1. Kelas 9 IPS

Rangkuman Peristiwa Sejarah Indonesia Hingga Era Kemerdekaan

Nusantara hampir tak pernah luput dari penjajahan bangsa asing. Peristiwa sejarah Indonesia yang panjang hingga peran tokoh sejarah Indonesia di dalamnya mulai dari era pra kolonial hingga era kemerdekaan perlu kamu ketahui. Berikut deretan rangkuman peristiwa sejarah Indonesia yang terdiri dari proses kemerdekaan indonesia yang dapat kamu pelajari.

Tentang Sejarah Indonesia

Dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan “Manusia Jawa” yang ditemukan berusia 1,7 juta tahun yang lalu, Indonesia sudah mengalami periodisasi sejarah Indonesia yang mengantarkannya mengalami kemerdekaan hingga saat ini. 

Periodisasi sejarah Indonesia tersebut terbagi menjadi lima era yaitu Era Pra Kolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha dan Islam di Jawa, Sumatra dan Kalimantan yang kegiatan utamanya mengandalkan perdagangan; Era Kolonial, masuknya orang-orang berbangsa Eropa terutama Belanda, Portugis, dan Spanyol yang menginginkan rempah-rempah Indonesia dan mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; Pendudukan Jepang, terbentuknya kesepakatan antara Jepang dan Indonesia di atas penjajahan Jepang di saat waktu menjelang kemerdekaan hingga akhirnya Era Kemerdekaan, pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 sampai jatuhnya presiden pertama Indonesia, Soekarno pada tahun 1966 mencetak sejarah Indonesia.

Periodisasi Sejarah Indonesia

1. Era Pra Kolonial (Zaman Kerajaan)

Sejarah Indonesia meliputi suatu periode rentang waktu yang panjang dan berpusat di bagian barat Nusantara, khususnya di pulau Sumatera dan Jawa. Jaringan perdagangan sendiri merupakan aset yang penting bagi sebuah kerajaan dan seorang raja untuk mendapatkan kekayaan dan komoditas yang diperlukan untuk menjadi kekuatan besar dan berpengaruh.

Artikel Terkait

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 12 Maret 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 10 Maret 2024 at 7:11 am

    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs The post Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 8 Maret 2024 at 2:50 am

    Pasca kemerdekaan Indonesia, Indonesia tidak sepenuhnya merdeka, lho. Masih ada upaya-upaya Belanda ingin menjajah dan menduduki negara Indonesia. Maka dari itu, para pemuda Indonesia tidak ingin hal tersebut terjadi. Sehingga, terbentuklah Konferensi Meja Bundar (KMB) atau dalam bahasa Belanda disebut dengan Nederlands-Indonesische ronde tafel conferentie. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut konferensi The post Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Kerajaan Hindu-Budha dan Pengaruhnya di Indonesia 

Prasasti tertua berasal dari Kalimantan Timur yang dikenal sebagai Prasasti Kutai tertanggal sekitar tahun 275 Masehi ketika kerajaan Kutai Martadipura berkuasa. Prasasti Kutai ini menunjukkan bukti berupa pengaruh besar dari agama Hindu India terhadap kalangan elit penguasa kerajaan pribumi di Nusantara. Meskipun demikian, hubungan perdagangan antara India dan Nusantara diketahui telah dibentuk berabad-abad sebelum Prasasti Kutai. 

Hal tersebut menimbulkan asumsi bahwa agama Hindu dan Budha tidak disebarkan ke Nusantara oleh para pedagang India melainkan para raja dan kaisar di Nusantara lebih tertarik dengan kehormatan Brahmana (kelas tertinggi agama Hindu dari empat kasta sosial India). 

Kemudian sejarah Indonesia berlanjut pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha, yaitu Kerajaan Tarumanegara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda hingga abad ke-16. Berdasarkan antara abad ke-8 dan ke-10, sisa-sisa candi Hindu dan Budha yang ditemukan di Jawa Tengah menunjukkan pemerintahan dua dinasti.

Dua dinasti yang dimaksud adalah Dinasti Syailendra yang diketahui merupakan penganut Agama Budha Mahayana dan kemungkinan besar merupakan dinasti yang membangun Candi Borobudur yang terletaknya di dekat Yogyakarta sekitar tahun 800 Masehi dan Dinasti Sanjaya yang diketahui merupakan penganut agama Hindu yang membangun kompleks candi Prambanan sekitar tahun 850 Masehi tidak jauh dari candi Borobudur dan sebagai reaksi terhadap pembangunan candi Borobudur. 

