Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Sistem Tata Surya

6 min read

Sistem Tata Surya
Sistem Tata Surya, foto oleh Jagoansekolah Com

Hai Kawan Literasi, tahukah kamu apa itu tata surya? Manusia hidup di bumi yang merupakan bagian dari tata surya. Nah, tata surya kita termasuk dalam salah satu galaksi yang bernama galaksi Bima Sakti (Milky Way).

Pernahkah kamu membayangkan seberapa besar tata surya kita? Sistem tata surya ini menyusun benda-benda langit seperti planet, asteroid, satelit, komet, dan meteor. Mereka semua berputar mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya dalam orbitnya masing-masing, sehingga tidak terjadi tabrakan. Agar lebih jelas, yuk simak penjelasan berikut ini.

Tata Surya

Tata surya adalah sistem ikatan gravitasi matahari dan objek-objek yang mengitarinya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tata surya terdiri dari 8 planet, sekitar 170 satelit alami, dan asteroid, meteorit, komet yang tak terhitung jumlahnya.

Matahari, bulan, dan planet paling terang dapat dilihat dengan mata telanjang oleh para astronom kuno, dan pengamatan serta perhitungan mereka terhadap pergerakan benda-benda luar angkasa ini memunculkan adanya ilmu astronomi.

Saat  ini jumlah informasi tentang gerakan, sifat, dan komposisi planet dan benda yang lebih kecil di luar angkasa telah berkembang menjadi sangat pesat, dan jangkauan instrumen pengamatan telah meluas jauh melampaui tata surya hingga galaksi lain.

Anggota Tata Surya

Terletak di pusat tata surya dan mempengaruhi gerakan semua benda lain melalui gaya gravitasinya, Matahari mengandung lebih dari 99% massa sistem. Planet-planet yang mengitarinya dari jarak terdekat adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

1. Matahari

Pusat Tata Surya
Pusat Tata Surya, foto oleh Guruakuntansi Co Id

Matahari adalah pusat tata surya. Matahari disebut juga bintang, karena ia dapat memancarkan cahayanya sendiri. Diameter matahari diperkirakan sekitar 1,4 juta kilometer dan temperatur sekitar 1 juta Kelvin. Suhunya semakin tinggi seiring dengan semakin dekatnya dengan inti matahari, yaitu mencapai 15 juta Kelvin.

Selain itu matahari merupakan sebuah bola gas panas yang paling masif (sekitar 332.830 kali massa bumi) dan terbesar di antara bintang-bintang lain yang ada di dalam tata surya kita. Dengan adanya massa yang sangat besar inilah yang membuat gaya gravitasi matahari mampu menarik planet-planet dan benda langit lainnya untuk mengitarinya pada lintasan atau orbit masing-masing.

Reaksi fusi nuklir pada matahari mampu menghasilkan jumlah energi yang besar. Energi ini merambat melalui luar angkasa dalam bentuk gelombang elektromagnetik. 

Matahari terdiri dari lapisan-lapisan sebagai berikut.

  • Core atau Inti

Inti adalah lapisan matahari yang paling dalam dengan suhu tertinggi sekitar 15 juta Kelvin. Reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi sangat dahsyat biasanya terjadi di lapisan ini.

  • Fotosfer 

Lapisan ini terletak setelah inti matahari. Fotosfer memiliki suhu 6000 Kelvin dan ketebalan sekitar 300 km.

  • Kromosfer 

Kromosfer matahari memiliki suhu 4500 Kelvin dan tebal sekitar 2000 km.

  • Korona 

Lapisan ini adalah lapisan terluar pada matahari, dengan suhu sekitar 1 juta Kelvin dan ketebalan mencapai 700.000 km.

2. Planet

Jika matahari adalah bintang karena bisa memancarkan cahayanya sendiri, tidak dengan planet. Planet hanya bisa memantulkan cahaya dari matahari. Planet di tata surya yang mengelilingi matahari jika diurutkan berdasarkan jarak terdekat sampai yang terjauh dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu planet dalam dan planet luar.

Adapun planet dalam antara lain Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan planet luar meliputi Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet dalam cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil sedangkan planet luar jauh lebih besar. 

Di antara planet dalam dan planet luar ini terdapat pembatas yang disebut Sabuk Asteroid yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Sabuk ini merupakan area yang terbentuk dari pecahan batuan yang gagal membentuk planet.

  • Merkurius
Merkurius
Merkurius, foto oleh Idntimes Com

Data Merkurius:

Diameter : 4.880 km

Periode rotasi : 58,65 hari

Periode revolusi : 87,97 hari

Jarak terdekat dari matahari : 46 juta km

Jarak terjauh dari matahari : 69,8 juta km

Planet ini adalah planet yang memiliki jarak paling dekat dengan matahari sehingga memiliki orbit paling pendek dan paling cepat. Hal ini menyebabkan suhu pada permukaan Merkurius di siang hari mencapai 450 derajat Celcius dan di malam hari mencapai 180 derajat Celcius.

