Perilaku Produsen

2 min read

perilaku produsen
Perilaku Produsen, foto oleh Antarafoto Com

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang tidak pernah berhenti dilakukan dalam masyarakat, bahkan sebelum manusia mengenal uang.

Dalam kegiatan ekonomi, terdapat beberapa peranan, diantaranya yaitu produsen, distributor, konsumen, dan lain sebagainya.

Setiap peranannya memiliki fungsi yang berbeda-beda untuk membedakan antara satu dengan yang lainnya. 

Pada ilmu ekonomi sendiri, terdapat analisis mengenai perilaku dari setiap peranan tersebut. Kali ini, Studioliterasi akan membahas mengenai teori perilaku dari salah satu peranan kegiatan ekonomi, yaitu produsen. Yuk, simak pembahasan lengkap teori perilaku produsen berikut ini! 

Pengertian Teori Perilaku Produsen

Sebelum membahas pengertian perilaku produsen, mari kita bahas dulu apa yang dimaksud dengan produsen. 

Produsen adalah orang yang menghasikan barang atau jasa dengan tujuan untuk dijual atau dipasarkan.

Selain menghasilkan barang, produsen juga memiliki fungsi lain dalam kegiatan ekonomi.

Yang pertama, yaitu produsen dapat menganalisis kondisi ekonomi dari sudut pandang ekonomi makro. Produsen dapat berfungsi untuk mengkoordinasikan faktor-faktor produksi dalam masyarakat seperti seorang manajer.

Selain itu, produsen juga memiliki kreativitas sekaligus inisiatif untuk menghasilkan inovasi baru.

Lalu apa yang dimaksud teori perilaku produsen?

Teori Perilaku Produsen yaitu suatu teori yang menjelaskan tentang bagaimana tingkah laku/perilaku produsen pada saat melakukan kegiatan produksi agar dapat menghasilkan produk secara efisien. Produsen berusaha mendapatkan keuntungan yaitu menghasilkan produk sebaik-baiknya dengan mengatur penggunaan faktor produksi yang paling efisien

Di dalam kegiatan produksi, produsen perlu mempertimbangkan beberapa komponen untuk dapat mencapai efisiensi, misalnya:

  • Transportasi produk, yaitu kegiatan pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lain.
  • Penyimpanan, yaitu kegiatan menyimpan barang yang akan dipergunakan di masa yang akan datang.
  • Periklanan, yaitu kegiatan mempromosikan barang agar dapat dikenal masyarakat.
  • Personal service, yaitu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Baca Juga: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Tujuan Kegiatan Produksi

Kegiatan produksi memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  • Menghasilkan barang untuk kebutuhan konsumen.
  • Mendapatkan keuntungan optimal.
  • Mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
  • Memaksimalkan hasil produksi.
  • Meminimalkan biaya produksi.
  • Mencari tambahan modal.

Jenis-jenis Produksi

Produksi dapat dibedakan menjadi bermacam-macam jenis, seperti :

Produksi Ekstraktif

Pertambangan, Foto Oleh Liputan6 Com

Yaitu jenis produksi dimana kegiatannya mengambil sumber daya alam dari bumi yang kemudian dijual ke suatu perusahaan untuk nantinya diolah menjadi barang baru yang bermanfaat. Misalnya penambangan emas, penambangan minyak bumi, penambangan batu bara, dan lain sebagainya.

Produksi Agraris

Pertanian, Foto Oleh Berita Moneter Com

Yaitu jenis produksi yang kegiatannya bertujuan untuk menghasilkan barang jadi dengan memanfaatkan tanah dan mengelola alam serta menghasilkan barang-barang bermanfaat seperti peternakan, pertanian, perkebunan maupun perikanan.

Produksi Perdagangan

Perdagangan, Foto Oleh Emiten News

Yaitu jenis produksi dimana kegiatan produksinya berperan sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Misalnya penjual toko yang membeli beras dari petani kemudian dijual kembali kepada konsumen.

Produksi Jasa

Bengkel, Foto Oleh Kompas Oto

Yaitu kegiatan produksi yang dilakukan dengan memberikan aktivitas pelayanan yang dapat menangani permasalahan masyarakat. Misalnya bengkel, penjahit, dan lain-lain.

Produksi Industri

Industri, Foto Oleh Media Com

Yaitu kegiatan produksi dengan mengolah bahan-bahan mentah yang dapat dijadikan barang setengah jadi maupun barang jadi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya industri pakaian, industri kain, industri makanan, dan lainnya. 

Produksi Pengangkutan

Pengangkutan, Foto Oleh Guru Pendidikan

Yaitu jenis produksi dimana kegiatannya bertujuan untuk melayani distribusi barang dari produsen ke lokasi yang dekat dengan konsumen. Misalnya mengangkut sembako ke toko-toko kelontong untuk kembali dijual kepada konsumen.

Analisis Teori Perilaku Produsen

Di dalam menganalisis teori perilaku produsen, terdapat 2 hal yaitu :

1. Produksi Jangka Pendek

Dalam menganalisis teori perilaku produsen kita perlu membedakan pengertian jangka pendek dan jangka panjang.

Di sini jangka pendek dan jangka panjang bukan ditentukan dari lamanya waktu yang digunakan dalam proses produksi.

Produksi Jangka Pendek yaitu produksi yang masih terdapat faktor-faktor produksi yang bersifat tetap (fixed input) dalam kegiatan produksi. 

Fixed input dapat diartikan sebagai faktor-faktor produksi yang tidak berhubungan langsung dengan jumlah barang yang dihasilkan.

Produsen harus menentukan dua macam keputusan untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu:

  • Berapa produk yang harus diproduksi.
  • Berapa dan dalam kondisi seperti apa faktor-faktor produksi digunakan.

2. Produksi Jangka Panjang

Selain Produksi Jangka pendek, terdapat produksi jangka panjang.

Produksi jangka panjang yaitu produksi dimana input yang digunakan keseluruhannya sudah menggunakan variabel input.

Variabel input dapat diartiakan sebagai faktor produksi/ input yang berhubungan langsung dengan jumlah output yang dihasilkan.

Artinya, semakin banyak variabel input yang digunakan, maka barang dihasilkan juga akan semakin banyak.

Terdapat hal yang perlu kita pelajari dalam proses produksi jangka panjang. Di antaranya yaitu:

  1. Isoquant atau Isoproduk

Kurva Isoquant atau isoproduk adalah grafik yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan faktor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi yang sama.

  1. Produk optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah produksi tertentu yang dihasilkan dengan cara meminimalkan total biaya persediaan.

Tingkat produksi optimal dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan dan biaya penyimpanan yang dikeluarkan jumlahnya rendah.

Menurut konsep efisiensi ekonomi, untuk dapat menentukan tingkat produksi optimum tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Melainkan terdapat syarat yang harus diketahui, yaitu rasio harga input-output.

Demikian pembahasan Studioliterasi mengenai perilaku produsen. Semoga artikel kali ini dapat membantu teman-teman untuk lebih memahami tentang perilaku produsen. Sampai ketemu lagi!

Baca Juga: Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Last Updated on Oktober 7, 2020

Avatar

Pasar Oligopoli

Avatar Ayu Eviana
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top