Selsi Selvia Belajar dan mengajar melalui tulisan

Pengetahuan Dasar Geografi

4 min read

Bumi
Bumi, Foto Oleh Unsplash

Sebelum membahas Geografi lebih jauh, ada baiknya apabila kita mempelajari materi pengetahuan dasar geografi kurikulum 2013 terlebih dahulu. Di dalam materi ini, kita akan mendiskusikan bersama pengertian, konsep, aspek, pendekatan, dan prinsip-prinsip dari pengetahuan dasar geografi. Check it out!

Pengertian Pengetahuan Dasar Geografi

Kata Geografi merupakan berasal dari bahasa Yunani. Geo berati bumi, sedangkan graphein memiliki arti tulisan. Jadi dapat dikatakan Geografi adalah tulisan tentang bumi. Oleh karena itu banyak yang menyebut Geografi sebagai ilmu bumi. Agar lebih mudah, Geografi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mendeskripsikan atau menggambarkan tentang bumi.

Studio Literasi juga telah menyiapkan beberapa definisi Geografi dari ahli-ahli, antara lain:

Eratosthenes

Ahli ini mengemukakan bahwa Geografi adalah penulisan tentang bumi.

Eratosthenes - Pengetahuan Dasar Geografi
Eratosthenes, Foto Oleh IDN Times

Alexander Von Humboldt

Mr. Humbolt menyatakan bahwa geografi identik atau serupa dengan geografi fisik. Penjelasannya berisi tentang kaitan bumi dengan matahari dan perilaku bumi dalam ruang angkasa, gejala cuaca dan iklim dunia, tipe-tipe permukaan bumi dan proses terjadinya, serta hal-hal lain terkait hidrosfer. 

Alexander Von Humboldt - Pengetahuan Dasar
Alexander Von Humboldt, Foto Oleh History and Biography

Claudius Ptolomaeus

Geografi menurutnya ialah penyajian sebagian atau seluruh permukaan bumi dalam bentuk peta.

Claudius Ptolomaeus - Ilmuwan Geografi
Claudius Ptolomaeus, Foto Oleh Twitter

Armin K. Lobeck

Ia mengemukakan bahwa geografi adalah studi tentang hubungan kehidupan dengan lingkungan fisik.

Immanuel Kant

Geografi menurut Immanuel Kant adalah disiplin ilmu yang memiliki objek studi berupa benda-benda atau gejala-gejala yang tersebar dan berasosiasi dalam ruang. Baginya, geografi tidak hanya mempelajari tentang keadaan alam tetapi juga dasar dari sejarah.

Immanuel Kant - Pengetahuan Dasar Geografi
Immanuel Kant, Foto Oleh Cerita Motivasi

Prof. Drs. HR Bintarto

Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menerangkan gejala-gejala di permukaan bumi yang bersifat fisik dan yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan. 

N. Daldjoeni

Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia tiga hal pokok, yakni spasial (ruang), ekologi dan region (wilayah). 

N. Daldjoeni
N. Daldjoeni, Foto Oleh Geni

Dalam hal spasial, geografi mempelajari persebaran gejala bumi yang alami dan manusiawi. 

Dalam hal ekologi, geografi mempelajari mengenai bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. 

Dalam hal region, geografi mempelajari tentang wilayah sebagai tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan fisiografisnya. 

Ikatan Geografi Indonesia (IGI)

ikatan geografi indonesia
Logo Ikatan Geografi indonesia, Foto Oleh Twitter

Dari hasil seminar dinyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. 

Konsep Pengetahuan Dasar Geografi

Ada beberapa konsep pengetahuan dasar Geografi yang perlu kalian ketahui, yakni:

Konsep lokasi

Konsep ini menerangkan tentang suatu objek atau fenomena geosfer berkaitan dengan letaknya di permukaan bumi. Konsep lokasi terdiri dari dua jenis, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

Konsep lokasi absolut

Lokasi absolut merupakan letak yang bersifat tetap dimana letak ini ditentukan oleh sistem koordinat garis lintang dan garis bujur. Lokasi absolut berfungsi untuk menentukan fenomena atau gejala dalam ruang di permukaan bumi atau dalam peta.