  • Venus
Venus
Venus, foto oleh Langitselatan Com

Data Venus:

Diameter : 12.104 km

Periode rotasi : 24,3 hari

Periode revolusi : 224,7 hari

Jarak terdekat dari matahari : 107,5 juta km

Jarak terjauh dari matahari : 108,9 juta km

Venus memiliki ukuran, komposisi, dan gravitasi yang hampir sama dengan Bumi. Namun pada kenyataannya mereka berbeda. Venus memiliki temperatur paling panas di antara semua planet lainnya dan paling terang setelah matahari dan bulan.

  • Bumi 
Bumi
Bumi, foto oleh Cnnindonesia Com

Data Bumi:

Diameter : 12.756 km

Periode rotasi : 24,6  jam

Periode revolusi : 365,26 hari

Jarak terdekat dari matahari : 147,1 juta km

Jarak terjauh dari matahari : 152,1 juta km

Bumi adalah planet ketiga dan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan. Sebesar 72 persen permukaan bumi tertutup oleh air. Selain air, di bumi juga terdapat sumber kehidupan berupa lapisan ozon, oksigen, karbondioksida, dan unsur lainnya.

Gravitasi yang dimiliki Bumi menyebabkan Bumi memiliki satelit alami yaitu bulan, yang penampakannya bisa kita lihat dengan kasat mata. Bumi dan Bulan bersama-sama mengelilingi matahari yang disebut dengan gerakan revolusi. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pergantian musim di bumi. Sedangkan peristiwa saat bumi berotasi pada orbitnya sendiri atau yang disebut dengan rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam.

  • Mars
Mars
Mars, foto oleh Langitselatan Com

Data Mars:

Diameter : 6.794 km

Periode rotasi : 24,62 jam

Periode revolusi : 686,98 hari

Jarak terdekat dari matahari : 206,6 juta km

Jarak terjauh dari matahari : 249,2 juta km

Nama planet Mars diambil dari bahasa Romawi yang memiliki arti dewa perang. Selain itu, dikarenakan permukaannya yang berwarna merah saat dilihat dengan mata telanjang maka Mars disebut juga dengan Planet Merah. Warna merah ini disebabkan oleh reaksi oksida besi yang terjadi pada permukaan Mars.

Phobos dan Deimos adalah dua satelit alami yang dimiliki Mars. Satelit ini berukuran kecil dan bentuknya tidak teratur. Mars adalah planet yang berbatu dengan lapisan atmosfer yang tipis, memiliki kawah, lembah-lembah, padang pasir, arus lahar gunung berapi yang dahsyat, serta es di kutub.

  • Jupiter 
Jupiter
Jupiter, foto oleh Republika Co Id

Data Jupiter :

Diameter : 142. 948 km

Periode rotasi : 9,8 jam

Periode revolusi : 12 tahun

Jarak terdekat dari matahari : 740,6 juta km

Jarak terjauh dari matahari : 816 juta km

Planet terbesar dalam sistem tata surya adalah Jupiter. Planet ini memiliki volume yang dapat menampung 1.300 kali bumi. Planet ini merupakan gas raksasa yang sebagian besar komposisinya tersusun oleh helium dan hidrogen dengan massa 2,5 kali jumlah massa seluruh planet di tata surya.

Pada Jupiter terdapat ikat pinggang merah raksasa yang mengelilinginya, terdiri dari gas berwarna merah, yang menyebabkan terjadinya badai besar di permukaan planet.

  • Saturnus 
Saturnus
Saturnus, foto oleh Bobo Grid Id

Data Saturnus:

Diameter : 120.536 km

Periode rotasi : 10 jam 40 menit 24 detik

Periode revolusi : 29,46 tahun

Jarak terdekat dari matahari : 1,35 milyar km

Jarak terjauh dari matahari :1.51 milyar km

Saturnus adalah planet yang terkenal dengan keindahan cincinnya. Cincin ini tersusun dari gas beku dan butiran-butiran. Menurut ahli astronomi, butiran ini adalah sisa-sisa satelit yang hancur karena bertabrakan dengan planet-planet yang lainnya.

Saturnus memiliki urutan kedua planet terbesar dalam tata surya setelah Jupiter. Setiap 378 hari sekali, Saturnus, Bumi, dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Sayangnya, planet cantik ini tidak terlalu bisa kita lihat dengan jelas karena jaraknya yang terlalu jauh dengan matahari.

  • Uranus 
Uranus
Uranus, foto oleh Dw Com

Data Uranus:

Diameter : 50.100 km

Periode rotasi : 11 jam

Periode revolusi : 4 tahun

Jarak terdekat dari matahari : 2,73 milyar km

Jarak terjauh dari matahari : 3,01 milyar km

Uranus yang dikenal dengan sebutan planet paling dingin di tata surya merupakan planet terbesar ketiga setelah Jupiter dan Saturnus. Dikatakan planet terdingin, karena suhu minimumnya bisa mencapai -224 derajat Celcius.

