Lovely fida nurfaiziah Happy to communicate you about new insight

Konflik Sosial

3 min read

konflik sosial 1
Ilustrasi Konflik Sosial, Foto Oleh NTMC Polri

Kita hidup dalam sebuah komunitas yang sangat luas bernama masyarakat. Dalam komunitas tersebut, tentu saja sulit untuk menyamakan visi dan misi setiap orang, karena itulah timbul konflik sosial. Lantas apa sebenarnya pengertian konflik sosial? Dan apa yang menjadi faktor penyebabnya? Semua itu akan studio literasi bahas secara lengkap di sini, yuk simak!

Pengertian Konflik Sosial

Pada dasarnya, konflik merupakan sebuah perselisihan atau pertentangan antara individu yang satu dengan yang lain, kelompok yang satu dengan yang lain bahkan antara individu dan kelompok. Maka pengertian konflik sosial adalah konflik yang terjadi di dalam lingkup masyarakat.

Ilmuwan yang dikenal dengan teori konflik adalah Karl Marx. Marx mengatakan bahwa konflik dijadikan sebagai suatu paradigma sosiologi untuk memahami situasi yang ada di masyarakat. Menurutnya, konflik bisa terjadi karena adanya perebutan sumber daya yang terbatas seperti ekonomi atau politik oleh masyarakat. Ketimpangan sumber daya itulah yang memicu konflik antar kelas.

Konflik adalah suatu bentuk interaksi di masyarakat yang dapat menyebabkan perpecah-belahan dan rasa ingin saling menghancurkan antar sesama. Namun sebenarnya, konflik merupakan suatu hal yang tidak dapat dihilangkan dan wajar terjadi diantara masyarakat. Bahkan menurut Karl Marx dalam pemikirannya, konflik terkadang dibutuhkan agar masyarakat saling memahami dan mampu menciptakan sebuah solusi.

Faktor Penyebab Konflik Sosial

Umumnya, faktor penyebab konflik ini adalah perbedaan diantara masyarakat. Perbedaan tersebut bisa berupa perbedaan perorangan, perbedaan kebudayan dan perbedaan kepentingan.

Selain beberapa perbedaan tersebut, faktor penyebab konflik dalam sosial juga dipengaruhi oleh perubahan sosial yang begitu cepat sehingga masyarakat sukar untuk menerima perubahan tersebut.

  1. Perbedaan Individu

Perbedaan individu dipicu oleh berbagai macam sebab. Setiap orang pasti memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda, dari perbedaan itulah yang dapat menimbulkan rasa tidak suka bahkan benci terhadap orang lain yang tidak memiliki pendapat yang sama. Pada akhirnya, perasaan tidak suka tersebut dapat menimbulkan sebuah konflik.

  1. Perbedaan Kebudayaan

Faktor penyebab konflik dalam sosial yang satu ini biasa terjadi antar kelompok dari daerah yang berbeda. Perlu kita ingat bahwa indonesia memiliki banyak kebudayaan yang berbeda di setiap daerahnya, karena itu perbedaan perilaku sosial dapat menimbulkan ketimpangan antar masyarakat. Perbedan pemikiran yang disebabkan oleh latar belakang yang berbeda sering kali menimbulkan konflik bahkan kekerasan sosial.

  1. Perbedaan Kepentingan

Perbedaan kepentingan biasanya dipicu dari kepentingan politik dan ekonomi seseorang atau kelompok yang akhirnya berpengaruh terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya. Permasalah tersebut bisa merembet dan akhirnya menimbulkan suatu konflik.

  1. Perubahan Sosial

Perubahan sosial terkadang terjadi begitu cepat dan tidak jarang menimbulkan kesenjangan dalam masyarakat. Misalnya, terbentuknya peraturan baru secara tiba-tiba yang tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat sehingga menimbulkan protes yang berujung pada konflik.

Macam-Macam Bentuk Konflik Sosial

konflik sosial 2
Ilustrasi Konflik Sosial, Foto Oleh GoRiau Com

Terdapat macam-macam bentuk konflik sosial, di antaranya adalah konflik antar individu, kelompok, ras, politik dan internasional.

Berikut masing-masing penjelasan bentuk konflik sosial:

Konflik Antar Individu

Konflik antar individu terjadi karena adanya perselisihan antara individu yang satu dengan yang lain dan lebih bersifat pribadi.

Contoh konflik antar individu adalah konflik antara pemilik hutang dan penagih hutang. Biasanya konflik tersebut disebabkan karena si pemilik hutang telat membayar.

