Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Teks Deskripsi

3 min read

Salah satu materi pelajaran bahasa Indonesia yang kamu pelajari di bangku kelas VII adalah Teks Deskripsi. Apabila kamu gemar membaca atau menonton video di youtube tentang review produk seperti gadget atau review makanan, itu juga salah satu contoh teks deskripsi, lho.

Ciri khas teks ini ialah menggambarkan suatu fenomena senyata mungkin. Jika selepas kamu membaca teks ini lantas kamu ikut seolah-olah merasakan apa yang dikatakan penulis, berarti si penulis ini telah berhasil menggambarkan topiknya dengan baik.

Lalu sebenarnya apa pengertian dari teks ini? Apa saja strukturnya? Bagaimana kaidah kebahasaannya?

Studioliterasi.com telah merangkumnya secara lengkap khusus untuk kamu. Yuk, simak pembahasannya berikut!

Pengertian

Teks deskripsi adalah jenis teks yang bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa kepada pembaca sehingga pembaca seolah-olah ikut merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan oleh penulis teks.

Tujuan

Bertolak dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan teks deskripsi adalah untuk menggambarkan, melukiskan objek, tempat atau peristiwa secara jelas sehingga pembaca seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dipaparkan dalam teks tersebut.

Ciri umum

Teks deskripsi memiliki ciri umum, antara lain sebagai berikut.

  1. Paragraf-paragrafnya berisi penjelasan yang berhubungan dengan pancaindera, seperti bentuknya, suaranya, rasanya, kelakuannya atau gerak geriknya.
  2. Menimbulkan efek seolah-olah pembaca merasakan secara langsung apa yang diungkapkan penulis dalam teks.
  3. Memaparkan ciri fisik objek secara rinci, seperti bentuk, ukuran, warna atau keadaan nyata suatu objek.

Struktur teks/Struktur isi/Ciri isi

Sebuah teks tentu memiliki kekhasan dilihat dari ciri dan strukturnya. Tidak jauh berbeda dengan teks-teks yang lain, teks deskripsi juga terdiri dari pembuka, isi/inti dan penutup.

1. Judul

Judul biasanya singkat, padat dan langsung merujuk pada objek yang dideskripsikan.

2. Kalimat topik

Setiap paragraf dalam teks ini diawali dengan kalimat topik, berupa pernyataan umum yang mampu menarik minat pembaca untuk membaca deskripsi lengkapnya.

3. Deskripsi

Deskripsi adalah rincian lebih lanjut dari kalimat topik. Deskripsi menggambarkan hal/objek/keadaan secara spesifik, rinci, apa adanya, seolah pembaca mendengar, melihat atau merasakan hal yang dipaparkan tersebut.

4. Simpulan

Kalimat penutup, biasanya disertai dengan pendapat pribadi penulisnya.

Ciri kebahasaan/ciri bahasa/kaidah kebahasaan

Selain kekhasan dari segi strukturnya, tiap teks juga memiliki kekhasan dari segi kebahasaannya. Kaidah kebahasaan teks deskripsi, antara lain sebagai berikut.

  1. Menggunakan kata sifat untuk mendeskripsikan objek. Contoh: hawa sejuk, ombak mengalun tak begitu deras.
  2. Menggunakan kata benda terkait dengan objek yang dideskripsikan.
  3. Menggunakan kata kerja aksi untuk mendeskripsikan perilaku/kondisi objek. Contoh: hawa sejuk menyeruak, angin pantai berembus.
  4. Menggunakan kata kerja perasaan, pendapat, yang bertujuan untuk mengungkapkan pendapat pribadi penulis terhadap suatu objek. Contoh: saya yakin pantai ini pasti banyak pengunjungnya.
  5. Menggunakan kata/bahasa kiasan metafora atau perumpamaan.
  6. Mengandung kata keterangan yang bertujuan untuk memberikan informasi tambahan tentang suatu objek yang dideskripsikan.
  7. Menggunakan kata kerja transitif
  8. Menggunakan frasa yang mengandung kata benda.

Jenis

Setidaknya ada tiga jenis teks deskripsi, yakni teks paragraf deskripsi subjektif, teks paragraf spatial dan teks paragraf objektif.

