Surat Keputusan : Pengertian, Unsur, dan Manfaatnya

2 min read

surat keputusan
Surat Keputusan, foto oleh Indozone Id

Pernahkah kalian mendengar tentang surat keputusan (SK)? Mungkin kalian yang pernah mengikuti suatu organisasi sudah tidak asing dengan surat ini. SK biasanya digunakan ketika seorang pemimpin atau atasan perlu memutuskan sesuatu yang harus diketahui oleh setiap anggota instansi, organisasi atau kelompok.

Sebenarnya penggunaanSK ini tidak harus dilakukan, karena seorang pemimpin suatu instansi atau organisasi boleh memutuskan sesuatu secara lisan. Namun, hal itu tidak dapat diterapkan untuk suatu keputusan yang sifatnya resmi. Karena keputusan yang dibuat secara lisan tidak memiliki landasan hukum atau kekuatan.

Supaya lebih memahaminya, mari kita simak pembahasan berikut ini mengenai pengertian, manfaat, unsur-unsur hingga contoh dari surat keputusan.

Pengertian Surat Keputusan

Berdasarkan Kamus Hukum Indonesia, pengertian surat keputusan adalah penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan, Pejabat Negara atau Pemerintah yang berisi sebuah penetapan tertulis berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. SK bersifat konkrit, individual, dan final, yang berarti keputusan tersebut dapat ditentukan wujudnya, tidak ditujukan untuk umum, dan sudah pasti atau secara definitive.

Sedangkan menurut Prajudi Atmosudirjo, keputusan merupakan suatu pengakhiran dari proses pemikiran tentang suatu masalah atau problema untuk menjawab suatu pertanyaan yang harus diperbuat guna untuk mengatasi masalah tersebut, dengan menjatuhkan sebuah pilihan.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa surat keputusan adalah suatu penetapan yang dikeluarkan oleh badan, instansi, pejabat negara atau pemerintah dengan tujuan untuk mengatasi suatu masalah.

Manfaat Surat Keputusan

Dari pengertian diatas, bila dijabarkan, maka terdapat beberapa manfaat/ kegunaan dari pembuatan sebuah SK, diantaranya yaitu :

  1. Mendapatkan penetapan atau hasil keputusan tertulis dari suatu badan, atau pejabat negara/pemerintah.
  2. Mendapatkan suatu tindakan hukum atas dasar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Mendapatkan suatu penetapan yang konkrit, individual, dan final yang berarti keputusan itu dapat ditentukan wujudnya, bersifat pribadi, dan sudah pasti atau definitive (tidak dapat didebatkan/dipermasalahkan).

Unsur-unsur Surat Keputusan

Sebelum melihat berbagai contoh SK, ada baiknya kalian terlebih dahulu mempelajari tentang unsur-unsur penyusun SK. Terdapat tiga unsur penting yang harus ada dalam SK, antara lain :

  • Konsiderans
  • Desideratum
  • Diktum

Lebih jelasnya akan dibahas pada penjabaran berikut ini.

Konsiderans

Konsiderans adalah bagian surat yang isinya landasan atau dasar hukum  yang menjadi pertimbangan pembuatan SK. Karena itu lah konsiderans ini wajib ada dalam SK. Konsiderans sendiri memuat beberapa hal yaitu nama undang-undang, peraturan, keputusan terdahulu, usul, dan saran yang dirinci ke dalam sub topik menimbang, mengingat, membaca, mendengar, dan memperhatikan.

Dari kelima sub topik tersebut, minimal terdapat dua sub topik yang dipakai di dalam isi surat. Terdapat sub topik yang paling penting dan harus dipakan dalam setiap keputusan yaitu sub topik menimbang dan mengingat. Berikut ini penjelasan singkat dari kelima sub topik diatas.

  • Menimbang, berisi tentang hal-hal yang menjadi pertimbangan dikeluarkannya suatu keputusan.
  • Mengingat, pernyataan yang berisikan peraturan atau perundang-undangan yang melandasi dikeluarkannya keputusan tersebut. 
  • Membaca, berisi ketentuan yang tidak berkaitan langsung dengan masalah pokok, namun diperlukan untuk memperkuat konsiderans.
  • Mendengar, merupakan usul atau saran yang pernah disampaikan kepada pemimpin tertinggi/ pengambil keputusan.
  • Memperhatikan, berisi keputusan rapat yang pernah atau sengaja diadakan berkaitan dengan permasalahan yang akan dibuat surat keputusan.

Desideratum

Desideratum merupakan bagian surat yang isinya tujuan (untuk apa) dari pembuatan SK. Setiap SK pasti mengandung tujuan yang jumlahnya bisa satu atau lebih. Desideratum dapat dicantumkan secara tersirat di dalam konsiderans atau di dalam diktum, atau di dalam konsiderans dan diktum.

Diktum

Diktum adalah bagian yang berisi rumusan tentang keputusan yang diambil oleh pejabat yang berwenang berdasarkan konsiderans yang biasanya ditandai dengan adanya kata Memutuskan dan Menetapkan. 

Contoh Surat Keputusan

Berikut ini merupakan beberapa contoh SK.

Contoh 1

PT SETIA BUDI

Jl. Kalpataru I, Surabaya

Telp. (022)8638210, Fax. (022)337891

SURAT KEPUTUSAN

No. 024/SK/HRD/1/2020

Perihal : Pengangkatan Karyawan Tetap

Setelah melalui beberapa tahap evaluasi terhadap performa dan kinerja Saudara Rendy, terhitung mulai tanggal 12 Agustus 2020, PT Setia Budi metepakan bahwa Saudara telah memenuhi kriteria untuk diangkat menjadi karyawan tetap, dengan ketentuan sebagai berikut :

Menimbang : Berdasarkan penilaian dan pengamatan objektif terhadap Saudara Rendy

Mengingat : Berdasarkan Peraturan Perusahaan dan Anggaran Dasar

Memperhatikan : Kebutuhan mengenai Sumber Daya Manusia di PT Setia Budi

MEMUTUSKAN

  1. Mengangkat saudara Rendy sebagai karyawan tetap dengan jabatan Asisten Manager
  2. Mendapat gaji sebesar Rp. 3.500.000 per bulan
  3. Hal lain yang berhubungan dengan kewajiban dan hak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan
  4. Surat keputusan ini berlaku sejak 12 Agustus 2020

Ditetapkan di Surabaya, 9 Agustus 2020

PT Setia Budi

Manager HRD

Contoh 2

surat keputusan organisasi
Contoh Surat Keputusan Organisasi, foto oleh Id Scribd Com

Contoh 3

surat keputusan lomba
Contoh Surat Keputusan Lomba, foto oleh Slideshare Net

Contoh 4

surat keputusan univeristas
Contoh Surat Keputusan Universitas, foto oleh Fti Unmerpas Ac Id

Last Updated on November 23, 2020

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top