Apa Itu Stratifikasi Sosial? Sifat, Fungsi & Bentuk

3 min read

Apa Itu Stratifikasi Sosial
Apa Itu Stratifikasi Sosial, Foto Oleh Seluncur id

Kategorisasi perorangan berdasarkan strata sosial terjadi di semua masyarakat, dari masyarakat yang kompleks, negara hingga masyarakat kesukuan dan feodal. Hal ini berdasarkan pada hubungan sosial ekonomi antara kelas bangsawan dan kelas petani. Fenomena tersebut menimbulkan lapisan masyarakat yang membedakan kedudukan (posisi) seseorang atau di kelompok secara vertikal yang biasa disebut stratifikasi sosial. 

Yuk, kita simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Pengertian Stratifikasi Sosial 

Dalam ilmu sosial kita berbicara tentang pelapisan sosial untuk menggambarkan ketidaksetaraan yang ada antara individu dan kelompok dalam masyarakat. Individu dan kelompok, tergantung pada posisi mereka dalam struktur sosial, memiliki akses yang tidak setara terhadap hak dan fasilitas yang ada.

Stratification berasal dari kata stratum yang berarti pelapisan dan socius yang berarti masyarakat. Pengertian stratifikasi sosial adalah penggolongan masyarakat ke dalam strata ekonomi berdasarkan pekerjaan, pendapatan, kekayaan, status, atau kekuasaan yang diturunkan (sosial dan politik). Bisa juga, pengertian stratifikasi sosial dipahami sebagai sebuah posisi sosial relatif orang-orang dalam suatu kelompok, kategori, wilayah geografis, atau unit sosial.

Fungsi Stratifikasi Sosial 

Ada beberapa fungsi stratifikasi sosial yang menjadi penyebab terjadinya fenomena ini. Berikut ini fungsi stratifikasi sosial secara umum:

  1. Sebuah alat untuk mendistribusikan hak maupun kewajiban pada tiap tingkatan
  2. Mengelompokkan individu pada strata atau tingkatan tertentu
  3. Menjadi pemersatu untuk mengkoordinasi bagian yang ada dalam strata sosial demi mencapai tujuan tertentu
  4. Untuk memecahkan masalah yang ada dalam masyarakat
  5. Untuk mendorong masyarakat bergerak sesuai dengan fungsinya. 

Dasar Pembentukan Stratifikasi Sosial 

Dasar Pembentukan Stratifikasi Sosial
Dasar Pembentukan Stratifikasi Sosial, Foto Oleh Kompas com

Ada beberapa dasar yang menjadi ukuran atau kriteria untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam pelapisan sosial. Berikut ini dasar stratifikasi sosial, yaitu:

A. Kekayaan

Semakin banyak jumlah kekayaan seseorang, maka orang tersebut akan menempati tingkatan teratas. Tingkat kekayaan ini terlihat dari kebiasaan, bentuk rumah, jenis mobil, gaya hidup, dan cara berbelanja.

B. Kekuasaan

Semakin tinggi kekuasaannya atau wewenangnya, maka akan tinggi juga tingkatan pelapisan sosialnya di masyarakat.

C. Kehormatan

Umumnya di masyarakat yang cenderung tradisional, seseorang yang dihormati akan masuk ke lapisan yang cukup tinggi. Biasanya para tetua di suatu masyarakat. Kehormatan ini biasanya tidak berbanding lurus dengan kekayaan atau pun kekuasaan.

D. Ilmu pengetahuan

Sesuai namanya, ilmu pengetahuan menjadi faktor utama dalam pembentukan pelapisan sosial. 

Sifat Stratifikasi Sosial 

Untuk sifat stratifikasi sosial, terdapat tiga jenis, yaitu: 

A. Terbuka (Open Stratification)

Open stratification berarti seseorang bisa masuk ataupun keluar dari kelas sosial tertentu. Proses ini dipengaruhi naik-turunnya kelas yang relatif mudah.

Ada beberapa faktor yang mendorong sistem terbuka ini di masyarakat, yaitu: 

1) Perbedaan ras dan adat-istiadat

Perbedaan ini berhubungan dengan ciri-ciri tubuh, warna kulit, dan latar belakang etnik. 

2) Pembagian tugas (spesialisasi) 

Sesuai namanya, spesialisasi atau kekhususan yang ada di berbagai bidang mempengaruhi sistem kerja suatu kelompok.

3) Kelangkaan hak dan kewajiban 

Jika hak dan kewajiban tidak dibagi secara merata, maka akan terjadi kelangkaan tingkatan di dalam masyarakat. 