Konsep lokasi relatif ialah letak yang berdasarkan kondisi daerah sekitarnya atau kondisi suatu lokasi yang memiliki arti penting terhadap wilayah di sekitarnya. Dalam artian lain, lokasi relatif adalah lokasi suatu objek yang nilainya ditentukan oleh objek-objek lain di sekitarnya.

Contoh: harga tanah yang berada di pinggir jalan lebih tinggi dibandingkan tanah yang berada di daerah pelosok.

Konsep jarak

Konsep ini mengkaji jarak antara satu tempat dengan tempat lainnya. Konsep jarak dibedakan menjadi dua jenis, yakni jarak absolut dan jarak relatif.

Jarak absolut

Jarak absolut ditentukan dengan satuan panjang.

Jarak relatif

Jarak relatif tidak diukur menggunakan satuan panjang, melainkan dengan pertimbangan rute, waktu, dan biaya.

Konsep keterjangkauan

Yang dimaksud dengan konsep keterjangkauan adalah aksesibilitas suatu tempat. Suharyono (1994) dalam “Filsafat Geografi” menjelaskan jika keterjangkauan tidak selalu berkaitan dengan jarak, tetapi lebih kepada kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan dan komunikasi yang dapat dipakai.

Suatu tempat atau lokasi dikatakan terasing atau terisolasi jika tempat tersebut sulit untuk dijangkau (dengan sarana komunikasi atau angkutan) dari tempat-tempat lain, meski jaraknya tidak terlalu jauh.

Sedangkan rintangan medan seperti adanya hutan lebat, pegunungan tinggi, dan rawa-rawa atau gurun pasir yang luas yang menyebabkan suatu tempat kurang dapat dijangkau dari tempat-tempat lain.

Terdapat satu faktor yang merupakan faktor sosial berupa bahasa, adat istiadat serta sikap penduduk yang berlainan (mencurigai setiap orang asing sebagai musuh) dapat pula menjadi penyebab keterjangkauan suatu tempat.

Konsep pola

Konsep pola erat kaitannya dengan susunan bentuk atau persebaran fenomena dalam ruang di muka bumi, baik bersifat alami ( aliran sungai, jenis tanah, persebaran vegetasi, dan curah hujan) maupun sosial budaya (pemukiman, pendapatan, mata pencaharian, persebaran penduduk, dan lain-lain).

Contohnya ialah seorang petani akan bersawah di daerah cukup air, sedangkan memilih tempat yang curah hujannya rendah saat berladang.

Konsep morfologi

Konsep morfologi menjelaskan tentang bentuk permukaan bumi akibat tenaga geologi yang berkaitan dengan erosi, sedimentasi, ketebalan tanah jenis vegetasi, dan juga penggunaan lahan.

Konsep aglomerasi

Konsep ini menerangkan tentang persebaran, pengelompokan, atau pemusatan tingkat sejenis di suatu wilayah. Contohnya ialah adanya perumahan elit dan pemukiman kumuh.

Konsep nilai kegunaan

Di dalam konsep ini, suatu daerah memiliki nilai kegunaan yang berbeda tergantung individu. Contohnya seperti daerah pantai merupakan tempat untuk mencari nafkah bagi nelayan. Sedangkan bagi warga kota yang jauh dari pantai, daerah ini menjadi tempat wisata.

Konsep interaksi dan interdependensi

Hubungan timbal balik antar wilayah diterangkan di dalam konsep ini. Hubungan timbal balik terjadi karena suatu wilayah memiliki sumber daya yang berbeda-beda. Contohnya: daerah pedesaan yang memproduksi bahan pangan, dan daerah perkotaan menghasilkan barang industri dan informasi.

