Siklus Air : Pengertian, Proses, dan Jenisnya

3 min read

siklus air
Siklus Air, foto oleh Pelajaran Co Id

Pernahkah kalian mendengar tentang siklus air? Air merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan di muka bumi. Baik itu manusia, hewan bahkan tumbuhan sangat membutuhkan air untuk dapat bertahan hidup. Terutama untuk manusia, karena tubuh manusia tersusun dari 50 – 70 % kandungan air, baik dalam kulit, jaringan tubuh dan seluruh organ. Sehingga, tidak ada manusia yang dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa mengkonsumsi air yang cukup atau dehidrasi.

Setelah mengerti bahwa air begitu penting bagi kehidupan, pernahkah kalian berpikir mengapa air di bumi ini tidak pernah habis? Bahkan pada musim kemarau pun, persediaan air tetap ada. Hal itu karena adanya siklus air di muka bumi. Lalu seperti apa prosesnya? Untuk lebih jelasnya mengenai siklus air, akan dibahas pada penjelasan berikut ini.

Proses Siklus Air

Siklus air terbagi menjadi beberapa tahapan yang saling berkaitan. Tahapan ini terjadi secara terus menerus dan membentuk pola memutar sehingga disebut sebagai siklus.

  1. Evaporasi

Evaporasi atau penguapan adalah proses perubahan dari molekul cair menjadi molekul gas. Prose ini disebabkan oleh panas dari sinar matahari yang menyebabkan air yang terdapat di laut, sungai, danau, rawa, dan sumber air lainnya menguap dan membentuk uap air. Uap air inilah yang kemudian naik ke atmosfer. Semakin besar energi panas yang diserap oleh bumi, maka akan semak cepat pula laju evaporasi yang terjadi.

  1. Transpirasi

Selain air, hewan dan tumbuhan juga mengalami penguapan. Hal ini disebut transpirasi. Pada hewan, penguapan terjadi ketika hewan menghasilkan uap air setelah sebelumnya mengkonsumsi air dan melakukan pernapasan. Sedangkan proses transpirasi pada tumbuhan terjadi ketika tumbuhan menyerap air melalui akar dan kemudian terjadi proses fotosintesis, lalu uap air dikeluarkan melalui stomata.

  1. Evapotranspirasi

Evapotranspirasi atau sering disebut sebagai gabungan antara evaporasi dan transpirasi. Seperti namanya, proses ini merupakan penggabungan atau penjumlahan total penguapan yang terjadi di permukaan bumi ini.

  1. Sublimasi

Sublimasi biasanya sering terjadi di wilayah yang banyak terdapat lapisan es seperti kutub, baik kutub utara dan selatan. Dilihat dari tempat terjadinya, maka dapat disimpulkan bahwa sublimasi merupakan proses perubahan es menjadi uap air tanpa menjadi zat air terlebih dahulu.

  1. Kondensasi

Kondensasi adalah proses perubahan uap air menjadi cairan. Fase ini terjadi ketika uap air yang naik menuju atmosfer berada pada titik tertentu, kemudian berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini kemudian akan berkumpul di udara dan membentuk awan. Semakin banyak titik-titik air yang berkumpul, maka akan menyebabkan awan semakin tebal dan hitam.

  1. Adveksi

Awan yang telah terbentuk pada proses kondensasi akan berpindah ke wilayah lain karena pengaruh angin dan perbedaan tekanan udara. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa adveksi adalah proses perpindahan awan yang disebabkan oleh tekanan udara atau angin. Proses inilah yang menyebabkan awan-awan dapat menyebar dan berpindah tempat.

  1. Presipitasi

Awan yang telah melewati fase adveksi selanjutnya akan mengalami fase presipitasi. Pada fase ini awan akan menjatuhkan titik-titik air dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi akibat suhu udara yang tinggi.

