Muhammad Akmal Hanafi Berbagi wawasan dengan tulisan

Teknik Pengumpulan Data

3 min read

teknik pengumpulan data
Teknik Pengumpulan Data , Foto Oleh Unsplash com

Data merupakan hal paling penting dalam sebuah penelitian untuk penyelidikan dan penyediaan informasi yang dapat menyelesaikan sebuah masalah.

Penelitian sendiri merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara terstruktur karena sifatnya yang ilmiah.

Oleh karena itu, proses pengumpulan data harus dilakukan dengan teknik dan metode tersendiri agar informasi serta fakta yang dihasilkan bersifat ilmiah dan valid.

Dalam  proses pengumpulan data, seorang peneliti membutuhkan sebuah instrumen. Instrumen yang dimaksud di sini adalah alat atau cara yang digunakan seorang peneliti untuk mengumpulkan data yang nantinya akan menjadi informasi utama dari hasil karya penelitiannya.

Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen pengumpulan data adalah alat yang dipilih dan digunakan oleh peneliti agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara sistematis.

Nah, kali ini studioliterasi akan memberikan penjelasan tentang macam-macam teknik pengumpulan data yang bisa teman-teman lakukan untuk keperluan penelitian, berikut penjelasan lengkapnya.

Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan Cara Memperoleh

teknik pengumpulan data
Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan Caran Memperoleh , Foto Oleh Unsplash com

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam pengumpulan sebuah data. Namun, ada beberapa teknik pula yang hanya bisa dilakukan untuk mengumpulkan data pada sebuah penelitian di luar topik sains. 

Maksud dari penelitian yang tidak bersifat sains adalah kegiatan yang meneliti sebuah permasalahan sosial.

Wawancara

Wawancara merupakan teknik yang dapat digunakan untuk mendapatkan data berupa sudut pandang subjektif dari seseorang dengan cara tanya jawab antara pihak peneliti dan narasumber. 

Wawancara dapat dilakukan apabila peneliti ingin meneliti tentang suatu kejadian sosial yang sudah pernah terjadi atau sesuatu yang bersifat fokus dan juga mendalam.

Pemilihan narasumber yang akan diwawancarai untuk mendapatkan sebuah data tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan.

Narasumber yang dipilih harus benar-benar seseorang ahli agar mendapatkan informasi dan data valid.

Selain faktor narasumber, validitas data yang didapatkan pada saat wawancara juga bergantung pada isi wawancara itu sendiri. 

Pertanyaan dan jawaban yang diajukan oleh kedua belah pihak haruslah berhubungan langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang sebelumnya sudah ditentukan.

Oleh karena itu, sebelum melakukan wawancara, peneliti harus mempersiapkan daftar pertanyaan secara detail.

Instrumen yang dibutuhkan jika ingin mengumpulkan data melalui wawancara adalah narasumber dan pertanyaan yang sudah disiapkan oleh peneliti.

Menurut Esterberg, ada tiga macam jenis wawancara, yaitu wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan wawancara tidak terstruktur.

Namun, perlu diketahui bahwa wawancara tidak dapat digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian yang bersifat sains.

Kuesioner

Kuesioner atau angket merupakan teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh responden secara tertulis. Berbeda dengan wawancara yang dilakukan secara tatap muka antara peneliti dan narasumber, kuesioner umumnya dilakukan secara tidak langsung.

Teknik ini sering digunakan jika variabel penelitian berupa suatu kelompok atau populasi. Contohnya, penelitian tentang kebiasaan suatu grup anak-anak di daerah A.

Tentu saja cara ini lebih mudah dilakukan oleh peneliti dibandingkan jika harus mewawancarai satu per-satu. Sehingga tidak memakan waktu yang banyak.

Peneliti juga tidak akan mendapatkan data yang valid apabila mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebiasaan suatu populasi dengan cara mewawancarai beberapa orang dari populasi tersebut.

Akan tetapi, sebelum disebarkan kepada responden, kuesioner harus diuji terlebih dahulu kevalidan dan relibilitasnya. Kuesioner dapat berupa kertas cetak, tapi akhir-akhir ini banyak juga kuesioner dalam bentuk online (google form).

Sama seperti wawancara, peneliti harus menyiapkan terlebih dahulu pertanyaan yang akan diajukan kepada responden agar jawaban yang akan menjadi data dan informasi pada penelitian tersebut tepat sasaran atau sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Instrumen yang dibutuhkan saat mengumpulkan data melalui kuesioner adalah responden dan daftar pertanyaan.

