1. Kelas 9 Bahasa Indonesia

13 Tanda Baca, Fungsi, dan Contoh Penggunaan sesuai EYD

Dalam suatu kalimat, terdapat tanda baca yang biasanya digunakan. Baik itu kalimat pernyataan, kalimat tanya, atau kalimat seruan. Masing-masing menggunakan tanda baca sesuai fungsinya. Contohnya, tanda titik (.) yang umumnya digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat berita. 

Fungsi tanda baca adalah memudahkan pembaca untuk memberi jeda, mengetahui struktur suatu kalimat, dan menentukan intonasi. Lalu, bagaimana fungsi dari tanda baca lainnya? Simak artikel kali ini hingga akhir! 

1. Tanda Titik 

Sumber: unsplash

Umumnya tanda titik digunakan pada akhir suatu kalimat pernyataan. Tanda titik memiliki simbol (.). Namun, terdapat beberapa fungsi lain dari tanda titik, diantaranya yaitu:

  • Menulis singkatan, seperti pada halaman (hlm.) atau atas nama (a.n.). 
  • Membatasi singkatan pada gelar dan bidang yang diambil, seperti S. E. atau sarjana ekonomi, atau S. Hum., sarjana humaniora. 
  • Mengakhiri huruf atau angka dalam bentuk tabel ataupun laporan. 
  • Tanda titik juga menjadi pemisah keterangan pada daftar pustaka, misalnya Agustina, Tri. 2019. Perisai dari Bandung. Bandung: Indonesia Pustaka. 

2. Tanda Koma

Tanda koma biasanya dipakai sebelum kata penghubung seperti tetapi, sedangkan, atau melainkan, dalam suatu kalimat majemuk. Contohnya yaitu pada kalimat “Ini bukan milikku, melainkan milik kakakku”. Selain itu, tanda koma juga dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Misalnya “Karena sangat ramah, Ia dikenal oleh banyak orang.” Berikut adalah fungsi lain dari tanda koma: 

Artikel Terkait

  • Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap!
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 4:19 am

    Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama dari Sabang sampai Merauke. Bangsa lain juga mengenal Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya itu, berbagai flora dan fauna endemik telah menjadi ciri khas dari wilayah tertentu, telah melengkapi kekayaan alam bangsa kita. Dari besarnya sebuah The post Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 3:19 am

    Halo kawan literasi, pernahkan kalian melihat burung yang terbang bebas di angkasa? Mengapa mereka bisa terbang tinggi bersama kawanannya? Apa mereka tidak takut kekurangan oksigen? Kira-kira apa ya yang mereka terbang tanpa khawatir? Ternyata di angkasa ada namanya. atmosfer. Atmosfer tersebut merupakan lapisan bagian paling bawah dari lapisan lainnya, sehingga burung-burung tersebut masih bisa terbang The post Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 2:46 am

    Beratus-ratus tahun yang lalu, Bangsa Eropa telah mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu dengan ditandai dengan kemunduran pada zaman abad pertengahan. Namun setelah itu, masuklah zaman di mana menjadi cikal bakal bersinarnya Eropa sampai sekarang. Kejayaan tersebut dikenal dengan zaman Aufklarung yang dimana banyak terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.  Hmm, kira-kira nih The post Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 19 Februari 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Digunakan di antara unsur dalam perincian, baik berupa kata, frasa, atau bilangan.
  • Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain kalimat.
  • Sebelum atau setelah kata seru seperti wah, aduh, atau kata sapaan seperti Bu, Dik, atau Nak. 
  • Sesudah salam pembuka dan salam penutup seperti dengan hormat, salam sejahtera, atau hormat kami. 
  • Digunakan di antara nama orang dan singkatan gelar yang mengikutinya, seperti Siti Aisyah, S.H., M.H. 

Baca juga: Mengenal Kalimat Imperatif, Jenis-Jenis serta Contohnya

3. Tanda Titik Koma

Memiliki simbol (;) tanda titik koma biasanya digunakan untuk menggantikan kata hubung yang memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk. Misalnya pada kalimat “Hari sudah malam; anak-anak masih bermain ponsel.”

Fungsi lain dari tanda titik koma yaitu: 

  • Memisahkan bagian perincian yang berupa frasa verbal 
  • Memisahkan bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan koma.
  • Memisahkan sumber-sumber kutipan, seperti (Keraf, 1998; Putri, 2011; Satria, 2015)

4. Tanda Titik Dua

Sumber: wallpapers

Tanda titik dua (:) digunakan di akhir suatu kalimat pernyataan yang langsung diikuti perincian. Misalnya pada kalimat “Saya akan membeli alat tulis: pensil, bolpoin, spidol, dan tinta.” Selain itu, tanda titik dua juga memiliki fungsi berikut ini: 

  • Diletakkan sesudah kata atau frasa yang memerlukan pemerian. 
  • Memisahkan kata yang menunjukkan pelaku dan percakapan. Misalnya pada suatu dialog dalam naskah drama/ pementasan. 
  • Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. 
  • Menunjukkan rasio dan hal lain yang menyatakan perbandingan angka. Contohnya skala peta 1: 100.0000.