Konflik Antar Kelompok

Konflik antar kelompok dibedakan menjadi dua yaitu, konflik vertikal antar kelas dan konflik horizontal antar kelompok sosial.

Contoh konflik dalam sosial vertikal antar kelas adalah hubungan antara bos dan para pegawainya. Konflik ini biasanya dipicu karena perlakuan sikap atau pemberian gaji yang tidak adil.

Contoh konflik sosial horizontal antar kelompok sosial adalah perselisihan yang terjadi antar sesama anggota organisasi. Pertentangan antar sesama anggota organisasi dapat menjadi penyebab konflik ini.

Konflik Rasial

Penyebab utama konflik rasial adalah faktor ekonomi, sosial atau politik. Kesenjangan sosial-ekonomi yang terjadi di masyarakat dapat menyebabkan pertentangan yang pada akhirnya menimbulkan sebuah konflik. 

Contoh konflik sosial rasial adalah perebutan kekuasaan sumber ekonomi oleh suku Dayak dan suku Madura.

Konflik Politik

Konflik politik dipicu oleh adanya perebutan kekuasaan dan jabatan dalam pemerintahan. Contoh konflik sosial politik yang bisa kita ambil adalah konflik yang terjadi ketika pemilihan umum. Masing-masing partai politik akan melakukan segala cara untuk memenangkan hati masyarakat bahkan tidak jarang mereka saling berkonflik untuk mencapai tujuannya.

Konflik Internasional

Konflik internasional terjadi antara dua negara yang saling berselisih dalam ranah internasional. Konflik internasional berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di negara tersebut.

Contoh konflik ini adalah perselisihan antara Palestina dan Israel yang disebabkan oleh perebutan tanah dan masih berlangsung hingga saat ini.

Pengendalian Konflik Sosial

konflik sosial 3
Upaya Pengendalian Konflik Sosial, Foto Oleh Alihamdan Id

Konflik sosial adalah hal yang tidak dapat dihilangkan dan susah dihindari dalam masyarakat. Namun, konflik ini dapat dikendalikan melalui beberapa cara, diantaranya adalah konsiliasi, arbitrasi dan mediasi. 

Berikut masing-masing penjelasannya:

Konsiliasi

Konsiliasi merupakan suatu upaya pengendalian konflik yang melibatkan lembaga tertentu melalui proses diskusi antar pihak yang bertentangan untuk mendapatkan solusi dari permasalahan.

Artribasi

Artribasi merupakan upaya yang dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga. Dalam artribasi, pihak ketiga berperan untuk memberikan solusi atau keputusan terbaik untuk pihak-pihak yang bertentangan.

Mediasi

Mediasi merupakan suatu upaya pengendalian konflik yang juga melibatkan pihak ketiga. Namun, pihak ketiga dalam mediasi hanya berperan sebagai penengah dan harus bersikap netral sehingga solusi permasalahan akan ditentukan oleh pihak-pihak yang mengalami konflik.

Dampak Terjadinya Konflik Sosial

Meskipun selalu mendapatkan konotasi yang negatif, namun ternyata konflik sosial juga memiliki dampak positif. Berikut penjelasan lebih detail mengenai dampak negatif dan positifnya:

Dampak Negatif

  • Menimbulkan perpecahan diantara masyarakat.
  • Menciptakan suasana yang tidak kondusif dalam masyarakat.
  • Menimbulkan perasaan dendam yang berkelanjutan antar individu atau kelompok.
  • Runtuhnya kontrol sosial yang ada di masyarakat.
  • Terancamnya keutuhan norma dan nilai sosial yang telah terbentuk.

Dampak Positif

  • Mempererat persatuan dan kerukunan antar individu dan kelompok setelah berkonflik.
  • Mendorong terbentuknya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan antar masyarakat.
  • Memperbaiki kualitas suatu lembaga dalam negara.
  • Memotivasi masyarakat untuk hidup dinamis.
  • Terciptanya aturan baru yang saling menguntungkan masyarakat maupun lembaga.

Itulah pembahasan kita mengenai pengertian konflik sosial hingga dampaknya dalam kehidupan masyarakat. Jadi bagaimana, sudah paham kan mengenai materi ini? Nantikan materi-materi kita selanjutnya ya!

Baca Juga: Diferensiasi Sosial

Last Updated on April 5, 2021

Avatar
Lovely fida nurfaiziah Happy to communicate you about new insight

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Top