Ayu Eviana Tidak pernah berhenti belajar.

Teks Ulasan

5 min read

teks ulasan
Teks ulasan, Foto oleh Unsplash

Pengertian Teks Ulasan

Tahukah kalian, apa yang dimaksud dengan teks ulasan?

Teks Ulasan adalah suatu teks yang isinya berupa pembahasan ataupun penilaian terhadap suatu buku atau karya-karya lainnya. 

Teks ulasan ini disusun berdasarkan tafsiran maupun pemahaman atas isi buku yang dibaca. Berbeda dengan penafsiran terhadap teks lain yang lebih tertuju pada kepentingan sendiri, penyusunan ulasan selalu ditujukan untuk kepentingan orang lain.

Setelah membaca buku/e-book, menonton film atau sinetron, kamu hampir selalu tergoda untuk mengomentari bacaan dan tontonan itu. Komentar yang berupa lontaran-lontaran kata bagus, seru, lucu, asyik, atau sejenisnya. Kalimat-kalimat seperti itulah yang dimaksud dengan teks ulasan dalam bentuk sederhana. Dengan demikian, pastinya sudah tidak asing lagi.

Tujuan Teks Ulasan

Tujuan dari teks ini adalah untuk menilai, menimbang, dan memberikan kritik terhadap suatu buku/ cerita/ karya yang diulas.

Struktur Teks Ulasan

Struktur teks ulasan ada 4, yaitu sebagai berikut :

  1. Orientasi

Orientasi berisi gambaran umum karya sastra yang akan diulas, misalnya, berisi tentang gambaran umum sebuah karya atau benda yang akan diulas. Gambaran umum karya atau benda tersebut dapat berupa nama, kegunaan, dan sebagainya.

  1. Tafsiran

Tafsiran berisi pandangan kita sendiri mengenai buku atau karya yang diulas. Bagian ini dilakukan setelah melakukan evaluasi buku atau karya tersebut. Pada bagian ini  penulis biasanya membandingkan karya atau benda tersebut dengan karya atau  benda yang mirip. Penulis juga menilai kekurangan dan kelebihan karya yang diulas.

  1. Evaluasi

Pada bagian evaluasi penulis mengevaluasi karya, penampilan, dan produksi. Bagian dari evaluasi juga berisi gambaran tentang detail suatu buku atau karya yang diulas. Hal ini bisa berupa bagian, ciri-ciri, dan kualitas karya tersebut.

  1. Rangkuman

Pada bagian rangkuman ini, penulis memberikan ulasan akhir yang berisi simpulan buku atau karya yang diulas tersebut.

Ciri ciri Teks Ulasan

Berikut ciri-ciri dari teks ini:

  1. Struktur teks ulasan meliputi orientasi, tafsiran, evaluasi serta rangkuman.
  2. Ulasan yang dibuat berdasarkan opini atau pandangan dari penulis terhadap sebuah buku/karya.
  3. Opini atau tanggapan harus sesuai fakta yang diinterpretasikan.
  4. Disebut dengan nama resensi.

Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Dalam menulis ulasan, berikut merupakan kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan:

  1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti yakni, yaitu, bahwa, dll.

    Contoh:
    Hasan merasa bahwa semua yang telah terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam dan berniat membunuh Anwar.

    Novel ini banyak memberikan pelajaran pada pembacanya, yaitu kita harus pandai bergaul dengan orang lain.
  1. Banyak menggunakan konjungsi temporal, seperti kemudian, sejak, akhirnya, dll.

    Contoh: 
    Sejak saat itu, pemahaman tentang agama Hasan mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan.
    Kemudian, ia mencari Anwar.
  1. Banyak menggunakan konjungsi penyebab, seperti sebab, karena, dikarenakan, dll

    Contoh: 
    Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan.
    Lama-lama Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat.
  1. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran di bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya, dll.

    Contoh : 
    Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama.
    Kita harus senantiasa berpegangan teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.
    Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang telah bertobat.

Langkah-langkah Penyusunan

Untuk menyusun teks yang berisi ulasan, langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Mencatat identitas buku atau karya yang diulas, yang meliputi judul, penulis, nama penerbit, tahun terbit, termasuk ketebalan.
  2. Mencatat hal-hal yang menarik/penting dari isi buku/karya yang diulas.
  3. Menelaah kelemahan dan kelebihan isinya.
  4. Merumuskan kesimpulan tentang isi dan kesan-kesan buku/karya itu secara keseluruhan.
  5. Membuat saran-saran untuk pembaca.

