1. Kuliah & Umum

Peran Perempuan dalam Politik Saat ini dan Hambatannya

Peran perempuan dalam politik sebenarnya sangatlah penting untuk menjamin kepentingan dan kebutuhan perempuan dalam berbagai kebijakan pemerintah. Namun pada kenyataannya, partisipasi perempuan dalam politik masih tergolong rendah. Hal ini juga disebabkan oleh beberapa hambatan yang harus kaum perempuan hadapi untuk meneruskan langkahnya dalam kancah politik. Kali ini, Studio Literasi akan membahas peran perempuan dalam politik Indonesia. Jadi, simak sampai akhir, Kawan Literasi!

Perempuan dalam Kancah Politik 

Sumber: freepik

Partisipasi perempuan di perpolitikan Indonesia masih termasuk rendah. Hal ini tercermin dari tingkat keterwakilan perempuan di kursi parlemen, lembaga tinggi negara, pemerintah, ataupun partai politik. Jumlah keterwakilan yang rendah ini sangat memiliki pengaruh pada proses pengambilan keputusan. 

Apabila keterwakilan perempuan dalam politik memadai, kebijakan-kebijakan yang dibuat pun bisa lebih mengakomodir kebutuhan, kepentingan, dan isu-isu yang berkaitan dengan perempuan. Perjuangan terhadap isu-isu perempuan melalui lembaga pemerintahan seperti parlemen sangatlah penting sebab masih banyak undang-undang yang cenderung bias terhadap gender tertentu, sehingga perlu diamandemen. 

Untuk meningkatkan peran perempuan dalam politik, perlu adanya affirmative action yang menjadi kebijakan strategis yang legal dalam peraturan perundang-undangan. Kini, Undang-Undang Pemilu Nomor 8 Tahun 2012 Pasal 55 menyebutkan bahwa daftar bakal calon legislatif memuat paling sedikit tiga puluh persen keterwakilan perempuan. Apabila dalam daerah pemilihan (Dapil) itu tidak memenuhi kuota 30% dari keterwakilan perempuan, maka partai politik yang bersangkutan terancam akan tidak bisa memiliki calon legislatifnya. 

Artikel Terkait

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on 6 April 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 12 Maret 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 10 Maret 2024 at 7:11 am

    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs The post Mengenal Lebih Jauh Proses terjadinya Pelangi appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on 8 Maret 2024 at 2:50 am

    Pasca kemerdekaan Indonesia, Indonesia tidak sepenuhnya merdeka, lho. Masih ada upaya-upaya Belanda ingin menjajah dan menduduki negara Indonesia. Maka dari itu, para pemuda Indonesia tidak ingin hal tersebut terjadi. Sehingga, terbentuklah Konferensi Meja Bundar (KMB) atau dalam bahasa Belanda disebut dengan Nederlands-Indonesische ronde tafel conferentie. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut konferensi The post Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan & Dampaknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Oleh karena itu, semenjak tahun 2009, kita sudah mulai mengenal beberapa figur politisi perempuan dalam politik Indonesia, khususnya dalam lingkup parlemen, seperti Rieke Diah Pitaloka, Wanda Hamidah, Vena Melinda, dan sebagainya. Di jajaran kementerian pun sudah ada figur perempuan yang memegang peranan penting seperti Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, dan Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia.

Menurut data dari World Bank 2019, Indonesia berada di peringkat ke-7 se-Asia Tenggara dalam hal keterwakilan perempuan di parlemen. Melansir dari situs Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, partisipasi perempuan Indonesia saat ini masih di bawah 30%. Sebagai upaya dari pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan gender, saat ini tengah ada penyusunan Rancangan Perpres tentang Grand Design Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Lembaga Legislatif untuk meningkatkan partisipasi politik perempuan. 

Selain itu, kini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tengah merampungkan penyusunan Rancangan Undang-Undang Kesetaraan Gender yang juga kana mengatur keterwakilan perempuan, tidak hanya dalam lingkup lembaga legislatif, namun juga lembaga eksekutif dan yudikatif. RUU ini diharapkan agar segera disahkan agar bisa memberi akses kepada perempuan untuk memiliki kesempatan dan kontribusi yang setara dalam pembangunan. 

Baca juga: Hubungan Internasional di Asia Tenggara: Bentuk Kerja Sama

Hambatan-Hambatan Perempuan dalam Politik

Sumber: freepik

Dalam memperjuangkan perannya dalam politik, perempuan tidak terlepas dari berbagai bentuk hambatan. Hambatan yang kaum perempuan hadapi dalam menjalankan perannya dalam politik mencakup hambatan sosial budaya, hambatan psikologis, dan ekonomi.

1. Hambatan Sosial Budaya

Hambatan dari segi kultur sosial yaitu pandangan masyarakat sendiri yang masih memiliki penilaian bahwa perempuan tidak ‘seharusnya’ menangani urusan politik. Ini karena adanya anggapan semestinya perempuan mengurus kegiatan domestik saja, seperti mengurus anak, rumah, dan keluarga. Karena pandangan ini, perempuan pun tidak mendapat dukungan yang optimal dari sekitarnya untuk melangkah dalam dunia politik. Hal ini juga berkaitan dengan rendahnya dukungan pada calon perempuan sebab stigma yang masyarakat beri kepada perempuan bahwa mereka tidak layak untuk menjadi seorang pemimpin.

2. Hambatan Psikologis

Apabila hambatan sosial budaya berasal dari luar atau eksternal, hambatan psikologis berasal dari diri perempuan sendiri. Hambatan psikologis ini adalah rendahnya tingkat percaya diri untuk berkompetisi dengan laki-laki dalam pemilihan umum. Pola pikir ini juga sangat erat kaitannya dengan hambatan kultur sosial di atas. Perasaan tidak percaya diri inilah yang mengakibatkan perempuan cenderung enggan melanjutkan langkah politiknya. Pada akhirnya, hal ini berefek pada kurangnya jumlah partisipasi perempuan dalam dunia politik. 

3. Hambatan Ekonomi 

Hambatan berikutnya yaitu hambatan ekonomi yang juga menjadi tantangan besar, sebab pemilu adalah kegiatan yang membutuhkan banyak dana. Modal ekonomi yang kurang menyebabkan kemungkinan perempuan untuk menang dalam aspek kampanye rendah. Terlebih lagi, laki-laki umumnya memiliki modal ekonomi yang cukup tinggi. Hambatan dari sisi ekonomi ini juga turut menyebabkan keengganan pada perempuan untuk mencoba meneruskan kiprahnya di dunia politik. 

Baca juga: Pentingnya Peran Media dalam Demokrasi untuk Masyarakat

Nah, itu tadi ulasan mengenai peran perempuan dalam politik Indonesia. Selain itu, kita juga membahas berbagai hambatan yang perempuan kerap hadapi untuk berkiprah di dunia politik. Semoga di masa depan partisipasi perempuan dapat semakin meningkat agar hak-hak perempuan dapat semakin terakomodir dalam berbagai kebijakan pemerintahan. 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Peran Perempuan dalam Politik Saat ini dan Hambatannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan […]
    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, […]

    Trending

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh […]
    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk […]