Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Teks Berita

3 min read

teks berita
Teks berita, Foto oleh Unplash

Salah satu jenis teks yang sering ditemui dan sudah tidak asing lagi adalah teks berita. Kamu tentu bisa menemukannya di berbagai jenis media baik cetak maupun elektronik. Jenis teks ini menekankan pada peristiwa terkini yang sedang hangat dibicarakan oleh khalayak.

Lantas apa sebenarnya definisi teks berita? Bagaimana unsur-unsurnya? Apakah unsur sama dengan kaidah kebahasaan?

Pada artikel ini, Studio Literasi akan membahas secara lengkap teori tentang teks berita, mulai dari pengertian, struktur, unsur, kaidah kebahasaan, ciri-ciri, sampai contoh singkatnya. Tanpa berlama-lama, yuk langsung simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian 

Teks berita adalah jenis teks yang berisi tentang peristiwa-peristiwa dan informasi yang telah atau sedang terjadi di dunia, disebarkan melalui berbagai media seperti televisi, radio, situs web, internet dan media-media lainnya.

Penyampaian berita dapat dilakukan secara lisan, misalnya melalui siaran televisi. Sementara penyampaian berita secara tulis, misalnya melalui media cetak seperti koran. 

Dengan membaca atau mendengarkan berita, kamu akan memperoleh informasi baru tentang peristiwa terkini yang sedang dibicarakan orang-orang. Selain itu, kamu akan mendapat wawasan baru sehingga kamu bisa menjadi lebih kreatif dan kritis menyikapi suatu fenomena di sekitarmu. 

Tujuan

Tujuan penulisan teks berita yaitu untuk menginformasikan pada pembaca atau pendengar tentang peristiwa terkini yang sedang hangat dibicarakan dan penting untuk diketahui khalayak.

Struktur

Semua jenis teks pasti memiliki struktur tertentu. Begitu pula dengan teks berita. Untuk membentuk satu kesatuan teks yang utuh, ada tiga struktur yang saling berhubungan yaitu sebagai berikut. 

1. Orientasi berita

Orientasi berisi pembuka peristiwa yang diberitakan dalam teks. Biasanya berupa penjelasan singkat tentang topik utama yang sedang dibahas.

2. Peristiwa

Peristiwa berisi tentang proses jalannya kejadian dari awal hingga akhir. Disampaikan sesuai fakta yang ada berdasarkan peristiwa yang terjadi. Urutan peristiwa di bagian ini diceritakan secara kronologis, berurutan.

3. Sumber berita 

Sumber berita yakni dari mana asal dan siapa sumber berita tersebut. Umumnya berita yang ditulis di media cetak seperti koran, akan mencantumkan dari mana sumbernya. Tidak jarang juga berita-berita di internet mencantumkan sumber berita. 

Unsur-unsur

Unsur teks berita terdiri dari 5W+1H. unsur-unsur berita terdiri dari what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Berikut penjelasannya.

1. What

Suatu teks berita dapat dikatakan baik apabila memenuhi unsur what, yaitu berisi pernyataan yang dapat menjawab pertanyaan apa.

2. Who

Suatu teks berita dikatakan baik apabila memenuhi unsur who, yaitu disertai keterangan tentang orang-orang yang terlibat dalam peristiwa.

3. When

Suatu teks berita dikatakan baik apabila memenuhi unsur when, yaitu menyebutkan waktu  kejadian peristiwa.

4. Where

Suatu teks berita dikatakan baik apabila memenuhi unsur where, yaitu berisi deskripsi lengkap tentang tempat kejadian.

5. Why

Suatu teks berita dikatakan baik apabila memenuhi unsur why, yaitu disertai alasan atau latar belakang terjadinya peristiwa.

6. How

Suatu teks berita dikatakan baik apabila memenuhi unsur how, yaitu dapat dijelaskan proses kejadian suatu peristiwa dan akibat yang ditimbulkan.

Kaidah kebahasaan

Teks berita memiliki tujuh kaidah kebahasaan, meliputi verba transitif, verba pewarta, adverbia, konjungsi temporal, kalimat langsung, kalimat tidak langsung dan bahasa yang digunakan.

1. Verba transitif 

Verba transitif adalah verba yang dapat diubah ke bentuk pasif.

Contoh : 

  • Siska membaca novel
  • Adi memasak di dapur

2. Verba pewarta

Verba pewarta merupakan verba yang mengindikasikan suatu percakapan.

Contoh:

  • Kata “memberitakan”
  • Kata “mengatakan”
  • Kata “memaparkan”

3. Adverbia atau kata keterangan

merupakan kata yang dapat memberikan keterangan kepada kata lain.

Contoh:

  • Kata “sangat”
  • Kata “amat”

4. Konjungsi temporal

Konjungsi temporal merupakan kata hubung yang berhubungan dengan waktu.

Contoh : kemudian, setelah, akhirnya.

5. Kalimat langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang, sama persis seperti apa yang dikatakannya.

6. Kalimat tidak langsung

Kalimat tidak langsung memiliki pengertian sebagai kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita.

7. Bahasa 

  • Baku dan sederhana
  • Menarik
  • Singkat, padat dan lugas
  • Komunikatif
  • Netral atau objektif

Ciri-ciri teks berita

Teks berita yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Yang diberitakan merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi sesuai fakta, bukan opini penulis
  • Yang diberitakan adalah peristiwa yang jarang terjadi, bukan sesuatu yang umum terjadi setiap hari
  • Aktual, yaitu peristiwa yang diberitakan masih segar, baru terjadi, bukan peristiwa lampau
  • Data sesuai dengan peristiwa asli, tidak ada rekayasa
  • Bahasa menarik dan dapat memikat minat pembaca
  • Data yang disajikan lengkap, khususnya data penting
  • Waktu dan tempat peristiwa jelas
  • Bahasa mudah dipahami, lugas
  • Bersifat objektif
  • Alur peristiwa urut
  • Kalimat yang digunakan singkat, padat, jelas
  • Sumber berita valid dan bisa dipertanggungjawabkan
  • Judul berita mewakili isi berita

Contoh teks berita

Dentuman Misterius Menggema di Jateng Dini Hari Tadi, Ini Kata BMKG

Angling Adhitya Purbaya – detikNews

Senin, 11 Mei 2020 09:52 WIB

Semarang – Suara dentuman misterius yang terdengar di sejumlah daerah di Jawa Tengah dini hari tadi bukan berasal dari aktivitas seismik. Belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Kasi Data Infokom BMKG Jateng Iis Widya Harmoko mengatakan pihaknya memantau tidak ada aktivitas seismik saat sejumlah warga mendengar suara dentuman tersebut.

“Dari aktivitas seismik, semalam tidak ada aktivitas seismik di wilayah terdengar,” kata Iis saat dikonfirmasi detikcom, Senin (11/5/2020).

Jika bukan dari aktivitas seismik, Iis menganjurkan bisa menanyakan kepada LAPAN jika bersangkutan dengan benda-benda langit.

Namun hingga saat ini pun belum ada yang memastikan soal keterkaitan dengan benda langit baik meteor atau sejenisnya.

“Kalau benda angkasa, LAPAN lebih paham,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar Senin dini hari warga di Solo dan sekitarnya mendengar suara dentuman keras. Ternyata di Pati, Grobogan, dan sekitarnya juga mendengar suara serupa. (alg/mbr)

Sumber: dikutip dari https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5009829/dentuman-misterius-menggema-di-jateng-dini-hari-tadi-ini-kata-bmkg?tag_from=news_mostpop

Last Updated on Juli 15, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Teks Ulasan

Avatar Ayu Eviana
5 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top