5. Tanda Hubung

Simbol tanda hubung adalah (-). Biasanya tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur bentuk ulang, seperti pada kata anak-anak, kemerah-merahan, dan berulang-ulang. Selain itu, ada beberapa fungsi lain dari tanda hubung, diantaranya: 

  • Menandai bagian kata yang terpenggal karena pergantian baris.
  • Menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dituliskan dengan angka, misalnya 11-10-2019
  • Menyambungkan huruf dalam kata yang berupa ejaan, seperti k-e-t-u-a.
  • Menyatakan skor pertandingan, misalnya 4-1.
  • Merangkai unsur yang berbeda, antara huruf kapital dan non kapital, seperti se-Indonesia, tahun 90-an. 

Baca juga: Panduan Penggunaan Huruf Kapital yang Benar, Lengkap!

6. Tanda Pisah

Tanda pisah memiliki simbol  (—). Biasanya, tanda pisah digunakan diantara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti sampai dengan atau sampai ke. Contohnya, Senin – Jumat, Jakarta – Surabaya, tanggal 10-15 Juni 2023. Selain itu, tanda pisah juga bisa dipakai untuk mengapit keterangan yang bukan merupakan bagian utama kalimat, misalnya “Kemerdekaan itu – kita sependapat – dapat tercapai berkat usaha para pahlawan terdahulu.”

7. Tanda Tanya

Penggunaan tanda tanya (?) biasanya adalah pada akhir suatu kalimat interogatif atau kalimat tanya. Misalnya, “Kapan kamu akan berangkat studi ke luar negeri?” atau “Siapa pencipta lagu Ibu Pertiwi?”. Disamping itu, tanda tanya juga dapat digunakan dalam suatu tanda kurung. Gunanya yaitu menyatakan bagian kalimat yang masih diragukan kebenarannya. Contohnya, “Indonesia memiliki 740 (?) bahasa daerah.”

8. Tanda Seru

Sumber: freepik

Tanda seru (!) dipakai di akhir ucapan atau kalimat yang menyatakan kekaguman, emosi yang kuat, seruan, ataupun perintah. Contohnya yaitu: 

  • Merdeka!
  • Halo!
  • Bukan saya yang melakukannya! 
  • Wah, indah sekali taman ini!

Baca juga: Gagasan Utama: Kenali Definisi, Jenis, dan Cara Menemukannya

9. Tanda Elipsis

Simbol tanda elipsis adalah (…). Biasanya tanda ini digunakan untuk menulis ujaran atau kalimat yang tidak selesai pada suatu dialog, seperti “Menurut saya, …, seperti,… Bagaimana, Pak?”.  Selain itu, tanda elipsis juga dipakai untuk menyatakan suatu kutipan ada bagian yang tidak dicantumkan atau dihilangkan dalam suatu kalimat. Contohnya, “Penyebab penurunan … akan ditinjau lebih lanjut.”

10. Tanda Petik

Tanda petik (“…”) dipakai untuk mengapit suatu judul, baik judul puisi, buku, artikel, naskah, maupun tema yang disebutkan dalam suatu kalimat. Selain itu, tanda petik juga berguna untuk mengapit petikan langsung dari pembicaraan. Contohnya yaitu:

  • “Merdeka atau mati!” teriaknya saat berpidato. 
  • Puisi “Ibu” itu sangatlah menyentuh. 

11. Tanda Petik Tunggal

Tanda petik tunggal (‘…’) dipakai untuk mengapit petikan dalam petikan lain. Misalnya, “Suatu kebanggaan dapat mendengar lagu ‘Indonesia Raya’ dikumandangkan di acara Internasional.”

12. Tanda Kurung

Sumber: istockphotos

Tanda kurung ((…)) biasanya dipakai untuk mengapit keterangan tambahan, entah suatu singkatan atau padanan kata asing  Contohnya, “Bahasa Indonesia memiliki tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)”

13. Tanda Garis Miring

Tanda garis miring (/) umumnya digunakan untuk menggantikan kata atau dan setiap. Contohnya, “Yang harus menandatangani rapor siswa adalah orang tua/wali peserta didik.”. Pada kalimat tersebut, tanda garis miring menggantikan kata atau. 

Baca juga: Imbuhan: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Contoh Lengkapnya

Demikianlah pemaparan materi tentang tanda baca serta penggunaannya dalam berbagai kalimat. Semoga bermanfaat untuk Kawan Literasi semua!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 13 Tanda Baca, Fungsi, dan Contoh Penggunaan sesuai EYD

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]
    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]