Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Perdagangan Internasional

5 min read

Foto ilustrasi perdagangan internasional
Perdagangan internasional, Foto oleh Badan wakaf indonesia

Setiap negara memiliki potensi sumber dayanya masing-masing. Negara A memiliki kekayaan pada minyak bumi tetapi kelangkaan pada beras, sedangkan negara B kekayaannya terletak pada beras namun langka akan minyak bumi. Maka dari itu, negara B akan menjual beras kepada negara A, begitupun sebaliknya. Sehingga kebutuhan setiap negara terpenuhi. Nah… kegiatan ini dapat juga disebut dengan perdagangan internasional.

Menarik bukan kegiatan di atas? Yuk coba kita kupas tuntas materi Perdagangan Internasional mulai dari pengertian, teori, tujuan, faktor pendorong, manfaat, faktor penghambat, sampai dampak-dampaknya.

Pengertian 

Jika kalian bertanya apa sih pengertian perdagangan internasional? Nah perdagangan internasional adalah kegiatan atau proses pertukaran barang dan jasa antar dua negara atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Proses perdagangan ini dilakukan atas kesepakatan negara yang bersangkutan. Contohnya adalah kegiatan ekspor dan impor. 

Teori

Terdapat dua teori perdagangan internasional yang menjelaskan tentang keuntungan suatu negara, yaitu:

Teori Keunggulan Mutlak

Teori perdagangan internasional yang pertama ialah keunggulan mutlak atau absolute advantage theory. Teori perdagangan internasional kali ini dikeluarkan oleh Adam Smith. Teori ini menjelaskan dimana suatu negara akan mendapatkan keunggulan mutlak atau keunggulan yang absolute ketika negara tersebut dapat menghasilkan barang yang tidak diproduksi oleh negara lainnya.

Contoh perdagangan internasional dengan teori keunggulan mutlak ialah antara Indonesia dengan Jepang. Indonesia adalah negara penghasil batu bara, sedangkan Jepang tidak dapat memproduksinya sehingga harus membeli dari Indonesia.Maka dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan mutlak atas Jepang untuk sumber daya alam ini.

Teori Keunggulan Komparatif

Teori perdagangan internasional yang kedua adalah teori keunggulan komparatif. Teori yang dikemukakan oleh David Ricardo ini membahas tentang keuntungan negara yang dapat menghasilkan barang dengan biaya pembuatan dan harga jual yang lebih murah dibandingkan negara lainnya.

Contoh perdagangan internasional dengan teori keunggulan komparatif adalah seperti Cina yang dapat memproduksi banyak barang dengan harga rendah. Oleh karena itu, Cina memiliki keunggulan komparatif apabila disandingkan dengan negara lainnya.

Tujuan

Setiap kegiatan memiliki tujuan yang ingin dicapai. Begitupun dengan proses jual beli secara internasional. Di bawah ini merupakan empat tujuan kebijakan perdagangan internasional.

Meningkatkan devisa suatu negara

devisa negara
Meningkatkan devisa negara, Foto oleh oppobaca news

Tujuan perdagangan internasional yang pertama ialah meningkatkan devisa suatu negara. Ini berarti meningkatnya pula kekayaan atau pendapatan negara tersebut. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga barang ekspor, dan eksistensi tenaga kerja.

Melengkapi kebutuhan suatu negara

Melengkapi Kebutuhan suatu negara
Melengkapi kebutuhan suatu negara, Foto oleh Alpanesia com

Tujuan perdagangan internasional yang kedua adalah untuk melengkapi kebutuhan antar negara. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, perdagangan secara internasional ini terjadi karena negara A memerlukan barang dari negara B. 

Dengan adanya kegiatan jual beli internasional maka setiap negara akan dapat memenuhi kebutuhannya.

Menjalin hubungan baik antar negara

Menjalin Hubungan Baik antar Negara
Menjalin hubungan baik antar negara, Foto oleh Bidikdata com

Kegiatan perdagangan internasional dapat menciptakan hubungan baik antar negara satu dengan lainnya. Hubungan baik ini didasari oleh rasa kepercayaan satu negara dalam membeli barang dari negara lainnya.