Sejarah Indonesia kemudian berlanjut pada abad ke-14 yang menjadi saksi bangkitnya Majapahit, sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur. Pada tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Dikutip dari wiracarita Ramayana, warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa.

Kedatangan Islam di Indonesia

Kemungkinan Islam sudah ada di Asia Tenggara dan menjadi bagian dari sejarah Indonesia yaitu ketika pedagang Muslim datang ke Nusantara lalu membuat permukiman di daerah pesisir dan menikah dengan perempuan setempat. Beberapa penguasa lokal kemungkinan tertarik dengan agama baru ini dan dianggap menguntungkan untuk menganut sebuah keyakinan yang sama seperti sebagian besar pedagang. 

Sejarah Indonesia selanjutnya berlanjut pada awal abad ke-13. Kerajaan Pasai atau Samudera dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara. Pengaruh Islam kemudian menyebar ke arah timur melalui perdagangan dari Sumatera Utara. Selain itu, di pesisir pantai utara Jawa berbagai kota Islam muncul selama abad ke-14. Bangsawan Jawa memeluk agama Islam karena dipengaruhi oleh para ulama Sufi dan orang-orang suci atau wali yang mengaku memiliki kekuatan supranatural (karomah). 

Selanjutnya sejarah Indonesia pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15 yaitu terjadinya pengaruh Majapahit di Nusantara mulai menurun karena konflik suksesi dan meningkatnya kekuasaan kerajaan Islam. Malaka menjadi pelabuhan yang cukup berhasil didukung dengan fasilitas menguntungkan dalam jaringan perdagangan luas yang membentang dari Cina hingga Maluku di ujung timur ke Afrika dan Mediterania di ujung barat. Pada awalnya Malaka adalah negara Hindu-Budha, namun berubah cepat menjadi kesultanan Muslim karena kemungkinan terkait alasan perdagangan.

Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia

Cerita sejarah Indonesia berlanjut dengan bangsa Portugis yang terkenal memiliki teknologi navigasi yang canggih mengetahui tentang kekayaan Malaka telah sampai di Eropa. Mereka memutuskan untuk berlayar ke bagian dunia ini untuk mendapatkan lebih banyak pengaruh latas jaringan perdagangan rempah-rempah dunia. 

Akhirnya pada tahun 1511 Malaka berhasil ditaklukkan oleh armada Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque. Malaka yang dulunya merupakan pelabuhan yang kaya dengan cepat hancur saat di bawah kekuasaan Portugis. Setelah penaklukan Malaka, para pedagang dengan cepat meninggalkan Malaka dan pergi membawa bisnis mereka ke beberapa pelabuhan lain.

Selain Portugis, Belanda juga memiliki keinginan untuk membangun posisi yang kuat pada jaringan perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara. Tercatat sebagai bagian dari sejarah Indonesia, ekspedisi pertama mereka mencapai Banten pada tahun 1596 disertai dengan permusuhan antara orang Belanda dan penduduk pribumi.

Persaingan merebutkan rempah-rempah mendorong harga menjadi lebih tinggi di Nusantara sementara peningkatan pasokan rempah-rempah di Eropa menyebabkan harga yang lebih rendah di Eropa. Hal ini mendorong pemerintah Belanda memutuskan untuk menggabungkan perusahaan pesaingnya menjadi satu entitas badan usaha yang disebut Serikat Dagang Hindia Timur (Vereenigde Oost Indische Compagnie atau disingkat VOC). 

VOC diberi hak menerima kekuasaan berdaulat yang besar untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Asia serta menyingkirkan pesaing Eropa lainnya. Pada tahun 1619, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen mendirikan Batavia di atas reruntuhan kota Jayakarta yang telah hancur karena permusuhan terhadap Belanda. Batavia menawarkan prospek bisnis dagang yang baik sehingga menyebabkan banyak orang bermigrasi (terutama orang Cina) ke kota yang berkembang dengan pesat ini.