Keunikan yang dimiliki planet Uranus adalah arah putaran porosnya. Planet ini berotasi ke porosnya dengan arah salah satu kutub menghadap matahari. Menurut para astronom hal ini disebabkan karena terjadinya tumbukan dengan suatu objek yang besar sehingga mengakibatkan pergeseran arah rotasi dan berbeda dengan planet lainnya.

Uranus juga memiliki cincin tipis yang berupa awan dan uap air serta batu-batu yang disebabkan oleh benturan Uranus dengan objek astronomi.

  • Neptunus 
Neptunus
Neptunus, foto oleh Idntimes Com

Data Neptunus :

Diameter : 40.530 km

Periode rotasi : 16,1 jam

Periode revolusi : 164,8 tahun

Jarak terdekat dari matahari : 4,46 miliar km

Jarak terjauh dari matahari : 4,54 milyar km

Neptunus merupakan planet terjauh dari matahari. Massa planet ini adalah 17 kali lipat massa Bumi. Neptunus disebut sebagai planet yang paling berangin di tata surya karena badai besar sangat sering terjadi di planet ini.

Sama halnya dengan Saturnus dan Uranus, Neptunus juga memiliki cincin tipis yang mengitarinya. Selain itu, jaraknya yang jauh dengan Matahari membuat atmosfer terluar Neptunus menjadi tempat yang sangat dingin dengan suhu sekitar -218 derajat Celcius.

Setelah Neptunus, dulu ada yang menyebut Pluto sebagai planet terluar dan terkecil. Tetapi kemudian Pluto dan benda-benda es kecil lainnya dianggap sebagai Sabuk Kuiper. Tahun 2006, astronom memutuskan untuk mengkategorikan Pluto sebagai planet katai atau planet kerdil. Hal ini disebabkan karena sangat banyak benda-benda yang mirip dengan Pluto.

3. Satelit

Satelit adalah benda langit yang selalu mengelilingi planet. Satelit akan berputar pada porosnya sendiri dan juga mengitari matahari bersamaan dengan planet yang diiringinya.

Satelit dibagi menjadi dua jenis berdasarkan keberadaannya, yaitu satelit alami dan buatan. Satelit alami adalah satelit yang diciptakan oleh sang pencipta dan bisa bergerak tanpa ada campur tangan manusia.

Sementara satelit buatan adalah satelit yang dibuat dengan campur tangan manusia dan diluncurkan dalam orbit yang pasti. Satelit dimanfaatkan untuk mendeteksi ramalan cuaca, pertanian, telekomunikasi, dan lain sebagainya.

4. Asteroid

Asteroid adalah benda-benda kecil berbatu yang beredar pada lintasan yang terletak antara orbit planet Mars dengan Jupiter. Asteroid terbentuk dari planetesimal yang tidak berhasil menyatu menjadi planet. Hal ini disebabkan karena gravitasi Jupiter yang sangat kuat sehingga planet baru gagal terbentuk di antara Mars dan Jupiter.

5. Komet 

Komet adalah benda langit yang berukuran kecil yang mengelilingi matahari dengan orbit berbentuk lonjong. Komet tersusun atas sejumlah partikel batuan, es, kristal, dan gas.

Komet biasa disebut sebagai bintang berekor, karena sering terlihat seperti benda langit bercahaya dan berbentuk memanjang menyerupai ekor.

Komet memiliki tiga bagian tubuh, yaitu inti, koma, dan ekor. Inti komet tersusun atas gas dan kristal es yang membeku dengan diameter mencapai 10 km. Sementara koma pada komet berdiameter mencapai 100.000 km, jauh lebih besar dibanding intinya.

6. Meteor dan Meteorit

Meteor adalah benda luar angkasa yang lintasannya tidak teratur dan bergerak cepat. Meteor ini biasanya terlihat seperti garis-garis cahaya yang berlangsung selama beberapa detik. 

Jika kamu pernah mendengar istilah bintang jatuh, maka itu adalah sebuah meteor. Sedangkan meteorit adalah istilah untuk meteor yang mencapai bumi sebelum menguap. 

Saat menuju ke permukaan bumi, meteor akan bergesekan dengan atmosfer bumi dan memancarkan cahaya. Karena gesekan inilah yang menyebabkan suhu meteor semakin tinggi dan akhirnya terbakar bahkan menguap. Nah, saat memancarkan cahaya dan terbakar inilah manusia bisa melihat meteor atau bintang jatuh secara langsung.

Demikianlah pembahasan tentang tata surya kali ini. Bagaimana, apakah Kawan Literasi sudah paham? Begitu indah bukan ciptaan Tuhan kita? Semoga artikel ini bisa membantu ya!

Baca juga: Benua-Benua di Permukaan Bumi

Last Updated on November 23, 2020

Lutfi Maulida
Lutfi Maulida Menulis adalah seni berbagi cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top