Tika Chandra Irawati Menulis untuk kesenangan

Rumah Adat Papua

3 min read

Mengenal Keunikan dan Jenis Rumah Adat Papua
Mengenal Keunikan dan Jenis Rumah Adat Papua, Foto Oleh Unsplash com

Sobat studioliterasi, sudah pernahkah kalian melihat rumah adat Papua secara langsung?

Papua merupakan provinsi yang memiliki banyak keanekaragaman budaya dan adat. Selain itu, keindahan alamnya juga mampu memikat siapa saja yang berkunjung ke sana. 

Ketika kita mengunjungi bumi Cendrawasih, kalian akan menemukan berbagai hal unik yang ada disana, misalnya saja rumah adat Papua.

Jika ciri khas rumah Joglo Jawa Timur terletak di 4 pembagian ruangan, maka rumah adat Papua juga mempunyai keunikan tersendiri lho, contohnya pada bagian atapnya terbuat dari ilalang atau jerami kering. 

Tidak hanya soal keunikan, ternyata selain Hanoi, hunian tradisional provinsi paling Timur di Indonesia ini juga ada beberapa macam seperti Ebai serta Kariwari. Nah, untuk penjelasan lebih lengkap, ayo simak artikel berikut bersama-sama!

Keunikan Rumah Adat Papua

  1. Bentuk 

Secara umum, hunian tradisional daerah Papua bentuknya seperti jamur. Sedangkan bagian atap berbentuk menyerupai kubah atau wajan terbalik. 

Bangunan rumah memiliki satu atau dua pintu sebagai jalan masuk dan keluar. Desain rumah juga tidak mempunyai jendela untuk mencegah hawa dingin serta serangan binatang buas. 

  1. Bahan 

Material  yang digunakan untuk membangun rumah adat Papua yaitu jerami atau ilalang serta batang kayu.

Jerami atau ilalang digunakan sebagai bahan penyusun atap. Sebelum digunakan, jerami tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu.

Sedangkan batang kayu merupakan material untuk menyusun pondasi dan dinding. 

  1. Ukuran 

Rumah adat Papua pada umumnya berukuran kecil. Hal tersebut karena biasanya hunian hanya cukup menampung satu anggota keluarga kecil dengan beberapa orang saja. 

  1. Letak

Hunian tradisional bumi Raja Ampat ini biasanya terletak di hutan yang memang merupakan tempat asli mereka tinggal. Tetapi ada juga yang dibangun di daerah perkotaan. 

  1. Aturan 

Ternyata terdapat aturan tersendiri untuk membangun satu rumah adat Papua. Aturan tersebut yaitu, rumah hanya boleh dihuni kaum pria saja, serta ada juga yang khusus dihuni oleh kaum wanita. 

Jenis Rumah Adat Papua

  1. Honai
Rumah Adat Papua
Jenis Rumah Adat Papua, Foto Oleh Berbol co id

Honai adalah rumah adat Papua yang paling populer serta diketahui banyak orang. Honai merupakan tempat tinggal masyarakat suku Dani

Honai berasal dari kata ‘Hun’ berarti laki-laki, dan ‘ai’ yang artinya rumah. Jadi dapat disimpulkan hunian ini hanya boleh ditinggali oleh laki-laki dewasa suku Dani. 

Ciri khas utama Honai berupa atap seperti kubah yang tersusun oleh tumpukan jerami kering. Bagian dinding terbuat dari kayu dengan ketinggian mencapai 2,5 meter. 

Konon katanya syarat lain untuk membangun Honai ialah harus menghadap ke arah matahari terbit atau tenggelam. 

Rumah ini terdiri atas dua lantai tanpa jendela dengan satu pintu sebagai akses masuk dan keluar. 

Di bagian dalam rumah terdapat ruangan kecil berukuran 5 meter dengan area tengah berbentuk lingkaran. Ruangan tersebut merupakan tempat untuk menyalakan api. 

Api itu digunakan suku Dani sebagai cahaya pengganti lampu, serta untuk  menghangatkan badan dari dinginnya udara pegunungan. 

Kalian bisa datang ke Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua untuk melihat langsung keunikan rumah Honai.  

  1. Ebai 
Rumah Adat Papua
Ebai, Foto Oleh 99 co

Jika sebelumnya Honai adalah hunian khusus kaum laki-laki, maka Ebai merupakan bangunan milik suku Dani untuk perempuan.