Menuju Pemerintah Kolonial di Indonesia

Sejarah Indonesia berlanjut dengan Mataram yang menjadi dinasti yang paling kuat dan paling lama dari dinasti Jawa modern, dengan masa pemerintahan Sultan Agung sebagai kejayaan politik. Sultan Agung berkuasa pada tahun 1613-1646 dan sukses menaklukkan hampir seluruh daratan Jawa, kecuali kerajaan Banten di Jawa Barat dan kota Batavia yang dikuasai oleh VOC. 

VOC dengan gesit menyebarkan kekuasaannya di Nusantara dan mendapatkan kendali atas produksi cengkeh dan pala di Maluku dengan menggunakan langkah-langkah ekstrim seperti pembantaian massal. VOC terus menambah jaringan pos perdagangannya di seluruh bagian Nusantara. Kota dan pelabuhan yang memainkan peran utama dalam jaringan perdagangan Belanda ini antara lain Surabaya (Jawa Timur), Malaka (Malaysia Barat) dan Banten (Jawa Barat).

Walaupun statuta VOC pada awalnya tidak memperbolehkannya mengganggu politik internal negara-negara pribumi, tetapi VOC mengakar cukup kuat dalam politik Mataram di Jawa Tengah. Setelah Sultan Agung tiada, Mataram dengan cepat merosot dan sengketa suksesi hadir sekitar akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18. VOC memainkan taktik memecah-belah dan menaklukkan yang kemudian mengakibatkan pembagian kerajaan Mataram menjadi empat bagian dengan penguasanya menjadi tunduk kepada VOC. Meskipun posisi VOC masih belum kuat di luar Pulau Jawa, perkembangan politik di Jawa ini dapat dianggap sebagai tahap awal penjajahan Belanda di Nusantara.

2. Era Kolonial

Kolonisasi Portugis dan Spanyol

Armada Portugis mengarungi Sungai Tajo yang bermuara ke Samudra Atlantik dan memakan waktu sebulan hingga tiga bulan, melewati Tanjung Harapan di Afrika lalu menuju ke Selat Malaka. Kemudian ekspedisi ini dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah yang merupakan komoditas yang setara dengan emas pada saat itu.

Ada beberapa motivasi mengapa Kerajaan Portugis memulai petualangan ke timur. Sejarawan dan arkeologi Islam Uka Tjandrasasmita dalam bukunya yang berjudul  Indonesia-Portugal: Five Hundred Years of Historical Relationship (Cepesa, 2002), mengutip sejumlah sejarawan, menyebutkan tidak hanya ada satu motivasi Kerajaan Portugis datang ke Asia. Perluasan itu dapat dirangkum dalam tiga kata bahasa Portugis, yakni feitoria, fortaleza, dan igreja yang memiliki arti harfiah emas, kejayaan, dan gereja atau perdagangan, dominasi militer, dan penyebaran agama Katolik.

Menurut Gubernur Portugis Kedua dari Estado da India, Kerajaan Portugis di Asia merupakan arsitek utama ekspansi Portugis ke Asia. Dari Goa, ia memimpin ekspedisi ke Malaka dan tiba disana pada awal Juli 1511 dengan membawa 15 kapal besar dan kapal kecil serta 600 tentara. Ia dan pasukannya berhasil mengalahkan Malaka pada 10 Agustus 1511. Sejak peristiwa tersebut, Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa. Setelah berhasil menaklukkan Malaka, ekspedisi Portugis yang dipimpin Antonio de Abreu mencapai Maluku yang merupakan pusat rempah-rempah dan mencetak sejarah Indonesia.

Periode Kolonisasi Portugis di Nusantara

Sejarah Indonesia selanjutnya berlanjut pada periode kolonisasi Portugis. Pada tahun 1511, Portugis berhasil mengalahkan Kerajaan Malaka. Kemudian pada tahun 1522, Portugis tiba di Pelabuhan Sunda untuk menandatangani perjanjian dagang dengan Raja Sunda pada tanggal 21 Agustus 1522 lalu dibangun sebuah prasasti yang disebut Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal di sebuah situs yang saat ini terletak di sudut Jalan Cengkeh dan Jalan Kali Besar Timur I, Jakarta Barat. Dengan perjanjian ini maka Portugis diizinkan membangun gudang atau benteng di Sunda Kelapa.

Kedudukan Belanda di Maluku diperkuat dengan berdirinya VOC pada tahun 1602, dan sejak saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di Maluku. Di bawah arahan kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, Kepala Operasional VOC, perdagangan cengkeh di Maluku sepenuhnya berada dibawah kendali VOC selama hampir 350 tahun. Dalam keperluan tersebut VOC tidak segan-segan mengusir pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris.

