

NNP juga dikenal dengan sebutan Produk Nasional Netto (PNN). NNP adalah hasil dari GNP setelah dikurangi penyusutan modal.

NNP ini menunjukkan konsep pendapatan nasional di mana dilihat dari laba yang didapat. Hal itu karena  NNP bertujuan untuk mencari netto atau nilai bersih dari suatu produksi.

Rumus menghitung NNP ialah:

Net National Income (NNI)

Perhitungan NNI didasarkan pada jumlah balas jasa yang diterima orang-orang selaku pemilik faktor produksi.

NNI bisa dihitung melalui rumus di bawah ini:

Untuk pajak tidak langsung harus dikurangkan, karena hal tersebut tidak menggambarkan balas jasa atas faktor produksi. Penjual atau produsen memang menerima uang pajak beserta harga pasar dari barang yang mereka jual, namun uang pajak tetap harus diserahkan ke pemerintah.

Untuk subsidi harus ditambahkan sebab ada harga-harga tertentu di mana dibuat lebih murah daripada biaya produksi sebenarnya, contohnya saja subsidi harga sembako, pupuk, dan BBM.

Personal Income (PI)

PI atau Pendapatan Perseorangan adalah jumlah pennghasilan yang secara formal diterima oleh setiap orang. Akan tetapi, PI ini harus dikurangi dengan laba yang ditahan, asuransi, jaminan sosial, serta ditambah pula dengan transfer payment pemerintah.

Transfer payment sendiri ialah penerimaan yang bukan termasuk balas jasa produksi, tetapi diambil sebagian dari pendapatan skala nasional pada tahun lalu.

Disposable Income (DI)

Disposable Income disebut juga pendapatan yang siap dibelanjakan, dalam artian siap dimanfaatkan untuk membeli barang maupun jasa dan tabungan di mana kemudian disalurkan menjadi sebuah investasi.

Namun DI harus dikurangi pajak langsung. Pajak yang bebannya tidak bisa dialihkan ke orang lain disebut pajak langsung.

Dengan demikian rumus untuk menghitung DI adalah sebagai berikut:

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Terdapat beberapa metode yang bisa kalian gunakan untuk menghitung pendapatan nasional. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

Metode Produksi (Production Approach)

Metode produksi menekankan pada kegiatan yang bisa memberikan nilai tambah. Metode ini menghitung keseluruhan nilai tambah dari barang atau jasa pada sektor produksi.

Metode produksi dapat dihitung dengan rumus:

Metode Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Metode income approach yakni menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat selaku pemilik faktor produksi sebagai tanda balas jasa atas proses produksi.

Rumus lengkapnya ialah:

Metode Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)

Metode terakhir yaitu pendekatan pengeluaran. Pendekatan pengeluaran menghitung pendapatan dalam skala nasional dengan cara menjumlahkan pengeluaran yang sudah dipakai oleh semua sektor perekonomian suatu negara.

Rumus untuk menghitungnya yakni:

Sekian materi ekonomi tentang pendapatan nasional dari studioliterasi. Kira-kira materi apalagi yang ingin sobat-sobat online bahas bersama studioliterasi? Tulis di kolom komentar ya!.

Last Updated on Maret 2, 2021

Tika Chandra Irawati
Tika Chandra Irawati Menulis untuk kesenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top