Kelebihan &  Kekurangan  

Dalam membuat suatu ulasan pastinya ada kelebihan dan kekurangan. Berikut diantaranya :

Kelebihan

Biasanya suatu teks ulasan dianggap baik jika seperti berikut :

  • Menyampaikan isi dengan jelas, 
  • Menggunakan bahasa yang mudah dipahami, 
  • Dan kelebihan pada aspek-aspek yang lain.

Kekurangan

Kekurangan dalam teks ulasan sering terjadi pada hal-hal di bawah ini :

  • Strukturnya yang tidak lengkap. Misalnya, karena tidak menyebutkan identitas karya yang ditanggapi.
  • Isinya yang tidak jelas.
  • Pilihan katanya. Dalam teks tanggapan di depan, misalnya, terdapat kata-kata font handwriting dan catchy. Kata-kata tersebut kemungkinan sulit dipahami oleh para pembaca.

Contoh Teks Ulasan Novel

Novel Atheis, Foto oleh caroussell

Di bawah ini merupakan contoh teks ulasan novel.

Identitas Buku :

Judul : Atheis

Pengarang : Achdiat K. Mihardja

Penerbit : Balai Pustaka

Tahun terbit : 1949 (cetakan pertama)

Tebal halaman : 232 halaman

Atheis adalah salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris pada tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkat cerita novel ini ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.

Novel ini menceritakan perjalanan hidup tokoh Hasan. Dari kecil ia dididik menjadi anak yang saleh. Ia begitu taat beribadah. Begitu juga dengan orang tuanya, mereka adalah pemeluk islam yang fanatik. Orang tua Hasan menyekolahkan di MULO. Di sekolah itu Hasan bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Rukmini. Hubungan keduanya semakin akrab. Mereka saling jatuh cinta. Ternyata kisah cinta mereka tidak bisa berlangsung lama. Rukmini disuruh kembali ke Jakarta oleh orang tuanya. Ia akan dipinang oleh seorang saudagar kaya. Rukmini menuruti nasihat orang tuanya dengan menerima pinangan tersebut meski pernikahan itu tidak disertai rasa cinta.

Kejadian itu membuat hati Hasan hancur. Ia menjadi frustasi. Untuk menghilangkan bayangan Rukmini dari hidupnya, Hasan mengikuti aliran tarekat seperti yang telah lama dianut oleh kedua orang tuanya. Ia semakin taat beribadah. Akan tetapi, kehidupan Hasan berubah ketika dia bertemu dengan teman lamanya, yaitu Rusli. Temannya itu dating bersama seorang wanita cantik bernama Kartini. Ia adalah perempuan modern dan pergaulannya bebas. Ia juga seorang janda. Ternyata sejak perjumpaan saat itu, Hasan menaruh hati kepada Kartini. Karena Kartini memiliki karakter yang hampir sama dengan Rukmini.

Semenjak Hasan mencintai Kartini, ia juga bergaul dengan teman-teman Kartini. Hasan mencoba untuk menyadarkan Kartini dan Rusli dengan memberikan ceramah-ceramah kepada mereka. Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik mempengaruhi Hasan. Tanpa disadari, pemikiran-pemikiran Rusli melekat di kepala Hasan. Mulanya, Hasan tidak terpengaruh. Namun, keyakinannya mulai goyah ketika dia dikenalkan dengan seorang yang tidak percaya Tuhan, yaitu Anwar. Pengetahuan Anwar tentang ketuhanan begitu luas.

Sejak saat itu, pemahaman tentang agama Hasan mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan. Hasan semakin tersesat dari agama. Pergaulannya semakin bebas. Ia kemudian menikahi Kartini. Pernikahan Hasan dan Kartini terjadi karena rasa suka sama suka. Pernikahan mereka ternyata tidak bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Pergaulan Kartini semakin bebas. Lama-lama Hasan merasa cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat. Hasan menganggap Kartini telah selingkuh.

Kejadian saat itu telah menyadarkan kembali Hasan tentang agama. Ia menyesal dan sangat merasa berdosa atas apa yang telah diperbuat. Pergaulan bebas Hasan dengan teman-teman yang tidak percaya Tuhan, membuatnya tersesat dan ragu dengan keberadaan Tuhan.