Kolonialisme dan Imperialisme mulai menyebar di Indonesia sekitar abad ke-15, dimulai dengan kedatangan bangsa Portugis di Malaka dan bangsa Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman pada tahun 1596, untuk mencari sumber rempah-rempah dan berdagang.

3. Pendudukan Jepang

Mendekati sejarah Indonesia era kemerdekaan pada Juli 1942, Soekarno mengiyakan tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga mampu memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Pada tahun 1943, Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai mendapat penghormatan dari Kaisar Jepang. Campuran Indonesia-Belanda dan Belanda adalah target sasaran dalam penguasaan Jepang.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang merupakan bagian dari sejarah Indonesia. Pada pertemuan pertama di bulan Mei, Soepomo membicarakan mengenai integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan mengenai negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Malaya, Sabah, Sarawak, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia Belanda sebelum perang.

Pada 9 Agustus 1945 ketiga tokoh sejarah Indonesia yaitu Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat dibawa ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.

4. Era Kemerdekaan

Proklamasi Kemerdekaan

Mengetahui kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan pada 16 Agustus, Soekarno membacakan “Proklamasi” pada hari berikutnya. Kabar mengenai proklamasi tersebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang, Pasukan Pembela Tanah Air (PETA), para pemuda, dan lainnya segera berangkat mempertahankan kediaman Soekarno.

Sejarah Indonesia berlanjut pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya. 

Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dilaksanakan. KNIP mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Agustus dan menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8 provinsi.

Demokrasi Parlementer

Indonesia mengadopsi undang-undang baru yang terdiri dari sistem parlemen di mana dewan eksekutifnya dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen atau MPR yang terbagi dalam partai-partai politik sebelum dan sesudah pemilu pertama tahun 1955, sehingga menyebabkan koalisi pemerintah yang stabil susah dicapai.

Demokrasi parlementer merupakan suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi daripada badan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Sedangkan perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. Kemudian dalam demokrasi parlementer Presiden menjabat sebagai kepala negara.

Demokrasi Terpimpin

Pada tahun 1959 sampai 1965, Presiden Soekarno berkuasa dalam rezim yang otoriter di bawah label “Demokrasi Terpimpin”. Beliau juga menggeser kebijakan luar negeri Indonesia menuju non-blok, kebijakan yang didukung para pemimpin penting negara-negara bekas jajahan yang menolak aliansi resmi dengan Blok Barat maupun Blok Uni Soviet. Para pemimpin tersebut berkumpul di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1955 dalam KTT Asia-Afrika untuk mendirikan pondasi yang kelak menjadi Gerakan Non-Blok.

Nasib Irian Barat

Pada saat perjuangan kemerdekaan menjadi saksi sejarah Indonesia, pemerintah Belanda mempertahankan kekuasaan terhadap belahan barat pulau Nugini (Papua). Pada perundingan Meja Bundar di Den Haag tahun 1949, dicapai kesepakatan bahwa status Koloni belanda di Papua akan dibicarakan setahun setelah pemindahan kedaulatan dari Kolonial Belanda menuju Republik Indonesia Serikat telah dilakukan (2 November 1949). Namun setelah perundingan Meja Bundar terdapat kesepakatan, Kolonial Belanda di Nugini mengizinkan tahap menuju pemerintahan-sendiri dan pendeklarasian kemerdekaan penduduk Nugini Belanda tertanggal 1 Desember 1961.

Negosiasi susulan antara pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Belanda tentang penggabungan wilayah tersebut gagal mencapai kata sepakat. Pasukan Indonesia mendarat di Irian dan terjadi pertempuran antara pasukan Indonesia dan Belanda pada 1961 dan 1962. Tahun 1962 Amerika Serikat menekan Belanda agar setuju melakukan perbincangan tertutup dengan Indonesia yang menghasilkan Perjanjian New York pada Agustus 1962, dan Indonesia mengambil alih kekuasaan terhadap Irian Jaya tertanggal 1 Mei 1963.

Demikianlah ragam peristiwa sejarah Indonesia hingga membawa kemerdekaan bagi negara kaya rempah ini. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Rangkuman Peristiwa Sejarah Indonesia Hingga Era Kemerdekaan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]

    Trending

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh […]
    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]