1. Kuliah & Umum

Mengenal 4 Teori Perkembangan Manusia & Pendekatannya

Perkembangan merupakan perubahan yang individu alami saat menuju proses pendewasaannya yang berlangsung sistematis dan progresif. Ada beberapa teori perkembangan manusia yang menyatakan bahwa manusia sangat bergantung dari genetik, lingkungan, hingga sifat-sifat yang diturunkan kedua orang tuanya. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak artikel Studio Literasi kali ini hingga selesai, ya Kawan Literasi!

Pendekatan tentang Perkembangan Manusia

Sumber: freepik

Berikut adalah beberapa pendekatan mengenai teori perkembangan manusia, antara lain perkembangan kognitif, pendekatan lingkungan, etologi, dan Imam Al-Ghazali:

1. Pendekatan Perkembangan Kognitif

Dalam pendekatan perkembangan kognitif, diasumsikan kemampuan kognitif ialah aspek yang paling penting yang bisa mempengaruhi tindakan atau tingkah laku individu. Pendekatan ini terdiri atas tiga jenis model, yaitu model kognitif Piaget, pemrosesan informasi, serta model kognisi sosial. 

2. Pendekatan Lingkungan atau Belajar

Pendekatan selanjutnya yaitu pendekatan belajar atau lingkungan, mengasumsikan bahwa sikap seorang individu didapat melalui prinsip-prinsip dasar dan pengkondisian. 

Artikel Terkait

  • Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 10 Mei 2024 at 10:44 am

    Tari Merak, tarian tradisional Indonesia yang asalnya dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal dengan gerakannya yang anggun dan penuh makna, tetapi juga kostumnya yang indah. Mulai berkembang pada sekitar tahun 50-an, oleh seorang koreografer saat itu, Raden Tjetjep Soemantri. Eits, tarian ini sudah mendunia, lho! Bahkan, saat ini Tari Merak sudah masuk daftar UNESCO dengan The post Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on 8 Mei 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 16 April 2024 at 1:24 am

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas The post Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

3. Pendekatan Etologi

Pendekatan etologi adalah sebuah studi perkembangan dan perspektif evolusioner yang mengadopsi prinsip-prinsip evolusi oleh Charles Darwin. Hal ini merujuk pada asal-usul biologis mengenai tingkah laku sosial. 

4. Pendekatan Imam Al-Ghazali

Yang terakhir, yaitu pendekatan tentang perkembangan manusia oleh Imam Al-Ghazali. Pendapat Imam Al-Ghazali menekankan bahwa individu terlahir dalam kondisi memiliki fitrah yang sehat serta seimbang, yang kemudian kedua orang tua lah serta lingkungan yang memberi individu tersebut pendidikan. 

Baca juga: Mengenal Tanda Pertumbuhan & Perkembangan Fisik pada Remaja

4 Teori Perkembangan Manusia

Di samping keempat pendekatan di atas, beberapa ahli juga memiliki pendapat bahwa ada 4 teori perkembangan manusia yang mencakup teori empirisme, nativisme, konvergensi, dan naturalisme: 

1. Teori Empirisme

Sumber: freepik

Penggagas teori empirisme adalah Jhon Locke. Teori ini menganggap bahwa perkembangan seseorang banyak dipengaruhi oleh pengalaman yang individu tersebut peroleh selama Ia lahir hingga dewasa. Menurut teori empirisme, pendidikan serta pergaulan adalah sebuah pengalaman. Dengan kata lain, manusia awalnya adalah kertas putih. Lalu, selanjutnya manusia tersebut akan menjadi seseorang seperti apa akan sangat bergantung pada apa yang dituliskan di kertas tersebut nantinya. Teori empirisme ini juga kerap dikenal sebagai teori Tabula Rasa, yang menganggap keturunan ataupun pembawaannya tidak memiliki peranan. Teori ini juga mendukung pendidikan sebagai usaha yang mampu untuk membentuk pribadi seorang individu. 

2. Teori Nativisme

Sumber: freepik

Teori perkembangan manusia selanjutnya yaitu teori nativisme yang dipelopoeri oleh Arthur Schopenhauer. Menurut teori ini,  faktor-faktor yang manusia bawa sejak Ia lahir sangat mempengaruhi perkembangan manusia. Dengan kata lain, manusia memiliki sifat-sifat tertentu yang mempengaruhi serta menentukan kondisi individu yang bersangkutan, sehingga faktor pendidikan dan lingkungan tidak mempengaruhi perkembangan manusia. 