Dokumen

Dokumen yang dimaksud disini dapat berupa sebuah tulisan yang sudah teruji validasinya, contohnya seperti laporan penelitian, jurnal, peraturan atau kebijakan, hingga buku sejarah serrta biografi yang bersifat resmi dan sudah teruji.

Selain itu, dokumen juga dapat berupa foto, video, hingga film dokumenter, yang sudah teruji keaslian dan validitasnya.

Pengumpulan data melalui sebuah dokumen dapat dilakukan dalam penelitian ilmiah bertopik sains maupun sosial.

Saat mengumpulkan data melalui dokumen, peneliti tidak membutuhkan instrumen apapun, karena peneliti bisa mendapatkannya hanya dengan mempelajari dokumen yang sudah ada tanpa melakukan wawancara, membagikan anget, ataupun melakukan observasi.

Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan lewat pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian.

Observasi dilakukan dengan cara mengamati objek yang diteliti secara langsung menggunakan panca indera. Setelah mengamati objek penelitian, biasanya peneliti akan mencatat data yang dia dapatkan.

Catatan yang dihasilkan tidak harus berupa catatan tangan. Pada beberapa penelitian sains, banyak peneliti yang menggunakan pencatatan data digital (data logger) seperti foto dan video.

Dokumen hasil observasi juga bukan merupakan dokumen yang berasal dari kejadian atau dokumen yang sebelumnya sudah pernah digunakan oleh peneliti lain.

Sifat dari observasi dapat dibagi menjadi dua jenis jika kita mengacu pada ikut serta atau tidaknya peneliti saat sedang proses observasi dengan pengumpulan data.

  1. Observasi dapat bersifat partisipatoris, yaitu ketika peneliti ikut serta secara langsung dalam proses observasi terhadap objek pengamatannya.
  1. Observasi juga dapat bersifat partisifatif, yaitu ketika peneliti tidak ikut serta secara langsung dalam observasi terhadap objek pengamatannya.

Contoh gampangnya yaitu seorang mahasiswa melakukan proses pengumpulan data untuk mengerjakan laporan penelitian skripsi di mana beberapa data yang diambil juga akan digunakan oleh dosen pembimbing kita pada penelitian yang berbeda.

Observasi yang dilakukan oleh mahasiswa itu bersifat partisipatoris karena dia melakukan pengumpulan data dengan observasi secara langsung. 

Sementara observasi yang dilakukan oleh dosen pembimbingnya bersifat partisifatif karena sang dosen tidak langsung turut serta dalam kegiatan observasi.

Instrumen yang diperlukan untuk melakukan sebuah observasi sangat luas dan juga beragam, tergantung pada objek apa yang sedang diteliti. 

Misalnya, seperti alat ukur seperti penggaris dan jangka sorong yang biasa digunakan dalam penelitian sains, atau kamera yang dapat digunakan untuk mengambil foto dan video.

Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan Metode

teknik pengumpulan data
Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan Metode, Foto Oleh Unsplash com

Jika tadi kita membahas tentang jenis-jenis teknik pengumpulan data berdasarkan cara memperolehnya, sekarang kita akan membahas teknik pengumpulan data berdasarkan tipe penelitian.

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif

Teknik pengumpulan data kuantitatif adalah teknik pengumpulan data di mana fakta yang didapatkan akan disajikan dalam bentuk statistik.

Jika data dikumpulkan melalui wawancara, maka langkah tersebut harus dilakukan dengan terstruktur demi mendapat beberapa jawaban atau pandangan dari narasumber yang berbeda terhadap pertanyaan yang sama.

Teknik Pengumpulan Data Kualitatif

Teknik pengumpulan data kualitatif merupakan teknik pengumpulan data di mana fakta yang didapat disajikan dalam bentuk kata-kata.

Jika data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner maupun mengadakan wawancara, pertanyaan yang diajukan haruslah pertanyaan yang mendalam, bukan pertanyaan dasar seperti jika peneliti ingin menyajikan data dalam bentuk kuantitatif.

Jika data dikumpulkan dari sebuah dokumen ataupun observasi, maka hasilnya wajib diungkapkan peneliti dalam sebuah kata-kata.

Oke, sekian dulu penjelasan teknik pengumpulan data dari studioliterasi. Bagaimana? Apakah setelah membaca penjelasan di atas teman-teman jadi jauh lebih paham mengenai materi berikut?

Jika iya, kira-kira materi apa lagi nih yang bisa dibahas oleh studioliterasi untuk membantu teman-teman? Tulis di kolom komentar, ya.

Baca Juga: Latar Belakang, Macam-Macam Metode Penelitian

Last Updated on Januari 5, 2021

Avatar
Muhammad Akmal Hanafi Berbagi wawasan dengan tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top