Ebai berasal dari kata ‘ebe’ berarti tubuh dan ‘ai’ yang artinya rumah. 

Bentuk Ebai juga tidak terlalu berbeda dengan Honai. Namun ukurannya lebih pendek serta lebih lebar.

Keunikan rumah Ebai yakni bagian pintunya dibuat tidak sejajar dengan pintu rumah Honai. 

Kaum perempuan suku Dani menjadikan rumah Ebai sebagai tempat untuk memasak sekaligus melakukan aktivitas rumah tangga lainnya.

  1. Wamai 
Rumah Adat Papua
Wamai, Foto Oleh Aminama com

Rumah Wamai ialah bangunan yang dibuat khusus untuk hewan ternak seperti ayam, babi, dan kambing. Tempat  ini bisa dibilang sebagai kandang bagi hewan peliharaan. Ukurannya pun menyesuaikan jumlah ternak yang ada.

Wamai memiliki desain atap yang berbeda dengan rumah adat lainnya. Bentuk atapnya cenderung kerucut atau pun lebih lancip.

Rumah Wamai umumnya dibangun agak jauh dari hunian utama. Dindingnya terbuat dari papan kayu yang disusun secara teratur serta membentuk lingkaran. 

  1. Kariwari 
Rumah Adat Papua
Kariwari, Foto Oleh Popbela com

Kariwari adalah hunian tradisional milik suku Tobati dan Enggros. Hunian tersebut berfungsi sebagai tempat belajar bagi anak-anak, khususnya anak laki-laki.

Di dalam Kariwari lah anak laki-laki akan diajari bagaimana menjalani hidup serta mencari nafkah ketika nanti sudah dewasa.

Bentuk Kariwari berbeda dengan Honai. Perbedaan itu terletak pada atap di mana bentuknya seperti kerucut dan menjulang tinggi.

Rumah ini juga berukuran lebih besar, serta bahan material penyusunnya  juga bervariasi seperti bambu, kayu besi, dan daun sagu hutan.

Struktur rumah Kariwari terdiri atas tiga tingkat. Tingkat paling bawah digunakan sebagai tempat belajar anak laki-laki

Tingkat kedua merupakan area yang dijadikan tempat pertemuan antar petinggi suku setempat.

Sedangkan tingkat ketiga ialah bagian paling atas yang fungsinya sebagai tempat untuk berdoa atau melakukan meditasi. 

Kalian bisa mengunjungi kawasan danau Sentani jika ingin melihat bangunan Kariwari secara langsung. 

  1. Rusmram
Rumah Adat Papua
Rusmram, Foto Oleh 99 co

Rumsram adalah rumah panggung berbentuk persegi dengan atap seperti perahu terbalik. Tinggi bangunan mencapai 6-8 meter.

Rumah adat suku Biak Numfor ini terdiri atas dua lantai. Lantai paling bawah tidak memiliki dinding sehingga ruangannya tampak luas.

Lantai paling atas berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus melakukan berbagai kegiatan lain.

Tak hanya itu, rumah Rusmram juga digunakan sebagai tempat pendidikan bagi anak laki-laki di suku Biak.

  1. Rumah Adat Papua Suku Korowai
Rumah Adat Papua Suku Korowai
Rumah Adat Papua Suku Korowai, Foto Oleh 99 co

Berbeda dengan rumah adat Papua lainnya, rumah suku Korowai dibangun di atas pohon dengan ketinggian 15-30 meter dari permukaan tanah.

Dinding bangunan terbuat dari material kayu serta atapnya merupakan kumpulan daun yang disusun secara teratur.

Masyarakat suku Korowai membangun rumah mereka di atas pohon karena untuk menghindari binatang buas serta gangguan roh jahat laleo.

Menurut kepercayaan mereka, laleo adalah orang asing yang bukan termasuk anggota suku Korowai. 

Bagaimana kawan-kawan? Apakah kalian sudah paham terkait penjelasan lengkap rumah adat Papua di atas? Jika sudah paham, jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian ya!

Baca juga: Rumah Adat Jawa Timur

Last Updated on Januari 7, 2021

Tika Chandra Irawati
Tika Chandra Irawati Menulis untuk kesenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top