1. Kelas 8 Bahasa Indonesia

Kalimat Efektif: Ketahui Pengertian, Kriteria & Contohnya!

Pernahkah kamu merasa kebingungan untuk memahami inti dari sebuah teks? Bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh kalimatnya bertele-tele atau tidak efektif. Terkadang, menulis suatu kalimat memang terlihat gampang, namun seorang penulis yang baik juga harus memastikan bahwa informasi yang tertulis dapat dipahami oleh pembaca. Studio Literasi kali ini akan membahas tentang kalimat efektif, lengkap dengan kriterianya. Simak artikel ini sampai habis ya, Kawan Literasi!

Apa itu Kalimat Efektif?

Kalimat efektif merupakan kalimat yang berisi gagasan atau informasi yang mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Umumnya, sebuah kalimat terdiri atas Subjek, Predikat, Objek, serta Keterangan. Namun, terdapat beberapa syarat yang harus kamu ketahui untuk menyusun suatu kalimat efektif. Yuk, simak!

Kriteria Kalimat Efektif 

1. Struktur Kalimat Sepadan

Kriteria pertama kalimat efektif adalah struktur yang sepadan dengan gagasan yang ingin disampaikan. Beberapa hal yang harus diperhatikan agar sebuah kalimat memiliki kesepadanan struktur ialah sebagai berikut:

Artikel Terkait

  • Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap!
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 4:19 am

    Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, ras, agama dari Sabang sampai Merauke. Bangsa lain juga mengenal Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya itu, berbagai flora dan fauna endemik telah menjadi ciri khas dari wilayah tertentu, telah melengkapi kekayaan alam bangsa kita. Dari besarnya sebuah The post Mengenal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia. Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 3:19 am

    Halo kawan literasi, pernahkan kalian melihat burung yang terbang bebas di angkasa? Mengapa mereka bisa terbang tinggi bersama kawanannya? Apa mereka tidak takut kekurangan oksigen? Kira-kira apa ya yang mereka terbang tanpa khawatir? Ternyata di angkasa ada namanya. atmosfer. Atmosfer tersebut merupakan lapisan bagian paling bawah dari lapisan lainnya, sehingga burung-burung tersebut masih bisa terbang The post Atmosfer: Pengertian, Lapisan & Manfaatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 27 Februari 2024 at 2:46 am

    Beratus-ratus tahun yang lalu, Bangsa Eropa telah mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu dengan ditandai dengan kemunduran pada zaman abad pertengahan. Namun setelah itu, masuklah zaman di mana menjadi cikal bakal bersinarnya Eropa sampai sekarang. Kejayaan tersebut dikenal dengan zaman Aufklarung yang dimana banyak terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.  Hmm, kira-kira nih The post Aufklarung: Pengertian, Tokoh & Pengaruhnya pada Bangsa Eropa appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 19 Februari 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Memiliki Kejelasan Subjek dan Predikat 

Kejelasan subjek dan predikat ini bisa dicapai dengan menghindari penggunaan kata depan atau preposisi seperti di, di dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, sebelum penyebutan subjek. Berikut adalah contoh kalimat yang salah: 

Bagi semua siswa SMA Negeri 3 Malang harus mengikuti upacara hari Senin. 

Kata ‘bagi’ di sini tidak diperlukan, sehingga kalimat yang benar adalah ‘Semua siswa SMA Negeri 3 Malang harus mengikuti upacara hari Senin’. 

  • Tidak Memiliki Subjek Ganda

Adanya subjek ganda dapat membuat struktur kalimat tidak sepadan. Misalnya, pada kalimat berikut ini: 

Penyusunan laporan akhir itu saya dibantu oleh para dosen. 

Pada kalimat ini, terdapat dua subjek, yaitu ‘penyusunan laporan akhir itu’ dan ‘saya’. Oleh karena itu, kalimat di atas dapat disusun seperti ini ‘Dalam penyusunan laporan akhir itu, saya dibantu oleh para dosen’ atau ‘Saya dibantu oleh para dosen untuk menyusun laporan akhir itu’. Dengan demikian, hanya terdapat satu subjek yang digunakan dengan benar, yaitu subjek ‘saya’. 

  • Penggunaan Kata Hubung yang Tepat

Penggunaan kata hubung yang tidak benar bisa membuat kalimat sulit untuk dipahami. Contohnya, pada kalimat berikut ini: 

Kami tertinggal bus. Sehingga kami datang terlambat. 

Kata hubung sehingga adalah kata hubung intrakalimat, jadi tidak bisa digunakan di awal kalimat. Akan lebih baik jika kalimat tersebut diubah menjadi “Kami tertinggal bus. Oleh karena itu, kami datang terlambat”.

  • Tidak Menggunakan Kata ‘yang’ sebelum Predikat

Beberapa orang kerap menggunakan kata ‘yang’ tidak pada tempatnya, menyebabkan kalimat menjadi membingungkan dan menghilangkan fungsi predikat. Contohnya, pada kalimat di bawah ini: 

Rumahku yang terletak di belakang Sekolah Dasar A.

Kata ‘yang’ yang mendahului predikat ‘terletak’ menyebabkan kalimat tersebut hanya terdiri dari subjek dan frasa keterangan, atau bisa disebut kalimat rumpang. Seharusnya, kalimat tersebut cukup ditulis ‘Rumahku terletak di belakang Sekolah Dasar A’. 

2. Bentuk Kalimat Paralel 

Kriteria kalimat efektif selanjutnya adalah keparalelan atau kesejajaran kalimat. Artinya, bentuk kalimat harus sama. Apabila diawali dengan kata benda, maka lanjutan dari kalimat tersebut juga harus didahului kata benda. Contoh kalimat yang tidak sejajar ialah sebagai berikut: 

Tahap terakhir pengembangan gedung tersebut adalah pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem air, dan mengatur tata ruang. 

Pada kalimat di atas, predikat ‘memasang’ dan ‘mengatur’ tidak sesuai dengan kelas kata yang seharusnya digunakan, yaitu kata benda. Bentuk kalimat yang sejajar adalah “Tahap terakhir pengembangan gedung tersebut adalah pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem air, dan pengaturan tata ruang. 

3. Kehematan Kata

Kriteria selanjutnya untuk membentuk suatu kalimat yang efektif adalah penggunaan kata yang hemat atau tidak bertele-tele. Kamu bisa melakukan beberapa cara berikut:

  • Menghindari pengulangan subjek

Apabila kamu menggunakan 2 subjek yang sama pada satu kalimat, sebaiknya cukup sebutkan satu kali saja agar tidak terjadi pengulangan. Contohnya, pada kalimat “Karena dia sakit, dia tidak masuk sekolah.” Pada kalimat tersebut, terjadi pengulangan kata ‘dia’. Agar tidak mengulang penggunaan subjek, kamu bisa mengubah kalimat tersebut menjadi “Karena sakit, dia tidak masuk sekolah.”

  • Tidak menggunakan kata sinonim dalam satu kalimat

Cara selanjutnya adalah menghindari penggunaan dua kata yang memiliki makna yang sama atau bersinonim. Pada kalimat ini, “Sejak dari pagi dia belum makan.” Kata ‘sejak’ dan ‘dari’ mempunyai arti yang sama, sehingga kamu bisa menggunakan salah satunya saja. Kalimat yang efektif yaitu “Sejak pagi dia belum makan”.

  • Memperhatikan unsur kata jamak 

Pada kalimat yang mengandung kata jamak, kamu perlu berhati-hati untuk tidak menambahkan kata lain yang maknanya juga jamak.  Contohnya,  pada kalimat “Hadirin sekalian dipersilahkan duduk”, kata ‘hadirin’ dan ‘sekalian’ sama-sama memiliki makna jamak. Oleh karena itu, kamu bisa mengubahnya menjadi “Hadirin dipersilahkan duduk”.

  • Tidak menggunakan superordinat pada hiponimi kata.

Hiponimi adalah hubungan kata yang mengandung makna spesifik dan umum. Contohnya, mawar, melati, dan anggrek berhiponim dengan bunga. Bunga merupakan superordinat dari mawar, melati, dan anggrek, disebut sebagai hiperonim. 

Bentuk kalimat yang tidak efektif adalah “Pada masa orientasi, mahasiswa baru harus memakai kemeja warna putih”. Kata ‘warna’ adalah superordinat dari ‘putih’. Kamu bisa memperbaiki kalimat tersebut menjadi “Pada masa orientasi, mahasiswa baru harus memakai kemeja putih”, dengan menghapus kata ‘warna’, agar kalimatnya tidak bertele-tele. 

4. Penalaran yang Cermat

Maksud dari kecermatan penalaran suatu kalimat adalah tidak adanya makna ganda yang terkandung dalam kalimat tersebut. Oleh sebab itu, perhatikan pemilihan kata saat penyusunan kalimat. 

Berikut adalah contoh kalimat yang bermakna ganda atau ambigu: 

Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima penghargaan. 

Kalimat di atas bersifat ambigu. Pada kalimat tersebut, pemaknaan ‘terkenal’ bisa saja berlaku untuk mahasiswa maupun perguruan tinggi. Kamu bisa mengubah bentuk kalimat di atas menjadi seperti berikut: 

  • Mahasiswa terkenal itu menerima penghargaan. 
  • Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu menerima penghargaan.

5. Bahasa yang Logis

Kriteria kalimat efektif selanjutnya adalah kelogisan bahasa. Artinya, ide pada suatu kalimat dapat dengan mudah dipahami. Contoh kalimat yang tidak logis misalnya sebagai berikut: 

Waktu dan tempat kami persilahkan

Kalimat tersebut tidak logis sebab seharusnya waktu dan tempat tidak ‘dipersilahkan’. Seharusnya, frasa ‘waktu dan tempat’ diganti dengan subjek orang, seperti saudara/saudari, bapak/ibu, menjadi sebagai berikut: 

Bapak dan ibu kami persilahkan.

Baca juga: Apa itu Kalimat Utama? Definisi, Jenis & Cara Menentukannya

Itu dia pembahasan tentang kalimat efektif beserta kriterianya. Semoga kamu dapat mengaplikasikannya dalam tulisan-tulisan kamu, ya, Kawan Literasi!

 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kalimat Efektif: Ketahui Pengertian, Kriteria & Contohnya!

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]
    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]