Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Pertumbuhan Ekonomi

4 min read

pertumbuhan ekonomi
pertumbuhan ekonomi, Foto oleh Unsplash

Ekonomi merupakan aspek yang vital dalam menunjang keberlangsungan suatu negara. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi. Di kesempatan kali ini, Studio Literasi akan membahas secara lengkap teori pertumbuhan ekonomi mulai dari pengertian, faktor yang mempengaruhi, indikator dan contoh. Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Sudah sejak lama, para ahli ekonomi telah berusaha untuk memahami teori pertumbuhan ekonomi. Dari pemikiran-pemikiran mereka kemudian dihasilkanlah 5 teori. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Teori klasik

Teori pertumbuhan ekonomi aliran klasih telah dikembangkan sejak abad ke-17. Ada dua tokoh yang paling berpengaruh dalam teori klasik yaitu Adam Smith dan David Ricardo.

Adam Smith

Dalam bukunya yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes Weaklth of Nation (1776), Adam Smith memaparkan pendapatnya mengenai bagaimana menganalisis pertumbuhan perekonomian menggunakan dua faktor, yaitu faktor output total dan faktor pertumbuhan penduduk.

Perhitungan output total dikerjakan dengan memanfaatkan tiga variabel meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia serta persediaan capital (modal). Sementara faktor kedua yaitu pertumbuhan penduduk digunakan untuk menentukan luas pasar dan laju pertumbuhan ekonomi.

David Ricardo

Dalam bidang ini, pemikiran David Ricardo yang paling populer adalah tentang the law of diminishing return. Teori ini menjelaskan tentang pertumbuhan penduduk atau tenaga kerja mampu mempengaruhi penurunan produk marginal karena keterbatasan jumlah tanah.

Menurut David Ricardo, peningkatan produktivitas tenaga kerja membutuhkan kemajuan teknologi dan modal yang cukup. Dengan demikian, pertumbuhan pada ekonomi dapat dicapai.

Teori Neoklasik

Ada dua tokoh paling populer dalam teori neoklasik, yaitu Joseph A Schumpeter dan Robert Solow.

Joseph A Schumpeter

Dalam bukunya yang berjudul The Theory of Economic Development yang membahas tentang peran pengusaha dalam pembangunan, Schumpeter menyimpulkan bahwa pada dasarnya proses pertumbuhan perekonomian adalah proses inovasi yang dilakukan oleh para innovator dan wirausahawan.

Robert Solow

Menurut Robert Solow, pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada empat faktor utama, yaitu manusia, modal, teknologi modern dan hasil (output).

Teori Neokeynes

Ada dua tokoh yang dikenal dalam teori ini yaitu Roy F. Harrod dan Evsey D. Domar. Mereka berpendapat bahwa investasi berpengaruh terhadap permintaan agregat dan pertumbuhan kapasitas produksi. Sebab investasi inilah yang dapat meningkatkan pertumbuhan dalam ekonomi.

Teori Neokeynes memandang bahwa penanaman modal merupakan komponen utama dalam menentukan sukses tidaknya pertumbuhan ekonomi.

Teori W.W. Rostow

Pemikiran Rostow tentang pertumbuhan ekonomi dituangkan dalam salah satu bukunya yang berjudul The Stages of Economic, A Non Comunist Manifesto. Dalam buku itu, Rostow memanfaatkan pendekatan sejarah untuk memaparkan proses perkembangan ekonomi dalam masyarakat.

Menurut pandangannya, proses pertumbuhan pada ekonomi dalam masyarakat berlangsung melalui 5 tahapan yaitu sebagai berikut.

  1. Masyarakat tradisional (traditional society)
  2. Tahap prasyarat untuk tinggal landas (praconditions for thae off)
  3. Tahap tinggal landas (the take off)
  4. Tahap menuju kedewasaan (maturity)
  5. Tahap konsumsi tinggi  (high mass consumption)

Teori Karl Bucher

Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi melalui 4 tahapan, yaitu:

  1. produksi untuk kebutuhan sendiri (rumah tangga tertutup),
  2. perekonomian sebagai bentuk perluasan pertukaran produk di pasar (rumah tangga kota),
  3. perekonomian nasional dengan peran perdagangan yang semakin penting (rumah tangga negara),
  4. kegiatan perdagangan yang telah meluas melintasi batas negara (rumah tangga dunia).

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi di mana pendapatan negara mengalami kenaikan karena adanya kenaikan jumlah produksi barang dan jasa. Kondisi ini juga didefinisikan sebagai proses membaiknya kondisi perekonomian negara dalam kurun waktu tertentu.

Di samping itu, pertumbuhan pada ekonomi juga identik dengan terjadinya peningkatan produksi yang diikuti dengan kenaikan pendapatan nasional negara. Sebuah negara dapat dikatakan telah mengalami pertumbuhan ekonomi apabila kehidupan masyarakatnya mengalami kemajuan.

Faktor-Faktor Pengaruh
Pertumbuhan Ekonomi

Jalannya pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Apa saja? Berikut uraiannya.

1. Sumber daya manusia

Sumber daya manusia bisa saja mempercepat atau malah menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Rendahnya kualitas dan kompetensi SDM, ditambah dengan menjamurnya pengangguran membuat pertumbuhan perekonomian suatu negara berjalan lambat.

