1. Kelas 8 Seni Budaya

Mengenal Pengertian Fragmen dan Teknik Dasar Teater

Dalam seni teater, terkenal salah satu istilah bernama fragmen yang tentu sudah familiar bagi pegiat seni. Sayangnya, pengertian fragmen masih belum banyak diketahui dan dipahami oleh masyarakat awam. Oleh karena itu, kali ini Studio Literasi menyajikan ulasan tentang fragmen mulai dari pengertian fragmen hingga cara membuat naskah fragmen. Yuk, pelajari artikel berikut ini!

Pengertian Fragmen

Pengertian fragmen atau yang juga disebut sebagai pementasan teater dengan durasi yang singkat merupakan cerita atau petikan cerita lakon yang dipentaskan, baik di atas panggung maupun di depan kelas. Secara umum, pengertian fragmen adalah pertunjukan dengan durasi yang singkat saat dipentaskan di panggung maupun di hadapan penonton yang terbatas. 

Dengan kata lain, pengertian fragmen bisa disebut juga dengan istilah drama mini karena hanya terdiri dari beberapa adegan inti dengan jalan cerita yang sederhana. Meski begitu, pengertian fragmen dalam pertunjukan teater adalah penampilan yang perlu menggunakan naskah sebagai panduan ceritanya karena drama naskah pada seni teater yang cukup panjang dengan banyak babak, dan adegan. 

Nah, sebelum memainkan naskah yang lama dan cukup rumit, perlu dilakukan latihan permulaan untuk memainkan peran yang telah menjadi naskah sendiri. Latihan pementasan ini tidak perlu selalu di atas panggung teater yang biasa dipakai oleh grup teater, kok. Cukup pentaskan fragmen kalian di depan kelas atau di depan teman-teman.

Artikel Terkait

[feedzy-rss feeds='https://museumnusantara.com/feed/,https://sma.studioliterasi.com/feed/' max='4' multiple_meta='yes' template='default']

Tujuan Fragmen dalam Naskah Seni Teater

Setiap pertunjukan seni teater, diperlukan panduan cerita sebagai pedoman yang dibutuhkan oleh para lakon atau pemain drama yang akan melakukan pentas. Agar bisa menjalani lakon atau perannya dengan baik dan maksimal, maka setiap pemain wajib menguasai teknik drama. Adapun tujuan fragmen dalam naskah seni teater antara lain sebagai berikut:

  1. Sebagai bahan penyatu persepsi antara produser serta para kru film atau teater yang berada dalam proses produksi film atau teater tersebut.
  2. Terdiri dari elemen-elemen teater yang dibutuhkan.
  3. Sebagai bahan pedoman atau acuan dalam pementasan teater.
Baca Juga:   Alat Musik Tradisional: Pengertian, Fungsi & Jenisnya

Cara Membuat Naskah Fragmen

    Dasar dari sebuah lakon drama adalah konflik. Konflik merupakan pertentangan yang terjadi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya, baik yang berhubungan dengan fisik maupun non-fisik. Sepanjang perjalanan drama dijiwai oleh konflik tokoh-tokohnya. Baik itu tokoh utama maupun tokoh yang bertentangan dengan tokoh utama, yakni pelawan arus cerita (tokoh penentang), maupun yang disebut tokoh protagonis dan tokoh antagonis.

        Naskah merupakan salah satu bahan dasar untuk bermain seni teater. Karakter, tokoh, Alur cerita atau plot ditulis dengan jelas pada sebuah naskah. Jika Kawan Literasi hendak menulis naskah drama sebaiknya perlu mengikuti langkah-langkah penyusunan naskah drama. Dengan demikian, semua yang ingin dibangun, baik plot atau alur cerita, karakter tokoh, latar, dialog, dan peristiwa (pengaturan) dapat tersusun dengan baik. Berikut beberapa tahapan untuk membuat naskah fragmen yang bisa Kawan Literasi ikuti.

1. Menentukan Tema

Seperti yang kita ketahui, tema adalah langkah awal dalam menyusun naskah drama. Tema merupakan ide dasar dari keseluruhan naskah, termasuk yang memuat pesan pengarang yang ingin disampaikan. Pengarang dapat menentukan tema cerita contohnya seperti persahabatan, ketulusan, kasih sayang, pengorbanan, perjuangan, dan kepahlawanan.

2. Menentukan Alur Cerita

Alur merupakan proses jalannya cerita dari tema yang sudah dipilih. Alur merupakan rangkaian sebuah cerita yang disusun jelas dan utuh dari awal sampai akhir. Pada tahap persiapan alur akan terlihat konflik atau masalah-masalah yang terjadi, seperti tempat kejadian, waktu kejadian, hingga tokoh-tokoh yang mengisi cerita.

3. Menyusun Adegan

Setelah menyusun alur cerita dengan utuh dan jelas, dilanjutkan dengan menyusun adegan yang akan ditampilkan dalam setiap babak. Caranya dengan mengetahui urutan tokoh-tokoh yang akan tampil. Begitupun dalam adegan memilih babak atau kejadian mulai dari proses pengenalan hingga kejadian paling klimaks atau menarik sebagai puncak suatu cerita.

Baca Juga:   Mengenal Pantomim: Pengertian, Teknik, & Keunikannya

4. Membuat Dialog Tokoh

Pada saat membuat dialog-dialog setiap tokoh, Kawan Literasi perlu menyesuaikan dengan karakter yang dibuat, misalnya tokoh orang tua, tentu bahasa dan tingkah lakunya berbeda dengan anak muda. Dialog pada tokoh-tokoh ini juga ditentukan oleh latar belakang keadaan masing-masing, contohnya seperti orang dari daerah yang berbeda bahasanya dengan orang dari perkotaan dan lingkungan lain. 