  1. Run Off

Peristiwa hujan yang jatuh di wilayah dataran tinggi, seperti daerah hulu sungai akan menyebabkan air mengalir ke daratan yang lebih rendah. Dari peristiwa tersebut, dapat disimpulkan bahwa Run Off adalah proses pergerakan air dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah.

  1. Infiltrasi

Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi tidak semuanya langsung menuju ke laut, sungai, atau danau, namun beberapa akan terserap ke dalam pori-pori tanah dan menjadi air tanah. Proses inilah yang kemudian disebut sebagai infiltrasi. Setelah melalui fase run off dan infiltrasi ini, air akan kembali ke siklus awal yaitu evaporasi dan begitu seterusnya.

Jenis-jenis Siklus Air

Siklus air terbagi menjadi tiga macam jenis jenis berdasarkan panjang pendeknya proses yang terjadi. Berikut ini penjelasannya.

  1. Siklus Pendek
siklus pendek
Siklus Pendek, foto oleh Ilmugeografi Com

Siklus pendek atau siklus kecil merupakan siklus yang prosesnya paling sederhana dan hanya mencapai beberapa tahap saja.

Uap air yang terbentuk dari proses evaporasi air laut akan diturunkan dalam bentuk hujan yang turun di daerah sekitar laut. Seperti namanya, siklus ini termasuk siklus yang pendek karena tidak adanya proses adveksi atau pergerakan uap air oleh angin. Berikut ini proses terjadinya siklus pendek.

  • Uap air yang disebabkan dari air laut yang terkena sinar matahari.
  • Terjadi kondensasi dan pembentukan awan yang mengandung uap air.
  • Awan yang mengandung uap air akan mencapai titik jenuh dan akan menyebabkan terjadinya hujan.
  1. Siklus Sedang
siklus sedang
Siklus Sedang, foto oleh Ilmugeografi Com

Selanjutnya adalah siklus sedang, yaitu siklus yang mempunyai proses yang cukup panjang dibandingkan siklus pendek.

Siklus ini umumnya terjadi di wilayah Indonesia. Uap air yang terbentuk dari proses penguapan air, baik dari laut, sungai , danau atau sumber air lainnya. Yang kemudian mengalami kondensasi dan membentuk awan. Dan karena adanya proses adveksi awan tersebut terbawa oleh angin dan bergerak menuju wilayah di dekat laut. Berikut ini proses terjadinya siklus sedang.

  • Penguapan yang terjadi karena panas dari sinar matahari sehingga membentuk uap air.
  • Uap air terbawa oleh angin dan bergerak menuju daratan.
  • Terjadi pembentukan awan yang akhirnya berubah menjadi hujan.
  • Air hujan mengalir melalui sungai dan kembali ke laut.
  1. Siklus Panjang
siklus panjang
Siklus Panjang, foto oleh Insanpelajar Com

Siklus yang terakhir yaitu siklus panjang. Siklus ini merupakan siklus air yang biasa terjadi pada daerah yang beriklim subtropis atau empat musim seperti musim panas, musim semi, musim panas, dan musim gugur.

Proses siklus ini sama seperti siklus sedang. Yang membedakannya yaitu jangkaun daerah siklus panjang lebih luas daripada siklus sedang. Awan yang yang terbentuk dalam siklus anjang tidak langsung diubah menjadi air hujan, melainkan membentuk hujan salju dan selanjutnya membentuk gletser. Berikut ini proses terjadinya siklus panjang.

  • Uap air yang terbentuk dari proses penguapan air laut oleh sinar matahari.
  • Uap air akan mengalami sublimasi.
  • Pembentukan awan yang mengandung kristal-kristal es.
  • Awan akan terbawa oleh angin dan bergerak menuju daratan.
  • Terjadinya hujan salju.
  • Terbentuknya gletser.
  • Gletser akan mencair kemudian mengalir ke permukaan tanah dan menuju ke sungai yang akhirnya diteruskan menuju laut.

Itulah penjelasan seputar siklus air, mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat dan membantu. Semangat belajar dan sampai ketemu di artikel selanjutnya.

Last Updated on November 26, 2020

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top