1. Kelas 8 IPA

Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pernahkah Kawan Literasi menggantungkan bingkai foto di dinding? Nah, kalau pernah, tahukah kamu kenapa paku yang menahan bingkai fotomu bisa menancap pada tembok yang tebal? Yap, hal itu dikarenakan adanya tekanan pada paku. 

Tekanan merupakan besarnya suatu gaya yang bekerja pada luasan bidang tekan. Jadi, ketika ujung paku yang memiliki permukaan runcing ditempelkan pada dinding, kemudian gaya yang diberikan pada paku cukup besar, maka tekanan yang dihasilkan akan besar pula. Tekanan inilah yang membuat dinding menjadi berlubang.

Penasaran kan mengenai materi tekanan zat kali ini? Yuk, simak rangkuman tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari berikut ini!

Apa Itu Tekanan Zat?

Dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam, kita menemukan berbagai pengetahuan dan juga contoh penerapan ilmu sains dalam kehidupan. Salah satunya adalah tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa itu tekanan? Tekanan ialah gaya yang diberikan terhadap suatu benda. Tekanan ini timbul sebagai akibat dari gaya tekan yang bekerja pada benda per satuan luas permukaan dengan arah tegak lurus.

Artikel Terkait

  • Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap!
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 4:19 am

    Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama dari Sabang sampai Merauke. Bangsa lain juga mengenal Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya itu, berbagai flora dan fauna endemik telah menjadi ciri khas dari wilayah tertentu, telah melengkapi kekayaan alam bangsa kita. Dari besarnya sebuah The post Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 3:19 am

    Halo kawan literasi, pernahkan kalian melihat burung yang terbang bebas di angkasa? Mengapa mereka bisa terbang tinggi bersama kawanannya? Apa mereka tidak takut kekurangan oksigen? Kira-kira apa ya yang mereka terbang tanpa khawatir? Ternyata di angkasa ada namanya. atmosfer. Atmosfer tersebut merupakan lapisan bagian paling bawah dari lapisan lainnya, sehingga burung-burung tersebut masih bisa terbang The post Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 2:46 am

    Beratus-ratus tahun yang lalu, Bangsa Eropa telah mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu dengan ditandai dengan kemunduran pada zaman abad pertengahan. Namun setelah itu, masuklah zaman di mana menjadi cikal bakal bersinarnya Eropa sampai sekarang. Kejayaan tersebut dikenal dengan zaman Aufklarung yang dimana banyak terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.  Hmm, kira-kira nih The post Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 19 Februari 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

Dengan begitu, ketika gaya yang diberikan pada suatu benda semakin besar, maka tekanan yang dihasilkan akan semakin besar pula, berlaku juga sebaliknya, semakin luas permukaan suatu benda di tempat gaya bekerja, maka tekanan yang dihasilkan akan semakin kecil. Jadi, hubungan tekanan dan luas permukaan adalah hubungan yang berbanding terbalik.

Kalau Kawan Literasi masih bingung, kita lakukan suatu percobaan, yuk. Coba siapkan sebatang korek api, lalu jepitlah benda tersebut di kedua ujungnya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Ujung korek api yang ada gumpalannya, letakkanlah di ibu jari. Lalu, tekanlah batang korek api tersebut, apa yang kamu rasakan? Yap, sakit bukan? 

Ketika batang korek api tersebut Kawan Literasi tekan di antara ibu jari dan telunjuk, kamu akan merasakan sakit di bagian ibu jari dan telunjuk. Ketika tekanan ditambah, rasa sakit pun akan semakin bertambah pula. Tetapi, ujung korek api dengan gumpalan, memberikan tekanan yang relatif lebih kecil dibanding ujung korek api satunya. Hmm, kok bisa ya?

Berdasarkan percobaan tersebut, Kawan Literasi memberikan gaya yang sama pada kedua ujung korek api, tetapi tekanan yang diberikan ujung korek api pada ibu jari dan telunjuk berbeda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan luas permukaan antara kedua ujung korek api tersebut. Ujung korek api yang mempunyai gumpalan memberikan tekanan yang relatif kecil dibanding ujung korek api yang tidak mempunyai gumpalan. 

