Proses terjadinya Hujan

2 min read

gambar proses terjadinya hujan
Proses Terjadinya Hujan, foto oleh Kompas Com

Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana proses terjadinya hujan?

Bagaimana caranya air bisa jatuh dari langit ke daratan?

Awan berwarna abu-abu gelap, angin yang sepoi-sepoi, serta suara gemuruh petir adalah ciri-ciri hujan akan datang.

Hujan adalah peristiwa turunya butiran air dari atmosfer ke bumi. Dari hujan ini lah kita mendapat pasokan air. Dan dari hujan ini lah tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh subur tanpa perlu ada yang menyirami.

Nah, kali ini Studioliterasi akan membahas mengenai proses terjadinya hujan serta jenis-jenis hujan berdasarkan proses terjadinya. Yuk kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian hujan

Apa itu hujan?

Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cair. Presipitasi sendiri adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air ke bumi baik dalam bentuk cair maupun kristal salju. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa hujan adalah proses kondensasi uap/perubahan uap di atmosfer menjadi butiran air yang cukup berat sehingga menyebabkan butiran air itu jatuh ke daratan.

Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya

Proses terjadinya hujan dapat mempengaruhi keragaman jenis-jenis hujan. Berikut ini adalah beberapa jenis hujan berdasarkan proses terjadinya.

Hujan Siklonal

Hujan siklonal adalah hujan yang terjadi akibat adanya udara panas, suhu lingkungan yang tinggi serta disertai angin besar yang berputar-putar.

Hujan ini hanya bisa terjadi pada daerah sekitar garis khatulistiwa. Tanda-tanda dari hujan siklonal yaitu mendung yang gelap pekat secara mendadak serta turunnya hujan yang sangat deras.

Hujan Zenithal

Hujan Zenithal adalah hujan yang terjadi akibat adanya pertemuan antara angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara.

Kedua angin tersebut akan naik dan menggumpal di atas awan yang berada pada garis equator atau garis khayal khatulistiwa.

Hingga akhirnya awan tersebut mencapai titik jenuh dan menyebabkan terjadinya hujan yang dinamakan hujan siklonal.

Hujan ini biasanya terjadi pada daerah yang dilewati oleh garis equator. Hujan zenithal biasa terjadi pada siang hari.

Hujan ini biasa terjadi di daerah tropis atau daerah yang dilalui garis khatulistiwa.

Hujan Orografis

Hujan Orografis terjadi akibat adanya udara yang mengandung uap air dari lembah terbawa angin sehingga naik menuju ke atas.

Udara yang naik ini akan menyebabkan penurunan suhu di atas gunung dan kemudian terkondensasi hingga akhirnya menyebabkan terjadinya hujan. Hujan orografis biasa terjadi di daerah pegunungan. Oleh karena itu, hujan gunungg disebut juga hujan orografis.

Penyebab hujan orografis adalah angin yang membawa udara yang mengandung uap air. Angin yang mengandung uap air ini bersifat kering dan biasanya disebut sebagai angin fohn.

Hujan Frontal

Hujan frontal adalah hujan yang diakibatkan oleh pertemuan antara massa udara dingan dengan massa udara panas.

Kedua massa udara ini akan bertemu di bidang front, yaitu batasan massa udara dingin dan massa udara panas.

Pada bidang front inilah akan terjadi proses kondensasi serta pembentukan awan.

Hujan ini biasanya terjadi pada daerah lintang sedang atau daerah sub tropis.

Proses Terjadinya Hujan

siklus hujan
Siklus hujan, foto oleh Saintif Com

Proses terjadinya hujan diawali dengan sinar matahari yang membawa energi panas sehingga menyebabkan terjadinya evaporasi, yaitu penguapan air yang ada di bumi (laut, danau, sungai, maupun yang lainnya) menjadi uap-uap air.

Uap-uap air yang dihasilkan akan terangkat ke udara dan mengalami proses kondensasi. 

Pada proses ini, uap-uap air yang terangkat ke udara akan diubah menjadi embun. Hal ini terjadi karena suhu di sekitar uap air lebih rendah daripada suhu di sekitar titik embun air.

Suhu udara yang tinggi akan mengakibatkan embun titik-titik embun semakin banyak dan menggumpal menjadi awan.

Adanya perbedaan tekanan udara akan menimbulkan pergerakan udara atau angin.

Angin akan menggerakkan awan yang mengandung butiran air menuju ke tempat dengan suhu yang lebih rendah.

Pada saat ini awan-awan akan berkumpul menjadi awan yang besar dan berwarna kelabu.

Setelah awan-awan ini sudah jenuh atau tidak dapat menampung air lagi, maka saat itu lah akan terjadi hujan.

Butiran-butiran air ini akan jatuh dari atmosfer ke daratan, hal ini disebabkan adanya gaya gravitasi.

Pada saat air hujan jatuh ke daratan, tidak semuanya akan bisa jatuh hingga permukaan. Ini karena pada saat air hujan jatuh melewati atmosfer yang lebih hangat, air hujan akan mengalami penguapan.

Sekian pembahasan Studioliterasi mengenai proses terjadinya hujan. Semoga materi kali ini dapat membantu sobat Studioliterasi agar bisa lebih paham. Selamat belajar dan sampai ketemu di materi selanjutnya!

Avatar

Ekosistem

Avatar Lisa Novita Sari
5 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top