2. Sumber daya alam

Melimpahnya sumber daya alam yang tidak dibarengi dengan kompetensi sumber daya manusia untuk mengelolanya, menjadi faktor berikutnya yang  mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Mari kita ambil contoh negara kita, negara Indonesia. Tidak diragukan lagi bahwa Indonesia termasuk negara yang kaya akan sumber daya alam. Namun, kendalanya ada pada belum banyak tenaga ahli yang mampu mengolah sumber daya alam itu. Oleh karena itu, tak jarang Indonesia mengekspor SDA mentahnya, kemudian mengimpor kembali ketika barang sudah jadi. Tentu saja dengan biaya yang lebih mahal.

Keterbatasan pengelolaan SDA membuat perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan bahan mentah harus mengimpor bahan baku dari luar negeri, sehingga hal ini menyebabkan produk perusahaan akan lebih mahal dibandingkan ketika memperoleh bahan baku dari dalam negeri.

3. Kemajuan IPTEK

Salah satu indikator sebuah negara dikatakan maju secara ekonomi yakni jika negara tersebut mengalami peningkatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya, perusahaan yang mengedepankan pemanfaatan teknologi saat proses produksi barang dan jasa, jelas akan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.

Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan untuk membayar karyawan bisa dipangkas dan dialihkan untuk kebutuhan lainnya.

4. Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Apabila terjadi inflasi, produktivitas bahan baku akan terpengaruh. Selain itu inflasi juga mempengaruhi upah karyawan perusahaan.

Terdapat dua tipe inflasi yang berpengaruh langsung pada perusahaan, yaitu cos-push inflation dan deman-pull inflation.

Cos-push inflation terjadi apabila harga produk naik karena permintaan masyarakat naik, sedangkan deman-push inflation terjadi apabila permintaan masyarakat sedang mengalami kenaikan sehingga menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.

5. Tingkat suku bunga

Peningkatan pendapatan masyarakat berbanding lurus dengan tingkat suku bunga. Nah, suku bunga tinggi ini akan berpengaruh buruk pada bisnis atau perusahaan yang memakai modal pinjaman untuk menaikkan kualitas perusahaan.

Selain itu, suku bunga tinggi juga akan membuat permintaan investasi menjadi rendah. Hal ini jelas akan berdampak buruh pada saham perusahaan.

Ini karena investor lebih menyukai tabungan konvensional dibandingkan harus menginvestasikan uangnya ke perusahaan tertentu.

Perkembangan dunia bisnis sangat dipengaruhi secara langsung oleh hasil pertumbuhan ekonomi negara. Oleh karena itu, saat pertumbuhan berjalan positif maka permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa juga akan naik.

6. Kewirausahaan

Wirausahawan merupakan individu yang berani mengambil risiko untuk melakukan usaha guna memperoleh keuntungan. Kewirausahaan berperan penting dalam memajukan perekonomian.

Kegiatan investasi yang dilakukan para wirausahawan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan penerimaan negara berupa pajak serta meningkatkan output nasional.

7. Informasi yang akurat

Informasi akurat dan tepat diperlukan para pelaku ekonomi agar mereka dapat mengambil keputusan yang sesuai. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan perekonomian. Dengan adanya informasi yang seimbang, maka pasar pun dapat berfungsi maksimal sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi yang efisien.

8. Manajemen

Sistem perekonomian negara dapat berkembang apabila dibarengi dengan pengelolaan yang tepat. Sebuah sistem untuk mengelola inilah yang disebut sebagai manajemen.

Sumber daya alam melimpah yang dimiliki Indonesia mesti dikelola dengan tepat agar laju pertumbuhan ekonomi bisa berjalan optimal.

Ciri-Ciri

Prof. Simon Kuznets dalam analisisnya mengemukakan bahwa ada enam ciri pertumbuhan ekonomi modern. Analisis itu didasarkan pada produk nasional dan komponen di dalamnya berupa tenaga kerja, penduduk serta aspek-aspek lain. Keenam ciri tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Berlangsungnya laju pertumbuhan penduduk, diikuti dengan produk perkapita yang cepat
  2. Terdapat kenaikan tingkat produktivitas masyarakat.
  3. Adanya perubahan struktural yang tinggi.
  4. Terdapat urbanisasi.
  5. Melaksanakan ekspansi menuju negara yang maju.
  6. Berlangsungnya arus barang, modal, serta manusia antarbangsa di dunia

Contoh

Berikut adalah beberapa contoh pertumbuhan ekonomi.

  1. Terdapat pembangunan berbagai pabrik besar serta pembangkit listrik.
  2. Indonesia yang tengah menjalin kerjasama ekonomi dengan beberapa negara lain.
  3. Negara Indonesia yang melaksanakan ekspor ke beberapa negara.
  4. Indonesia yang bergabung dengan beberapa organisasi ekonomi di dunia.
  5. Beberapa produk hasil Indonesia menjadi produk unggulan bagi negara lain.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi memiliki konsep yang lebih sempit daripada pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi hanya menyangkut nilai-nilai berhubungan dengan keuangan. Misalnya, inflasi, saham, harga, dan lain-lain.

Sementara pembangunan ekonomi punya cakupan yang lebih luas, yaitu meliputi nilai normatif yang ada pada diri seseorang, menyangkut kehidupan seseorang sehari-hari. Pembangunan ekonomi yakni proses untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sedangkan pertumbuhan ekonomi yakni angka kenaikan nilai pasar barang dan jasa, disesuaikan dengan inflasi yang dihasilkan oleh ekonomi dari waktu ke waktu.

Indikator perbedaan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi bisa dilihat dari 4 hal, yaitu kenaikan PDB, jumlah penduduk, kemajuan IPTEK, dan kesejahteraan rakyat.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai perbedaan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, kamu bisa membacanya di artikel berjudul pembangunan ekonomi.

Last Updated on September 11, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top