Oleh karena itu, konsep hubungan tekanan dan luas permukaan yang berbanding terbalik seperti sudah sempat kita bahas tadi berlaku pada percobaan ini. Konsep ini secara tidak sadar sering kita temui pada kegiatan yang menimbulkan tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, lho. Bahkan penerapan konsep tekanan zat seperti ini dapat membantu memudahkan manusia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.  

Contoh Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Nah, setelah kita selesai membahas mengenai tekanan zat berdasarkan jenisnya, kali ini kita beralih ke contoh tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak sadar, Kawan Literasi juga sering menerapkan konsep tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, lho! Apa saja contohnya? Yuk, simak daftar berikut ini.

1. Mata kapak yang dibuat tajam ujungnya

Contoh tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang pertama ada pada benda yang disebut kapak. Tahukah kamu kenapa ujung kapak dibuat sangat tajam? Bukan tanpa alasan, hal ini bertujuan untuk memperbesar tekanan agar memudahkan dalam membelah kayu, lho.

2. Alat sepatu salju yang dibuat lebih lebar

Pernahkah Kawan Literasi menggunakan atau melihat sepatu salju? Jika diperhatikan, sepatu tersebut memiliki alas yang lebar. Hal tersebut berguna untuk memperkecil tekanan sehingga mampu memudahkan berjalan di atas salju. Oleh karena itu, pengguna sepatu ini tidak akan kesusahan ketika berjalan di atas salju.

Hal seperti ini juga berlaku pada sepatu boots. Dengan mengenakan sepatu boots, kita akan lebih mudah berjalan di atas lumpur dibandingkan menggunakan sepatu jenis lainnya, bukan? Alasannya masih sama, yaitu karena alas sepatu boots membuat tekanan menjadi lebih kecil sehingga memudahkan penggunanya berjalan di atas lumpur.

3. Bentuk kaki bebek yang lebar dan berselaput

Kenapa, ya, bebek memiliki kaki yang lebar dan berselaput? Ternyata, bentuk kaki bebek yang lebar dan berselaput ini bermanfaat bagi bebek, lho. Bentuk kaki tersebut mampu memperkecil tekanan kaki pada tanah sehingga hal tersebut mampu memudahkan bebek untuk berjalan dan tidak terperosok di atas lumpur.

4. Ban mobil khusus untuk medan berat berlumpur yang dibuat besar

Contoh tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya ada pada ban mobil. Kali ini bukan ban biasa, tetapi ban mobil khusus yang biasanya menempuh medan berat yang berlumpur. Jika diperhatikan, ban mobil tersebut sangat besar, ya? Bukan tanpa alasan, hal tersebut berguna untuk memperkecil tekanan agar memudahkan mobil melaju dan tidak terperosok di atas medan berat berlumpur, lho.

5. Jarum dan paku yang dibuat runcing ujungnya

Pernahkah Kawan Literasi memperhatikan ujung jarum yang runcing? Jarum tersebut merupakan salah satu contoh benda yang menimbulkan tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ujung jarum yang runcing mampu memperbesar tekanan sehingga memudahkan jarum untuk menancap ke sebuah kain. Hal tersebut juga berlaku bagi paku runcing yang menancap ke kayu. 

6. Sirip ikan 

Tahukah kamu bahwa sirip ikan yang lebar juga memiliki fungsinya tersendiri? Contoh tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah sirip ikan yang lebar. Sirip tersebut memungkinkan ikan dapat bergerak bebas dan lincah dalam air, lho. Hal tersebut disebabkan karena ikan memperoleh gaya dorong dari gerakan siripnya yang lebar.

Baca juga: Sistem Ekskresi Manusia: Pengertian, Karakteristik & Bagian

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai materi tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]
    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]