Dialek atau gaya bahasa setiap tokoh yang berasal dari setiap suku bangsa juga memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Hal yang demikian dapat digunakan membuat suatu drama menjadi unik dan menarik untuk dinikmati dalam pertunjukan seni teater.

Teknik Dasar Akting Teater

Pada dasarnya, akting merupakan perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis. Untuk menampilkan akting teater yang baik, tentu saja diperlukan latihan yang tekun dan disiplin. Latihan tersebut dapat dilakukan melalui olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa.

1. Olah Tubuh

olah tubuh menjadi hal yang utama dalam teater
Olah tubuh menjadi hal yang utama dalam teater (Sumber: Pixabay)

Tubuh merupakan elemen dasar dalam bermain seni teater karena menjadi pusat perhatian penonton saat seorang aktor teater di atas panggung. Tubuh merupakan bahasa simbol dan isyarat dalam bermain teater melalui gestur yang mencerminkan karakter atau watak tokoh yang sedang diperankan. Olah tubuh bertujuan untuk fleksibilitas gerak sehingga pemain dapat menampilkan bahasa tubuh dengan baik. 

Hal yang dapat dilakukan pada latihan olah tubuh adalah meregangkan seluruh persendian dan otot tubuh, seperti halnya melakukan peregangan mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki, atau sebaliknya.

2. Olah Vokal

Seorang pemain teater perlu memiliki kemampuan mengolah suara yang baik karena suara merupakan faktor penting karena sebagai penyampai pesan kepada penonton.  Dengan olah vokal, maka pemain diharap memiliki kemampuan intonasi, diksi, dan artikulasi secara baik. 

Baca Juga:   Musik Ansambel: Pengertian, Sejarah, Jenis, & Contohnya

Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan. Seorang pemain teater perlu melatih olah suara dengan melakukan latihan suara. Latihan suara dapat dilakukan dengan mengucapkan kata vokal, yaitu a, i, u, e, o sesuai dengan bentuk mulut.

3. Olah Rasa

Akting pada dasarnya menampilkan keterampilan dan keindahan seorang pemain dalam mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang dimainkan sesuai dengan peran dan karakter. Dengan olah rasa maka pemain mampu memusatkan pikiran dan memainkan daya khayal dan emosinya pada penampilannya.  Untuk itu seorang pemain teater perlu banyak melatih konsentrasi, perasaan, dan emosinya melalui latihan olah rasa.

Demikian penjelasan tentang pengertian fragmen hingga cara membuat naskah fragmen yang dapat Kawan Literasi ketahui, baik sebagai pelaku seni maupun masyarakat awam. Semoga setelah ini Kawan Literasi dapat memahami betul mengenai pengertian fragmen dan dapat menjawab dengan lancar apabila diminta seseorang untuk jelaskan pengertian fragmen, ya!

Tidak ada komentar
Komentar untuk: Mengenal Pengertian Fragmen dan Teknik Dasar Teater

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERBARU

Dalam melakukan pengukuran  fisika, kita terlebih dahulu harus paham mengenai konsep besaran dan satuan. Besaran sendiri berdasarkan satuannya terbagi menjadi besaran pokok dan besaran turunan. Pada pembahasan kali ini, Studio Literasi akan membahas besaran pokok. Mari kita simak artikel berikut! Besaran, Satuan, dan Dimensi dalam Fisika Sebelum memulai ke pembahasan mengenai besaran pokok, ada baiknya […]
Pernahkah Kawan Literasi menggantungkan bingkai foto di dinding? Nah, kalau pernah, tahukah kamu kenapa paku yang menahan bingkai fotomu bisa menancap pada tembok yang tebal? Yap, hal itu dikarenakan adanya tekanan pada paku.  Tekanan merupakan besarnya suatu gaya yang bekerja pada luasan bidang tekan. Jadi, ketika ujung paku yang memiliki permukaan runcing ditempelkan pada dinding, […]

Trending

Berdasarkan dampaknya terhadap lingkungan, kita mengelompokkan teknologi menjadi dua jenis, yaitu teknologi ramah lingkungan dan teknologi tidak ramah lingkungan. Pada artikel ini, Studio Literasi akan membahas teknologi tidak ramah lingkungan beserta dampak serta contohnya. Simak pembahasan Studio Literasi di bawah ini! Definisi dan Prinsip dari Teknologi Tidak Ramah Lingkungan Hadirnya teknologi sesungguhnya ada untuk membantu […]
Pernahkah Kawan Literasi ingin mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membantu kita seperti ketika ia membukakan pintu atau memuji penampilan kita? Pastinya pernah, dong. Mengungkapkan rasa terima kasih merupakan respon yang paling sederhana atas kebaikan yang kita terima tetapi juga mengandung arti yang begitu besar. Sama seperti bahasa lainnya, bahasa Inggris juga memiliki ungkapan […]
Pada kehidupan sehari-hari Kawan Literasi pasti pernah mengucapkan selamat kepada orang lain yang telah mendapatkan kesuksesan, baik itu mendapatkan kelulusan, pekerjaan, ulang tahun atau seseorang yang sedang menikah. Dalam bahasa Inggris, terdapat materi expression of congratulations yang digunakan untuk mengungkapkan ucapan selamat kepada orang lain. Nah, pada kali ini, Studio Literasi akan mengulas materi ini […]