Hasan memutuskan untuk bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung. Ia ingin minta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaafkan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendiriannya.

Hasan merasa bahwa semua yang telah terjadi karena perbuatan Anwar. Hasan menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukan jaga malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.

Novel ini banyak memberikan pelajaran bagi para pembaca. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.

Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang telah bertobat. Jangan seperti tokoh ayah Hasan yang tidak mau memaafkan kesalahan anaknya sendiri, bahkan sampai ajal menjemputnya. Manusia adalah tempat salah dan lupa. Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, tetapi suatu saat juga akan kembali ke jalan yang benar. Jika Tuhan Maha Pengampun, Pengasih, Penyayang, mengapa manusia tidak bisa, apalagi demi memaafkan anaknya sendiri. Bahasa novel ini lugas dan mudah dipahami. Sayangnya, novel ini sudah sangat langka sehingga sulit diperoleh.

Contoh Teks Ulasan Film

Contoh Novel untuk Dibuat Teks Ulasan
Novel Laskar Pelangi, Foto oleh IDN Times

Yang kedua adalah contoh teks ulasan film. Perhatikan contoh di bawah ini!

Film “Laskar Pelangi” merupakan sebuah adaptasi dari novel Andrea Hirata dengan judul yang sama. Film ini berlokasi di Belitong, Sumatra. Film ini diawali dengan kembalinya tokoh Ikal dewasa (Lukman Sardi) ke tanah kelahirannya setelah merantau. Dia kemudian flashback ke masa kecilnya dulu saat masih di SD Muhammadiyah yang sederhana dengan dua guru yang bersahaja, Bu Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara).

Lima tahun telah berlalu dan film yang bercerita tentang anggota Laskar Pelangi duduk di kelas V, melalui sudut pandang Ikal kecil (Zulfani). Selain Ikal, ada juga tokoh Lintang (Ferdian) yang amat jenius dan Mahar (Verrys Yumarno) yang menunjukkan bakat seni luar biasa. Tokoh-tokoh lainnya adalah Akiong, Harun, Sahara, dan Kucai.

Sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana yang memilih anak-anak asli Belitong sebagai pemain ternyata merupakan keputusan yang tepat. Mereka bisa menyelami karakter masing-masing walaupun tidak punya pengalaman acting sebelumnya. Riri dan Mira memang terkenal akan kemampuannya mengorbitkan bakat-bakat baru seperti yang terjadi pada Rachel Maryam.

Zulfani dan Ferdian telah menunjukkan penampilan yang luar biasa sebagai orang baru di dalam dunia akting tanpa pengalaman. Kepolosan mereka terasa sangat natural, berbeda dengan bintang-bintang cilik lain yang sering mondar-mandir di layar televisi kita. Anda pasti tanpa sadar tersenyum saat menyaksikan kisah cinta Ikal dengan seorang gadis Tionghoa yang ditemuinya di pasar, menunjukkan bahwa betapa naturalnya penampilannya.

Inti dari film ini, secara emosional, sebenarnya Lintang. Penonton langsung jatuh cinta sejak kemunculan pertama Ikal di layar. Sebagai anak termiskin dari sebuah komunitas miskin, gayanya yang terengah-engah saat menggenjot sepeda yang terlalu besar untuknya adalah sebuah scene yang tak terlupakan. Sementara itu , aktor veteran Ikranagara, memberikan penampilan memukau sebagai Pak Harfan. Dia sukses membawakan karakter guru senior yang bersemangat, baik hati, dan sanggup mengambil hati anak-anak asuhnya.

Skenarionya agak berbeda disbanding cerita di novel dengan penambahan beberapa karakter guru yang tidak dituliskan oleh Andrea. Sebuah hal yang wajar, tentu saja. Memang ini film lawas keluaran 2008. Akan tetapi, tidak ada ruginya menonton “Laskar Pelangi” berkali-kali karena film ini memang “beda” dan berani melawan arus utama sinema Indonesia. 

Dari penjelasan di atas, kita tentunya sudah memahami bagaimana membuat sebuah ulasan yang baik. Semoga bermanfaat dan selamat belajar! ☺

Last Updated on September 8, 2020

Avatar
Ayu Eviana Tidak pernah berhenti belajar.

Teks Berita

Avatar Lisa Novita Sari
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top