Konsep diferensiasi area

Konsep diferensiasi area dikenal dengan perbedaan wilayah. Konsep berisi ciri khas suatu daerah yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, sehingga menjadikan ciri tersebut sebagai suatu nilai tersendiri yang terdapat didalamnya.

Contohnya daerah pegunungan menghasilkan sayuran dan daerah yang lebih rendah menghasilkan padi.

Konsep keterkaitan keruangan

Seperti namanya, konsep ini menunjukan keterkaitan sebuah gejala dengan gejala lainnya di suatu tempat. Contohnya yakni tumbuhan ilalang akan tumbuh subur pada tempat terbuka yang banyak terkena paparan sinar matahari.

Aspek Pengetahuan Dasar Geografi

Selain konsep, ada juga lho aspek-aspek Geografi yang patut kalian ketahui. Berikut adalah daftarnya.

Aspek fisik

Aspek fisik membahas tentang geosfer yang bersifat fisik, seperti tanah, air, dan iklim dengan segala proses alamiahnya. Aspek fisik Geografi dapat dibagi lagi menjadi:

Aspek Topologi

Yang termasuk ke dalam aspek topologi adalah unsur letak, batas, luas, dan bentuk (morfologi) dari suatu wilayah.

Aspek Biotik

Aspek biotik meliputi unsur vegetasi seperti tumbuhan (flora), hewan (fauna), dan manusia.

Aspek Non-biotik

Aspek non-biotik merupakan aspek yang mencakup unsur-unsur non-biotik (tanah), hidrologi (air darat & air laut), dan iklim suatu wilayah.

Aspek manusia

Aspek manusia menjadikan manusia dan gejalanya sebagai objek. Aspek manusia dapat dibagi lagi menjadi:

Aspek ekonomi

Berhubungan dengan kegiatan perekonomian (pertanian, perkebunan, perdagangan, dll).

Aspek politik

Berhubungan dengan kepartaian dan pemerintahan.

Aspek sosial

Berhubungan dengan tradisi, adat istiadat, masyarakat, dan lembaga-lembaga sosial.

Aspek budaya

Berhubungan dengan pendidikan, bahasa, agama, dan kesenian.

Baca Juga : Kondisi Geografis Pulau – pulau di Indonesia

Pendekatan Pengetahuan Dasar Geografi

Geografi memiliki 3 jenis pendekatan yaitu pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.

Pendekatan keruangan

Cara pandang atau analisis yang menekankan eksistensi ruang dimana dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur, pola, dan proses.

Pendekatan kelingkungan

Pendekatan yang sering disebut juga dengan pendekatan ekologi ini mengkaji interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya.

Pendekatan kewilayahan

Pendekatan kewilayahan mengkaji variabel manusia dengan lingkungannya pada suatu wilayah dengan mengkombinasikan pendekatan keruangan dan kelingkungan.

Prinsip Pengetahuan Dasar Geografi

Selain konsep dan aspek, di dalam pengetahuan dasar Geografi juga terdapat prinsip-prinsip seperti prinsip persebaran, interelasi, deskripsi, dan korologi.

Prinsip persebaran

Menjelaskan bahwa fenomena geosfer tersebar secara tidak merata di muka bumi ini tetapi saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Prinsip interelasi

Menjelaskan hubungan dalam fenomena geosfer.

Prinsip deskripsi: menjelaskan terjadinya interelasi dalam bentuk kalimat, diagram, tabel, dan peta.

Prinsip korologi

Meninjau gejala, fakta, atau masalah geografi di suatu tempat.

Bagaimana teman-teman? Sudah lengkap sekali kan penjelasan materi Pengetahuan Dasar Geografi dari Studio Literasi? Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, segera tulis di kolom komentar, ya. Cheers!

Last Updated on September 19, 2020

Selsi Selvia
Selsi Selvia Belajar dan mengajar melalui tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top