B. Tertutup (Closed Stratification

Dalam closed stratification kelas seseorang bersifat tetap. Kelas seseorang berasal dari kelahiran atau keturunan. Jadi, gerak sosial tidak bisa terjadi karena seseorang tidak dapat naik maupun turun ke kelas sosial lainnya. Contohnya, sistem kasta agama Hindu di India. 

C. Campuran 

Walau ada yang berbentuk terbuka maupun tertutup, di keseharian masyarakat terdapat unsur-unsur yang menjadikan sifat stratifikasi sosial tergabung, sehingga terjadi campuran.

Salah satu contohnya yaitu, suatu kelompok menerapkan sistem pelapisan tertutup di sistem politik. Akan tetapi kelompok tersebut menerapkan sistem terbuka di bidang lainnya, seperti ekonomi dan budaya.

Bentuk-Bentuk Stratifikasi Sosial 

Sifat Stratifikasi Sosial
Sifat Stratifikasi Sosial, Foto Oleh dosensosiologi com

Dengan semakin majunya teknologi dan kompleksnya kehidupan masyarakat, maka bentuk stratifikasi sosial pun main kompleks dan beragam. Berikut ini bentuk stratifikasi sosial secara umum. 

A. Berdasarkan Kriteria Politik 

Menurut Mac Iver, ada tiga sistem lapisan kekuasaan atau piramida kekuasaan yang umum di masyarakat, yaitu:

1) Kasta 

Kasta memisahkan antar kelas secara kaku dan hampir tidak bisa ditembus karena hanya berdasarkan keturunan. Sistem ini banyak terjadi di masyarakat bersistem kerajaan yang tidak memungkinkan adanya mobilitas secara vertikal. Selain di India, sistem kasta juga bisa ditemukan di Indonesia, yaitu pada masyarakat bali.

2) Oligarki

Walau jenis ini juga kaku seperti kasta, tapi individunya masih memiliki kesempatan untuk naik ke tingkat di atasnya. Setiap tingkatan tidak memiliki perbedaan yang mencolok dan juga memiliki beberapa jenis yang lebih detail dan khusus.

3) Demokratis 

Berbeda dengan kedua jenis sebelumnya, jenis ini memiliki garis pemisah antar kelas yang fleksibel. Kelahiran bukanlah faktor penentunya, melainkan kemampuan atau juga keberuntungan.

b. Berdasarkan Kriteria Sosial 

Berikut klasifikasinya berdasarkan kriteria sosial yang ada di masyarakat.

1) Tingkat pendidikan 

Pelapisan di bidang pendidikan bersifat terbuka. Seseorang dapat naik pada tingkat yang lebih tinggi apabila orang tersebut mampu dan berprestasi. Stratifikasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut. 

  1. pendidikan sangat tinggi (doktor dan profesor)
  2. pendidikan tinggi (sarjana dan mahasiswa)
  3. pendidikan menengah (lulusan SMA)
  4. pendidikan rendah (lulusan SD dan SMP)
  5. tidak berpendidikan (buta huruf)

2) Pekerjaan 

Stratifikasi ini berdasarkan keahlian, kecakapan, dan keterampilan seseorang. Berikut ini tingkatannya. 

  • Elite

Biasanya berisi orang yang kaya raya dan memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. 

  • Profesional

Orang-orang yang memiliki kedudukan karena pendidikannya.

  • Semi profesional

Orang yang biasanya tidak memiliki gelar dan bekerja sebagai pedagang atau pegawai. 

  • Tenaga terampil

Terdiri dari individu yang memiliki keterampilan tertentu seperti mekanik atau memangkas rambut. 

  • Tenaga semi terampil

Para pekerja yang membutuhkan keterampilan yang tidak terlalu khusus, seperti, pelayan atau pengemudi truk. 

  • Tenaga tidak terampil

Pekerja yang tidak membutuhkan keterampilan khusus, seperti tukang kebun atau pembantu. 

c. Berdasarkan Kriteria Ekonomi 

Dalam ekonomi, hal ini berdasarkan pada kekayaan atau penghasilan dan disebut juga kelas sosial. Kelas sosial diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, sebagai berikut.

1) Kelas sosial atas

Para milyuner atau orang kaya raya yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara mewah. Golongan ini biasanya terdiri dari pengusaha sukses, pejabat atau yang lain.

2) Kelas sosial menengah

Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok atau primer-nya. Akan tetapi, tidak hidup mewah seperti golongan kelas atas. 

3) Kelas sosial bawah

Kelas ini terdiri dari orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hariannya, biasanya para pengangguran atau buruh. 

Nah, itu dia pembahasan materi Sosiologi tentang stratifikasi sosial mulai dari pengertian, fungsi, dasar hingga bentuknya. Jika kalian ada pertanyaan, bisa langsung tulis komentar di bawah ini ya!

Baca juga: Diferensiasi Sosial

Last Updated on Maret 3, 2021

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top