Dalam teori ini, seakan-akan manusia sangat bergantung oleh sifat-sifat sebelumnya yang tidak bisa Ia ubah, sehingga seseorang sangat bergantung pada sifat-sifat yang kedua orang tuanya turunkan. Misalnya, apabila orang tuanya baik, maka individu tersebut akan juga menjadi baik, dan sebaliknya, apabila orang tuanya tidak baik, maka seseorang akan menjadi tidak baik pula. Dalam analogi tersebut, sifat baik dan jahat tidak bisa kita ubah. Teori ini memberikan konsekuensi pandangan bahwa manusia baik dan jahat akan tetap statis dan tidak bisa diubah oleh lingkungan atau pendidikan. 

3. Teori Konvergensi

Sumber: freepik

William Stern adalah pelopor dari teori konvergensi. Teori konvergensi ialah gabungan dari teori nativisme dan empirisme, yang menyatakan bahwa pengalaman serta pembawaan mempunyai peran dalam perkembangan manusia. Menurut teori ini, lingkungan dan bakat seseorang terbawa sejak lahir dan saling mempengaruhi. Dengan kata lain, bakat yang sudah ada pada setiap individu perlu menemukan lingkungan yang sesuai agar bisa berkembang. 

Contohnya, setiap anak yang normal memiliki bakat untuk berdiri tegak dengan kedua kaki. Namun, bakat tersebut tidak akan terealisasi apabila anak tersebut tidak hidup di lingkungan masyarakat manusia. Dalam contoh ekstremnya, apabila anak yang sejak kecil diasuh oleh serigala, tidak akan bisa berdiri tegak di atas kedua kaki, namun mungkin akan berjalan di atas tangan dan kaki seperti layaknya serigala. 

4. Teori Naturalisme

Sumber: freepik

Penggagas teori naturalisme ini adalah J. J. Rosseau. Rosseau berpendapat bahwa seluruh anak adalah baik saat baru datang dari tangan Sang Pencipta, namun semua menjadi buruk di tangan manusia. Teori ini juga kerap kita kenal sebagai aliran negativisme, sebab pendidik hanya memiliki kewajiban membiarkan anak didik tumbuh dengan sendirinya atau kembali lagi ke lingkungannya. Dengan kata lain, anak tidak terlalu membutuhkan pendidikan, melainkan hanya perlu kembali ke alam, supaya pembawaan yang baik tersebut tidak rusak karena proses kegiatan pendidikan itu sendiri. 

Teori ini memberi kesan bahwa alam memiliki peranan yang penting untuk memberi pendidikan pada anak, sehingga anak bukan menjadi hasil dari pendidikan yang Ia peroleh di sekolah formal, melainkan dari alam. Konsekuensinya, teori ini memandang peranan pendidik jadi tidak begitu penting sebab sudah selayaknya anak kembali ke alam dan belajar dari sana. 

Baca juga: Pertumbuhan dan Perkembangan

Nah, itu tadi beberapa teori perkembangan manusia atau human development. Masing-masing ahli memiliki pendapat serta pandangan tersendiri mengenai faktor-faktor apa saja yang bisa memegang peranan penting dalam perkembangan seorang individu. Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal 4 Teori Perkembangan Manusia & Pendekatannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Kalau pada cermin cekung, sifatnya konvergen. Nah, pada Cermin cembung, sebuatannya sebagai cermin divergen. Lantaran termasuk jenis cermin yang permukaannya melengkung ke luar seperti bola. Sehingga memiliki sifat-sifat khusus yang berbeda dari cermin datar dan cermin cekung. Artikel ini bakal mengulas secara mendalam mengenai beberapa aspek, termasuk bentuk, sifat, rumus, contoh soal serta penerapannya dalam […]
    Pesawat sderhana Bidang miring, sebuah materi biasanya kamu dapatkan saat berada pada kelas 8 SMP. Cakupan materinya paling meliputi definisi, cara kerja, jenis benda hingga penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kalau SMA (IPA) masuknya dalam mata pelajaran Fisika pembahasannya lebih detail, terdapat rumus untuk menghitungnya. Semua itu bakal terbahas secara lengkap melalui artikel ini. Barangkali […]

    Trending

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah […]
    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi […]
    Tekanan zat cair atau tekanan hidrostatis merupakan salah satu konsep utama dalam fisika yang memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama jika berkaitan dengan kedalaman dan air. Melalui artikel ini Sobat Literasi bakal mengetahui beberapa aspek tentang tekanan zat cair, mulai dari definisi, sifat-sifatnya, hingga penerapannya pada  berbagai macam bidang. Definisi Tekanan Zat Cair […]