Meningkatkan penjualan suatu perusahaan

Meningkatkan penjualan ke suuatu negara
Meningkatkan penjualan ke suuatu negara, Foto oleh Tokodistributor

Penjualan suatu perusahaan akan meningkat dengan adanya perdagangan internasional. Contohnya, Indonesia mengekspor batu bara pada Jepang. Selanjutnya, negara lain yang tidak memproduksi batu bara juga akan ikut membeli ke Indonesia. Di sini dapat dilihat bahwa perusahaan akan menjual lebih banyak batu bara.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
Faktor Pendorong Perdagangan Internasional, Foto oleh Topcareer id

Selain adanya kelangkaan barang yang dialami oleh suatu negara, terdapat beberapa faktor pendorong perdagangan internasional lainnya yang melatarbelakangi terjadinya kegiatan jual beli ini. Apa saja kira-kira?

Baca juga : Ekonomi Mikro dan Makro

Perbedaan sumber daya alam di setiap negara

Perbedaan sumber daya alam di setiap negara
Perbedaan sumber daya alam di setiap negara, Foto oleh minewstbank

Faktor pendorong perdagangan internasional yang pertama ialah sumber daya alam. Setiap negara memiliki hasil sumber daya alam yang berbeda-beda. Ini menyebabkan hasil produksi yang tidak sama. Oleh karena itu, perdagangan internasional diadakan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masing-masing negara.

Perbedaan kualitas sumber daya manusia

Perbedaan sumber daya alam pada perdagangan internasional
Perbedaan sumber daya alam di setiap negara, Foto oleh menitriau com

Faktor pendorong perdagangan internasional lainnya adalah sumber daya manusia. SDA sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang. Suatu barang akan bernilai baik apabila kualitas sumber daya manusianya juga baik.

Perbedaan teknologi dan ilmu pengetahuan

Perbedaan teknologi dan ilmu pengetahuan pada perdagangan internasional
Perbedaan teknologi dan ilmu pengetahuan, Foto oleh Dakta com

Teknologi dan ilmu pengetahuan juga masuk ke dalam faktor pendorong perdagangan internasional. Teknologi dan ilmu pengetahuan akan membantu memproduksi barang yang lebih bermutu. Kedua hal ini juga membantu proses produksi lebih cepat dan efisien. Seperti, Indonesia yang mengimpor suku cadang mobil dari Jepang.

Perbedaan budaya bangsa

Perbedaan budaya bangsa pada perdagangan internasional
Perbedaan budaya bangsa, Foto oleh Kantorpemuda com

Terakhir, perbedaan budaya juga dapat mendorong terjadinya perdagangan internasional. Contohnya ialah perdagangan karya ukir Indonesia ke negara lain. Karya ukir memiliki daya tarik tersendiri di negara luar. 

Manfaat Perdagangan Internasional

Setiap kegiatan pasti memiliki nilai positif maupun negatif, tidak terkecuali pada kegiatan jual beli secara internasional. Berikut daftar manfaat perdagangan internasional yang dapat didapat oleh suatu negara:

  1. Setiap negara memenuhi kebutuhannya (barang dan jasa).
  2. Setiap negara dapat menghasilkan produk yang khas.
  3. Penduduk negara yang melakukan perdagangan internasional akan mendapatkan barang lebih mudah.
  4. Meningkatkan produksi barang.
  5. Meningkatkan hubungan persahabatan antar negara yang melakukan perdagangan secara internasional.
  6. Membuka lowongan pekerjaan karena kegiatan produksi yang meningkat.
  7. Meningkatkan pendapatan negara.
  8. Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu negara.
  9. Mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi.

Di atas merupakan beberapa manfaat perdagangan internasional yang dapat negara dan kalian rasakan. Apabila kegiatan jual beli secara internasional ini dilakukan dengan baik, maka kita juga akan merasakan imbas baiknya.

Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Ada faktor pendorong, ada juga lho faktor penghambat perdagangan internasional. Hambatan perdagangan internasional ini biasa disebut dengan proteksi. Proteksi merupakan kebijakan perdagangan nasional yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut antara lain:

Kuota

Kebijakan perdagangan internasional kuota merupakan dimana pemerintah membatasi jumlah barang yang masuk dan keluar dalam negeri. Ini agar barang asli dalam negeri juga tetap laku dipasaran.

Tarif

Kebijakan perdagangan internasional yang selanjutnya ialah tarif. Pemberlakuan pajak terhadap barang ekspor dan impor dapat meningkatkan devisa negara dan juga melindungi barang asli dalam negeri.

Politik dumping

Politik dumping merupakan kebijakan perdagangan internasional yang menetapkan barang yang dijual di luar negeri berharga lebih murah dibanding barang yang dijual di dalam negeri.

Dampak Perdagangan Internasional

Aktivitas jual beli internasional ini nyatanya juga memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, kegiatan ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan negara akan satu komoditas. Namun di sisi lain, ada potensi negatif yang bisa saja merugikan, seperti terjadinya ketergantungan.