1. Teks paragraf deskripsi subjektif

Teks jenis ini menggambarkan objek sesuai dengan kesan yang dirasakan si penulis.

2. Teks paragraf spatial

Teks paragraf spatial menggambarkan objek yang terbatas, misalnya hanya berupa tempat, ruang atau benda.

3. Teks paragraf objektif

Teks paragraf objektif menggambarkan sesuatu dengan apa adanya, tanpa adanya campur tangan opini penulis.

Contoh teks deskriptif

Contoh teks deskriptif rumah tongkonan
Contoh teks deskriptif rumah tongkonan, Foto oleh infotoraja
Judul : Rumah Tongkonan
NoStruktur TeksContoh Kalimat
1Kalimat TopikRumah Tongkonan merupakan rumah adat Tana Toraja. Rumah adat ini memiliki bentuk unik menyerupai perahu dari kerajaan Cina pada zaman dahulu. Tongkonan juga disebut-sebut mirip dengan rumah adat asal Sumatera Barat, yaitu rumah Gadang. Rumah adat ini masih ditinggali sebagai tempat beraktivitas sehari-hari.
“Tongkonan” sendiri berasal dari kata “tongkon” yang berarti duduk. Tongkonan berfungsi untuk pusat pemerintahan, kekuasaan adat ,dan perkembangan kehidupan sosial budaya masyarakat Tana Toraja pada zaman dahulu. Rumah ini merupakan warisan secara turun-temurun dari nenek moyang Tana Toraja.Rumah ini tidak bisa dimiliki perorangan.
2DeskripsiRumah tongkonan dianggap sebagai ibu oleh Masyarakat Toraja. Sedangkan bapaknya adalah alang sura (lumbung padi). Rumah tongkonan memiliki tiga bagian di dalamnya, yaitu bagian utara, tengah, dan selatan. Tengalok, yaitu ruangan di bagian utara berfungsi sebagai ruang tamu dan tempat anak-anak tidur, serta tempat menaruh sesaji. Ruang sambung, yaitu ruangan sebelah utara merupakan ruangan untuk kepala keluarga namun juga dianggap sebagai sumber penyakit. Ruangan yang terakhir, yaitu ruangan bagian tengah yang disebut Sali. Ruang ini berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, dapur, serta tempat meletakkan orang mati.
Utara merupakan arah yang penting bagi rumah adat tongkonan dan masyarakat Tana Toraja. Semua rumah tongkonan menghadap ke utara. Utara dan ujung atap yang berdiri berjejer mengarah ke utara merupakan lambang bahwa leluhur mereka berasal dari utara dan di waktunya nanti mereka akan berkumpul kembali di utara.
Kepala kerbau jadi karakteristik khas dari rumah tongkonan. Kepala kerbau tersebut ditempel di depan rumah serta tanduk- tanduk kerbau pada tiang utama di depan tiap rumah. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau yang terpasang di depan rumah semakin besar pula derajat keluarga tersebut. Tanduk kerbau di depan tongkonan melambangkan kemampuan ekonomi keluarga yang mendiami rumah tersebut dikala upacara penguburan anggota keluarganya.
Keunikan yang terdapat di rumah tongkonan yakni tidak digunakannya faktor logam( semacam paku) dalam pembuatan tongkonan. Rumah adat tongkonan akan terus dibangun dan didekorasi ulang oleh masyarakat Toraja. Hal itu bukan karena alasan perbaikan tetapi lebih untuk menjaga gengsi dan pengaruh dari kaum bangsawan. Pembangunan kembali rumah tongkonan akan disertai upacara rumit yang melibatkan seluruh warga dan tidak jauh berbeda dengan upacara pemakaman.
3SimpulanSungguh kaya warisan budaya di Indonesia. Kita harus bangga memiliki kekayaan waruan budaya dengan nilai intrinsik yang tinggi dan unik.

Sumber: dikutip dari Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 (Endah Tri Priyatni, 2014:72).

Last Updated on Juli 27, 2020

Avatar
Lisa Novita Sari Suka menulis dan berbagi pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top