Dampak positif perdagangan internasional

Kebijakan perdagangan internasional memberi dampak positif, baik bagi negara eksportir maupun importir. Berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Memperkuat hubungan antarnegara

Adanya rasa saling membutuhkan melatarbelakangi dua negara melakukan aktivitas jual beli internasional. Ini merupakan sinyal bagus untuk keduanya agar hubungan semakin erat.

2. Meningkatkan kemakmuran

Jelas bahwa salah satu pemicu utama adanya kesepakatan dagang internasional ialah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Negara A memiliki kelebihan akan sumber daya X. Di saat bersamaan, negara B kekurangan sumber daya Y. Lalu terjadilah kesepakatan dagang. 

Kesepakatan ini jelas memberi dampak positif untuk kedua belah pihak. Negara A memperoleh tambahan pendapatan. Negara B berhasil memenuhi kebutuhan masyarakatnya akan sumber daya Y. Dengan begitu, suatu negara akan mencapai kemakmuran.

3. Memperluas kesempatan kerja

Apabila negara A melakukan ekspor komoditas tertentu, maka negara A membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk memenuhi kuota ekspor. Ini jelas menguntungkan karena dengan demikian, akan terbuka kesempatan kerja baru bagi tenaga kerja di negara A.

4. Kemajuan IPTEK

Adanya kesepakatan dagang internasional menciptakan persaingan bukan hanya dalam skala domestik tapi juga skala internasional. Tantangan ini mendorong para produsen untuk mau tidak mau harus terus meningkatkan kualitas barang hasil produksinya agar dapat bersaing dengan para kompetitor. 

Oleh karena itu, bantuan teknologi canggih berguna bagi produsen untuk menciptakan keunggulan produk dan memenangkan persaingan pasar. 

5. Sumber pemasukan negara

Adanya aktivitas jual beli internasional berpotensi meningkatkan pendapatan negara, misalnya melalui aktivitas ekspor.

6. Memperluas jangkauan konsumsi masyarakat

Dengan adanya aktivitas jual beli internasional, masyarakat suatu negara berpeluang untuk mencoba produk yang berasal dari luar negeri yang mungkin tidak diproduksi di dalam negeri. 

Dampak negatif perdagangan internasional

Karena banyaknya manfaat yang didapat dari perdagangan secara internasional, bukan berarti kegiatan ini tidak memiliki dampak negatif pada pelakunya, ya. Berikut beberapa dampak negatif perdagangan internasional.

1. Ketergantungan

Seringnya mengimpor barang dari luar negeri akan menciptakan rasa ketergantungan. Terlebih lagi apabila dalam negeri tidak mampu/tidak membuat produk tersebut.

2. Persaingan tidak sehat dalam pasar internasional

Negara A dan B sama-sama mampu menghasilkan tekstil sehingga mereka berebut posisi di pasar internasional. Hal ini lah yang tidak jarang dapat menciptakan persaingan tidak sehat sehingga menimbulkan perpecahan antar negara.

3. Industri kecil dalam negeri sulit bersaing

Kecintaan akan mengimpor barang dapat menutup mata kita terhadap hasil-hasil karya industri dalam negeri. Ini yang menyebabkan industri atau perusahaan-perusahaan kecil dalam negeri mengalami gulung tikar karena kalah saing.

4. Masyarakat yang konsumtif

Barang-barang hasil perdagangan internasional biasanya memiliki daya tarik tersendiri bagi penduduk di suatu negara. Terdapat hal-hal unik pada barang-barangnya yang tidak dapat ditemukan pada barang dalam negeri. Inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi konsumtif.

5. Potensi “Kolonialisme” dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh negara maju

Adanya penjajahan dalam bidang ekonomi tidak dapat dipungkiri selama perdagangan internasional masih terjadi. Ketergantungan masyarakat dalam membeli barang-barang luar, dapat menjadi alat bagi pelaku ekspor untuk mengatur dan menekan negara ke dalam bidang lainnya seperti politik dan hukum. 

Begitulah materi Perdagangan Internasional kali ini. Kita sudah membahas pengertian, teori, tujuan, faktor pendorong, manfaat, faktor penghambat, sampai dampaknya pada negara. Kira-kira adakah yang ingin ditanyakan? Kalau ada bisa langsung tulis di kolom komentar, ya. Cheers!

Last Updated on September 19, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Globalisasi

Avatar Allegra Guruh
5 min read

Perjanjian Renville

Avatar Jordan Reynaldi
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top